Feature

Capek Gendong Bayi? Kesal Anak Rewel? Ketika Ia Berusia 10 Tahun Dan Menolak Dipeluk, Saat Itu Kamu Menyesal!

Tak pernah ada yang bilang merawat anak itu mudah. Bangun tengah malam karena tangisannya tentunya membuat kondisi badan tak nyaman. Seiring bertambah usianya, berat badannya pun bertambah, rasa pegal mulai melanda ketika diminta gendong.

Belum lagi ocehan cerewetnya ketika mulai bisa bicara. Semua hal ingin diceritakannya tanpa henti. Sementara terkadang pikiran sedang lelah karena pekerjaan dan ingin sekali istirahat. Apalagi kemana-mana selalu minta ditemani. Seolah tak ada lagi me time untuk ayah maupun bunda. Lelah? Capek?

Sekarang Kesal Ketika Terbangun Tengah Malam Akibat Tangisan, Ketika Ia Sudah Tidur Di Kamar Sendiri Justru Kamu Yang Rindu

Bisa dibayangkan pusingnya beraktivitas seharian dan ketika sampai di rumah mau beristirahat, malah terganggu tangisan bayi. Ingin rasanya mengabaikan begitu saja dan gunakan penutup telinga. Menyuruh pasangan untuk menenangkan si kecil di tengah malam sepertinya jadi pilihan menarik.

Tapi coba bayangkan, ketika anakmu beranjak besar dan kemudian meminta tidur di kamar terpisah. Jangankan tangisnya, kamu bahkan tak lagi bisa menemaninya menghabiskan malam sebelum mata terpejam. Seringnya dia justru memintamu meninggalkannya di kamar sendirian. Ketika itu kamu rindu tangis kecilnya dulu.

Sekarang Capek Gendong, Sementara 5 Tahun Lagi Peluk Gendong Dirimu Tak Lagi Menarik Buatnya

Sedikit-sedikit si kecil akan minta gendong. Dipeluknya erat dirimu, seolah tak mau lepas. Bukannya tak sayang, tapi badannya yang kian berat memang kadang bikin pinggang terasa pegal.

Tapi momen ini sesungguhnya akan begitu lekas berlalu. Ketika ia sudah mulai lancar berjalan dan berlari, besar kemungkinan peluk gendongmu tak semenarik dulu. Makin dewasa malah ia malu untuk terus berada dibuaianmu. Dan ketika saat itu tiba kamu malah ingin menggendongnya selalu.

Sekarang Lelah Dengar Bawel Curhatnya, Ketika Masuk SMP Dia Tak Lagi Mau Bercerita

Kata-katanya mungkin tak jelas. Kalimatnya masih penuh berantakan. Ceritanya bercampur antara fiksi dan kenyataan. Pusing kalau harus meladeni anakmu bercerita terus menerus.

Padahal waktu itu tak akan berlangsung lama. Selepas SD dan beranjak masuk SMP dia hanya akan bercerita ke kawannya saja. Tak akan lagi dia berbagi cerita hari-harinya kepadamu.

Sekarang Malas Temani Sulitnya Bikin PR, Padahal Nanti Kamu Rindu Dimintai Solusi Akan Masalahnya

Sudahlah rumit menyelesaikan masalah kita sendiri, masih harus pulak diminta bantuan menyelesaikan soal-soal sekolah. Jalan paling mudah memang memberikan les tambahan dan kemudian tak lagi terlibat urusan tersebut.

Coba kamu sadari ketika nanti dia sudah punya banyak kawan dan mengenal pihak lain. Pada saat itu kamu mungkin akan jadi orang terakhir yang didatangi ketika mereka punya kesulitan. Ketika itu rindumu membuncah ingin mendengar keluh kesahnya dan dimintai solusi.

Sekarang Diajak Bermain Macam Beban, Sementara Selepas SD Dia Hanya Akan Bermain Dengan Temannya Saja

Tak mudah memang tetap tertarik dengan permainan anak-anak. Karena sebagai orang dewasa kita tak lagi mengalami tantangan melakukan permainan tersebut. Wajar kemudian rasa malas mendera ketika anak mengajak main bersama.

