Tips

Berjualan Di Instagram Bukan Cuma Spam Hashtag! Ini cara yang benar!

Jualan di Instagram

Instagram memang kerap disebut sebagai sosial media berikutnya yang akan booming. Apalagi di akhir 2014 lalu, sosial media yang kini dimiliki oleh facebook ini mengklaim sudah mengantongi 300 juta pengguna. Jauh di atas twitter yang kala itu baru menyentuh angka 284 juta.

Meski angka ini kemudian menjadi kontroversi dan direvisi, namun naik daunnya instagram memang tak bisa dianggap remeh. Konsentrasinya yang terletak pada gambar dianggap sebagai daya tarik bagi penggunanya untuk mengeskpresikan diri paling total dibanding sosial media lain.

Kendati fungsinya sebagai media ekspresi namun toh instagram mulai dilirik pengusaha online untuk memasarkan produknya. Apalagi instagram punya pola yang berbeda dalam menerapkan (#)hashtag. Karena ketika diklik, tagar dalam aplikasi ini tidak hanya menampilkan hasil sesuai dengan yang dituliskan, tetapi juga tagar yang berkaitan.

Tak heran jika kemudian, mereka yang berjualan online mulai menggunakan beragam tagar setiap akan memasang foto barang dagangannya. Tujuannya apalagi kalau bukan ikut “nebeng” hashtag-hashtag yang sedang populer.

Sayangnya cara ini sangatlah tidak elok. Sering-seringlah membanjiri follower anda dengan hashtag, niscaya bukannya membeli mereka malah akan kabur. Lantas bagaimana baiknya ketika kita ingin berjualan di Instagram?

1. Letakan Link Di Profile

Langkah utama jika ingin berjualan di instagram adalah dengan memanfaatkan halaman profile. Dalam instagram, halaman inilah satu-satunya tempat yang memperbolehkan link hidup untuk diletakan.

Namun jangan cuma meletakan alamat situs kita begitu saja. Sertakan deskripsi singkat yang menarik terlebih dahulu. Kalimat yang disertakan tersebut harus bisa menggambarkan bisnis kita secara keseluruhan dan terutama menarik orang untuk mengklik link yang tertera.

Tidak punya website? Tidak masalah! Gunakan halaman facebook, thread kaskus, ecommerce atau media lainnya yang bisa memuat keterangan lebih banyak soal jual beli. Biarkan pengunjung paham bahwa Instagram anda buka pusat berjualan.

2. Cari Follower lewat Following

Kecuali brand atau perusahaan anda sudah terkenal, hal ini perlu dilakukan. Seperti halnya di twitter, lazimnya kita akan follow back alias folbek mereka yang mengikuti kita, demikian juga sebaliknya.

Dengan menambah jumlah following juga memperlihatkan bahwa akun kita tersebut juga bersifat sosial dan tak melulu satu arah. Ketika seseorang mengunjungi akun instagram orang lain, kecil kemungkinan mereka akan mem-follow jika profile orang yang ditemuinya hanya sedikit sekali melakukan following.

3. Perhatikan Kualitas Foto

Instagram adalah soal foto. Jadi jangan sekali-sekali mengunggah foto dengan kualitas yang buram, gelap, atau sejenisnya. Orang ingin menikmati keindahan gambar. Karenanya berikan hal tersebut. Bahkan jika memang memutuskan serius berjualan online menyewa fotografer profesional untuk mengambil gambar produk kita, juga tidak masalah.

4. Unggah Teks Dalam Gambar

Instagram memang sosial media berbasis foto, namun bukan berarti tak bisa dieksploitasi lewat teks. Pengguna suka dengan gambar yang berisi teks bermakna. Bisa hanya berupa teks saja atau teks yang dikombinasikan dengan foto.

Teks tentang apa? Paling umum adalah berupa quote alias kutipan yang menarik. Cara lainnya adalah dengan memberikan tips atau trick yang berkaitan dengan produk yang hendak dijual. Metode soft selling seperti ini jauh lebih efektif jika diterapkan di instagram.

