Feature

Kawan, Pahami Ini Agar Investasi Kamu Tak Basi

Apa kita perlu berinvestasi? Aku, kamu, kita hampir pasti menjawab perlu. Masalahnya berapa banyak yang akhirnya benar-benar mempersiapkan investasi? Hanya sedikit, bahkan sebagian besar malah mungkin sama sekali tak berinvestasi.

Kenapa begitu? Karena masih ada diantara kita yang keliru memandang investasi. Salah memperlakukannya justru bisa berakibat buruk bagi kondisi finansial kita di kemudian hari.

Aku Sudah Menabung Di Bank, Itu Sudah Investasi Bukan?

menabung

Tidak ada yang salah dengan menabung di bank. Namun hal itu semata demi keamanan dan tak lagi layak di sebut sebagai investasi. Maklum jumlah keuntungan yang didapat dari bunga bank tak lagi bisa mengejar laju inflasi dan kebutuhan hidup.

Coba kita simak perhitungan berikut untuk kasus investasi hari tua. Anggaplah kamu ingin ketika masa tua kamu bisa menanggung pengeluaran 8 juta rupiah tiap bulannya. Sementara usia harapan hidup masyarakat Indonesia berada di umur 80 tahun. Di saat yang sama usia pensiun alias masa produktif bekerja adalah 55 tahun. Dengan begitu ada 25 tahun atau 300 bulan masa pensiun yang harus kita siapkan.

Ini berarti kita harus menyiapkan 300 (bulan) x 8 juta rupiah = 2,4 miliar. Besar? Tunggu dulu, ini masih belum dikalikan perkiraan inflasi sekitar 7-8 persen pertahunnya. Jika berencana pensiun 10 tahun lagi maka akan muncul angka 4,8 miliar.

Kesimpulannya kalau kamu mau pensiun 10 tahun lagi (120 bulan) dengan perbulannya nanti kamu mau hidup dengan 8 juta, maka saat ini setiap bulannya kamu harus menyisihkan 40 juta rupiah. Sanggup? Di sinilah kita harus sadar bahwa kita memerlukan instrumen investasi lain di samping menabung

Iya Aku Mau Berinvestasi Nanti Lima Tahun Lagi

sudah tua

Niat berinvestasi sudah ada, tapi nanti kalau sudah usia sekian. Padahal semakin lama kita memulai berinvestasi maka semakin besar pula dana yang harus kita siapkan. Gambarannya seperti di atas tadi. Untuk dana pensiun ketika kita baru memulai berinvestasi pada sisa masa produktif 10 tahun, maka dana yang disisihkan pun akan semakin besar. Lagi pula pilihan investasinya pun akan semakin sedikit mengingat waktu yang semakin mepet.

Baiklah Aku Ingin Berinvestasi. Untuk Apa? Apa Saja Yang Penting Aku Mau Investasi!

cara investasi

Semangatmu patut dipuji, namun tidak sepenuhnya tepat. Kekeliruan terbesar berinvestasi adalah dengan ikut-ikutan saja tanpa ada tujuan yang jelas. Walhasil kita tidak tertib menyisihkan penghasilan. Parahnya lagi kita tidak tahu harus mencapai target berapa, dan harus berinvestasi dimana untuk mencapai target tersebut.

Cara paling tepat adalah dengan menentukan terlebih dahulu tujuan dari investasimu. Misalnya, investasi untuk hari tua, masa pensiun, sekolah anak, budget liburan, budget menonton konser, membeli rumah, membeli mobil, ganti gadget, dsbnya. Masing-masing tujuan ini harus mempunyai investasi sendiri-sendiri yang tidak dicampur.

Aku Mau Investasi! Sudah Punya Dana Darurat Belum?

dana darurat

Berinvestasi memang bagus tapi ada hal yang harus kamu persiapkan terlebih dahulu. Apa itu? Dana Darurat. Ini adalah dana yang sewaktu-waktu bisa kita gunakan jika terjadi hal-hal yang mendesak. Perhitungannya biasanya 3 kali sampai 6 kali pengeluaran bulanan.

Contoh kalau pengeluaranmu 3 juta satu bulan, maka setidaknya kamu harus lebih dulu punya dana 9 juta yang tersimpan dengan baik. Fungsinya apa? Seandainya saja tiba-tiba kamu diberhentikan dari pekerjaan atau perusahaan tutup kamu masih bisa menanggung pengeluaran selama 3 sampai 6 bulan sampai kamu mendapatkan pekerjaan kembali. Setelah dana ini siap dan tidak lagi terganggu gugat, kamu baru mulai bisa melirik investasi.