Namun sesungguhnya momen tersebut akan segera hilang. Selepas sekolah dasar ia juga sudah tak lagi melibatkanmu dalam kesenangan bermainnya. Orang tuanya akan dianggap tak bisa mengimbangi kemajuan jaman yang mereka hadapi. Dan kamu pun ditinggalkan.

Sekarang Peluk Cium Hanya Formalitas, Ketika Anakmu Dewasa Hanya Itu Yang Kau Rindukan

Kapan terakhir mencium si kecil? Mungkin kamu termasuk yang melakukannya sering. Tapi apakah kamu benar-benar meresapinya? Atau sekedar formalitas ketika melepasnya masuk ke sekolah misalnya.

Sekarang mungkin ciuman sayang itu hanya lewat begitu saja, namun percayalah kamu akan merasakan rindunya mencium anakmu ketika ia mendewasa. Tak mudah memintanya menerima ciumanmu nanti. Apalagi ketika di depan teman-temannya. Ia tentu malu terlihat sebagai anak manja, sementara ketika itu kamu yang butuh ingin bermanja dengaannya.

Sadarkah Kamu Momen Ini Hanya Akan Berulang Ketika Kamu Punya Cucu, Itupun Kalau Kamu Diberkahi Umur Panjang

orangtua

Momen ini akan sesegera mungkin berlalu, dan taukah kamu hal itu hanya akan berulang nanti 20 tahun lagi ketika anakmu sudah mempunyai cucu. Dan ketika itu, apakah kamu masih diberi berkah umur panjang? Sampaikah kamu ke momen itu lagi?

Kenapa Orang Tuamu Memanjakan Cucunya? Bisa Jadi Dahulu Mereka Melakukan Kesalahan Sepertimu Saat Ini

Sebagaian kamu mungkin sering kesal ketika orang tuamu yang kini berpredikat kakek dan nenek begitu memanjakan cucunya. Semua kedisiplinan yang kalian terapkan bisa diterabas begitu saja oleh kakek nenek.

Coba kamu merenung sejenak, mungkin orang tuamu sedang membayar kerinduan dan rasa bersalahnya ketika merawatmu dulu. Mereka sudah menyadari betapa rindunya memelukmu, menggendongmu dan membelikanmu jajanan untuk membuatmu tersenyum. Mereka mungkin dulu tak melakukannya karena dulu mereka ada di posisimu.

Jadi pahami mereka, berbaik hatilah kepada mereka. Peluk orang tuamu saat ini juga dan cium mesra si kecil sedari sekarang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Naik Motor Bukan Sekedar Menyalakan Mesin, Ini Safety Riding Yang Wajib Dilakukan

Berkendara di jalanan, bisa berarti kita sedang berataruh nyawa. Tak percaya? coba lihat berapa banyak nyawa yang hilang karena kecalakaan di jalan saat sedang berkendara. Bahkan dari data dari Analisa dan Evaluasi (Anev) Laka lantas POLRI, ada sekitar 105.374 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2016. Dan sebagian besar penyebabnya adalah kelalaian saat bekendara.

Sebagian dari kita mungkin merasa sudah paham bagaimana cara berkendara dengan benar. Tapi justru karena merasa diri sudah tahu, kita malah mengabaikan tindakan yang seharusnya dilakukan. Nah untuk itu, demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan selama dijalan. Cobalah pahami dan jalankan prosedur safety riding ini dengan benar.

Pastikan Jika Kepala Milik Kita Selalu Memakai Helm Yang Akan Melindunginya

Benar, memakai helm jadi salah satu kebutuhan saat berkendara. Bahkan ini juga telah di atur dalam undang-undang lalu lintar. Namun faktanya masih banyak pengendara yang justru mengabaikannya. Coba tengok berapa banyak acara televisi yang sering menayangkan kegiatan para polisi dijalan yang sering menilang pengendara karena tak pakai helm.

Alih-alih tak mau disalahkan, kita sering berdalih “Cuma kesitu saja kok, deket!”
Mungkin kita akan sadar jika nanti, tiba-tiba di jalan kita kehilangan keseimbangan hanya karena ada debu yang masuk ke mata. Dan bukan tak mungkin, sesuatu yang tak di inginkan bisa saja terjadi.

Latih Diri Dengan Beberapa Gerakan Yang Mungkin Akan Ditemukan Sepanjang Perjalanan

Karena jalanan tak akan selalu lurus, kita perlu tahu bagaimana menyeimbangkan diri dengan baik dan benar sesuai medan yang dilalui. Jangan hanya ketika akan mengambil SIM kita berlatih slalom. Ingat lagi semua ujian pak polisi ketika itu.