5. Unggah Foto Yang Mengundang Diskusi

Ketika sudah memiliki cukup follower, posting lah foto yang bisa mengajak orang berdiskusi. Tidak masalah untuk menggunakan kalimat tanya atau meminta feedback dari keterangan foto. Dengan menambahkan kalimat, “bagaimana pendapatmu?” atau “pernah punya pengalaman yang sama?”

Bahkan sesekali (ingat sesekali), boleh juga meminta follower untuk mengunjungi halaman profile kita, kemudian meminta mereka mengunjungi tautan yang ada dihalaman tersebut. Lebih berani? Satu dua kali lakukan aksi berjualan langsung di instagram.

6. Posting 2 kali sehari

Tidak ada rumusan pasti soal berapa kali jumlah yang pas untuk mengunggah foto di instagram. Namun minimal lakukanlah dua kali sehari. Hal ini cukup untuk memberi pesan kepada follower atau calon follower bahwa akun yang anda jalankan memang aktif.

Di sisi lain, jangan sampai menaikan foto secara berlebihan. Banyak orang yang tidak suka jika lini masanya hanya dipenuhi oleh foto yang berasal dari satu akun saja. Bisa-bisa malah jumlah follower akan berkurang jika kita terlalu sering mengupdate foto.

7. Posting di hari kamis dan minggu

Pola ini memang sangat bergantung dari segmentasi follower yang dimiliki. Namun secara umum instagram, seperti juga sosial media yang lainnya punya momen emas pada setiap hari kamis. Karena itu usahakan untuk mengunggah foto yang lebih bagus pada hari tersebut.

Dan instagram juga punya keunikan dibanding sosial media lain. Aplikasi berbasis foto ini juga banyak diakses pada hari minggu. Jadi usahakan posting utama kita berada pada dua hari ini.

8. Gunakan Hashtag

Tips pertama adalah dengan menggunakan hashtag sesuai dengan even dan waktu. Misalnya, idul fitri, akhir tahun, awal tahun, natal, liburan, hari ibu, hari air dan even-even sejenis. Gunakan hashtag-hashtag ini jika berkaitan dengan produk yang hendak kita jual.

Tips kedua adalah dengan membuat hashtag untuk brand. Perlu diingat jika membuat hashtag untuk memperkuat brand, haruslah yang unik. Jangan membuat hashtag yang terlalu umum. Misalnya jika produknya berupa susu, jangan membuat hashtag sekedar #susu, namun pikirkan kata unik lain untuk melengkapi hashtag tersebut.

Tips ketiga adalah dengan menggunakan hashtag populer. Gunakan hashtag populer seperti #nofilter #sunset dan sejenisnya jika memang berkaitan dengan foto yang diunggah. Secara tak langsung bisa membawa follower baru tanpa disengaja.

Tips keempat jangan berlebihan. Gunakan hashtag secara proporsional. Jumlah hashtag yang berlebihan apalagi tak berkaitan dengan isi foto sering membuat orang malas untuk mengikuti akun kita dikemudian hari.

9. Follow pengguna dengan minat yang sama

Cari akun-akun yang sudah lebih dulu eksis yang punya karakteristik serupa dengan akun yang kita kelola. Follow beberapa follower mereka. Biasanya kesamaan minat akan membuat mereka lebih melirik akun yang sedang kita kelola tersebut. Ujungnya lebih mudah melakukan penjualan karena follower yang sudah lebih tertarget.

10. Berinteraksi Dengan Pengguna lain

Sekedar follow tidak akan berpengaruh apa-apa jika kita tidak berinteraksi. Berila komentar atau sekedar klik suka pada gambar mereka yang menarik. Dengan melakukan interaksi semacam ini, mereka akan lebih terbuka untuk menerima informasi baik itu informasi tentang penjualan sekalipun.

