Tips

Berjualan Di Instagram Bukan Cuma Spam Hashtag! Ini cara yang benar!

Jualan di Instagram

Instagram memang kerap disebut sebagai sosial media berikutnya yang akan booming. Apalagi di akhir 2014 lalu, sosial media yang kini dimiliki oleh facebook ini mengklaim sudah mengantongi 300 juta pengguna. Jauh di atas twitter yang kala itu baru menyentuh angka 284 juta.

Meski angka ini kemudian menjadi kontroversi dan direvisi, namun naik daunnya instagram memang tak bisa dianggap remeh. Konsentrasinya yang terletak pada gambar dianggap sebagai daya tarik bagi penggunanya untuk mengeskpresikan diri paling total dibanding sosial media lain.

Kendati fungsinya sebagai media ekspresi namun toh instagram mulai dilirik pengusaha online untuk memasarkan produknya. Apalagi instagram punya pola yang berbeda dalam menerapkan (#)hashtag. Karena ketika diklik, tagar dalam aplikasi ini tidak hanya menampilkan hasil sesuai dengan yang dituliskan, tetapi juga tagar yang berkaitan.

Tak heran jika kemudian, mereka yang berjualan online mulai menggunakan beragam tagar setiap akan memasang foto barang dagangannya. Tujuannya apalagi kalau bukan ikut “nebeng” hashtag-hashtag yang sedang populer.

Sayangnya cara ini sangatlah tidak elok. Sering-seringlah membanjiri follower anda dengan hashtag, niscaya bukannya membeli mereka malah akan kabur. Lantas bagaimana baiknya ketika kita ingin berjualan di Instagram?

1. Letakan Link Di Profile

Langkah utama jika ingin berjualan di instagram adalah dengan memanfaatkan halaman profile. Dalam instagram, halaman inilah satu-satunya tempat yang memperbolehkan link hidup untuk diletakan.

Namun jangan cuma meletakan alamat situs kita begitu saja. Sertakan deskripsi singkat yang menarik terlebih dahulu. Kalimat yang disertakan tersebut harus bisa menggambarkan bisnis kita secara keseluruhan dan terutama menarik orang untuk mengklik link yang tertera.

Tidak punya website? Tidak masalah! Gunakan halaman facebook, thread kaskus, ecommerce atau media lainnya yang bisa memuat keterangan lebih banyak soal jual beli. Biarkan pengunjung paham bahwa Instagram anda buka pusat berjualan.

2. Cari Follower lewat Following

Kecuali brand atau perusahaan anda sudah terkenal, hal ini perlu dilakukan. Seperti halnya di twitter, lazimnya kita akan follow back alias folbek mereka yang mengikuti kita, demikian juga sebaliknya.

Dengan menambah jumlah following juga memperlihatkan bahwa akun kita tersebut juga bersifat sosial dan tak melulu satu arah. Ketika seseorang mengunjungi akun instagram orang lain, kecil kemungkinan mereka akan mem-follow jika profile orang yang ditemuinya hanya sedikit sekali melakukan following.

3. Perhatikan Kualitas Foto

Instagram adalah soal foto. Jadi jangan sekali-sekali mengunggah foto dengan kualitas yang buram, gelap, atau sejenisnya. Orang ingin menikmati keindahan gambar. Karenanya berikan hal tersebut. Bahkan jika memang memutuskan serius berjualan online menyewa fotografer profesional untuk mengambil gambar produk kita, juga tidak masalah.

4. Unggah Teks Dalam Gambar

Instagram memang sosial media berbasis foto, namun bukan berarti tak bisa dieksploitasi lewat teks. Pengguna suka dengan gambar yang berisi teks bermakna. Bisa hanya berupa teks saja atau teks yang dikombinasikan dengan foto.

Teks tentang apa? Paling umum adalah berupa quote alias kutipan yang menarik. Cara lainnya adalah dengan memberikan tips atau trick yang berkaitan dengan produk yang hendak dijual. Metode soft selling seperti ini jauh lebih efektif jika diterapkan di instagram.

5. Unggah Foto Yang Mengundang Diskusi

Ketika sudah memiliki cukup follower, posting lah foto yang bisa mengajak orang berdiskusi. Tidak masalah untuk menggunakan kalimat tanya atau meminta feedback dari keterangan foto. Dengan menambahkan kalimat, “bagaimana pendapatmu?” atau “pernah punya pengalaman yang sama?”

Bahkan sesekali (ingat sesekali), boleh juga meminta follower untuk mengunjungi halaman profile kita, kemudian meminta mereka mengunjungi tautan yang ada dihalaman tersebut. Lebih berani? Satu dua kali lakukan aksi berjualan langsung di instagram.