Ketika di area rumah, coba buat angka delapan ketika naik motor, lalu putar balik tanpa kaki menyentuh tanah. Lalu latih jalan zig zag untuk menajamkan refleks ketika di jalan. Berjalan pelan sambil menjaga motor tetap stabil. Dan cobalah beberapa alternatif situasi lain di area rumahmu yang aman.

Kemudian Teknik Tarik Rem Yang Tak Boleh Asal-asalan

Untuk beberapa kasus kecelakaan lalu lintas, beberapa dari mereka jatuh karena teknik pengereman yang tak baik. Padahal komposisi mengerem yang ideal adalah 60:40. Dengan kata lain, pengguna rem depan sebanyak 60 persen dan rem belakang sebanyak 40 persen.
Aktualisasi teknik pengereman yang benar akan menghindarkan kita dari terjadinya slip saat sedang menarik rem.

Hal lain yang perlu di ingat, kita juga harus selalu memperhatikan jalanan yang sedang kita lalui. Serta tingkat kecepatan saat kita ingin menarik tuas rem pada motor.

Lalu Pastikan Keadaan Motor Dalam Keadaan Baik Dan Pilih Motor Yang Oke Seperti Suzuki All New Satria 150

Apapun alasannya, keadaan motor yang tak baik, tak seharusnya dibawa untuk berkendara. Karena itu salah satu hal yang wajib kita lakukan adalah memastikan kondisi motor terlebih dahulu.

Cek keadaan motor, mulai dari rem, lampu, termasuk lampu sein. Apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Selanjutnya pastikan pula bahwa tekanan angin pada kedua ban telah sesuai dengan anjuran dari pabrik. Perhatikan pula kaca spion yang akan membantu kita selama perjalanan dan jangan lupa untuk tetap menyalakan lampu selama perjalanan.

Untuk mendukung safety riding tentunya memilih motor yang mumpuni jadi syarat utama. Pilihlah motor yang memiliki perbandingan tenaga dan bobot yang cukup, sehingga tak merepotkan jika harus melewati pengendara lain di jalan.

Kamu bisa memilih Suzuki All New Satria 150. Sebagai motor berdimensi kompak, ringan dan berperforma tinggi, All New Satria F150 tentunya mampu melaju tanpa hambatan. Mendominasi performa di kelasnya, All New Satria F150 dibekali mesin berteknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) yang memberikan akselerasi spontan dan padat saat kapanpun diinginkan pengendaranya. Penggunaan radiator beukuran besar sebagai sistem pendingin suhu mesin, memastikan kondisi terbaik untuk konsistensi performa dan keawetan komponen mesin.

Sementara itu All New Satria F150 juga sudah dilengkapi dengan cakram di depan dan belakang. Tentunya kendaraan berbobot hanya 19 Kg ini akan dengan mudah dihentikan jika kita membutuhkannya. Kita juga tak perlu khawatir jika harus berkendara malam. Karena motor ini sudah dilengkapi dengan lampu LED tipe baru.

Kini All New Satria F150 hadir dengan pilihan warna untuk varian standard, yaitu Brilliant White, Stronger Red dan Titan Black. Selain itu, masih ada 2 pilihan warna spesial untuk varian High Grade, yaitu Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar MotoGP 2017.

Hindari Pemakaian Aksesoris Pada Tubuh Atau Motor Yang Bisa Memicu Bahaya

Niatnya sih melindungi diri, tapi jika sudah bernasib buruk tentu kita tak bisa berbuat apa-apa. Salah satu contoh yang dapat kita ambil adalah pemakaian jas hujan saat berkendara. Jas hujan model ponco masih banyak dipilih pengguna motor. Bukan hanya karena bentuknya yang lebar hingga bisa melindungi dari basah, namun model ini juga sangat mudah untuk di gunakan.