PS: Instagram adalah platform sosial media yang sangat powerfull untuk dipakai membangun brand image dan berjualan. Namun ingatlah selalu untuk melakukan penjualan secara soft selling. Lakukan pendekatan secara interaksi dan penjualan akan terbangun sedikit demi sedikit.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pergi ke Bandung, Bisa Lewat Banyak Cara. Kamu Pilih yang Mana?

Untukmu yang tinggal di kawasan Jabodetabek, mungkin agak suntuk kalau menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan hanya di sekitaran tempat tinggalmu. Ingin rasanya pergi sejenak ke luar kota demi menghilangkan kepenatan setelah lima hari dalam seminggu suntuk bekerja di Ibukota. Kota terdekat yang biasanya jadi tujuan warga Jabodetabek untuk berlibur ya salah satunya Bandung.

Berjarak sekitar 150 km dari Jakarta, Bandung menawarkan suasana yang kontras nan asri dibanding Jakarta. Meski tak dipungkiri, kemacetan kini juga mendera kota tersebut—terutama saat hari libur, tapi tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bandung. Akhir pekan biasanya dipilih, terutama bila ada tanggal merah di hari Jumat, Bandung akan tumpah ruah oleh wisatawan asal Jabodetabek. Menariknya, kini kita tak lagi dipersulit untuk akses ke Bandung. Kamu sendiri, bagaimana? Kalau diminta memilih, kamu akan ke Bandung naik apa?

Naik KRL Disambung Kereta Ekonomi. Meski Memakan Waktu, Setidaknya Tak Memakan Banyak Biaya Perjalanan

Tahukah kamu kalau ongkos ke Bandung bisa bermodalkan kurang dari Rp 30 ribu? Untukmu yang terbiasa naik KRL, barangkali perlu mencoba. Karena ternyata pergi ke Bandung bisa dengan sambung-menyambung KRL sehingga tak memakan ongkos yang cukup banyak. Caranya, dari stasiun asalmu, kamu naik KRL hingga Stasiun Manggarai.

Dari stasiun Manggarai yang adalah stasiun transit, sambung lagi dengan menaiki KRL dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang. Selanjutnya, dari Stasiun Cikarang kamu beralih ke kereta ekonomi Walahar jurusan Purwakarta dengan harga tiket Rp 6 ribu. Baru dari Purwakarta, kamu kembali naik kereta ekonomi Cibatuan menuju Bandung hanya dengan tarif Rp 8 ribu. Coba hitung, ongkos perjalananmu dari Jakarta menuju Bandung tak sampai Rp 30ribu. Hemat bukan?

Beli Tiket Bus Travel Agar Tak Lelah dan Bisa Tidur Sepanjang Perjalanan

Kalau tak ingin lelah selama perjalanan ke Bandung, kamu bisa memilih untuk naik bus travel. Apalagi varian bus travel kian beragam dan semakin menawarkan kenyamanan sepanjang perjalanan. Alih-alih lelah, kamu justru bisa tertidur lelap selama perjalanan.

Keberadaan jalan tol Cipularang pun mempercepat perjalananmu dari Jakarta ke Bandung. Di luar adanya situasi waktu tempuh hingga ke pintu tol daerah Bandung bisa dipersingkat hanya 3 jam saja. Nantinya sampai tujuan, kamu cukup check in di penginapan dan melanjutkan agenda jalan-jalanmu. Efisien dan menyenangkan, bukan?

Naik Kereta Argo Parahyangan Demi Efisiensi Waktu

Kereta Argo Parahyangan sudah jadi primadona bila ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung. Harga tiket dibawah Rp 100 ribu terbilang cukup terjangkau lantaran fasilitasnya juga mumpuni selama penumpang berada di dalam gerbong kereta. Belilah tiket dari jauh-jauh hari. Karena walaupun hanya bepergian ke Bandung, tiket kereta yang satu ini cukup banyak peminatnya.

