Tips

Senang Travelling Dan Senang Menuliskan Perjalananmu? Elok Dyah, Memberi Tips Yang Oke Soal Ini!

memikirkan diri sendiri

Buat kamu penggemar traveling, pasti paham bahwa oleh-oleh terbaik dari sebuah perjalanan adalah pengalaman. Sementara cara terbaik menyimpan dan mengingat pengalaman adalah dengan cara menuliskannya. Menuliskannya bisa melalui media apa saja, mulai dari blog, forum, artikel di media massa hingga menerbitkan buku.

Masalahnya, harus diakui tak mudah mendokumentasikan pengalaman traveling melalui tulisan. Namun kamu tak perlu khawatir soal ini, karena Elok Dyah pendiri komunitas backpacker dunia punya tips menulis traveling yang menarik. Perempuan yang juga berprofesi sebagai jurnalis di grup Kompas ini membagi pengalamannya pada acara bertema #BiarEksisAja yang digagas oleh situs EzyTravel pada 30 Juni 2015 lalu di Djakarta Cafe. Apa saja itu?

Supaya Tulisanmu Bagus “Belanja” Yang Banyak!

traveller

Loh apa hubungannya antara belanja dengan menulis traveling? Tenang, lihatkan bagaimana belanja ditulis dengan tanda kutip. Ya, belanja yang dimaksud di sini adalah memanfaatkan waktu yang ada untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi. Layaknya berbelanja, kita harus membeli, membawa pulang informasi yang ada.

Menurut Elok Dyah, jangan dulu berasumsi terhadap daerah tempat tujuan wisata kita. Kosongkan dulu pikiran dan mulailah dari nol. Hal ini akan mempermudah kita menggali informasi.

Informasi ini tak hanya melulu pengalaman pribadi kita. Semua bisa didapat dari percakapan dengan narasumber, riset data dari buku, majalah dan internet. Jadi ketika berniat melakukan perjalanan dan berniat menuliskannya, jangan sungkan untuk memperkaya tulisan dengan hasil percakapan dengan orang lain disana.

Jangan lupa pula mengambil foto sebanyaknya. Gambar akan mempermudah kita mengingat kembali pengalaman yang kita alami ketika kita ingin menuliskannya.

Data dan informasi yang kaya akan memberi keluwesan buat kita sewaktu menulis. Fleksibilats ini juga berkaitan dengan panjang pendek tulisan yang kita inginkan. Jangan sampai kita kekurangan bahan hanya karena malas “berbelanja” informasi.

Senyum Adalah Bahasa Dunia Yang Harus Kamu Pahami

nenek tua senyum

“Hal pertama yang harus kita ingat, pandailah membawa diri dan tetap sopan” ujar Elok Dyah

Ya, masyarakat dan budaya yang baru kita masuki tentu punya tatanan masing-masing. Dan belum tentu sama dengan kita. Karena itu kita harus pandai membawa diri ketika dalam proses pengkayaan informasi.

Tak semua orang mengetahui apa niatan kita. Bukan tak mungkin mereka punya kekhawatiran tertentu ketika kita sedang melancong ke wilayahnya. Apalagi tidak semua satu bahasa dengan kita, meski itu masih di negara Indonesia sekali pun.

Karena itu sejak awal gunakanlah bahasa paling universal, yaitu senyum. Dengan menebar senyum kita akan lebih mudah diterima dan tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk menggali informasi yang dalam.

Tinggalkan alat perekam, buku catatan, peralatan menulismu di penginapan!

alat-alat

Alat perekam, buku catatan dan sejenisnya dianggap Elok Dyah akan terlalu serius ketika kita sedang menggali informasi tentang pariwisata. Orang lokal yang kita temui bukan tidak mungkin akan langsung menarik diri ketika melihat corong microphone recorder kamu mengarah padanya.

“Berbicara santai saja dengan mereka, kita catat semua percakapan tersebut di dalam rekaman otak kita” tutur perempuan yang dalam setahun pernah mengunjungi 20 negara ini.