Akan tetapi ponco menyimpan bahaya yang tak bisa dianggap remeh jika bagian belakangnya dibiarkan berkibar, tentu ini jadi masalah besar. Karena bisa saja, bahan belakang dari jas yang sedang berkibar terkait pada benda lain. Hingga tergulung dan masuk pada lingkar roda motor yang kita pakai. Untuk itu jika memang akhirnya memilih model seperti ini, pastikan kita akan memakainya dengan benar. Agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Jangan Lupa Pula Untuk Memastikan Kondisi Tubuh Kita

Semuanya tentu tak akan bisa berjalan tanpa adanya kita sebagai pengendaranya. Sebelum memulai perjalanan, jangan lupa untuk memeriksa kondisi tubuh kita. Karena walau bagaimanapun kondisi tubuh yang baik, jadi modal yang harus kita punya jika naik motor. Ini akan membantu kita terhindar dari hal-hal yang tak kita inginkan tentunya.

Berhenti jika memang mengantuk, kumpulkan tenaga dalam beberapa waktu. Ini akan jauh lebih baik daripada tetap memaksakan diri berjalan terus. Karena tujuan bepergian adalah sampai dengan selamat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Kalah Asyik, 9 Cara Bermain Bersama Anak Tanpa Smartphone Ini Bisa Diterapkan Orangtua

Semakin banyak saja smartphone yang diiklankan dengan fitur-fitur yang unggul. Tidak hanya kebutuhan komunikasi tapi juga pendidikan, bisnis, dan hiburan pun terpenuhi. Beberapa orangtua, dengan alasan rasa sayang, membiarkan anak-anak bermain dengan smartphone.

Pada kondisi tertentu, smartphone untuk permainan anak dianggap lebih simpel. Tidak perlu bawa bahan dan alat tertentu. Apalagi ketika anak rewel mendadak. Misalnya saat di restoran dan sedang menunggu pesanan makanan, bingung juga apa yang harus dilakukan.

Sebenarnya, Smartphone untuk anak-anak bukan pilihan yang bijak. Jika berlebihan bisa bikin kecanduan. Dunia anak adalah dunia bermain, mereka sangat menyukai permainan. Kalau anak mulai bosan, Jangan buru-buru mengeluarkan smarphone. Simak dulu beberapa cara bermain bersama anak tanpa smartphone. Beberapa diantaranya tidak membutuhkan peralatan khusus dan praktis. Dijamin menyenangkan!

Meski Tahun Terus Berganti, Bermain Tebak-tebakan Tetap Ampuh Membuat Suasana Berubah Ceria

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Orangtua dapat memanfaatkannya dengan main tebak-tebakan. Misalnya orangtua yang menyebutkan ciri suatu benda, anak yang menebak namanya. Cara ini bisa dilakukan di mana saja, karena tanpa menggunakan alat apa pun.

Buat Suasana Jadi Menyenangkan Dengan Mengajak Anak Bernyanyi

Anak-anak senang sekali mengekspresikan dirinya. Minta mereka menyanyikan lagu seperti Balonku Ada Lima, Pelangi-Pelangi, Bintang Kecil hingga lagu berbahasa asing seperti Twinkle-twinkle Little Star. Tepuk tangan dan menari juga disarankan. Eits, jangan lupakan juga lagu dari animasi kesayangannya.

Menggambar Dan Mewarnai Dapat Membuat Anak Lebih Kreatif

Menggambar dan mewarnai adalah kegiatan anak-anak yang umum dilakukan. Menggambar atau mewarnai benda-benda yang disukai memang seru. Alternatif yang tidak biasa misalnya melukis dengan menggunakan cap tangan. Gunakan cat yang aman untuk anak. Bakalan lebih kreatif nih mereka!

Atau Bisa Dengan Membuat Kerajinan Kertas Bersama-sama

Kerajinan kertas bisa terdiri dari melipat maupun menggunting. Ajak anak membuat perahu kertas, pesawat kertas, maupun binatang seperti katak dan lainnya. Menggunting berbagai gambar dan menempelkannya juga bisa. Tingkat yang lebih sulit misalnya ajak anak menghias foto atau buat scrapbook. Jangan lupa, berikan penghargaan dengan memajang atau menempel hasilnya. Anak akan termotivasi membuat karya yang lebih bagus.

Menyusun Puzzle Dan Lego Tentu Akan Membuat Anak Antusias

Puzzle mengasah daya ingat dan konsentrasi anak. Kalau ada waktu lebih, bikin puzzle sendiri juga gampang kok. Anak tidak akan pernah bosan bermain puzzle yang beragam. Selain puzzle, menyusun lego atau balok juga meningkatkan kemampuan fokus anak.

