Feature

Dear Mantan, Inilah Aku yang Sekarang. Janganlah Kau Menyesal!

Ditinggalkan oleh kekasih hati pasti akan menimbulkan rasa sakit yang sedikit menyiksa. Tak jarang seseorang malah berbalik membenci orang yang pernah dicintainya selepas putusnya jalinan kasih mereka. Kebencian memang bukan hal yang baik untuk dipelihara. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa rasa itu pasti ada pada setiap insan yang sedang patah hati.

Bukan tentang masa lalu harusnya seseorang berpikir, melainkan tentang masa depan. Lupakan hal yang terjadi di masa lalu. Jadikanlah kenangan pahit itu sebagai cambuk untukmu untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan dengan perubahan positif yang kamu lakukan untuk hidupmu, hal itu sekaligus akan membuat mantanmu menyesal dengan sendirinya karena telah menyia-nyiakan orang sepertimu. Berikut adalah hal yang harus kamu tanamkan dalam diri dan kamu lakukan paska putus dari orang yang pernah kamu cintai.

Ketika Kamu Meninggalkanku, Aku Bisa Lebih Fokus Pada Karirku

fokus bekerja

Sukses dalam karir adalah sebuah keharusan. Terkadang alasan kekasihmu pergi adalah karena karirmu yang dirasa tidak bagus. Karena itulah, berusahalah memberikan bukti kepada orang yang pernah kamu cintai itu bahwa kamu dapat memiliki karir yang bagus. Bahkan mungkin di luar ekspetasinya dulu terhadap kemampuanmu. Kamu bisa dan kamu mampu jika kamu mau berusaha. Dia yang meremehkanmu harus mengetahui kebenaran bahwa kamu bisa menjadi seseorang yang hebat. Buatlah mereka menutup rapat mulutnya untuk menilaimu rendah.

Menurutmu Penampilanku Buruk? Kamu Pasti Belum Melihatku Yang Sekarang

perempuan bertato

Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang tampilan fisik mejadi penyebab dia memutuskan untuk meninggalkanmu dan mencari orang yang lebih cantik atau tampan dan juga memiliki bentuk tubuh yang proporsional. Jadikan alasan itu untuk menjadikanmu orang yang lebih baik saat dilihat dari tampilan fisiknya. Pergilah ke salon kecantikan untuk perawatan wajah dan kulit. Setelah itu jangan lupa untuk datang juga ke tempat gym. Berusahalah untuk menjadikan tampilan fisikmu lebih sempurna di mata lawan jenismu. Setelah sudah dirasa usahamu cukup, tampillah di depan mantanmu. Tunjukkan bahwa setelah dia memutuskanmu, kamu menjadi pribadi yang lebih sempurna, yang mungkin tidak pernah dia sangka sebelumnya.

Kini Aku Bersikap Lebih Baik, Sayang Kamu Tidak Bisa Merasakannya Lagi

berjalan

Dia yang menjadi kekasih di masa lalumu mungkin dapat menyebutmu orang yang tidak baik untuknya. Sekarang saatnya membuktikan bahwa persepsi itu sepenuhnya salah. Buktikan bahwa kamu bisa menjadi orang yang lebih baik dan menjadikan dirimu pantas untuk dijadikan menantu oleh semua orang tua di dunia ini. Buktikan bahwa kamulah menantu idaman juga pasangan idaman yang dimimpikan oleh banyak orang. Perbaiki pribadimu dan tunjukkan kebenaran yang sebenar-benarnya terhadapnya yang sudah meninggalkanmu.

Aku Bertekad Untuk Mencintai Dengan Lebih Baik

cinta

Mungkin kamu di masa lalu adalah orang yang memiliki kepribadian cuek dan tidak romantis. Sehingga pasanganmu memilih untuk pergi dan mencari pasangan lain yang lebih cocok dengan keinginannya. Untuk itu tidak ada salahnya kamu belajar menjadi orang yang lebih peka terhadap keadaan apapun dan jadilah seseorang yang mencintai dengan benar. Jangan pernah menyakiti pasanganmu dan bersikaplah manis kepada pasanganmu. Buatlah pasanganmu merasa nyaman saat berada di dekatmu.