Kita justru akan bisa mendapatkan banyak cerita jika bisa membuat orang sekitar yang kita temui menjadi rileks dan nyaman. Catatlah semua informasi yang kita dapat sekembalinya ke penginapan. Ingatlah poin-poin penting yang mereka sampaikan.

Foto Jelas Memperkaya Tulisan Kita, Tapi Patuhi Etikanya ya!

Masih ingat bagaimana aksi para fotografer “nakal” pada acara waisak di Borobudur yang dikecam di ranah maya. Tanpa mengindahkan tata krama, sang fotografer mengambil sudut foto yang jelas-jelas menggangu ke khusyukan ibadah di Borobudur itu.

Untuk itu, kita perlu memahami garis besar etika di tempat yang akan kita foto. Tidak semua lokasi mengijinkan untuk diambil gambarnya. Cari tahu lebih dahulu soal ini. Perjelas hingga detail jangan sampai kamu menyalahi aturan.

Sementara untuk pengambilan foto terkait profil atau sosok seseorang, usahakanlah meminta izin terlebih dahulu secara sopan. Dan ini berlaku meskipun orang tersebut tengah berada di ruang publik. Aturan tidak menyebutkan demikan, namun tak semua etika harus ditulis bukan?

Sebelum Mulai Menulis, Langkah Pertama Adalah Merasakan Kembali Pengalaman Yang Sudah Kamu Lewati Tadi

merasakan kembali

Anggaplah kita sudah selesai melakukan perjalanan. Hasil belanja informasi kita sudah menumpuk sangat banyak. Nah, sebelum mulai menulis Elok Dyah menyarankan kita untuk sejenak merasakan kembali pengalaman tersebut. Jangan langsung menulisnya.

Tarik nafas, dan renungkan kembali indahnya perjalanan tersebut. Betapa unik pengalaman yang telah kamu dapatkan. Panggil kembali situasi-situasi yang mungkin sedikit menengangkan. Sambil mengingat-ingat, tengok foto-foto yang kita ambil untuk memperkaya tulisan tadi. Lihat dan nikmati terlebih dahulu.

Sudah Siap Menulis? Konsentrasi ya! Fokus!

catatan

Tipikal orang bermacam-macam. Mungkin ada yang lebih mudah fokus dalam keheningan setengah meditasi. Namun tak sedikit pula yang justru menemukan konsentrasi di tengah setelan musik cadas. Intinya gunakan. Intinya bawa level konsentrasimu ke tingkat yang paling tinggi. Hindari semua hal yang bisa memecah konsentrasi.

Sekarang, Kumpulkan Kembali Data Yang Sudah Kamu Punya!

pilih data

Taruh semua berkas-berkas data yang kamu punya di atas meja. Tak Cuma yang berhubungan langsung, berkas-berkas ini bisa berupa apa pun yang kita dapatkan ketika di perjalanan wisata tersebut.

“Saya selalu menyimpan dan menaruh kembali potongan tiket, bukti pemesanan hotel, karcis wahana, termasuk hasil riset dan wawancara di atas meja ketika sudah ingin mulai menulis” Sambung Elok Dyah.

Baca ulang data-data tersebut. Kemudian bayangkan kisah yang ingin kamu tuliskan setelah melihat data-data yang ada di berkas-berkas tersebut.

Stop! Jangan Mulai Dulu, Tentukan Sebelumnya Bagian-bagian Mana Yang Ingin Kamu Tulis

outline

Hanya dari satu perjalanan, bahkan satu tempat kita bisa menulis banyak hal. Nah, untuk satu tulisan jangan memasukan semua informasi sekaligus. Tentukan bagian mana yang ingin kita tuliskan.

Contoh kita bisa menulis Destinasinya. Seperti keindahan alam kota, desa, laut, gunung, fasilitas wisatanya dan sebagainya. Atau tentang kebudayaannya, keunikan adatistiadat, bahasa, kebiasaan hidup, makanan khas, kearifan lokal.

