Feature

Cara Cepat Jadi Ganteng Menurut Sains

Laki-laki yang dikerubungi banyak perempuan tidak hanya ada di film-film kok, di dunia nyata ada juga. Laki-laki macam apa ini? Kok sampai jadi dambaan kaum hawa. Kalau mereka artis sih memang sudah umum begitu. Nah, kalau laki-laki biasa? Bisa jadi mereka termasuk laki-laki pemilik daya tarik yang tinggi. Tanpa sadar, seperti sihir, perempuan terperangkap ke dalam pesonanya.

Melihat orang lain yang punya pesona tinggi pasti bikin iri. Di sisi lain, kita jungkir balik tebar pesona, tak ada yang nyantol juga. Pasti ada sesuatu yang salah. Tapi jangan sampai menyangka kalau mereka pakai susuk atau pelet ya. Berprasangka buruk malah bikin pusing sendiri. Ada baiknya pahami dulu tentang daya tarik laki-laki.

Daya tarik memang sulit didefinisikan. Sebab, setiap orang punya kriteria yang berbeda. Bahkan tidak semua orang menemukan ada atau tidaknya daya tarik dalam dirinya. Namun tak perlu khawatir beberapa penelitian mencoba mengungkapkan apa yang membuat seorang laki-laki terlihat menarik.

Brewok Atau Kumis Tipis-Tipis Lebih Menarik Dibanding Yang Tampil Klimis

Profesor Barnaby J. Dixson dan Rob C. Brooks dari University of New South Wales  mengadakan penelitian tentang ini. Mereka menampilkan 10 foto laki-laki kepada 351 perempuan. Kesepuluh laki-laki tersebut ditampilkan dalam empat versi, dicukur rapih, 5 hari tidak bercukur, 10 hari tidak bercukur dan berkumis dan berewok lebat.

Hasilnya? Keseluruhan foto itu mendapatkan reaksi yang sama. Foto yang tak bercukur 5 hari dan 10 hari mendapat respon lebih positif dibanding yang lainnya.

Humoris Itu Disukai Tapi Jangan Jadi Badut

Fakta ini diperkuat dari hasil penelitian Stanford University School of Medicine. Studi ini menggunakan scanner MRI untuk menunjukan aktivitas otak. Ditemukan bahwa otak perempuan jauh lebih aktif dibandingkan pria jika berkaitan dengan humor. Menariknya penelitian ini juga menunjukan bahwa otak wanita lebih terpicu jika mendengar lelucon, sementara otak laki-laki lebih aktif jika sedang memproduksi lelucon.

Karena itu cara termudah untuk menarik perhatian si manis adalah dengan melontarkan sejumlah candaan. Namun demikian ada sejumlah rambu yang harus kita pahami agar tidak membuatnya berpaling karena candaan yang salah.

Pakai Baju Warna Merah Supaya Terlihat Lebih Cerah

Andrew Elliot, Daniela Niesta Kayser dari the University of Rochester New York Merilis penelitian soal hubungan antara pemilihan warna baju dan daya tarik seorang laki-laki. Hasilnya ditemukan bahwa secara alam bawah sadar warna merah terbukti bisa meningkatkan kegantengan seseorang di perempuan.

Hal ini terjadi karena warna merah secara budaya diturunkan sebagai warna yang berani dan kuat. Pada perkembangannya warna merah juga dikaitkan dengan kesuksesan dan status sosial yang tinggi.

Pelihara Binatang Agar Sifatmu Dinilai Baik

Psikolog Nicolas Guégen meneliti tentang hal ini. Penelitiannya dilakukan terhadap pemilik anjing. Bahwa laki-laki yang memelihara anjing selalu mendapat penilaian lebih baik dibandingkan jika mereka tidak mengaku memiliki anjing. Hal ini diasosiakan dengan kasih sayang dan keperdulian. Meski penelitian ini menggunakan anjing sebagai objeknya, namun rasanya bisa juga dterapkan untuk binatang yang lainnya bukan?