Ini Kesempatanku Mendapatkan Keberhasilan Dalam Hidup

menikah langgeng

Carilah pasangan yang juga lebih baik dari pasanganmu dulu. Dapatkan pasangan sesempurna yang kamu bisa dan juga yang dapat menyempurnakan hidupmu. Tunjukkan bahwa kini kamu memiliki kehidupan yang lebih baik dengan orang-orang yang lebih baik pula. Hal ini akan membuatnya menyesal karena telah meninggalkanmu di masa lalu.

Nah, sekarang sudah tahu kan hal apa saja yang harus kamu lakukan? Lakukan hal-hal di atas untuk dirimu sendiri terlebih dahulu. Bonusnya, kamu sekaligus akan membuatnya menyesal karena telah meninggalkanmu. Masa lalu yang pahit tak seharusnya membuatmu hilang arah dalam mencari cahaya kehidupan. Sebaliknya, pengalaman pahit di masa lalu bisa kamu jadikan cambuk agar kehidupanmu ke depannya menjadi lebih baik. Sukses selalu ya guys! Putus cinta takkan membuatmu jatuh ke lubang kesedihan untuk selamanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ini Kenapa Kamu Terlihat Lebih Menarik Jika Foto Bersama Kawanmu

Kamu termasuk orang yang merasa sulit mendapatkan foto terbaik ketika melakukan swafoto alias selfie? Merasa diri kurang menarik dan menjadi tak percaya diri untuk menaikan foto di sosial media? Sebetulnya, ada cara cepat dan paling mudah untuk terlihat lebih menarik ketika difoto.

Caranya? Dengan mengambil foto bersama-sama kawanmu alias group selfie. Yup, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa terlihat jauh lebih menarik ketika dia berfoto bersama orang lain. Hal ini dikenal dengan sebutan Cheerleader effect.

Coba simak penelitian Drew Walker dan Edward Vul dari University of California, San Diego. Mereka melakukan penelitian sejumlah foto orang. Beberapa disajikan sendiri (selfie) dan sebagian disajikan bersama-sama (group selfie).

Hasilnya? Dalam percobaan manapun dan melibatkan individu yang manapun semua menghasilkan kesimpulan yang sama. Mereka-mereka yang muncul di foto bersama orang lain, cenderung dinilai lebih menarik oleh para responden. Bahkan gabungan dari foto-foto selfie yang ditampilkan secara bersama-sama pun punya efek yang sama menariknya.

Kenapa bisa begitu? Menurut Drew Walker, sistem otak manusia akan membuat indra pengelihatannya menilai penampilan seseorang secara rata-rata jika melihat foto bersama-sama. Nah, menariknya lagi secara sosial manusia lebih mudah menerima sesuatu yang rata-rata dibandingkan sesuatu yang terlihat “sangat jelek” atau “sangat menarik”.

Tapi kamu lebih pilih mana? Selfie vs Group Selfie?

Kendati begitu, tidak semua orang merasa kesulitan mendapatkan foto terbaik dirinya bukan? Kamu termasuk mereka yang percaya diri untuk muncul sendiri ketika foto? Atau kamu lebih nyaman untuk melakukan group selfie?

Nah, OPPO saat ini sedang mengadakan kontes Selfie VS Group Selfie untuk mencari momen terbaik kamu. Hadiahnya juga seru, Smartphone terbaru dari OPPO. Penasaran mau ikutan?

Caranya mudah!
1. Kamu like dulu fan page OPPO Indonesia.
2. Kemudian buka aplikasi berikut ini dan klik “Ikuti Promosi ini”
3. Isi data diri dengan lengkap dan benar.
4. Klik tombol langkah berikutnya
5. Lalu ikuti Votingnya apakah kamu lebih suka memilih Group Selfie atau Selfie
6. Klik Confirm
7. Masukan alasan kenapa kamu memilih itu
8. Kirim foto selfie kamu atau group selfie bersama temanmu
9. Mengirimkan foto bisa melului dua cara. Memilih foto dari album facebook kamu atau memilih foto baru. Lalu klik selanjutnya.
10. Berikan judul #OPPOF3Plus #BestDualMoment kemudian klik confirm
11. Klik posting
12. Share Campaign ini ke teman-temanmu dengan tag OPPO Indonesia (@IndonesiaOPPO)

Yuk ikut kompetisinya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sebab Cinta Yang Berat Sebelah, Selalu Menyisakan Lelah

Cinta ya cinta saja. Tak perlu memikirkan balasan. Kalau kamu berbuat baik karena mengharapkan orang lain baik padamu, itu tandanya bukan cinta. Itu namanya bisnis. Begitu kalimat-kalimat motivasi yang sering terpampang.