Contoh lain menulis tentang kondisi masyarakatnya. Apakah terbuka, tertutup, ramah atau tidak dengan wisatawan, dan sejenisnya. Terakhir kita bisa menuliskan hal-hal menarik yang terkait waktu seperti festival tahunan misalnya.

Asumsinya tulisan yang mau kamu tulis bukanlah sebuah tulisan straight news yang bersifat langsung. Apa itu Straight news? Kamu biasa menemuinya di koran atau situs-situs berita. Sifat langsung dengan bahasa yang singkat.

Sementara tulisan traveling yang kita bahas di sini adalah tulisan yang bersifat feature. Karena itu metode penulisannya berbeda dengan bahasa yang lebih halus. Feature lebih dekat dengan cerita, contoh mudahnya adalah tulisan-tulisan yang ada di majalah.

Nah, supaya kita bisa lebih mudah mengerjakannya, buatlah kerangka berpikirnya lebih dahulu. Tuliskan 3,4,5 poin penting yang akan dibahas dalam artikel tersebut. Jangan lupa, poin-poin tersebut harus terkait bahkan saling mendukung satu sama lainnya.

Contoh Outline Untuk Tulisan Perayaan Nyepi
• Perarakan Melasti di Pantai Kuta
• Arti Nyepi bagi masyarakat Hindu Bali
• Pendapat anak muda Hindu Bali mengenai arti Nyepi dan apa yang mereka lakukan dalam menjalani Nyepi.
• Pelaksanaan Nyepi di Bali (hasil observasi ketika hari H peringatan Nyepi)
• Konteks Nyepi dalam aktivitas sehari-hari

Lalu Outline ini harus diapakan ya?

menulis outline

“Paparkan satu per satu outline yang sudah kamu tulis menjadi rangkaian paragraf atau alinea. Gunakan bahasa yang sesuai dengan jiwa kamu, atau target pembaca yang ingin disasar. Tuliskan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, tidak ruwet” Papar Elok Dyah.

Sekarang Menulislah Dengan Bebas Kawan!

bebas

Menurut Perempuan yang sudah mengarungi lebih dari 40 Negara ini, penulisan itu sifatnya sangat individual. Sifatnya berbeda antara satu orang dan lainnya. Kita harus membebaskan diri kita dari “belenggu” bayang-bayang penulis lain.

Tidak masalah menggemari tulisan seseorang. Jadikanlah contoh-contoh tulisan lain sebagai referensi. Tapi jangan berusaha untuk menjadi penulis yang kamu favoitkan ketika menulis. Jadilah diri kamu apa adanya. Penting untuk tetap percaya diri bahwa kita bisa menulis.

“Karena itu sangat perlu untuk membebaskan diri dari beban yang ada. Menulis dengan hati riang dan ringan akan membuat kamu lancar mengeluarkan isi pikiran, pengalaman dan kedalaman hati. Curahkan saja apa yang terlintas dalam kepala, tulis saja…tulis saja…” Terang Elok Dyah

Kamu Memang Bebas Menulis Tapi Ingat Jumlah Karakter Ya!

karakter penulisan

Walaupun kita bebas menulis namun kita punya keterbatasan jumlah space yang kita miliki. Walaupun kita menulisnya di dunia maya, tetap saja ada batasan jumlah karakter yang bisa membuat pembaca nyaman untuk melihat tulisan tersebut.

Karena itu penting untuk tetap mematuhi outline yang telah kamu buat sebelumnya. Perpindahan antara satu poin ke poin dalam outline harus dilakukan dengan halus dan saling terhubung. Hal ini agar mereka yang membaca tidak merasakan ada gap antara satu poin dan lainnya.

Cara termudahnya adalah dengan membuat sub-sub judul untuk poin yang telah dibuat. Cara ini dapat membantu penulis untuk berpindah dari poin yang satu ke poin yang lainnya.

Sudah Selesai Menulisnya? Sudah Diedit Belum?