Bicara Perlahan Bikin Perempuan Tak Tahan

Peneliti Fennis and Stel pernah menyebutkan hal ini. Terutama ketika baru berkenalan dan tidak akrab, perempuan lebih menyukai laki-laki yang bisa perlahan baik dari kecepatan maupun volumenya. Selain suara bahasa tubuh juga menjadi faktor yang diperhitungkan. Jangan mencondongkan tubuh ke lawan bicara, sebaliknya cobalah sedikit bersandar dan membuat bahu jadi terlihat relaks. Suara dan bahasa tubuh seperti ini, terlihat menarik karena sama sekali tidak mengancam lawan bicara.

Gitar Membuat Laki-laki 90 persen lebih Menarik

Penelitian ini memang dilakukannya di Inggris. 9 dari 10 perempuan yang diajak ikut penelitian ini menyebut bahwa laki-laki terlihat lebih menarik jika sedang menyandang gitarnya. Yang lebih gilanya, hanya membawa gitar saja sudah membuat laki-laki lebih menarik tanpa harus memainkannya. Jadi lain kali, bisa saja kamu membawa gitar kemana-mana jika ingin terlihat lebih menarik bukan?

Nah, ternyata daya tarik tidak melulu soal ganteng fisik. Bagiamana cara kamu bersikap juga menjadi penentunya. Maka jangan heran kalau ada laki-laki biasa saja, tapi banyak perempuan yang suka. Nah, sudah siapkah kamu jadi laki-laki dengan daya tarik maksimal?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hiruk Pikuk Sosial Media Saat Ini, Membuat Aku Kangen Friendster

Sosial media memang makin terasa gaduh. Aplikasi yang tadinya berfungsi sebagai wadah untuk menjalin silahturahmi berubah menjadi tempat adu argumen yang sering berujung dengan ricuh dikarenakan perang komentar.

Tak tanggung-tanggung pertemanan yang sejatinya sudah terjalin di dunia nyata malah bisa retak hanya karena beberapa postingan status saja. Ditambah dengan banyaknya berita hoax yang bersifat provokasi menyangkut agama dan politik, makin menambah gerah kita sebagai penggunanya. Media sosial yang tadi kita kenal sebagai aplikasi mencari teman berubah menjadi wahana bergulat dan saling menjatuhkan meski tanpa bertatap muka.

Ini mungkin cuma sebagian kecil gambaran yang menjelaskan situasi yang terjadi di beberapa media sosial macam facebook, twitter, path, youtube dan instagram yang kita bisa lihat dan rasakan sendiri. Semua hal itu menjadikan kita rindu masa-masa situs Friendster berjaya.

Friendster Hadir Sebagai Kakek Moyang Dari Semua Sosial Media

Memang friendster itu apa? Kalau pertanyaan ini muncul di kepalamu besar kemungkinan ketika itu kamu masih terlalu muda untuk menggunakan friendster. Kala itu di medio 2002, Friendster muncul sebagai cikal bakal dari social networking dan social media saat ini. Situs ini menjanjikan dapat menghubungkan orang-orang yang baru dikenal atau sudah lama tak terhubung di dunia nyata. Sebuah janji yang sangat mentereng di era email yang masih pakai limit quota

Friendster mendadak populer. Sayangnya kepopuleran ini justru menjadi bumerang. Tanpa visi yang cukup baik, situs ini berkembang di luar prediksi awal para pendirinya. Walhasil, jumlah pengunjung yang membludak tak diimbangi model bisnis yang matang.

Friendster kehabisan napas di tengah jalan. Serbuan pengunjung membuat situs ini berkali-kali didera masalah teknis. Dan tidak ada inovasi lanjutan yang bisa membuatnya bertahan. Tapi apa yang membuatnya begitu populer saat itu?

Meski Sudah Hilang Tapi Friendster Pernah Menjadi Wadah Pertemanan Paling Nyaman, Karena Membebaskan Kita Berkreasi

Tentu tak adil membandingkan teknologi friendster dengan facebook yang saat ini sudah berbanding 15 tahun sejak era friendster. Tapi secara fungsi kita masih bisa membahas dengan seru kenapa friendster dulu populer.