Aku Mau Berinvestasi, Nanti Aku Pinjam Uang Dulu!

dompet

Waduh, ini keliru besar. Bagaimana mungkin kita membangun kemampuan finansial yang sehat kalau semuanya dimulai dengan utang. Karena itu hindarilah berinvestasi dengan menggunakan uang hasil utang karena bukannya untung malah nanti malah buntung.

Kalau Aku Investasi, Sudah Pasti Untung?

untungnya investasi

Namanya juga investasi, rumusannya sederhana, dapatnya besar resiko juga pasti besar. Kamu justru harus curiga seandainya ada yang berani menjamin keuntungan investasi setiap saat.

Contoh sederhananya, kalau kamu berinvestasi langsung di bisnis warung makan kawanmu. Ya pasti ada risiko yang harus ditanggung. Warung tiba-tiba tidak laku, ada saingan baru sehingga pelanggan lari, dan sejenisnya. Atau misalnya investasi di saham atau emas, jelas betul akan terjadi naik dan turun.

Karena itu tadi disebut, penting bagi kita untuk menentukan tujuan sedari awal. Kalau tujuan investasi kita untuk hari tua misalnya, ya jangan kita berharap untung terus setiap harinya. Yang harus diperhatikan adalah apakah hasil investasi itu searah dan sejalan dengan pemenuhan kita dari waktu ke waktu sampai target yang ditentukan.

Yuk Investasi, Tiga Bulan Lagi Bisa Beli Kapal Pesiar

kapal laut

Nah, coba bedakan antara investasi dengan money game. Banyak tawaran memang menggiurkan tapi sangat tidak masuk akal. Kamu hanya diminta membayar 2 juta untuk keanggotaan dan nanti bisa mendapat mobil atau motor.

Dari mana hitungannya? Ingat semua itu proses, investasi bukan alat sulap cepat kaya. Jangan tergiur dengan tawaran tak jelas. Sesuatu yang terlalu indah untuk jadi kenyataan seringnya ya memang terlalu indah untuk jadi kenyataan alias penipuan.

Aku Mau Investasi Yang Sama Dengan Kamu

investasi

Investasi itu harus sesuai karakter pribadi. Ini agar kamu merasa nyaman. Jangan ikut-ikutan karena akan membuatmu tersesat. Setidaknya karakter orang berinvestasi itu ada tiga.

Pertama, konvensional. Ini terdiri dari mereka yang belum terbiasa dengan risiko. Lebih memilih bermain aman. Untuk itu pilih lah investasi yang memiliki risiko kecil. Tapi perlu diingat, risiko kecil berarti return yang didapatkan juga kecil. Namun itu mungkin lebih cocok dengan karaktermu.

Kedua, moderat. Kelompok ini lebih berani dari yang pertama. Sudah siap untuk rugi dan tertarik mendapatkan untung yang lebih besar. Tapi belum siap untuk loncatan perpindahan kerugian dan kuntungan yang cepat.

Ketiga, agresif. Kelompok-kelompok yang senang bertarung adrenalin dalam berinvestasi. Berdiri ditepian antara untung dan rugi. Tapi bukan berarti kemudian jadi sembarang memilih. Semua risiko bisa diatur dan dikelola dengan baik

Jangan Berinvestasi Di Instrumen Yang Tak Jelas Ya

nasehat investasi

Untungnya besar? Produknya apa? Pokoknya kalau kamu tanam uang disini untungnya besar deh, ini perusahaan sudah top 100 di luar negeri sana. Atau Ini produk pasti laku sudah laku di luar negeri sana, memang disini baru, ijinnya sedang diurus.

Segera hindari kalau kamu menemukan pola investasi macam ini. Lebih baik kamu memilih produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan yang sudah jelas dan berijin. Atau kamu bisa berinvestasi langsung misalnya di properti, saham, atau emas logam mulia. Dengan begitu kita akan lebih terjamin dan terhindar dari penipuan bukan?

(Quiz) Yuk Mulai Investasimu Sekarang Dengan Logam Mulia Emas

emas

Investasi paling aman dan sudah terbukti sejak ribuan tahun lalu adalah emas. Di Indonesia salah satu yang diakui adalah emas logam mulia yang dikeluarkan perusahaan milik negara Antam. Yuk, jawab quiznya dan dapatkan logam mulia dari Antam ini.

Baca ulang artikel untuk menemukan jawaban. Quiz periode 3 akan berakhir pada 25 November 2016

1 Comment

1 Comment

  1. Eli Ermawati

    March 8, 2016 at 8:53 pm

    Yuk Mulai Investasimu Dengan Logam Mulia Emas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top