Feature

Ini Alasannya, Kenapa Mereka Kaya Dan Kita Tidak (Belum) Kaya!

mobil bagus jelek

Sebetulnya apa yang membuat seseorang bisa hidup lebih dari berkecukupan, sementara kita masih kembang kempis tiap bulan melihat isi dompet? Apa beda antara kita dan mereka? Pernah mencoba menjawab pertanyaan ini?

Waktu kita sama 24 jam dalam satu hari. Ketika lapar mereka juga harus makan. Ketika mengantuk juga harus tidur. Mereka berangkat dari bayi yang penuh ketidak tahuan, sama persis seperti kita. Lalu apa bedanya? Nah, Kecuali kalau ayahmu sekelas Abu Rizal Bakrie yang bisa mewarisimu puluhan triliun rupiah, inilah beberapa hal yang harus kita sikapi jika ingin kaya raya.

Kita Memandang Uang Pakai Emosi, Orang Kaya Memandang Uang Dengan Logikanya

emosi uang

Kebanyakan orang alias orang yang seperti kita, seringnya terlalu terikat dengan uang secara emosional. Uang kita anggap sebagai representasi keringat kita. Kita mendekapnya dalam-dalam bahkan tak sedikit yang menjadikan uang sebagai karakternya. Tak punya uang berarti hidup sulit, punya uang hidupnya mudah.

Berbeda dengan mereka yang akhirnya masuk kategori orang kaya. Karena kelompok ini memandang uang menggunakan logika. Uang hanya alat untuk mencapai hal-hal besar lainnya. Karena itu jangan heran jika mereka berani “mempertaruhkan” kekayaannya untuk mendapatkan kekayaan yang lebih besar lagi. Mereka tidak pernah khawatir kehilangan uang dan berani berinvestasi.

Menurut Kita Koleksi Ijazah Berpengaruh Pada Kekayaan, Orang Kaya Fokus Pada Ilmu Pengetahuannya

belajar

Pendidikan memang penting. Namun kita memandang pendidikan hanya sebagai sekolah, belajar, lulus dan punya ijazah. Gaji standar lulusan SMA sekian, lulusan D1 sekian, lulusan D3 sekian, S1 sekian, S2 sekian, S3 sekian.

Walhasil ketika kita punya kesempatan mengenyam pendidikan, yang kita lakukan disekolah hanya serupa kewajiban. Tujuannya hanya lulus untuk mendapatkan ijazah.

Sementara orang-orang kaya yang berhasil, memandang yang penting adalah ilmu dari pendidikan itu. Apa yang bisa dipelajari dan apa yang bisa diterapkan. Seandainya mereka punya gelar, itu karena mereka sungguh-sungguh ingin mempelajari ilmu yang ada di sekolah tersebut. Jadi jangan heran kalau beberapa orang kaya sukses justru kemudian putus sekolah, karena buat mereka keilmuan jauh lebih penting.

Tak Jarang Kita Menganggap Uang Sebagai Sumber Masalah, Buat Orang Kaya Justru Kemiskinanlah Sumber Masalahnya

bersyukur

Kadang dengan kemarahan dan kecemburuan kita langsung berpikir seseorang itu bisa kaya pasti karena dia pelit atau curang. Uang itu sumber masalah, kekayaan itu membuat kita jauh dari kebahagiaan. Pikiran-pikiran negatif macam ini justru menghambat kita untuk memperoleh keberhasilan.

Sementara tak jarang orang-orang kaya justru berasal dari orang-orang tak mampu. Atau setidaknya macam steve jobs pendiri apple, bezos pendiri amazon, yang membangun kerajaan bisnisnya dari sebuah garasi. Mereka paham bahwa sumber masalah sebenarnya adalah kemiskinan. Dan mereka mencoba memecahkan itu.

Buat Orang Kaya, Membahagiakan Diri Sendiri Adalah Wajar Bahkan Wajib, Buat Kita Itu Egois

mobil mewah

Kamu yang selalu berpikir bahwa membahagiakan orang lain lebih penting dibanding dengan membahagiakan diri sendiri, ubahlah cara berpikir itu. Kamu juga perlu membahagiakan diri kamu sendiri.

Prinsipnya sederhana, kebahagiaan itu juga serupa kekayaan. Bagaimana mungkin kita membagikan kebahagiaan kepada orang lain jika kita sendiri tidak bahagia?