6. Posting 2 kali sehari

Tidak ada rumusan pasti soal berapa kali jumlah yang pas untuk mengunggah foto di instagram. Namun minimal lakukanlah dua kali sehari. Hal ini cukup untuk memberi pesan kepada follower atau calon follower bahwa akun yang anda jalankan memang aktif.

Di sisi lain, jangan sampai menaikan foto secara berlebihan. Banyak orang yang tidak suka jika lini masanya hanya dipenuhi oleh foto yang berasal dari satu akun saja. Bisa-bisa malah jumlah follower akan berkurang jika kita terlalu sering mengupdate foto.

7. Posting di hari kamis dan minggu

Pola ini memang sangat bergantung dari segmentasi follower yang dimiliki. Namun secara umum instagram, seperti juga sosial media yang lainnya punya momen emas pada setiap hari kamis. Karena itu usahakan untuk mengunggah foto yang lebih bagus pada hari tersebut.

Dan instagram juga punya keunikan dibanding sosial media lain. Aplikasi berbasis foto ini juga banyak diakses pada hari minggu. Jadi usahakan posting utama kita berada pada dua hari ini.

8. Gunakan Hashtag

Tips pertama adalah dengan menggunakan hashtag sesuai dengan even dan waktu. Misalnya, idul fitri, akhir tahun, awal tahun, natal, liburan, hari ibu, hari air dan even-even sejenis. Gunakan hashtag-hashtag ini jika berkaitan dengan produk yang hendak kita jual.

Tips kedua adalah dengan membuat hashtag untuk brand. Perlu diingat jika membuat hashtag untuk memperkuat brand, haruslah yang unik. Jangan membuat hashtag yang terlalu umum. Misalnya jika produknya berupa susu, jangan membuat hashtag sekedar #susu, namun pikirkan kata unik lain untuk melengkapi hashtag tersebut.

Tips ketiga adalah dengan menggunakan hashtag populer. Gunakan hashtag populer seperti #nofilter #sunset dan sejenisnya jika memang berkaitan dengan foto yang diunggah. Secara tak langsung bisa membawa follower baru tanpa disengaja.

Tips keempat jangan berlebihan. Gunakan hashtag secara proporsional. Jumlah hashtag yang berlebihan apalagi tak berkaitan dengan isi foto sering membuat orang malas untuk mengikuti akun kita dikemudian hari.

9. Follow pengguna dengan minat yang sama

Cari akun-akun yang sudah lebih dulu eksis yang punya karakteristik serupa dengan akun yang kita kelola. Follow beberapa follower mereka. Biasanya kesamaan minat akan membuat mereka lebih melirik akun yang sedang kita kelola tersebut. Ujungnya lebih mudah melakukan penjualan karena follower yang sudah lebih tertarget.

10. Berinteraksi Dengan Pengguna lain

Sekedar follow tidak akan berpengaruh apa-apa jika kita tidak berinteraksi. Berila komentar atau sekedar klik suka pada gambar mereka yang menarik. Dengan melakukan interaksi semacam ini, mereka akan lebih terbuka untuk menerima informasi baik itu informasi tentang penjualan sekalipun.

PS: Instagram adalah platform sosial media yang sangat powerfull untuk dipakai membangun brand image dan berjualan. Namun ingatlah selalu untuk melakukan penjualan secara soft selling. Lakukan pendekatan secara interaksi dan penjualan akan terbangun sedikit demi sedikit.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Tahu Hidup Pas-pasan Itu Tak Gampang Tapi Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Kamu mungkin sedang mencibirku atas gaya hidup yang kupunya. Katamu aku tak menikmati hidup, tak sepertimu yang memang tampak selalu bahagia. Ya, benar memang kamu sungguh tak salah. Aku memang tak sepertimu yang terlihat bahagia dengan segala hal mewah yang kamu punya. Bahkan tanpa kamu yang bilang, sesungguhnya aku sadar hidup pas-pasan yang katamu tak bahagia ini, bukanlah mimpi dari semua orang. Termasuk diriku juga. Tapi setidaknya sekarang aku paham, meski hidup pas-pasan memang tak gampang tapi ada banyak hal lain yang kudapatkan.   

Awalnya Kupikir Itu Hanya Candaan Tapi Sepertinya Kamu Semakin Sering Menjadikannya Bahan Cibiran

Kamu tahu sebenarnya aku bukanlah orang yang mudah untuk merasa tersinggung ataupun marah. Sebagai seorang teman kupikir rasanya wajar jika kita akan bertukar kritik atas kehidupan. Tapi suasananya menjadi berbeda, ketika ucapan itu semakin sering dilontarkan. Sungguh aku tak bermaksud untuk marah, karena kutahu setiap orang adalah guru bagi yang lainnya. Kita berhak menilai siapa saja sesuai dengan pandangan yang kita punya. Satu yang masih aku tak bisa terima, kamu menjadikanku bahan cibiran yang membuat hatiku semakin tak karuan. Untuk itu, rasanya hal ini memang patut kusampaikan.  