Membaca Dongeng Pun Tak Kalah Menarik. Lagi Pula Pesan Moral Yang Terdapat Dalam Dongeng Berpengaruh Positif Untuk Perkembangan Anak

Membaca memang tidak masuk dalam kategori permainan. Tapi membaca dongeng bisa jadi salah satu pilihan. Kegiatan ini tidak harus dilakukan menjelang tidur. Setelah membaca dongeng bersama-sama, tanyakan apa tanggapannya mengenai beberapa tokoh. Tantang mereka untuk memainkan peran tokoh tersebut. Secara tidak sadar ia belajar mengenai kehidupan.

Libatkan Anak Dalam Permainan Mencari Harta Karun Dan Buat Dia Bersemangat Menemukannya

Amankan barang berharga mereka, misalnya mainan kesayangan. Ajak anak untuk menemukannya. Memberi daftar barang-barang lain juga lebih menantang. Berilah batasan wilayah di mana harus mencari, misalnya sebatas ruang tidur dan ruang keluarga saja.

Permainan Bola Selalu Bisa Membuat Suasana Jadi Ceria

Ada banyak macamnya permainan bola, sebut saja lempar dan tangkap bola, menendang bola atau basket dengan ring yang lebih rendah. Menggunakan balon warna-warni juga menarik. Tinggal modifikasi saja aturan mainnya.

Membuat Permainan Sendiri? Kenapa Tidak?

Beli mainan sih udah sering, kalau buat sendiri? Cobalah membuat mainan bersama anak, pasti asyik. Kalau ada barang bekas seperti botol, kardus atau kain, manfaatkan saja. Anak-anak pasti menikmati proses pembuatannya. Apalagi kalau disesuaikan dengan kesukaan mereka. Bermainlah bersama mereka dengan hasil karyanya, pasti bangga.

Pilih permainan yang sesuai dengan usia anak. Tapi sebenarnya, semua kegiatan yang menyenangkan juga termasuk kategori permainan. Lebih bagus lagi kalau yang bermanfaat. Tidak hanya memberikan kesenangan tapi pengalaman dan pembelajaran. Ikatan antara orangtua dengan anak juga jauh lebih erat. So, jangan mau dikalahkan dengan smartphone. Kalau mereka tidak bermain dengan kita, maka dengan siapa lagi?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Rugi Banyak Saat Membiarkan Konflik Merusak Keharmonisan Keluargamu. Jaga Baik-baik Ya!

Punya keluarga yang harmonis jelas jadi dambaanmu bukan? Kamu patut bersyukur jika hal itu kamu miliki. Sebab membangun keluarga yang harmonis sejatinya bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Ada perjuangan tersendiri melewati berbagai konflik dan intrik keluarga. Contoh kecilnya, kamu mungkin sering mendengar selebriti yang tiba-tiba dikabarkan berkonflik dengan keluarganya. Setelahnya, meski telah melalui semua itu, tak sedikit yang mengaku keluarga mereka justru makin sulit bersatu.

Mempertahankan keutuhan keluarga memang bukan hal yang mudah, tapi juga bukan hal yang sulit dilakukan. Semuanya perlu proses dan tak selamanya kehadiran konflik harus dimaknai sebagai awal retaknya hubungan keluarga, justru menjadikannya sebagai proses pendewasaan bagi antar anggota keluarga akan jauh lebih bijak, bukan? Kamu mungkin perlu tahu, lima hal ini ternyata bisa menjadi pemicu terjadinya konflik di dalam rumahmu.

Kritik Itu Memang Perlu, Namun Fungsi Kritik yang Baik adalah Untuk Membangun, bukan Untuk Menjatuhkan Saudaramu

Kata-kata yang kamu lontarkan sesekali bisa jadi pisau bermata dua. Menjaga keutuhan keluarga dimulai dengan membangun komunikasi dengan baik. Karenanya, melontarkan kritik pedas pada keluarga sejatinya tak perlu dilakukan. Sesuatu yang kamu katakan bisa saja menyinggung salah satu anggota keluargamu. Ingatlah, jadikan rumah tak hanya sebagai tempatmu bernaung, tapi disitulah dimana hatimu berada. Keluarga yang harmonis tak akan menyakiti anggota keluarganya dengan kritik, caci maki, ataupun gertakan. Coba ingat lagi, bagaimana sikap dan tutur katamu selama ini?