Setelah tulisan kamu selesai, hal penting lain yang harus dilakukan adalah membacanya kembali. Kemudian editlah jika perlu dilakukan. Hal paling sederhananya adalah memperbaiki kesalahan tulis atau salah maksud dalam kalimat.

edit tulisan dengan kawan

Mintalah bantuan kawan untuk membacanya ulang. Minta penilaian mereka apakah tulisan kita sudah layak atau masih perlu koreksi. Kadang sudut pandang orang lain dibutuhkan untuk menyempurnakan tulisan kita.

Sempurnakan tulisan dengan menggabungkan gagasanmu dan masukan dari kawan-kawan yang telah membacanya. Selain itu usahakan tulisan tetap terkait dengan konstekstual jaman dan kehidupan sehari-hari

Wisdom

bijak menulis

“Tulisan tak melulu soal keindahan, soal keunikan, namun ada insight di kedalaman cerita kita. Ada wisdom, kebijaksanaan yang bisa kita ketengahkan dan bisa menjadi bahan perenungan kita untuk selalu tetap mensyukuri hidup” tutup Elok Dyah.

ezytravel sponsored

sponsored content

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

1 Comment

1 Comment

  1. Shinta

    July 10, 2015 at 11:06 am

    Dan saya berusaha mengingat isi presentasi eh ternyata semua ada di sini 😀
    *catet ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

1 Comment

1 Comment

  1. Shinta

    July 10, 2015 at 11:06 am

    Dan saya berusaha mengingat isi presentasi eh ternyata semua ada di sini 😀
    *catet ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Untukmu yang Senang Jalan-jalan, Manfaatkan Cuti Tahunanmu dan Jajal Hal Baru yang Lebih Berkesan

Siapa yang tak menyukai kegiatan traveling? Tapi para penikmat traveling, mungkin akan bosan kalau hanya melakukan traveling yang itu-itu saja sepanjang tahun. Apa lagi kalau kebanyakan orang melakukan traveling yang sudah lazim semisal backpacking atau flashpacking. Memang akan tetap menyenangkan, hanya saja kamu akan terjebak pada rutinitas traveling dan tak punya pengalaman baru yang lebih menyenangkan. Padahal, saat traveling, justru kamu punya banyak peluang untuk bereksplorasi. Bukan hanya soal tempat, tapi soal pengalaman saat traveling, kamu pun perlu merasakan hal-hal baru.

Kalau Punya Rejeki Nomplok, Tak Ada Salahnya Kamu Menjajal Floacation Sekali Seumur Hidup

Liburan semacam ini memang akan menguras kantong kalau kamu bukan dari kalangan sosialita. Bayangkan, menghabiskan waktu berminggu-minggu di atas kapal pesiar nan mewah dan menikmati segala fasilitas bak hotel bintang lima. Membayangkannya saja sudah membuat hatimu senang bukan? Bermimpi bisa melakukan floacation pun sah-sah saja. Dilain sisi, istilah berlibur dengan kapal pesiar juga populer disebut dengan cruise ship atau live on boat.

Tak Bisa Hidup Tanpa Akses Internet dan Gawai Meski Sedang Traveling? Kamu Wajib Coba yang Namanya Glamping

Glamping merupakan singkatan dari glamorous camping. Aktivitas kamping yang satu ini mungkin akan memanjakanmu. Kalau pada kegiatan kamping konvensional, seseorang dituntut untuk menyimpan sejenak gawai mereka dan menyatu dengan alam, tidak dengan glamping. Justru di zaman yang semacam ini, rasanya sulit sekali meninggalkan gawai dan tidak terkoneksi dengan internet. Karenanya, muncul ide bagi para traveler untuk tetap bisa melakukan kamping tanpa meninggalkan segala kenyamanan dan kemudahan hidup sekalipun sedang berada di alam belantara. Tertarik mencoba?

Bak Peribahasa “Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui”, Itulah yang Ingin Ditawarkan Liburan Berkonsep Spafari

Sesuai namanya, Spafari adalah dua macam kegiatan wisata yaitu Spa dan Safari. Meski spa dan safari rasanya sulit disatukan karena dua kegiatan tersebut sangatlah kontras—ya, spa sangat identik dengan kenyamanan dan perawatan tubuh. Sementara safari identik dengan kegiatan berpetualang di alam, namun ternyata ide memunculkan liburan bernama spafari cukup menarik untuk dilakukan.