Semua Orang Mungkin Bisa Tertipu Akan Penampilan, Tapi Kenyataannya Tak Selalu Demikian

Seperti sebelum-sebelumnya, kamu masih menganggap penampilan adalah alat untuk menunjukkan kemampuan diri. Dan benar saja, disetiap kesempatan kamu memang terlihat lebih menawan. Dan dari tempat aku memandangamu, ada beberapa orang yang tiba-tiba berbisik “Tak semua buah bagus, manis rasanya”. Dengan masih tetap bingung aku memandangnya, hingga akhirnya paham akan hal yang barusan diucapkannya. Kita memang bisa saja telihat tampan dan anggun disegala kesempatan. Namun penampilan tak selalu jadi patokan, untuk menilai seseorang.  

Jika Katamu Bahagia Haruslah Mewah, Apalah Aku Yang Hanya Ingin Berkecukupan Saja

Berdampingan sebagai dua orang berbeda tentu jadi pengalaman baru bagiku dan kamu. Akhirnya aku tahu bahwa kita punya pandangan yang berbeda atas hidup yang kita mau. Tanpa merasa ada beban kamu sering bilang jika hidup yang bahagia tentu haruslah mewah. Kutarik bibirku melebar untuk sekedar tersenyum merespon ucapanmu. Setiap orang memang berhak untuk menyuarakan pendapat. Untuk itu aku ingin bilang bahwa kali ini kita tak sependapat. Bagiku hidup dengan berkecukupan jauh lebih baik daripada kata mewah yang kamu agung-agungkan.  

Hingga Suatu Kali Kamu Bilang Hidupku Nelangsa, Padahal Meski Demikian Aku Tetap Bahagia

Ini tentu bukanlah hal yang sederhana, karena untuk mengartikan kata nelangsa kita butuh waktu yang cukup lama. Sesuatu yang katamu jadi bentuk kesulitan tak selalu berlaku untuk orang lain. Sebaliknya hal-hal yang katamu terlihat sedih justru bisa jadi sumber bahagia bagi yang lain. Dan hal ini pula yang terjadi atas diriku yang tadi jadi bahan kritikanmu. Meski dimatamu hidupku terlihat sangatlah susah, justru aku jauh lebih bahagia. Karena untuk segala sesuatunya kita tentu punya ukuran yang berbeda. Kopi yang katamu enak belum tentu cocok untuk perut milikku begitu pula dengan arti kata bahagia dan nelangsa yang kita punya.  

Berbeda Denganmu Yang Punya Segalanya, Meski Aku Tak Tahu Darimana Asalnya

Memang sih kelihatannya kamu memang punya segalanya, barang mewah dengan nominal yang menakjubkan. Hingga kehidupan sehari-hari yang terlihat tanpa beban. Berbeda denganku yang harus susah payah mencari uang untuk sekedar makan. Tapi jika harus diminta untuk memilih, aku masih akan tetap berada pada hidupku sekarang. Dan untuk kehidupan bergelimang benda berharga sepertimu, aku sendiri tak tahu bagaimana caranya. Karena selama ini meski sudah giat bekerja, yang kupunya belum sebanyak milikmu.  

Ucapanku Tadi Hanyalah Sebuah Ujaran Yang Belum Tentu Benar, Untuk Itu Seharusnya Kamu Tak Perlu Marah

Tak perlu memasang muka masam untuk hal-hal yang tadi aku ucapkan. Lagipula aku hanya mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan. Kalau memang salah mohon dimaafkan, tapi jika hal ini membuatmu marah mungkin benar. Meski untuk jawaban yang paling benar, yang tahu tentu hanya kamu seorang. Ujaran yang aku sampaikan hanyalah sebuah pandangan atas hidup yang sedang aku saksikan. Meski tak sepenuhnya benar, setidaknya itulah yang bisa aku simpulkan.  

Satu Yang Ingin Aku Sampaikan, Meski Hidupku Pas-pasan Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Aku pikir hubungan yang kita punya tak seharusnya renggang hanya karena perbedaan pandangan. Anggaplah bahwa kamu memang sudah di jalan yang tepat dengan segala yang kamu anggap benar. Tapi kamu juga perlu mendekatkan telinga kearahku untuk sekedar mendengar. Meski katamu hidupku susah karena tak punya apa-apa, setidaknya aku tak perlu susah payah untuk ngutang demi hidup yang katamu bahagia. Aku hanya ingin menjalani hidup sesuai dengan kemampuanku dan tak berniat memaksa diri untuk sesuatu yang memang diluar kemampuanku.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mensyukuri Pekerjaan Dan Membuat List Kerja 15 Menit Sebelum Bekerja Akan Membuat Produktivitasmu Jadi Meningkat. Coba Deh!