Okay, Social media saat ini macam Facebook, mungkin memberikan kita ruang untuk bisa mengekpresikan diri dengan cara kita sendiri, selama tidak menyalahi aturan tidak akan ada sanksi apapun yang akan menghentikan batas gerak kita. Hal ini juga yang dikenalkan friendster pada saat itu.

Tak cuma soal unggah foto dan kalimat-kalimat menarik, Friendster bahkan membebaskan layout profil penggunanya sesuai keinginan. Jadi jangan heran kalau ada halaman profil seseorang yang dilengkapi tulisan menyala-nyala, atau salju-salju. Norak? Mungkin begitu, tapi setidaknya kreativitasmu bisa tersalurkan di lamanmu sendiri tanpa merusuh di wall orang lain.

Tapi Walau Bebas Berkreasi, Kita Tidak Akan Menemukan Yang Namanya Berita Hoax dan Status Provokatif

Jika dulu mungkin kita merasa ini adalah salah satu kelemahan dari aplikasi friendster akan berbeda jawabnya jika dibandingkan dengan masa sekarang, karena hari ini kita sangat mensyukuri aturan dari friendster yang tidak memperbolehkan user untuk membagikan tautan dengan sembarangan.

Dengan kata lain kenyamanan dalam berinteraksi di friendster lebih terjaga karena tidak akan ada postingan atau tautan yang sering menjadi sumber-sumber perselisihan seperti zaman sekarang. Hasilnya hubungan perteman retak hanya karena perbedaan pendapat dari sebuah tautan yang dikirimnya, yang secara sadar atau tidak aplikasi tersebut sudah kehilangan jati dirinya sebagai wadah pertemanan.

Diberi Ruang Tapi Ada Aturan Untuk Lebih Selektif Terutama Dalam Hal Memilih Teman

Batasan untuk memiliki teman yang lebih sedikit di friendster memang membantu untuk lebih selektif dalam memilih teman lagi, kita bisa saja memiliki 5000 orang teman di media sosial tapi apakah kita mampu untuk mengingat dan pasti mengenalnya? Tentu tidak!

Alih-alih ingin mencari lebih banyak teman kita malah dihadapkan dengan berbagai masalah baru yang muncul dari banyaknya postingan dari mereka yang sebagian besar mungkin tidak berguna sama sekali untuk kita. Tapi di friendster kita tidak akan menemukan hal itu, meski bisa terhubung dengan teman hingga 1500 orang kita tidak bisa sembarang untuk asal add teman. Untuk itu dalam hal memilih teman kitapun turut lebih selektif lagi, karena hanya untuk menambahkan teman saja kita harus memasukkan alamat email atau nama depan plus nama belakang dengan benar.

Tentang Bagaimana Kita Bisa Mengetahui Siapa Teman Yang Melihat Profil Kita Namun Tak Bisa Sembarang Melihat informasi Orang Lain

Di awal eranya, Friendster tidak mengenal lini masa yang digunakan ramai-ramai itu. Untuk melihat update terbaru dari teman. Kita harus menengok laman profil kawan kita itu satu-satu. Merepotkan? Mungkin begitu tapi ini seolah menduplikasi perilaku kita di dunia nyata.

Friendster ibarat kita berkunjung ke rumah kawan kemudian bertanya kabarnya. Sementara social media saat ini dengan adanya lini masa ibarat kita berkenalan sesaat kemudian kita saling bertegur sapa di tengah jalan atau pasar yang milik sama-sama. Terasa bukan perbedaan kedekatannya?

Uniknya lagi, kita akan bisa mengetahui setiap orang yang menengok profil kita. Walhasil ini bisa jadi bahan baper ketika sang mantan terlihat bolak-balik menengok profilmu bukan. Dan sebaliknya, urusan stalker jadi tak semudah itu, karena untuk tahu kabar ya setiap aktivitasmu akan diketahui si pemberi kabar.