Ketika Kita Ingin Mengendalikan Semuanya, Orang Kaya Justru Mempercayai Orang lain

tandem

Ciri orang yang tak bisa maju adalah berusaha melakukan semuanya sendiri. Padahal banyak hal kecil yang seharusnya bisa diserahkan kepada orang lain atau sistem. Dengan menyerahkan hal “remeh temeh” pada orang lain, membuat kita bebas untuk melakukan hal lainnya.

Kita bisa memulainya dari hal kecil seperti membayar tagihan-tagihan rutin seperti listrik, air, tagihan kartu kredit, dan sejenisnya. Kita bisa membuatnya terpotong otomatis dari tabungan. Sedikit repot di awal untuk mengaturnya, namun berikutnya kita tinggal duduk dan semuanya dilakukan tanpa harus ada campur tangan kita. Setelahnya pikiran dan energi kita bisa digunakan untuk hal-hal besar lainnya.

Orang Kaya Berani Bermimpi, Sementara Kita Cuma Mudah Terbuai Mimpi

gadis mimpi

Mereka yang suskes secara finansial dan hidup biasanya berisi orang-orang yang tidak takut untuk bermimpi. Mereka punya tujuan besar dan secara fokus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya.

Sebaliknya kita, manusia di batas rata-rata, juga senang bermimpi. Tapi mimpi di siang bolong alias berangan-angan tak jelas tanpa pikir rasional dan hanya ingin hasilnya saja. Tak heran jika sebagian kita masih sering terjebak oleh buaian mimpi cepat kaya dengan sedikit usaha.

Ketika Kita Cuma Sibuk Dalam Tempurung, Buat Mereka Dunia Tak Seluas Daun Kelor

kemping

Kita sering terjebak dengan rasa nyaman yang semu. Tak jarang kita memilih untuk dekat sekali dengan rumah. Walhasil pengalaman kita menjadi minim, cara pandang kita jadi sempit. Orang-orang sukses sering menghabiskan waktu mereka untuk traveling. Sebagian bahkan berani untuk menetap di wilayah-wilayah baru. Dengan begitu mereka tidak pernah membatasi diri dan lebih bebas berekspresi.

Sewaktu Kita Menunggu, Orang Kaya Sudah Melakukan

ngantuk dan malas

Salah satu hal yang perlu ditiru dari orang kaya adalah caranya dalam bertindak. Mereka terbiasa bertindak untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Bukan hanya memiliki keinginan dan paling mentok berencana untuk mendapatkan apa yang diinginkan saja. Inilah yang akhirnya membuat orang pada umumnya sulit untuk mencapai apa yang diidamkan. Kamu tidak akan mampu menjadi seperti orang-orang kaya itu jika kamu hanya berangan-angan dan sibuk hanya dengan beribu perencanaan saja tanpa bertindak.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Orang Baik Itu Ada, Tapi Yang Pura-pura Baik Justru Keberadaannya Lebih Nyata. Kamu Wajib Waspada!

Pernahkah kamu berjumpa dengan seseorang yang tiba-tiba memberikan bantuan disaat kamu kesulitan, tapi ternyata dibalik kebaikannya itu ia berharap pamrih darimu?

Atau, pernahkah kamu berada di suatu kondisi dimana teman-teman yang semula kamu kira selalu ada buatmu, ternyata mereka perlahan pergi ketika kamu sedang mengalami persoalan pelik?

Orang baik itu memang selalu ada, tapi kehadiran mereka bak seribu banding satu. Satu orang baik diantara seribu orang yang berpura-pura baik. Suka tidak suka, kenyataannya demikian. Kita akan lebih sering bertemu dengan mereka yang memakai ‘topeng’ kebaikan. Tapi bukan berarti mereka jahat, hanya saja kebaikan belum seutuhnya menyelimuti hati mereka.

Jabatan adalah Sesuatu yang Mewah Dimatanya, Dia Akan Menganggapmu Ada Kalau Kamu Berasal dari Keluarga Berada

Tak selamanya hidup orang yang dilimpahi jabatan tinggi atau orangtuanya punya kedudukan terhormat itu dibilang nikmat. Kalau kamu berada di posisi ini atau mungkin punya teman yang demikian, cobalah dengarkan kisah mereka. Akan ada masanya dimana mereka bertemu orang yang memberi kesan sangat baik lantaran dia tahu ada jabatan yang tersemat. Motif kedatangannya bisa beragam, namun orang semacam ini yang sejatinya membuat jengah. Caranya memperlakukan orang dengan jabatan tinggi akan berbeda ketika dia bertemu orang yang biasa saja dan hidup tanpa jabatan.