Kereta ini memulai rutenya dari Stasiun Gambir dan berakhir di stasiun tujuan, Stasiun Bandung. Hal menarik lainnya kalau kamu memilih naik kereta Argo Parahyangan yaitu pemandangan selama di perjalanan. Rute kereta yang satu ini akan melewati jalur yang cukup ekstrem namun tetap aman. Sebagian dari penumpang mengaku penasaran dan memilih naik kereta ini lantaran ingin menikmati sensasinya berkereta lewat jalur yang ekstrem.

Kalau Pergi Sekeluarga Mungkin Memang Lebih Baik Menyewa Mobil Pribadi

Sementara untukmu yang mungkin memang berencana pergi ke Bandung bersama keluarga besar, memang lebih baik berkendara dengan mobil pribadi. Meski tak senyaman naik travel, yang terpenting kamu tiba di tujuan dengan selamat, bukan? Lagi pula, selama perjalanan, kamu dan anggota keluargamu bisa menghabiskan waktu dengan bercengkrama. Kalau sepanjang hari kerja kamu sukar sekali menemukan momen semacam ini, maka biarlah perjalanan ke Bandung jadi kenangan yang menarik untuk keluargamu.

Tapi Kalau Pergi Bareng Teman Sepermainan, Sangat Disarankan untuk Touring Demi Menambah Pengalaman

Touring ke Bandung? Pasti seru! Apalagi kalau hal ini sudah masuk agendamu bersama kawan-kawan sejak jauh-jauh hari. Kapan lagi kamu bisa berkendara sembari membuat momen agar diingat sampai hari tua? Soal persiapan, H-sebulan sebisa mungkin kamu berdiskusi dengan teman-temanmu agar rencana touring bisa dieksekusi. Terpenting, keselamatan dan keamanan saat berkendara yang pasti harus jadi dua hal utama. Meski mungkin kamu terbiasa touring dengan jarak melebihi Jakarta-Bandung, ingatlah mungkin touring kali ini akan memberikan pengalaman berbeda. Tetap buatlah perjalanan kali ini jadi mengesankan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang besar. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah. Dijamin perjalan touring ke Bandung akan jadi momen tak terlupakan.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perubahan Pasti Terjadi, Termasuk Saat Bertemu Dia yang Selama Ini Kamu Cari

Setelah sekian lama mencari, akhirnya kamu menemukan dia yang sekarang jadi pasanganmu. Kesukaran saat mencari memang masih membekas dalam hati, namun hidupmu jauh lebih bahagia sekarang. Tak lagi kamu merasa sendiri dalam menjalani kehidupan.

Sekarang ada teman berbagi baik dalam suka maupun lara. Sadar tak sadar, tapi yang pasti, kamu pun merasakan ada perubahan yang terjadi dalam hidupmu. Ya, asmara dan afeksi pasti memberikan dampak tersendiri untukmu.

Kamu Tak Lagi Merasa Sendirian, yang Ada Justru Merasa Aman dan Tenteram

Kamu bertemu dengan dia yang selama ini kamu cari sebab dia benar-benar mau menerimamu apa adanya. Betapa menyenangkan, kamu tak perlu berpura-pura jadi orang lain saat sedang dihadapannya hanya demi membuatnya tetap berada di dekat kita.

Kamu yang punya selera dan porsi makan yang banyak, suka tertawa, bahkan tak bisa jaim, semua fakta itu tak perlu kamu sembunyikan. Yang terpenting, tak ada lagi perasaan kesepian semenjak kedatangannya. Di lain sisi, hadirnya sudah mampu membuatmu merasa aman dan tenteram.

Hatimu Akan Berhenti Bertanya-tanya Serta Tak Akan Banyak Drama

Kamu dan dia sudah saling percaya sehingga tak perlu mengintrogasi pasanganmu lagi. Rasa percaya itu muncul lantaran kalian sudah saling menjaga hati satu sama lain. Ya, saling percaya dan menjaga perasaan masing-masing justru semakin menyehatkan hubunganmu. Di lain sisi, bersama orang yang tepat akan membuat kisah cintamu minim drama.