Dan Tak Hanya Berkreasi Lewat Design Tampilan Profil Kita Juga Bisa Menyematkan Lagu Pada Profil

Salah satu hal unik lain yang hanya bisa kita temukan pada friendster adalah kita bisa menyematkan lagu yang sesuai dengan jenis musik favorit kita ke laman friendster yang kita miliki, sehingga ketika ada teman yang membuka profil friendster kita secara otomatis lagu itu akan terputar. Dari sini semua teman yang mengenal kita bisa mengetahui jenis musik apa yang kita suka, tanpa perlu menjelaskan segala sesuatu yang menjadi keinginan kita berupa postingan yang mungkin bagi sebagian teman akan jelas mengganggu karena belum tentu mereka juga ingin tahu.

Serta Yang Paling Penting Ini Murni Untuk Pertemanan Bukan Yang lain

Kecanggihan dan semua kelebihan yang ditawarkan banyak sosial media di zaman sekarang kadang membuat kita bingung bahkan susah menebak apa hal mendasar yang jadi alasan seseorang untuk membuat akun. Tadinya berfungsi sebagai aplikasi yang bisa menghubungkan kita dengan orang-orang baru atau teman lama yang sudah tidak bertemu lagi, namun kadang semuanya berubah fungsi.

Sosial media bukan lagi jadi aplikasi penghubung untuk kita bisa tetap bersilahturahmi dengan orang lain, perlahan berubah menjadi ajang untuk promosi atau bahkan perdebatan. Berbeda dengan interaksi yang terjadi pada friendster terlihat sederhana karena hanya memperbolehkan kita untuk meninggalkan terstimoni di laman akun teman yang mengharuskan kita untuk mencari atau menambahkan teman yang memang benar-benar kita kenal dekat. Bandingkan dengan 5000 jumlah teman yang kita miliki pada Facebook namun 90% darinya bukanlah orang yang kita kenal,

Banyaknya sosial media yang sekarang hadir membuat kita bebas untuk menentukan aplikasi apa yang ingin kita gunakan dalam berinteraksi dengan orang lain, namun Friendster masih tetap jadi sosial media terbaik sepanjang sejarah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sifat-Sifat Yang Tak Perlu Lantang Kau Ucapkan, Cukup Lakumu Yang Buktikan

Entah kenapa beberapa orang gemar mengumumkan sifatnya sendiri. Apalagi setelah ada sosial media, tak satu dua kali melintas klaim-klaim tentang sifat pribadi di lini masa. Tak masalah memang, tapi sesungguhnya ada beberapa sifat yang kurang elok jika dinyatakan oleh diri sendiri secara terang benderang.

Karena biasanya orang-orang dengan sifat di bawah ini, justru tak pernah merasa dirinya demikian. Sebutan-sebutan itu justru datang dari orang lain. Dirinya sendiri tak pernah mau mengklaim dirinya seperti itu. Jadi jika ada yang mengklaim dirinya punya sifat itu, biasanya sedang merasa sebaliknya.

“Aku Itu Orangnya Sederhana”, Kalau Iya Sederhana Lalu Kenapa Kamu Pamerkan?

Coba jawab pertanyaan ini, apakah kesederhanaan masih layak disebut sederhana jika diumumkan? Tidak sombong macam apa yang masih sibuk diposting di sosial media? Agak lucu memang jika seseorang mengklaim dirinya sendiri tidak sombong dan hidup sederhana. Karena ada istilah lama yang cenderung tepat menegaskan fenomena ini.

“Merendahkan diri demi meninggikan mutu”

Ya, mengatakan bahwa “aku itu orangnya gak sombong” atau “bukannya sombong nih tapi…” biasanya dilontarkan justru ketika seseorang sedang ingin menyombongkan dirinya. Jadi kali lain kamu ingin posting status bahwa hidupmu sederhana, baiknya kamu pikir lagi baik-baik.

“Aku Itu Perfeksionis”, Oh ya? Yakin?

otomatis

Kamu tentu kenal dengan Steve Jobs bukan? Salah satu manusia cerdas pencipta Apple dan produk-produknya. Hampir semua yang pernah bekerja sama dengannya menyebut bahwa laki-laki tersebut seorang yang gila kesempurnaan.

