Feature

Bukannya Takut dengan Alam Luas, Tapi Berada di Rumah Justru Membuat Jiwaku Merasa Jauh Lebih Bebas

Di saat teman-temanku berlomba untuk pelesiran ke berbagai penjuru negeri atau bahkan sampai ke luar negeri, aku lebih memilih tak pergi kemana-mana saat libur. Liburanku selama setahun bisa dihitung dengan jari, kalaupun harus keluar rumah, aku tak akan betah berlama-lama atau jauh dari rumah. Menurutku, rumah adalah tempat ternyaman dibanding tempat manapun yang bisa aku kunjungi.

Telingaku pun sudah akrab dengan julukan ‘anak rumahan’ yang disematkan padaku. Karena setiap harinya mungkin aku hanya terlihat melakoni aktivitas lalu pulang ke rumah. Juga saat akhir pekan, dibanding hang out ke mall, aku memilih melakukan banyak hal di rumah. Meski demikian, bukan berarti aku tertutup dan tak punya teman. Bukan juga lantaran takut alam luas dan tak punya nyali untuk bepergian jauh. Hanya saja, ada semacam kemewahan tersendiri saat aku bisa berada di rumah berlama-lama dan melakukan banyak hal yang kusukai.

Meski Jarang Bepergian, Tapi Aku Tetap Memahami Makna Sebuah Pertemanan

Awalnya aku dianggap sosok yang sangat minder lantaran selalu berada di dalam rumah. Disangka tidak punya teman pun sudah biasa. Tapi hal itu tak sepenuhnya benar. Meski jumlah temanku bisa dihitung dengan jari, justru dari situ aku menemukan lingkaran pertemanan yang berkualitas. Keberadaan mereka yang menjadikanku tak minder, apa lagi kurang pergaulan. Kamu perlu tahu, anak rumahan mungkin hanya memiliki satu atau dua teman dekat. Namun aku rasa disitulah keuntungannya. Aku tak perlu kompromi dengan drama pertemanan, dimana ada teman yang datang hanya ketika butuh.

Intens Berkomunikasi dengan Keluarga Sendiri Membuatku Memahami Bahwa Aku Tak Perlu Pergi Kemana-mana Demi Mencari Jati Diri

Aku tak peduli dengan perkataan orang di luar sana yang menilaiku manja karena tak bisa jauh dari orangtua. Karakterku yang seperti ini terbentuk karena ayah dan ibu selalu membiasakan quality time bersama keluarga. Itulah mengapa aku merasa tak lagi perlu bepergian ke mana-mana hanya demi mencari jati diri. Aku sudah tahu apa yang aku butuhkan dan aku cari, sehingga tak perlu lagi sibuk membuang-buang waktu untuk mencari kesenangan di luar rumah. Daripada sekadar nongkrong dan sibuk membicarakan orang, prinsipku lebih baik mengisi waktu bersama keluarga.

Memang Aku Perlu Banyak Bersyukur Sebab Rumahku Selalu Mencukupkan Banyak Hal yang Aku Perlukan

Sebagai anak rumahan, awalnya aku bingung melihat banyak orang-orang seusiaku yang hobinya keluyuran hingga larut malam. Saat ditanya, mereka bilang untuk mencari kesenangan. Sejatinya, kesenangan macam apa? Namun di samping itu, memang selalu ada yang mengejekku “Mainmu kurang jauh”. Memangnya hal itu menjamin kamu bahagia dengan lebih banyak bermain?  Tapi disamping itu aku juga harus banyak-banyak bersyukur. Meski rumahku bukan termasuk rumah mewah nan gedongan, tapi aku diberikan banyak hal yang aku butuhkan. Aku dibebaskan untuk berekspresi di dalam rumah. Rumah seperti menawarkan segalanya untukku sehingga aku bisa beraktivitas di dalamnya dengan nyaman dan tanpa merasa bosan.

Lantaran Jarang Bepergian, Anak Rumahan Jadi Dikenal Pandai Menabung

Memang benar. Sejak masih bersekolah, aku memilih untuk menyimpan uang saku yang diberikan orangtua, dibanding menghabiskannya begitu saja saat nongkrong bersama teman. Mungkin ini salah satu hal yang bisa aku banggakan. Ya, aku jadi mulai terlatih untuk menabung dan kebiasaan tersebut masih terbawa hingga hari ini. Dengan demikian, kebiasaan ini seperti menyelamatkanku dari yang namanya ‘kebangkrutan’ bila sewaktu-waktu aku memang sedang butuh uang. Lihatlah, jadi anak rumahan tak selamanya tampak begitu menyedihkan bukan?

Dengan Menghabiskan Banyak Waktu di Rumah, Hobiku Jadi Semakin Terasah

Inilah keuntungan lain yang aku miliki. Aku jadi punya banyak waktu untuk melakoni hal-hal yang memang kusukai. Apalagi hobi yang aku jalani memang bisa dilakukan di dalam rumah, seperti membaca, menulis, menggambar, hingga bermain musik. Tak hanya itu, aku juga punya banyak waktu untuk mengasahnya. Misalnya jika aku senang bermain musik, maka aku memilih menghabiskan banyak waktu untuk mengulik nada-nada baru dengan alat musik yang aku kuasai.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pergi ke Bandung, Bisa Lewat Banyak Cara. Kamu Pilih yang Mana?