Spafari biasanya diawali terlebih dahulu dengan kegiatan menjelajahi alam alias safari, hingga berjumpa dengan hewan liar. Aktivitas semacam ini tentu membuat badan lelah, bukan? Nah setelah itu giliranmu diberi kesempatan untuk membersihkan diri dan melakukan spa. Menarik bukan? Usai menjelajahi alam, lelahmu akan hilang dengan spa sehingga membuat badan kembali terasa segar.

Bagi yang Punya Jiwa Sosial Tinggi, Cobalah Melakukan Aksi Voluntourism

Voluntourism sejatinya terbentuk dari dua kata: ‘volunteer’ dan ‘tourism’. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sederhananya berarti melakukan sebuah perjalanan wisata namun dengan tujuan untuk melakukan kegiatan sosial yang bisa membantu orang-orang yang dilanda kesulitan. Selain mengetuk rasa empati, bukankah menyenangkan dan memberi pengalaman baru ketika kamu berwisata sekaligus membantu orang yang membutuhkan pertolongan? Bentuk bantuan pun bisa bermacam-macam, kalau kamu berangkat dengan sekumpulan teman kerja, maka tak ada salahnya melakukan bakti sosial dengan warga di tempat tujuan wisatamu.

Sementara untuk Pegiat Lingkungan, Doom Tourism Bisa Jadi Pilihan yang Tepat Selain Jalan-jalan Biasa

Ada yang menyebut Doom Tourism sebagai wisata kiamat, karena perjalanan wisata ini sangat berbeda dengan wisata-wisata yang lainnya. Mengapa kiamat? Karena mereka yang memilih melakukan doom tourism berarti harus siap berhubungan dengan hal-hal yang terancam punah. Pegiat doom tourism bisa menjelajahi tempat-tempat di berbagai belahan dunia yang memang riskan terhadap kepunahan. Entah kepunahan satwa atau tumbuhan langka. Munculnya gagasan semacam ini lantaran semakin merebaknya isu kepunahan yang diakibatkan banyak faktor. Menantang bukan?

 

1 Comment

1 Comment

  1. Shinta

    July 10, 2015 at 11:06 am

    Dan saya berusaha mengingat isi presentasi eh ternyata semua ada di sini 😀
    *catet ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Jangan Sampai Liburan yang Sekejap Mata Membuatmu ‘Bokek’ Karena Lapar Mata

Berlibur biasanya memerlukan budget yang tidak sedikit. Apa lagi kalau kamu memilih berlibur saat musim liburan tiba. Karenanya, orang yang sedang menyiapkan liburan pasti sudah menabung dari jauh-jauh hari demi memiliki liburan yang sesuai ekspetasi. Namun saat hari liburan tiba, bukan berarti kamu dianjurkan untuk berfoya-foya. Sebaliknya, saat liburan pun kamu sejatinya sedang diuji seberapa jauh kamu bisa berhemat. Sah-sah saja berlibur dan membeli ini-itu sebagai oleh-oleh. Tapi coba kamu pikirkan, akankah keuanganmu kembali stabil kalau kamu sampai overbudget saat berlibur? Karenanya, cobalah kendalikan nafsu berbelanja hanya demi memuaskan hasrat lapar mata.

Bisa Dimulai dengan Memilih Waktu Liburan yang Tepat

Mengantisipasi agar kamu tidak bokek bisa dilakukan mulai dari memilih tanggal liburan. Percayalah, tempat wisata, akomodasi, tiket pesawat, hingga harga makanan biasanya akan mengalami kenaikan harga saat high season atau saat musim liburan tiba. Karenanya, lebih baik kamu mempersiapkan liburan saat off season saja dan memanfaatkan cuti tahunanmu. Biasanya, beberapa hotel akan memberikan diskon di waktu-waktu tersebut.