Masing-masing darimu memilih untuk tidak egois atau memaksa kehedak sendiri. Justru, kalian saling memberi dukungan terhadap masing-masing agar bisa bersikap terbuka dan tak perlu mengumbar kode yang membingungkan.

Bersamanya, Kamu Tak Akan Mempermasalahkan Hal-hal Kecil yang Bisa Memicu Konflik

Kamu sudah bisa memaknai arti sebenarnya dari sebuah hubungan saat bersamanya. Saat ada masalah pun kalian sudah mengerti bagaimana mengatasinya tanpa perlu membesar-besarkan masalah tersebut.

Karena kalian saling memahami bahwa masalah kecil lebih baik segera diselesaikan dibanding jadi pemicu konflik. Kalian saling meyakini bahwa tiap masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Kalau Dipikir-pikir, Ternyata Kamu dan Dia Punya Banyak Sekali Kemiripan

Kemiripan yang satu ini bukan perkara wajah, namun soal pola pikir, hobi, selera humor, sampai musik pun ternyata kalian nyambung. Kesamaan semacam ini yang semakin menyatukan kalian. Rasanya, membicarakan banyak hal dengannya tak pernah menemukan kata bosan sebab kamu selalu menemukan bahan pembicaraan yang baru.

Ditengah Kesibukannya, Dia Tetap Memprioritaskanmu

Sesibuk apapun aktivitasnya, dia akan tetap membalas pesan dan mengabarimu. Ya, dia tak akan membuatmu menunggu berjam-jam perihal kabarnya. Karena yang namanya menghubungimu adalah sesuatu yang sudah jadi prioritasnya tanpa perlu diminta.

Di lain sisi, pelan tapi pasti kamu pun mulai memahami yang namanya dinamika sebuah hubungan meski tak selalu bertemu setiap saat, pada akhirnya kamu akan tetap jadi prioritasnya.

 

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kawan, Kita Tak Sedang Bekerja di Jepang, Rileks Saja dan Buat Suasana Kerja Terasa Menyenangkan

Bagi yang pernah baca soal Jepang atau bahkan tinggal di negara tersebut, pasti sudah tahu kalau budaya kerja di Negeri Sakura bisa dibilang cukup keras. Sebagian besar orang-orang Jepang terkenal workaholic sehingga persaingan antar individu di tempat kerja jelas terasa.  Mereka rela menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja hingga pekerjaan mereka di hari itu selesai. Hanya saja, bekerja dalam kondisi seperti ini rentan membuat fisik cepat lelah dan pikiran jadi stres, lantaran seperti tak diberi ruang untuk rileks.

Kamu boleh banyak-banyak bersyukur, suasana kerja di Indonesia belum sekeras di Jepang. Meski kita tak bisa mengelak, setiap pekerjaan pasti memiliki tuntutan besar terhadap para pegawainya, tapi setidaknya lingkungan kerja di negara kita masih terbilang kondusif. Menciptakan suasana kondusif pun sejatinya tak semudah membalikkan telapak tangan. Mungkin sebagian dari kita masih ada yang bergulat dengan pekerjaan yang melelahkan sekaligus tempat kerja yang tak menyenangkan. Ketika tempatmu tak menjanjikan suasana yang kamu dambakan, mengapa tidak kamu saja yang coba ciptakan?

Coba Bangun Suasana yang Menyenangkan saat Bekerja dengan Memancing Gelak Tawa

Buat tempat kerja menjadi menyenangkan. Percayalah, ketika tempat kerja terasa kondusif, tidak kaku, terkesan nyaman dan enak untuk bekerja, pasti kamu tak akan bosan saat bekerja. Tatalah ruangan kerjamu agar memberi kesan lebih terbuka. Atur juga komunikasi dengan teman-teman di sekitarmu. Sesering mungkin tertawalah dengan canda tawa yang bergulir agar suasana menjadi santai. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan dekorasi atau tanaman hias sesuai dengan keinginan agar lebih rileks.