 

Jangan Bergosip! Penyakit Ini Tak Hanya Merusak Persahabatan, Gosip yang Ada Di Lingkup Keluarga Juga Mengancam Keharmonisan Rumahmu

Kamu mungkin tak sadar, seringkali kamu membicarakan perilaku kakakmu kepada adikmu, atau kalau kamu tak suka dengan ucapan adikmu, kamu justru lebih suka menggosipkannya dengan saudaramu yang lain. Hal-hal semacam ini yang sejatinya menjatuhkan keutuhan keluargamu. Akan jauh lebih baik kalau kamu merasa risih, katakan secara langsung. Toh dia adalah saudaramu, kamu dan dia hidup dan dibesarkan oleh orangtua yang sama. Jadi, untuk apa menggiring opini dan gosip ke saudaramu yang lain? Sekalipun ada persaingan, kamu perlu tahu, respect terhadap saudara kandung adalah prinsip ideal yang harus kamu terapkan.

 

Saat Terdesak, Kamu Lebih Memilih Berbohong. Padahal Bohong dengan Siapa Pun Tidak Dianjurkan, Apalagi dengan Keluarga

Berbohong berarti sama saja menipu. Kamu perlu tahu, di luar sana banyak keluarga yang akhirnya berantakan, semisal kakak tak lagi menegur adik selama bertahun-tahun, atau orangtua bahkan sangat melarang sang anak pulang ke rumah,  hal itu ada yang didasari karena keluarga merasa dibohongi oleh salah satu anggotanya. Perselisihan akibat kebohongan sangat rentan terjadi.

Kamu tahu ‘kan? Kepercayaan bak kaca yang semula baik-baik saja tapi tetiba dibanting sehingga pecah berkeping-keping. Sekalipun kamu berusaha memperbaikinya, bentuknya tak akan sama lagi. Ketika dalam benakmu terlintas untuk berbohong, coba ingat lagi jika setiap tindakanmu pasti ada konsekuensi yang nantinya akan kamu hadapi.

 

Menghargai Pilihan Anggota Keluarga Sangatlah Penting, Itulah Saatnya Kamu Belajar Menghargai Perbedaan

Kamu dan saudaramu mungkin dibesarkan oleh orangtua yang sama dan diasuh dengan cara yang sama. Tapi bukan berarti hidupmu dan hidup saudaramu harus sama seterusnya. Pada saatnya, kamu akan tahu jika kalian punya jalan hidup masing-masing. Saat itulah tak seharusnya kamu memaksakan pilihan kalian agar seragam. Terlebih setelah kalian beranjak dewasa, pasti muncul perbedaan pandangan. Jangan sampai hal itu membuat kalian bertengkar. Justru akan lebih bijak kalau hal itu dijadikan sarana untuk berdiskusi. Menghargai siapapun itu perlu, termasuk menghargai setiap hal yang dipilih oleh saudaramu.

 

Saat Bertengkar, Seringkali Antar Saudara Sungkan Meminta Maaf dan Gengsi Memberi Maaf. Sudah Saatnya Kamu Singkirkan Egomu Jauh-jauh

Kata ‘maaf’ tetiba menjadi kelu untuk diungkapkan saat kamu bertengkar dengan saudaramu. Ingatlah, nobody is perfect. Kamu berhak menerima ucapan maafnya, atau kalau kamu salah berarti itulah saatnya kamu meminta maaf. Percayalah, menepis ego akan mendatangkan hal yang baik bagi keutuhan keluargamu. Bukankah membahagiakan melihat keluarga yang begitu harmonis dan menerima satu sama lain?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karier Istri Boleh Lebih Sukses, Tapi Jangan Sampai Jadi Alasan Untuk Bercerai

Saat membina bahtera rumah tangga, tak sedikit pria yang mengizinkan istrinya untuk bekerja. Tapi saat istrinya lebih sukses, pada kenyataannya masih banyak pria yang belum bisa menerima hal itu. Padahal, bukankah kesetaraan gender telah lama diserukan? Bahkan kondisi tersebut acap kali menjadi pemicu perceraian.