Menjadi produktif itu sebenarnya tidak sulit. Sesuatu yang membuatnya terasa sulit adalah diri kita sendiri yang malas. Ingin melakukan sesuatu yang produktif tetapi sulit untuk memulainya. Untuk itu, penting kamu ketahui rahasia agar tetap produktif saat bekerja.

Rahasianya adalah melakukan 7 kegiatan sederhana ini pada 15 menit sebelum melakukan pekerjaan atau aktivitas. Apa saja?

Tuliskan 3 Hal Yang Bisa Kamu Syukuri Pada Hari Itu Sebelum Sampai Di Kantor

Waktu terus berlalu, ada banyak hal yang pasti harus kamu lewati. Entah itu senang atau susah. Sebelum sampai di kantor dan berjibaku dengan rutinitas pekerjaan, ada baiknya bila kamu menulis 3 hal yang bisa kamu syukuri pada hari itu. Tak perlu panjang-panjang, tuliskan secara singkat.

Dengan menuliskan hal-hal yang layak kamu syukuri itu, kamu jadi tahu hidupmu memang indah. Kamu pun akan kian bersemangat dan tak menyia-nyiakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Produktifitas saat bekerja pun tak sulit lagi kamu dapatkan.

Berkomunikasi Dengan Rekan Kerja Di Kantor Untuk Menjaga Hubungan Baik

Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial membuatnya tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu saat di kantor kamu tetap harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerjamu. Meski kamu tak bisa mengendalikan orang lain untuk bersikap baik padamu, kamu tetap bisa memberi kesan baik pada mereka. Memberi salam saat datang dan pulang kerja, menyapanya, serta menjawab dengan baik saat mereka bertanya padamu adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk memberi kesan baik.

Selalu Merapikan Meja Kerja, Serta Membuatnya Bersih Dan Wangi

Rutinitas kerja setiap hari akan akan menuntutmu bekerja di atas meja selama kurang lebih 8 jam dengan berbagai dokumen dan barang-barang pendukungnya di atas kerja. Untuk itu agar kamu bisa bekerja dengan pikiran tenang, rapikan dulu meja kerjamu sebelum mulai kerja. Kamu bisa membuatnya bersih dan wangi, dengan demikian kamu pun akan nyaman saat bekerja.

Tinjau Kembali Pekerjaan Yang Belum Selesai Dikerjakan Agar Kamu Bisa Menyusun List Kerja Sesuai Prioritas Dengan Tepat

Meninjau pekerjaan yang belum selesai kamu lakukan di waktu sebelumnya sangat penting untuk dilakukan. Apalagi saat hari pertama masuk setelah selesai liburan pada akhir pekan. Dengan demikian kamu bisa menyusun list kerja sesuai prioritas dengan tepat.  Kamu pun akan terhindar dari kejaran deadline dari atasan yang bisa membuat kepala mendadak pening.

Supaya Pekerjaanmu Selesai Tepat Waktu, Susun List Kerja Sesuai Deadline Dan Kebutuhan

Jika kamu ingin menjadi produktif, kamu harus menerapkan poin ini. Buatlah daftar list kerja sebelum memulai pekerjaan pada hari itu. Urutkan sesuai dengan deadline dan kebutuhan. Bukan hanya sekedar membuat list kerja, kamu juga harus mendisiplinkan diri untuk mematuhinya. Dengan demikian kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan padamu tepat waktu.

Buat Visualisasi Untuk Hasil Kerja Yang Kamu Inginkan, Dengan Begitu Kamu Bisa Fokus Menyelesaikan Pekerjaan

Poin ini penting untuk kamu lakukan. Setelah selesai membuat list kerja, coba visualisasikan atau bayangkan hasil kerja yang kamu inginkan. Dengan demikian setelah melihat gambaran hasil akhir kerjamu, kamu pun bisa jadi fokus dan menyelesaikan pekerjaanmu lebih cepat.

Produktivitasmu Akan Kian Optimal Saat Kamu Mensyukuri Pekerjaan Dan Tantangan Yang Kamu Miliki Saat Ini

Awali pekerjaanmu dengan bersyukur atas pekerjaan dan tantangan yang dipercayakan padamu saat ini. Ingat, tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan hal itu. Maka kamu harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mensyukuri pekerjaanmu saat ini, akan membuat kamu berusaha sebaik demi hasil kerja terbaik.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top