Tapi nyatanya perasaan memang tak semudah ujian sekolah yang secara tepat ada benar salahnya. Kamu mulai merasakan ada yang mengganggu dengan hubungan cintamu. Apa yang selama ini kamu berikan seolah tak pernah cukup, dan sama sekali tak mendapatkan balasan.

Apa kemudian salah jika mengharapkan mendapatkan balasan cinta meski sedikit? Apa lantas jahat kalau mempertanyakan apakah hubungan ini layak dipertahankan?

Sewaktu Kamu Selalu Ada Untuk Dihubungi Sementara Dia Kerap Menghilang Begitu Saja

Kapanpun Dia membutuhkan, kamu selalu siap. Handphonemu bisa dihubungi kapan juga dia mau. Dari pagi buta, hingga tengah malam kamu tak pernah lepas untuk mendengarkannya bercerita.

Tapi kemudian sebaliknya, ketika kamu menyapa, dia bisa tak membalasmu berjam-jam. Bahkan mudah baginya untuk tenggelam di kesibukannya, dan tidak menghubungimu berhari-hari. Dia tampak baik-baik saja, dan tidak sedikitpun merasa kehilangan.

Ketika Kamu Selalu Datang Dimana Pun Dia Meminta, Sementara Dia Selalu Punya Alasan Untuk Absen

Dia memang menjadi prioritas utamamu. Dimanapun dia mengajakmu bertemu, kamu selalu datang. Tidak ada jarak yaang terlalu jauh untuk ditempuh. Klise memang, tapi laut pun akan kamu seberangi untuknya bukan?

Lalu kemudian kamu rindu. Mengajaknya bertemu. Tapi kamu hanya akan ditemui “kalau sempat”. Sebutuh apapun kamu menemuinya, Dia harus selalu melihat jadwal. Kamu perlu masuk agendanya jauh-jauh hari untuk sekedar janji makan siang. Adakah tempatmu di kesibukannya?

Lalu Semua Bisa Batal Karenanya, Sementara Kamu Bisa Dibatalkan Karena Apa pun

Tak ada meeting yang tak bisa digeser. Tidak ada kawan lain yang lebih penting hingga pasti bisa kamu batalkan untuknya. Deadline pekerjaan hampir selalu bisa kamu atur untuknya. Bahkan me time juga tak jarang kamu habiskan untuknya.

Tapi janjinya kepadamu bisa semudah itu dibatalkan begitu saja karena ada hal lain yang datang. Bahkan tak jarang tidak disertai permintaan maaf. Bukankah tak ada orang yang terlalu sibuk? Yang ada hanyalah kamu bukan prioritasnya.

Di Saat Kamu Tak Sungkan Menyatakan Perasaaan Sementara Dia Selalu Mempertanyakan Perasaannya

 

Tak pernah ada keraguan dalam hatimu tentang perasaanmu. Kamu juga tak pernah sungkan menyatakannya kepadanya. Mengatakan bahwa kamu cinta, buatmu adalah bagian dari cinta itu sendiri.

Namun lantas, Dia justru sebaliknya. Dia tak segan untuk memberitahu bahwa dia ragu pada perasaannya. Jangan-jangan ini bukan cinta? Apa iya kita memang pantas bersama? Mau sampai kapan? Ujarnya mudah tanpa melirik perasaanmu.

Karena Tak Ada Hal Yang Prinsipil Buatmu, Semua Bisa Diubah Untuknya, Sementara Dia Berpegang Pada Hal Remeh

Kamu dan Dia sedemikian berbeda? Tak ada hal yang terlalu kaku buatmu. Semua bisa diubah untuknya. Kamu yang senang berkegiatan di ruangan, bisa menemukan keseruan beraktivitas di luar. Kamu yang tak suka pedas, mulai mencoba-coba makan pakai sambal. Ikan yang buatmu alergi, kamu santap juga sesekali. Sifat dan kebiasan burukmu yang ditunjukan olehnya siap kamu ubah demi yang lebih baik.