Hindari Kebiasaan Bergosip, Orang Semacam Ini Sangat Suka Gosip Sana-sini

Coba ingat lagi, dalam seminggu, sejauh mana dan seberapa lama kamu menghabiskan waktu untuk bergosip? Apakah kegiatan itu benar-benar membawa manfaat untuk dirimu? Tahukah kamu, orang yang terlalu sering menghabiskan waktu untuk menggosipkan orang lain, tapi ketika bertemu dengan orang yang digosipkannya terkesan baik, itu artinya kamu sedang menjelma jadi sosok yang pura-pura baik.

Kalau memang kamu punya teman dengan kebiasaan semacam ini, tak ada salahnya untuk mengingatkan. Tak usah takut kalau kamu akan jadi bahan gosipnya bersama teman yang lain, apa yang kamu lakukan itu benar. Ajaklah dia untuk fokus memperbaiki diri dan tak perlu mengungkit kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Dia Suka Mengumbar Janji Tapi Sukar Menepati 

Agar terkesan manis dan baik, tak sedikit orang yang akhirnya berjanji pada orang lain. Entah menjanjikan waktu bertemu, kado, atau pemberian lainnya. Sayangnya, janji itu tak diiringi dengan perasaan tulus sehingga untuk menepatinya pun, dia masih pikir-pikir. Lain halnya jika kamu bertemu orang yang benar-benar berkomitmen, dia pasti akan menepati janjinya. Kamu bisa belajar banyak dari orang ini, kalau kamu merasa tak bisa menepati sebuah janji, lebih baik tak perlu membuat komitmen atau janji karena hal itu hanya akan menyakiti orang lain.

Dia Terlihat Peduli dan Mengkritisi Apa pun Tentangmu, Padahal Diam-diam Dia Ingin Menjatuhkanmu

Biasanya orang semacam ini akan kamu temui di tempat kerja. Awalnya dia terlihat peduli. Kemudian dia jadi ingin mengurusi segala hal yang seharusnya jadi pekerjaanmu. Dia pun jadi bisa ‘membaca’ segala hal yang jadi tanggung jawabmu. Ketika ada celah, yang ada kamu justru dijatuhkan. Entah di depan atasan atau di  hadapan rekan kerja yang lainnya. Lantaran sudah merasa lebih pandai dan kenal denganmu, dia tak segan mengkritisi apa pun tentangmu. Hati-hati, orang semacam ini sejatinya menyimpan rasa iri berlebihan padamu.

Hidupnya Penuh Pencitraan akan Kesenangan Demi Mencari Teman

Ada yang mengira kalau semakin banyak teman artinya hidupmu akan semakin bermakna. Mungkin ungkapan ini benar adanya, kalau kamu menemukan teman-teman yang perhatian dan berkualitas. Lain halnya kalau ada yang mengoleksi teman hanya demi pencitraan semata. Mungkin awalnya akan terlihat ‘wah’ lantaran punya kenalan dimana-mana, tapi hidupnya hanya pencitraan semata. Dia pura-pura baik terhadap orang yang baru ditemuinya agar bisa berteman dengannya. Kuantitas teman seakan diatas segalanya. Kalau kamu bertemu orang yang semacam ini, sebaiknya kamu tak perlu berlama-lama menghabiskan waktu dengannya. Kamu tak akan dianggap yang terbaik karena dia selalu mencari teman yang baru dan meninggalkan yang lama.

 

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Hati-hati, Terlalu Gemar Berswafoto Bisa Membuatmu Tak Disukai Bahkan Perlahan Dijauhi

Coba cek galeri ponselmu, kira-kira sudah ada berapa foto selfie yang tersimpan di memori ponsel? Sekarang, kebiasaan selfie—atau berswafoto tak lagi memandang gender. Jika semula selalu saja perempuan yang diidentikankan dengan kesukaan berswafoto, kini situasinya sudah tidak lagi demikian. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sekalinya mendapati momen terbaik untuk berfoto, maka mereka seakan-akan tak ingin ketinggalan dan mengabadikannya lewat kamera.

Tak berhenti dengan sekali atau dua kali jepret. Jika sudah asyik berswafoto, biasanya seseorang tak peduli dengan kuantitas foto yang diambil. Bahkan ada yang dalam satu hari, jumlah swafotonya bisa mencapai ratusan. Usai mengoleksi foto diri sendiri dalam beragam gaya, giliran mengunggahnya ke media sosial. Supaya lengkap rasanya. Bukankah demikian? Seperti ada yang kurang bila hasil fotomu—di momen yang menurutmu berkesan—tidak kamu unggah ke media sosial.