Dia pernah menghentikan produksi awal iPhone karena begitu ngotot menggunakan layar yang kuat. Saat itu dunia belum mengenal layar jenis itu. Tapi Jobs tak mau mengendurkan spesifikasi handphone impiannya. Hingga akhirnya ditemukan kaca kuat bernama gorilla glass yang kini digunakan di banyak ponsel pintar.

Itu hanya salah satu cerita dari kegilaan Jobs akan kesempurnaan. Namun begitu, tak pernah sekalipun dari mulutnya meluncur klaim bahwa “aku adalah orang yang perfeksionis”. Semua cerita itu didapatkan dari orang lain.

Ya karena, orang-orang yang betul-betul perfeksionis tak pernah merasa dirinya menuntut lebih akan sebuah standar. Menurut mereka memang sudah demikianlah seharusnya segala sesuatu itu dijalankan. Tak ada istilah “perfeksionis” yang cenderung dilekatkan pada nuansa negatif.

Jadi jika kamu mengklaim sebagai orang perfeksionis, pertanyaan besarnya “apa kamu benar perfeksionis atau hanya berlindung dibalik keinginan ini dan itu”

“Aku Itu Dermawan”, Wow, Mau Memotivasi Orang Lain Atau Supaya Diketahui Jumlah Sumbanganmu?

nasehat investasi

Pada tahun 2013, Bill Gates pemilik perusahaan Microsoft menyumbangkan uangnya sebesar US$28 miliar atau kalau dirupiahkan menjadi: 280.000.000.000.000. Iya, nolnya saja sebanyak itu. Janganlah lagi kamu bayangkan seberapa banyak uang tersebut. Tapi tak pernah sedikit pun terbersit dari Bill Gates menyebut dirinya seorang yang dermawan.

Jadi apa masih pantas kita yang mungkin menyumbang 2 ribu rupiah ke orang lain saja butuh perhitungan masak-masak, mengumumkan kalau diri kita dermawan? Apa tidak malu dengan mereka yang secara tenang dan diam mengeluarkan hartanya untuk orang lain?

Alasan yang digunakan biasanya “supaya orang lain termotivasi”. Tentunya ini bagus, tapi kita tetap harus sangat berhati-hati. Bukankah kita diajarkan, jika menyumbang dengan tangan kanan, usahakan tangan kiri tidak mengetahuinya?

“Aku Itu Penyabar”, Sabar Tapi Kok Sering Bikin Status No Mention

marah

Kalimat seperti ini biasanya justru dilontarkan kamu yang sedang tidak sabar. Ingin marah atau emosi tapi tidak mau terlihat buruk di mata orang lain. Biasanya buntut dari kalimat tersebut disertai kalimat nyinyir atau menyindir dengan no mention. Tak lepas juga di depannya di tambahkan kata-kata:

“Untung saya orangnya penyabar, kalau tidak..”

“Aku Itu Pendiam”, Tapi Kenapa Kamu Teriak-Teriak?

pasangan

Ini klaim paling absurd. Orang pendiam macam apa yang membuat pengumuman pada orang banyak? Kalau di sosial media umumnya memberikan link tentang artikel orang-orang introvert alias tertutup. Padahal sudah jelas adanya orang introvert biasanya tak nyaman jika pribadinya diketahui oraang lain. Jadi kalau ada yang menyatakan “aku itu pendiam”, berarti?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Aku Bilang “Kangen” Seharusnya Kamu Jawab “Yuk Ketemu”

Kepadamu aku bisa bilang, rindu alias kangen memang bukan perkara mudah. Kalau buatmu mudah, mungkin cintamu tak seserius itu. Karena bahkan secara biologis kangen itu bukan soal main-main.

Dalam pelajaran Biologi kita diajarkan bahwa tubuh kita secara alamiah memproduksi zat-zat tertentu sebagai mekanisme pertahanan hidup. Tubuh kita punya takaran dalam memproduksi sejumlah hormon ini.