Dilanjutkan dengan Memilih Waktu Penerbangan yang Pas

Kamu wajib tahu, biasanya harga tiket pesawat akan lebih murah bila kamu memilih terbang di awal minggu pada hari Senin atau Selasa. Di samping itu, cobalah memilih first flight di hari itu daripada second flight. Kalau kamu sudah bisa menekan anggaran tiket pesawat, tentu menyenangkan saat kamu coba menghemat yang lainnya.

Siapkan Rekening yang Cocok untuk Traveler Apabila Kamu Hendak Berlibur Ke Luar Negeri

Jangan sampai uang tabunganmu berkurang karena terpotong biaya transaksi yang relatif tinggi saat melakukan penarikan uang di ATM negara yang kamu kunjungi. Dari jauh-jauh hari, cobalah persiapkan diri dengan membuka rekening yang tidak ada batas maksimum penarikan serta tak dikenakan biaya transaksi. Hal ini akan mengamankan anggaranmu selama berlibur.

Selagi Kamu Bepergian, Tak Ada Salahnya Menyewakan Tempat Tinggalmu Agar Bisa Menghasilkan Pundi-pundi Uang

Kalau kamu memang merencanakan untuk bepergian dalam waktu yang lumayan lama, lebih baik coba sewakan saja rumahmu. Bukankah menguntungkan untukmu? Kamu bisa menyeimbangkan pengeluaran sekaligus pemasukan saat berlibur. Tapi sebelumnya, usahakan kamu menyimpan semua barang berharga di tempat yang aman saat mau menyewakan tempat tinggalmu.

Hindari Menyewa Mobil, Perbanyaklah Berjalan Kaki Dan Naik Transportasi Umum

Jangan malas untuk jalan kaki dan manfaatkan transportasi publik yang ada. Selain akan banyak menghemat uang transportasi, kamu pun akan merasakan sensasi dan pengalaman baru saat mengelilingi tempat liburanmu dengan transportasi yang ada. Kalau menyewa mobil, selain memikirkan biaya sewa, kamu pun harus menyiapkan anggaran untuk bensin, parkir, dan sebagainya bukan?

Jangan Sungkan Bawa Botol Minum Kosong dan Berbelanja di Pasar Lokal

Untukmu yang ingin berjalan-jalan ke luar negeri, biasanya harga air mineral di sana sangat mahal. Karenanya, untuk menyiasatinya, kamu pun bisa membawa botol minum yang bisa diisi ulang di berbagai tempat. Selain itu, jangan ragu untuk berbelanja di pasar lokal. Biasanya harga-harga yang ditawarkan akan lebih murah daripada kamu harus makan di kafe atau restoran.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Shinta

    July 10, 2015 at 11:06 am

    Dan saya berusaha mengingat isi presentasi eh ternyata semua ada di sini 😀
    *catet ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Traveling Bawa Kamera Mahal, Kebutuhan Atau Hanya Prestise Semata?

Prinsip orang zaman sekarang; belum afdol kalau liburan tanpa foto-foto. Karenanya, banyak orang yang memanfaatkan traveling untuk berburu foto. Demi kebutuhan yang satu ini, akhirnya timbul keinginan untuk membeli kamera. Belum lagi lantaran melihat postingan foto teman yang semakin ciamik di Instagram. Rasa-rasanya ingin sekali pelesiran sambil berfoto berlatarkan tempat yang indah dan menunjukkan hasil jepretan terbaik dengan kamera keluaran terbaru.

Harga jual kamera berikut dengan aksesoris pelengkapnya yang masih mahal menjadikan barang yang satu ini terasa mewah. Karenanya, ada sebuah kebanggaan tersendiri kalau kita bisa memiliki kamera. Bayangkan, faktanya jika ingin membeli kamera, setidaknya kamu butuh modal sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta untuk jenis yang standar. Kebanyakan kemudian terbawa prestis untuk meng-upgrade perangkat kamera mereka. Dari sinilah pemilik kamera mau tak mau harus merogoh kocek sampai belasan juta. Untukmu yang tengah memikirkan hendak membeli kamera mahal demi traveling, sudahkah memikirkannya matang-matang?