Terapkan Kesan Serius Tapi Tetap Santai dimanapun Kamu Berada

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tertawa itu perlu agar kamu tak bosan saat bekerja. Terkadang para karyawan melakukan senda gurau bukan karena mereka memang tipe orang yang suka bercanda, dan menghabiskan waktu, serta tidak bekerja. Justru itu merupakan salah satu kegiatan mereka di kala sedang stres atau sedang suntuk dengan pekerjaan. Jadilah pribadi yang menerapkan kesan kerja yang serius namun santai di lingkungan kerjamu. Dengan adanya keakraban yang terjalin lewat obrolan ringan, bukan tak mungkin karyawan justru jadi bekerja lebih produktif.

Kalau Kamu punya Jabatan Sebagai Atasan, Jangan Ragu untuk Memberi Tanggung Jawab kepada Anak Buahmu

Jika posisimu bukan lagi karyawan biasa, melainkan atasan yang harus mengarahkan anak buahmu, jangan ragu untuk memberi tanggung jawab dan otonomi pada segenap anak buah agar mereka bisa semakin berkembang. Memang perlu bimbinganmu, tapi dengan menerapkan prinsip kerja semacam ini, sejatinya akan sangat mendukung kreativitas. Kalau karyawan sudah merasa tertarik dengan tanggung jawab yang diberikan padanya, mereka pasti akan lebih bersemangat dalam bekerja dan mengejar target bersama.

Bangunlah Komunikasi dengan Rekan Kerja Sesering Mungkin

Fungsi komunikasi jelas penting bukan? Dengan adanya komunikasi akan menjadi jelas mengenai apa yang diharapkan dari atasan dan hal-hal apa yang bisa diperbaiki dari sistem kerja kita sebagai karyawan. Setidaknya kita bisa sama-sama tahu dan mengevaluasi, apakah telah sesuai atau ada yang harus diperbaiki atau mungkin ada hal-hal lainnya yang harus dilakukan. Komunikasi tak hanya saat rapat mingguan saja, bangunlah keakraban setiap harinya supaya tidak ada rasa canggung antara satu dengan yang lainnya.

 

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Gaya Hidup dan Kebiasaan Generasi Milenial Berpotensi Memicu Bangkrut di Usia 40-an

Melancong dan hobby nongkrong, barangkali jadi dua hal yang kerab akrab pada generasi milenial. Yaap, orang-orang yang kebetulan lahir pada periode tahun di atas tahun 1980-an hingga tahun 1997, diprediksi memiliki kemungkinan terpuruk dalam segi keuangan di usia 40.

Dari beberapa penelitian, konon hal ini disebabkan karena kita sulit untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran. Menikmati hidup digadang-gadang jadi sesuatu yang sedang dijalankan, kita mungkin memang sering lupa jika hidup bukan untuk hari ini saja.

Gambaran sikap ini memang tak serta merta tumbuh begitu saja. Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, juga berpengaruh untuk membentuk pribadi seorang manusia. Tak terkecuali para generasi Milenial yang tak lain adalah kita.

Dan menurut Prita Ghozie, CEO ZAP Finance beberapa kebiasaan tersebut tak lepas dari slogan “You Only Live Once” atau lebih dikenal dengan “YOLO”. Tak hanya Itu saja, Jason Vitug dalam buku You Only Live Once: The Roadmap to Financial Wellness and a Purposeful Life (2016), mengatakan bahwa slogan YOLO menjadi ekspresi akan ketidakpastian hari esok. Slogan ini mengajarkan untuk meraih kesempatan dan hidup dengan bebas. Dan setidaknya ada 3 hal utama yang menyebabkan kebangkrutan di usia 40.an nanti.