Masalahnya ketika jatuh cinta apalagi berdekatan dengan orang yang kita sayangi, hormon-hormon seperti estrogen/testosteron dan oxytocin mendadak diproduksi jauh lebih banyak daripada kondisi dan kebutuhan normal. Hal ini dalam prosesnya membuat jaringan neurotransmitter kita turut memproduksi serotonin dan dopamine. Sementara taukah kamu kalau dopamine itu serupa dengan heroin yang membuat kita merasa candu?

Ketika Aku Bilang “Rindu” Dan Kamu Jawab “Gombal”, Sungguh Perasaanku Tak Semain-Main Itu

Buatmu mudah menuduh apa yang aku katakan sebagai sebuah bualan dan gombalan. Padahal urusan rindu itu sudah terpatri secara biologis.

Nah masalah muncul ketika kondisi orang yang jatuh cinta itu berjauhan. Tubuh yang telah terbiasa menerima takaran dopamine secara over dosis itu, mendadak tak lagi memproduksi dengan jumlah serupa karena tak lagi bertemu.

Sementara tubuh tetap kembali meminta dosis yang sama seperti ketika kita duduk bersebelahan. Sebab sel-sel yang lain telah terbiasa mengolah dopamine dalam jumlah banyak tadi. Jadi bisa kamu bayangkan, betapa menderitanya aku yang harus menahan rindu itu?

Ketika Aku Bilang “Rindu”, Kamu Jawab Dengan “Iya”, Itu Seperti Hanya Mengamini Kesepianku

menyerah

Seringnya kamu hanya menjawab singkat “iya” ketika aku bilang rindu. Entah apa maksud dari jawaban itu aku pun tak mengerti. Apakah kamu juga merasakan rindu yang sama? Itu yang selalu terngiang di kepala. Mungkin hanya aku sendirian yang merasakannya. Dan jawaban singkat macam itu seperti mempertegas kesepianku.

Kalau Kamu Hanya Menjawab “Aku Juga Kangen”, Terkadang Terasa Hanya Sekedar Basa-Basi

Mungkin buat orang lain, jawaban ini cukup. Tapi sesungguhnya jawaban ini kadang hanya terkesan basa-basi. Pernahkah kamu membayangkan, mereka yang kecanduan narkoba kemudian datang padamu mengadu tentang sakitnya, lalu dijawab dengan “iya aku juga”

Katamu Perasaan Kangen Itu Sebentar Juga Hilang, Padahal Butuh Berbulan-Bulanhak rekreasi

Tak salah memang ketika kamu mengatakan perasaan rindu itu, nanti lama-lama juga hilang. Tapi tahukah kamu bahwa tubuh itu membutuhkan proses yang tak sebentar untuk mengembalikan kebutuhannya pada kadar dopamine yang normal? Dari sejumlah penelitian, penyesuaian tubuh terhadap perubahan asupan dopamine ini membutuhkan sedikitnya 3 bulan untuk kembali ke keadaan normal.

Buatmu Mungkin Sederhana, Tapi Bagi Yang Benar-Benar Cinta Bisa Jadi Depresi Dan Cemas Berlebih

takut

Ketidakseimbangan proses tubuh ini akan berujung pada hal yang kurang baik.  Seperti juga orang yang sakaw heroin, orang bisa jadi tak bepikir rasional. Keinginan untuk mendapatkan asupan dopamine, bisa mengalahkan keinginan yang lain. Arahnya bisa menjadi depresi atau jadi cemas berlebih. Karena itu wajar jika kemudian, pikiran orang merindu itu bisa jadi aneh-aneh.

Meski Belum Tahu Kapan, Jawaban “Yuk Ketemu”, Memberikan Secercah Harapan

Mungkin kamu belum ada rencana untuk kita benar-benar bisa bertemu. Namun jawaban “yuk ketemu” bisa jadi sedikit pengobat dari rasa rindu dan kekurangan dopamine itu. Harapan, terbukti bisa memberikan sinyal yang baik kepada otak untuk terus merasa bersemangat dan senang. Jadi kalau kali lain aku bilang rindu, kamu sudah tahu harus jawab apa bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top