Sponsored Content

Dekatnya Hamish Daud Dengan Tim Balap Suzuki Ecstar MotoGP

Keliru besar kalau bepikir untuk terjun di arena balap motor, tinggal buka gas dan pupuk nyali sebesar-besarnya. Karena semua membutuhkan latihan yang matang dan dedikasi tinggi dengan tunggangan besi. Semua butuh perhitungan yang presisi, termasuk juga dari segi kemanannya.

Hal itu diungkapkan Hamish Daud selaku Brand Ambassador Suzuki yang ditemui di acara Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018 di sikuit sentul sabtu 3 Februari lalu. Meski mengaku doyan naik motor, namun Hamish tak serta merta menganggap dirinya bisa begitu saja membalap dan tarik tuas gas.

Ia sendiri mengaku sering berbicang dengan manajemen tim dari Suzuki Ecstar MotoGp 2018. Bukan cuma sebagai duta GSX 150, Hamish Daud mengaku dekat juga dengan tim MotoGP Suzuki.

“Saya sudah dua tahun menjadi brand ambassador Suzuki saya sering mengobrol dengan manajer dan traine. Intinya beda naik motor di jalan dengan race balapan. Bahkan banyak pebalap yang tak punya SIM untuk mengemudikan motor di jalan umum. Karena berbedanya membawa motor di sirkuit dan jalanan” ungkap Hamish Daud.

Menajamkan feeling merupakan faktor utama yang harus dilakukan para pembalap. Caranya adalah dengan rutin berlatih. Maklum pembeda juara dan bukan kadang hanya terpaut sepersekian detik.

“Ngebut saat naik motor di lintasan balap dan di jalanan pun beda. Kalau di lintasan balap mereka harus menggunakan feel. Tidak bisa ngebut sembarangan seperti di jalan yang biasanya kita lakukan,” ungkap Hamish.

Kendati begitu Hamish mengaku sedikit gatal ingin menggeber gas ketika melakukan konvoi keliling sentul bersama pembalap Alex Rins Dan Andrea Ianone sebegai acara pembuka Suzuki Bike Meet – Jamboree Nasional 2018. Membawa motor dengan kecepatan 30 Km/jam membuat pria tampan ini gregetan dan ingin menambah kecepatan.

Pada acara tersebut, Hamish sendiri didapuk untuk menggunakan motor GSX-R150. wajar kalau kemudian suami dari Raisa ini merasa ingin menggeber gas. Karena tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Tapi ketika di arena balap sungguhan kita tak mungkin bersikap seperti itu karena semua penuh perhitungan,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top