Membeli Sesuatu Bukan Karena Kebutuhan, Jadi Gambaran Jika Kita Nampaknya Tak Punya Tujuan

Katakanlah kamu dan saya kini sudah berada pada rentan usia 24-26 tahun, bukannya belajar untuk mulai menabung. Kita lebih suka bepergian meski tanpa alasan yang jelas. Barangkali sosial media dan gambaran kehidupan didalamnya jadi salah satu alasan, mengapa kita kerap terjebak dalam perilaku yang seperti ini. Mulai dari membeli barang hanya karena tren, hingga nongkrong di tempat kece hanya untuk sebuah foto di feed instagram.

Maka bukan tidak mungkin, jika masih saja terus menerus seperti ini. Benar, pada usia 40 tahun kita mungkin akan bangkrut karena tak bisa mengelola keuangan. Dan salah satu gambarannya, bisa kita lihat pada hasil riset yang dilakukan oleh rumah123.com dan karir.com, dimana gaya hidup generasi milenial di Indonesia (25-35 tahun) lebih mengutamakan aktivitas travelling ketimbang membeli rumah.

Lebih Besar Pasak daripada Tiang, yang Berarti Kita Gagal dalam Hal Mengatur Keuangan

Berapa banyak dari kita yang masih, membuat catatan atau list secara manual kemana hasil pendapatan akan ditempatkan? Mulai dari berapa biaya transport untuk ke kantor, alokasi uang untuk makan sebulan, berapa persen gaji yang akan dijadikan tabungan, hingga biaya lain-lain yang juga perlu untuk disediakan.

Penghasilan yang sejatinya bisa dipakai untuk tabungan dan hidup yang lebih baik, lebih sering kita pakai hanya untuk bertahun hidup dalam sebulan. Bahkan jangankan untuk menunggu tanggal gajian, uang yang diterima biasanya hanya akan habis bergitu saja. Tanpa menempatkan dana sesuai kebutuhan.

Salah satu contohnya adalah perilaku konsumtif yang ditunjukkan dengan makan di tempat-tempat mewah. Hal ini dibuktikan dengan, penggunaan kartu kredit Bank of America Merrill Lynch yang dikutip Weforum.org menunjukkan jika restoran adalah muara terbesar dari uang milik milenial di Amerika Serikat, dengan sebanyak 23,8 persen pengeluaran kita pakai hanya untuk makan di restoran.

Seolah Hidup Untuk Hari Ini Saja, Sebagian Besar dari Kita Tak Punya Dana Darurat Untuk Situasi yang Mendesak Lainnya 

Bersenang-senang bukanlah sebuah pilihan yang salah, bahkan jika kamu akan bilang jika harus bisa bahagia seolah-olah esok tak akan lagi ada di dunia. Itupun bisa diterima. Tapi, kehidupan yang kita jalani adalah sebuah fakta, bukanla ilusi dengan bayang-bayang bermodal perkiran-perkiraan akan hal-hal yang senang-senang saja.

Coba bayangkan, jika suatu waktu ada sesuatu yang terjadi di luar rencana. Sakit penyakit ataupun kesialan yang mungkin menimpa kita. Alih-alih masih bisa tetap tenang karena punya uang simpanan, seringnya kita mungkin akan merelakan aset untuk dijual demi memenuhi kebutuhan.

Tak bisa dihindari, jika memang tak ingin bakrut pada usia 40.an, kita memang harus bisa berhitung tentang berapa kebutuhan dana yang diperlukan untuk memenuhi pengeluaran yang sifatnya wajib, butuh, atau hanya ingin saja.

Hal lain yang mungkin bisa dipilih, dengan menempatkan 10 persen gaji untuk investasi, tapi jangan dipakai hingga usia 40 tahun nanti.

 

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:22 pm

    Wah, info berharga banget, nih. Makasih, ya. Sekalian mau izin share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top