Tapi lalu kemudian, masukanmu selalu dianggap angin lalu jika tentangnya. “Karakterku sudah begini” demikiaan katanya. “Aku tidak akan pernah melakukan itu” ujarnya tegas menolak permintaanmu. Lagi-lagi, kamu yang harus berusaha menerima.

Hati Yang Mengerti Lama-lama Juga Bisa Letih

Cinta seharusnya membahagiakan. Kalau kamu tak bahagia, bisa jadi itu bukan cinta. Mungkin itu bentuk yang lain dari obsesimu saja. Hingga kamu memaksakan sesuatu yang seharusnya kamu lepaskan.

Cinta yang sejati seharusnya membantumu mencitai diri sendiri. Karena ibarat ceret air, kamu tak bisa menuangkan air jika ceretmu kosong. Kamu tak bisa terus menerus menuang cintamu jika tak ada yang mengisinya.

Tak perlu berkecil hati, coba relakan, mungkin kamu dan Dia lebih baik jika tak lagi sama-sama. Buka matamu, mungkin cinta lain sedang menunggumu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Sesungguhnya Sosial Media Jadi Cermin Pasangan Bahagia Atau Pura-Pura Bahagia

Secara sekilas postingan manis berisi caption mesra nan romantis di media sosial mungkin kita artikan sebagai bentuk kebahagian dari setiap pasangan. Namun siapa sangka jika ternyata hal tersebut bukanlah tolak ukur atas kebahagian pasangan yang sesunguhnya.

Setidaknya hal ini diamini oleh Nikki Goldstein,  sexologist and relationship expert dari Australia. Menurutnya pasangan yang banyak membagi hubungannya di sosial media adalah pasangan yang butuh pengakuan dari orang lain karena pasangan tersebut sendiri tak yakin dengan hubungan mereka.

Karena menurut Nikki pasangan yang benar-benar bahagia dapat kita lihat dari postingan mereka di media sosial seperti berikut ini.

Mereka Yang Bahagia Tak Membagikan Semua Masalah Di sosial Media

Mereka tidak pernah mengumbar masalah apapun yang ada dalam hubungan mereka, karena mereka sadar bahwa hal tersebut merupakan privasi yang harus digaja demi kelangsungan hubungan yang sedang dijalani. Mereka faham bahwa menjaga aib masing-masing merupakan bentuk penghargaan kepada pasangan satu sama lain. Tentunya aneh rasanya membayangkan pasangan yang bahagia, mengeluh di sosial media hanya karena pasangannya terlambat menjemput misalnya.

Isi Postingannya Tak Melulu Tentang Pasangan, Karena Mereka Punya Kehidupan Lain

Hal-hal yang mereka posting biasanya bervariasi, bisa berisi hobby dan aktivitas yang disukai dari masing-masing, kepedulian mereka terhadap lingkungan atau hal-hal lain yang mereka geluti. Mereka tau bahwa hidup tak melulu tentang pasangan untuk itu mereka tak segan-segan berbagi banyak hal selain potret dari hubungan mereka.

Tak Ingin Terlalu Sering Posting Foto Pasangan

Jarang posting foto pasangan di media sosial bukan berarti mereka tidak sayang satu sama lain, mereka tau bagaimana caranya menunjukkan rasa sayang tak hanya lewat media sosial dan postingan-postingan foto lainnya. Mereka menikmati semua bentuk kemesraan didunia nyata tanpa merasa perlu membagikannya di dunia maya.

Menurut Goldstein, mereka yang ketika ada momen berdua, kemudian mengambil foto dan buru-buru mengunggahnya di media sosial, cenderung tak menghargai momen kebersamaannya. Mereka hanya mencari pengakuan dari orang lain lewat like dan comment bahwa hubungan pasangan tersebut baik-baik saja.

Paham Bagaimana Memberi Ucapan Terbaik Saat Momen Terbaik

Pasangan yang bahagia akan menunjukkan rasa bangga nya dimedia social pada waktu dan momen-momen tertentu, karena memuji satu sama lain secara berlebihan bukanlah bentuk kepedulian yang benar apalagi jika dilakukan setiap hari, dan sebaliknya mereka akan saling menguatkan dan menujukkan kekagumannya disetiap momen-momen penting dalam hubungan mereka.

