Feature

Daripada Buang-buang Waktu, Tak Perlu Ragu Hempaskan Hubungan yang Tak Punya Masa Depan

Setiap orang pasti mendambakan hubungan yang berujung pada akad di depan penghulu. Kata ‘sah’ dari para saksi menjadi penanda jika kamu dan pasanganmu telah terikat sebagai pasangan suami istri. Setelah beberapa waktu melewati fase pacaran, pernikahan nyatanya menjadi wujud keseriusan tertinggi.

Tapi untuk mencapai titik tersebut, tak semua orang diberikan jalan yang mudah. Ada yang setelah sekian lama berpacaran, nyatanya tak berujung pada pelaminan. Seringkali hubungan kandas begitu saja, penyebabnya pun berbeda-beda. Perlahan tapi pasti, kamu pun belajar semua hubungan pada dasarnya memerlukan usaha keras. Tapi setidaknya kamu perlu tahu, akankah hubunganmu yang sekarang punya masa depan yang jelas atau tidak.

Menghargai Pasangan Mutlak Diperlukan, Hal Ini Membuat Kalian Mampu Menerima Satu Sama Lain

Tak ada manusia yang sempurna, Kamu dan dia pun punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seringkali ada seseorang yang melepaskan pasangan karena ia tak bisa kompromi dengan kekurangan pada pasangannya. Bahkan ada pula yang sekuat tenaga berusaha mengubah jati diri pasangannya. Bukankah egois jika situasinya demikian?

Sekali lagi, dalam menjalin hubungan perlu usaha keras. Termasuk usaha untuk menghargai dan menerima kekurangan pasanganmu. Atau jika situasinya berbanding terbalik, dimana pasanganmu tak bisa menerima kepribadianmu dan pilihan hidupmu, itu artinya dia tak bisa menghormati hubungan kalian.

Kamu dan Dia Sama-sama Berjuang demi Hubungan Kalian. Tapi Jika Hanya Kamu yang Mati-matian Berjuang, Untuk Apa?

Kamu menaruh segala waktu dan perhatianmu padanya. Hanya demi membuat hubungan kalian bisa semakin intimate. Hal itu akan sukses jika kalian berdua memang menjalani prinsip take and give. Tapi jika situasinya hanya kamu dan selalu kamu yang berusaha berjuang, bukankah melelahkan? Sekalipun kamu mengaku usahamu begitu tulus, pada dasarnya jika kamu hanya terus give-and-give, hal itu hanya menyulitkanmu. Dia tidak benar-benar serius denganmu. Dan kamu perlu tahu, melakoni hubungan dengan orang yang salah hanya akan membuang-buang waktumu.

Saat Didera Konflik, Kamu dan Dia Justru Mengedepankan Ego sehingga Memperparah Situasi diantara Kalian

Adanya konflik nyatanya memang untuk jadi ujian untuk pasangan. Sejauh mana mereka mampu bersikap dewasa saat konflik tersebut tiba-tiba muncul mendera. Kamu dan dia yang awalnya biasa-biasa saja tiba-tiba bertengkar hebat dan tak ada yang mau mengalah. Di awal hubungan sejatinya konflik semacam ini masih lumrah, tapi jika kamu terlampau sering bertengkar dengannya bahkan hanya untuk hal-hal yang sejatinya tak perlu diributkan, itu artinya kamu perlu mengevaluasi hubungan kalian.

Kepercayaan Itu Penting, Tapi Kamu dan Dia Justru Tidak Bisa Saling Percaya dan Sering Curiga Satu Sama Lain

Kepercayaan itu harus selalu diusahakan dan dijaga. Tak ada yang namanya rasa percaya datang begitu saja dalam hubunganmu. Karenanya, kamu perlu paham jika kepercayaan mahal harganya, sekali hal itu dirusak, bisa membahayakan hubungan kalian. Menaruh curiga setiap waktu juga bukan ide yang bagus. Membangun hubungan yang sehat itu harus dimulai dari kepercayaan. Jika kamu sulit percaya pada perkataannya, akankah hubunganmu bisa terus berlanjut?

Meski Kalian Sudah Bersama untuk Sekian Lama, Apabila Tujuan Hidup Tidak Searah, Untuk Apa?

Kamu ingin menikah dengan pasangan, sayangnya dia masih ingin mengejar kariernya terlebih dahulu. Hal seperti ini yang nantinya bisa jadi masalah besar karena kamu dan dia punya tujuan hidup yang berbeda. Kalau kalian menolak untuk membicarakan masa depan dengan serius, akan sulit rasanya berkompromi dan membangun masa depan yang sesuai keinginan kalian. Di lain sisi, kamu tak berhak menyalahkan perbedaan pasangan. Kamu perlu tahu, menolak untuk berkompromi dan malas berinisiatif membangun masa depan bersama bisa menghancurkan hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top