Padahal keputusan seorang istri untuk bekerja pada dasarnya atas izin suami bukan? Pertimbangan awalnya mungkin karena faktor finansial. Namun tak jarang ada juga suami yang memberikan izin bekerja demi mengejar karier dan kesuksesan yang memang sejak lama menjadi impian istrinya. Sehingga pernikahan diharapkan tak lagi menjadi batu sandungan untuk mengejar karier. Jika memang demikian, bukankah seharusnya tak perlu ada perceraian?

 

Sebagai Suami, Tak Perlu Minder Jika Istrimu Lebih Sukses, Apalagi Sejak Awal Pun Kamu Selalu Memberinya Dukungan

Psikolog Mira Anin menilai, pada dasarnya fenomena perceraian yang dipengaruhi karena kesuksesan seorang istri memang cenderung lebih banyak terjadi di masyarakat dengan budaya ketimuran seperti Indonesia. Apalagi seorang suami yang notabene seorang laki-laki memang lebih ditekankan untuk bisa mengungguli keberhasilan istri.

Situasi dimana istri lebih sukses akhirnya membuat suami cenderung minder. Entah kepada keluarga, teman dekat, bahkan tetangga sekitar.  Sebagai suami, sebaiknya kamu harus menepis rasa minder yang mulai muncul. Istrimu bisa mencapai suksesnya seperti sekarang ini juga berkat dukungan dan semangat darimu.

 

Menepis Rasa Minder Adalah Satu-satunya Kunci Agar Kamu Tak Melampiaskannya Pada Perselingkuhan

Sebagai suami, mungkin kamu akan merasa tersisihkan saat mengetahui karier istrimu kian memuncak. Rasanya berat sekali bertemu orang-orang yang menanyakan kabarmu dan memberi apresiasi begitu mendengar karier istrimu yang jauh lebih melesat. Di lain sisi, teman-temanmu yang tak mengerti kondisi hatimu justru menjadikan situasi ini sebagai bahan bercanda.

Rasa minder yang timbul dalam diri pun kian besar karena semakin lama kamu kian termakan situasi. Jika sudah berada dititik ini, tandanya kamu perlu mengontrol diri. Mira Anin menilai jika seorang suami tak mampu mengendalikan diri terhadap rasa mindernya, bukan tak mungkin ia justru memilih melampiaskan pada hal yang tidak benar seperti perselingkuhan dan perubahan sikap yang kian tertutup bahkan pada istrinya sendiri.

 

Untuk Istri, Jangan Lupa Berikan Apresiasi Terbaikmu Kepada Suami. Bagaimanapun Situasinya, Tetap Tunjukkan Padanya Kalau Dia Adalah Belahan Jiwamu!

Meski secara finansial, jenjang karier istri lebih tinggi maka bukan berarti kamu lantas mulai melupakan prinsip jika suami tetaplah pemimpin di dalam rumah tangga. Sebagai istri, jangan lupa untuk terus memerhatikan suamimu dalam berbagai aspek. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi entah lewat kado kecil atau hal-hal romantis yang biasa kamu lakukan untuknya. Hal itu akan membantu menepis rasa mindernya serta membuatnya tetap percaya diri jika dia adalah suami terbaik untukmu. Jangan membuat situasi justru jadi lebih kaku dan perlahan lupa jika kalian adalah belahan jiwa yang telah disatukan lewat ikatan pernikahan.

 

Pernikahan Adalah Ikatan Seumur Hidup, Karenanya Penting untuk Selalu Terbuka Satu Sama Lain Demi Mempertahankan Ikatan Itu

Salah satu cara yang sangat efektif demi langgengnya pernikahan kalian adalah keterbukaan ditengah situasi apa pun. Mira mengatakan, istri harus mau menerima masukan dan pandangan dari suami meski dia merasa sudah meraih kesuksesannya. Saat di posisi ini, istri sebaiknya memahami ego pria. Begitu pun dengan suami, ia juga harus mengatakan ketidaksukaannya pada hal-hal yang terjadi lantaran target sang istri yang sibuk mengejar karier.

Dengan keterbukaan, komunikasi yang terjalin diantara kalian pun semakin berkualitas. Dengan demikian, baik istri maupun suami pun akan kompak saat menghadapi komentar keluarga besar maupun lingkungan sekitar. Karena pada dasarnya, kalian harus tetap saling support.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top