Gemar Berswafoto Memunculkan Sifat Narsistik dan Jadi Berlebihan dalam Menyikapi Segala Sesuatu

Seberapa sering kamu mengunggah swafotomu ke media sosial? Meski perkara unggah mengunggah adalah hakmu sepenuhnya, tapi kalau terlalu sering, bisa-bisa pengikutmu di Instagram—misalnya, akan bosan dan menilaimu haus akan pujian agar dibilang cantik atau rupawan. Belum lagi kalau kamu sejatinya hendak memamerkan barang baru yang kamu miliki namun sambil berswafoto. Siap-siap saja jika ada kalimat ‘nyinyir’ sampai ke telingamu. Sebagai siasat, coba selingi unggahanmu dengan foto-foto menarik lainnya, semisal foto karyamu, foto pemandangan saat kamu jalan-jalan, atau foto apampun selain swafoto.

Dalam Sehari Kamu Tak Pernah Absen untuk Swafoto, Kamu Kurang Kerjaan?

Percayalah, terlalu sering mengunggah swafoto, akan membuat teman-temanmu kehilangan minat untuk mengikuti akunmu. Apa lagi jika seluruh feedsmu didominasi oleh foto aktivitas berikut foto wajahmu. Mulai dari bangun tidur, jalan ke mall, hingga saat makan pun kamu unggah ke Instagram. Teman-temanmu pasti berpikir kamu tak ada kesibukan alias kurang kerjaan. Untuk menepisnya, kalau memang kamu punya hobi jalan-jalan, bukankah bisa mengunggah foto tempat wisata yang kamu anggap menarik? Hitung-hitung kamu sembari belajar me-review sebuah tempat. Dan hal itu jauh lebih bermanfaat bagi orang lain bukan?

Mengunggah Swafoto Terlalu Sering Menandakan Kamu Kesepian dan Butuh Diperhatikan

Salah satu tanda orang yang kesepian sejatinya bisa kamu nilai dari seberapa seringnya dia menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di media sosial. Semakin sering, berarti ada indikasi jika orang tersebut memang sedang cari perhatian lantaran kesepian. Kamu sendiri bagaimana? Mau dianggap kesepian?

Risiko Jadi Sasaran Kejahatan Kian Meningkat Kalau Kamu Terlalu Mengekspos Segala Kegiatanmu

Terdengar menakutkan memang. Kejahatan ada sejatinya bisa karena kita terlalu memancingnya untuk terjadi. Ini bisa terjadi kalau seandainya kamu berswafoto dengan memunculkan banyak ‘clue’ semisal lokasi rumahmu, lemari tempatmu menyimpan uang, hingga kamarmu yang berisi banyak benda berharga. Memang, awalnya hanya ingin berswafoto, tapi kalau terlalu kelewatan, hal itu justru membahayakan dirimu. Bisa saja ada orang yang iri dengan keadaanmu dan berniat mencuri barang-barangmu. Menyeramkan, bukan?

Tak Bisa Berhenti Untuk Tidak Berswafoto Mengindikasikan Kamu Mengalami Depresi

Kendati untuk mengetahui seseorang mengalami depresi harus melewati tahapan diagnosa secara medis, kamu wajib waspada. Terlalu sering berswafoto bisa dianggap sebagai sebuah gangguan kejiwaan bila hal itu sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hingga mengganggu aktivitas dan tanggung jawabnya. Beberapa orang bahkan ada yang sampai tidak nafsu makan hingga frustasi karena menginginkan hasil selfie yang sempurna. Jika tidak ingin hal semacam ini terjadi, tak ada salahnya mulai membatasi kegiatan swafotomu, ya.  Berswafoto memang bukanlah hal yang buruk. Tapi pastikan kamu punya batasan privasi agar tak ada hal buruk yang menimpamu.

 

3 Comments

3 Comments

  1. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:08 pm

    Thanks artikel nya, jadi bisa lebih sadar dan berfikir 🙂

  2. Dexa Lintas Katulistiwa

    March 19, 2016 at 8:42 pm

    keren…. motivasi bgt

  3. Raden Purwanto

    March 20, 2016 at 11:44 am

    Cocok banget bagi pemula bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top