Tak Saling Berbagi Akun, Karena Kepercayaan Tak Melulu Soal Password

Memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap pasangan satu sama lain, untuk itu mereka tidak pernah meminta pasangannya untuk berbagi akun. Saling menjaga privasi masing-masing adalah bentuk percayanya mereka satu sama lain. Karena memaksa pasangan untuk memberitahu password menunjukkan tidak adanya kepercayaan dalam diri mereka masing-masing dan sebaliknya akan lebih rentan kepada kecurigaan yang berlebihan.

Kata Stalking Mantan yang Tak ada Lagi Dalam Kamus Mereka

Tak lagi menunjukkan sesuatu yang masih berhubungan dengan mantan, mereka akan sangat menghargai dan menjaga perasaan dari pasangannya masing-masing. Entah itu dengan alasan apapun bagi mereka mantan adalah sesuatu yang sudah lalu yang memang sudah saatnya dilupakan.

Mengungkapkan Cinta dan Saling Memuji Sewajarnya

Saling mengutarakan cinta mungkin hal yang biasa dilakukan, tapi mereka melakukannya dalam porsi yang wajar tidak secara berlebihan. Mereka akan mengeluarkan kalimat pujian pada saat tertentu untuk menunjukkan kebanggannya terhadap pasangannya. Karena mereka terbiasa untuk mengucapkan dan menunjukkan rasa sayang dan ucapan lainnya dalam bentuk nyata bukan dibeberkan didunia maya.

Coba ingat dulu, apakah kalian masuk kedalam ciri-ciri pasangan bahagia atau malah sebaliknya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Kamu Cinta Tak Pernah Berhenti Menyakiti, Pantaskah Dipertahankan?

Tak selamanya kisah cinta berakhir bahagia seperti yang ada dalam kisah Cinderella, ada kalanya kisah cinta seseorang berakhir dengan keterpurukan, tidak bahagia, dan menderita karena mengalami cinta yang tidak menyenangkan.

Kisah cinta yang berakhir menyedihkan bisa jadi karena menjalani cinta yang salah. Cinta yang salah dikarenakan oleh tindakan kita yang tetap mencintai orang yang sudah tidak ingin bersama. Sudah jelas dia tidak lagi mencintaimu, namun tetap kamu memaksakan kehendak untuk tetap bersama.

Hal yang penting untuk diingat, yang namanya menjalin suatu hubungan adalah sesuatu yang dijalani berdua, bukan sendiri. Ketika dihadapkan dengan pilihan bertahan atau tinggalkan, pikirkan segala hal menggunakan logika bukan hanya perasaan semata agar tidak larut dalam kesedihan berkepanjangan nantinya.

Jangan Karena Terlanjur Sayang, Kamu Melupakan Semua Logika Yang Seharusnya Tidak Kamu Abaikan

Kamu bilang sudah terlanjur sayang padanya karena sudah lama menjalin hubungan. Hubungan yang sudah lama dijalani tidak menjamin suatu hubungan yang bahagia pada ujungnya. Hanya karena banyak momen indah yang dahulu pernah kamu rasakan dan tidak ingin untuk menghapusnya , akhirnya kamu lebih memilih tersiksa oleh realita pahit.

Jika logikamu sudah mengatakan waktunya berhenti maka seharusnya kamu berhenti. Kamu sudah mendapatkan banyak fakta yang mengharuskanmu meninggalkannya karena dia sudah tidak lagi peduli padamu. Untuk apa mempertahankannya cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan, kamu terus tersakiti sementara dia bisa hidup tetap teang tanpa kehadiranmu di sisinya.

Jangan Karena Tak Sanggup Hidup Sendiri, Membuatmu Mempertahankan Hubungan Dengan Orang Yang Salah

Ketakutan bakal hidup sendirian di masa yang akan  datang menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang, Hal inilah yang menjadi alasan seseorang enggan meninggalkan pasangannya meski terus disakiti.

Jangan sampai alasan yang sepele seperti itu, kamu tetap bertahan dengan siksaan yang datang bertubi-tubi. Lepaskanlah jika memang sudah tak sanggup lagi. Masih banyak peluang untuk mendapatkan cinta yang lebih baik lagi di luar sana. Siapa tahu jodohmu sebenarnya ada di dekatmu namun kamu tidak pernah berusaha menghampirinya karena memilih untuk bertahan dengan orang yang salah.