Memangnya Kamera Ponselmu Masih Kurang Canggih?

Perkembangan kamera ponsel semakin bersaing. Coba lihat dulu ponsel milikmu, apa masih kurang canggih? Bukankah keberadaan kamera ponsel saat ini sungguh membantu untukmu yang menginginkan hasil foto terbaik? Mulai dari besaran megapixel, kejernihan gambar, hingga kualitas kamera ponsel sejatinya semakin mumpuni. Masihkah kamu merasa kurang jika bepergian hanya memanfaatkan kamera ponsel?

Motivasimu Beli Kamera Sejatinya Demi Prestise Atau Memang Ingin Belajar?

Kalau kamu merasa gambarmu yang diambil dengan kamera ponsel terlihat kurang ‘wah’ lantaran angle, posisi, atau pencahayaannya kurang pas, maka itu bukan salah kamera ponselmu. Tapi memang kamu masih perlu banyak belajar soal fotografi. Karenanya, sebelum kamu memutuskan untuk membeli kamera mahal, cobalah perdalam dahulu pengetahuan dasar tentang fotografi. Memiliki kamera bagus akan sia-sia kalau kamu hanya memanfaatkannya untuk mengambil foto ala kadarnya. Padahal, kamera milikmu punya kemampuan lebih dari yang kamu pikirkan.

Sebelumnya, Pernahkah Kamu Berurusan dengan Kamera Profesional? Sudah Coba Pinjam Temanmu?

Jika kamu memang punya teman yang sudah lama memakai kamera mahal, cobalah datangi dan tanyakan hal-hal seputar pengetahuan fotografi dasar. Kalau perlu, mintalah izin padanya untuk meminjam kameranya selama beberapa jam saja. Mungkin saja dia dengan senang hati mau mengajarkan tips mengambil gambar dengan ciamik. Dilain sisi, kamu pun jadi punya pengalaman dasar dalam mengoperasikan kamera. Hal-hal sepele semacam ini sejatinya perlu dilakukan agar kamu tak ‘kudet’ sebelum memutuskan membeli kamera anyar.

Usai Memotret, Hasil Fotonya Kira-kira Hendak Digunakan Untuk Apa?

Kalau fotografer, tentu saja hasil karyanya dijual. Kalau kamu kira-kira untuk apa? Apakah sekadar untuk posting Instagram lantaran kamu berlibur? Atau kebutuhan media sosial yang lainnya? Sejatinya tak masalah, karena terkait kebutuhan foto adalah hak masing-masing orang. Namun kalau memang jepretanmu hendak kamu gunakan untuk keperluan komersil, memang butuh kamera profesional karena gambarnya akan benar-benar tajam dan halus.

Namun untukmu yang merasa masih ragu untuk membeli kamera, lebih baik coba maksimalkan kamera ponsel terlebih dahulu. Apa lagi sekarang  banyak aplikasi photo editor yang bisa membantumu mengatur gambar agar bisa terlihat semakin ciamik dan sesuai dengan kebutuhan tren media sosial.

Sudahkah Kamu Menyusun Skala Prioritas Kala Hendak Membeli Kamera Tersebut?

Ini juga penting, kamu perlu menyusun skala prioritas tentang barang-barang apa saja yang hendak kamu beli. Kemudian atur juga keuanganmu dan pertimbangkan secara matang-matang, apakah anggaran sebesar 10 juta, misalkan, sudah siap kamu anggarkan demi kamera? Padahal kamu ingin bepergian ke banyak tempat. Kalau sekiranya kamu sudah menyusun skala prioritas diiringi survei ke sejumlah toko kamera, mungkin kamu akan tahu jawabannya sebaiknya kamu beli atau tidak.

1 Comment

1 Comment

  1. Shinta

    July 10, 2015 at 11:06 am

    Dan saya berusaha mengingat isi presentasi eh ternyata semua ada di sini 😀
    *catet ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top