Kamu Tidak Perlu Mengemis Untuk Mendapat Perhatian Masih Banyak Orang Lain Yang Lebih Bisa Menghargaimu

mengeluh

Kamu yang selama ini berjuang sendiri, apa pernah terpikir di benakmu bahwa dia akan melakukan hal yang sama? Apa dia selama ini ada tanda-tanda untuk memperjuangkanmu? Cintamu selama ini hanya bertepuk sebelah tangan, setiap hari kamu hanya mengemis perhatian yang tidak kunjung datang, pada akhirnya kamu akan kelelahan. Tak hanya lelah fisik, tapi juga lelah hati dan pikiran.

Jika kamu bisa merelakannya pergi dan membiarkan pikiranmu lebih terbuka, ketahuilah masih banyak orang lain yang sayang padamu dibanding dirinya. Orang tua, sahabat, atau mungkin orang yang selama ini sudah lama meng-gebet kamu. Mereka bisa lebih mencintaimu apa adanya, mereka bisa mencintaimu dengan tulus tanpa menuntut apapun darimu bahkan membuatmu harus sampai mengemis perhatian. Hidup terlalu sayang hanya untuk bergantung pada satu orang saja.

Suatu Hubungan Terjalin Untuk Saling Melengkapi Bukan Untuk Berjuang Sendiri

Namanya juga hubungan, itu artinya ada timbal balik antara satu pihak ke pihak yang lain. waktu sekolah, kamu pasti pernah belajar mengenai simbiosis mutualisme bukan? Suatu hubungan diantara mahluk hidup yang saling menguntungkan satu sama lain.

Kamu harus tahu, bahwa jika dirinya saja yang diuntungkan dalam jalinan hubungan kalian. Itu namanya bukan suatu hubungan cinta, tapi kamu telah dimanfaatkan. Orang yang sayang padamu tidak akan tega memanfaatkanmu hanya untuk keuntungan pribadinya semata.

Jika Lebih Banyak Disakiti Segera Tinggalkan Dia

Sudahkah kamu menghitung berapa banyak kamu disakiti? Lebih banyak mana, kasih sayang atau rasa sakit yag kamu dapatkan? Coba kamu ingat baik-baik, kamu lebih banyak disakiti? Bertahan dengan orang yang tidak tahu berterimakasih dan balas budi hanya membuang-buang waktumu saja. Simpan tenaga dan pikiranmu untuk mengerjakan sesuatu yang lebih berharga agar tidak menyesal seumur hidup.

Lebih baik terlambat daripada merugi sepanjang waktu karena kamu telah memilih tindakan yang salah.

Untuk Apa Bertahan Jika Hanya Rasa Sakit Yang Kamu Terima? Kamu Yakin Bisa Bertahan Terus Selamanya?

 

marah

Kamu punya harapan, dengan cinta yang kamu berikan terus-menerus kepadanya akan mampu mengubah sikapnya suatu saat. Hidup ini bukanlah sinetron. Dlam sinetron mungkin hal tersebut bisa terjadi, alur cerita yang menyedihkan bisa diubah menjadi bahagia karena disesuaikan dengan permintaan penonton.

Namun dalam kehidupan nyata tidak demikian. Ia lebih memilih meninggalkanmu dan tidak menanggapi cintamu sekeras apapun kamu mencoba karena ia berhak memilih dan tidak bergantung pada keinginan peonton atau demi mengejar rating  yang tinggi.

Mungkin saat ini kamu baik-baik saja terus memberinya cinta tanpa ada balasan, tapi jika terjadi terus menerus sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, apakah kamu yakin bisa tetap bisa bertahan?

Bertahan dari perselingkuhan, bertahan dari hinaan, bertahan dari kekerasan fisik. Tubuhmu mungkin mampu menahan kencangnya badai, tapi hati dan pikiranmu tidak demikian.

Hidup sudah terlalu sulit untuk dihadapi, jangan menambah kesulitan tersebut dengan sesuatu yang tidak membuatmu bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Gobagi berusaha menyajikan informasi yang layak untuk diperbincangkan. Tak perlu khawatir dengan berita hoax, bohong dan lainnya, karena info menarik yang ditemui dalam situs ini sebelumnya sudah melalui proses kurasi. Dengan begitu situs ini ingin menghindari kesalahan informasi yang tak perlu.

Facebook

To Top