Untukmu yang tinggal di kawasan Jabodetabek, mungkin agak suntuk kalau menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan hanya di sekitaran tempat tinggalmu. Ingin rasanya pergi sejenak ke luar kota demi menghilangkan kepenatan setelah lima hari dalam seminggu suntuk bekerja di Ibukota. Kota terdekat yang biasanya jadi tujuan warga Jabodetabek untuk berlibur ya salah satunya Bandung.

Berjarak sekitar 150 km dari Jakarta, Bandung menawarkan suasana yang kontras nan asri dibanding Jakarta. Meski tak dipungkiri, kemacetan kini juga mendera kota tersebut—terutama saat hari libur, tapi tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bandung. Akhir pekan biasanya dipilih, terutama bila ada tanggal merah di hari Jumat, Bandung akan tumpah ruah oleh wisatawan asal Jabodetabek. Menariknya, kini kita tak lagi dipersulit untuk akses ke Bandung. Kamu sendiri, bagaimana? Kalau diminta memilih, kamu akan ke Bandung naik apa?

Naik KRL Disambung Kereta Ekonomi. Meski Memakan Waktu, Setidaknya Tak Memakan Banyak Biaya Perjalanan

Tahukah kamu kalau ongkos ke Bandung bisa bermodalkan kurang dari Rp 30 ribu? Untukmu yang terbiasa naik KRL, barangkali perlu mencoba. Karena ternyata pergi ke Bandung bisa dengan sambung-menyambung KRL sehingga tak memakan ongkos yang cukup banyak. Caranya, dari stasiun asalmu, kamu naik KRL hingga Stasiun Manggarai.

Dari stasiun Manggarai yang adalah stasiun transit, sambung lagi dengan menaiki KRL dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang. Selanjutnya, dari Stasiun Cikarang kamu beralih ke kereta ekonomi Walahar jurusan Purwakarta dengan harga tiket Rp 6 ribu. Baru dari Purwakarta, kamu kembali naik kereta ekonomi Cibatuan menuju Bandung hanya dengan tarif Rp 8 ribu. Coba hitung, ongkos perjalananmu dari Jakarta menuju Bandung tak sampai Rp 30ribu. Hemat bukan?

Beli Tiket Bus Travel Agar Tak Lelah dan Bisa Tidur Sepanjang Perjalanan

Kalau tak ingin lelah selama perjalanan ke Bandung, kamu bisa memilih untuk naik bus travel. Apalagi varian bus travel kian beragam dan semakin menawarkan kenyamanan sepanjang perjalanan. Alih-alih lelah, kamu justru bisa tertidur lelap selama perjalanan.

Keberadaan jalan tol Cipularang pun mempercepat perjalananmu dari Jakarta ke Bandung. Di luar adanya situasi waktu tempuh hingga ke pintu tol daerah Bandung bisa dipersingkat hanya 3 jam saja. Nantinya sampai tujuan, kamu cukup check in di penginapan dan melanjutkan agenda jalan-jalanmu. Efisien dan menyenangkan, bukan?

Naik Kereta Argo Parahyangan Demi Efisiensi Waktu

Kereta Argo Parahyangan sudah jadi primadona bila ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung. Harga tiket dibawah Rp 100 ribu terbilang cukup terjangkau lantaran fasilitasnya juga mumpuni selama penumpang berada di dalam gerbong kereta. Belilah tiket dari jauh-jauh hari. Karena walaupun hanya bepergian ke Bandung, tiket kereta yang satu ini cukup banyak peminatnya.

Kereta ini memulai rutenya dari Stasiun Gambir dan berakhir di stasiun tujuan, Stasiun Bandung. Hal menarik lainnya kalau kamu memilih naik kereta Argo Parahyangan yaitu pemandangan selama di perjalanan. Rute kereta yang satu ini akan melewati jalur yang cukup ekstrem namun tetap aman. Sebagian dari penumpang mengaku penasaran dan memilih naik kereta ini lantaran ingin menikmati sensasinya berkereta lewat jalur yang ekstrem.

Kalau Pergi Sekeluarga Mungkin Memang Lebih Baik Menyewa Mobil Pribadi

Sementara untukmu yang mungkin memang berencana pergi ke Bandung bersama keluarga besar, memang lebih baik berkendara dengan mobil pribadi. Meski tak senyaman naik travel, yang terpenting kamu tiba di tujuan dengan selamat, bukan? Lagi pula, selama perjalanan, kamu dan anggota keluargamu bisa menghabiskan waktu dengan bercengkrama. Kalau sepanjang hari kerja kamu sukar sekali menemukan momen semacam ini, maka biarlah perjalanan ke Bandung jadi kenangan yang menarik untuk keluargamu.

Tapi Kalau Pergi Bareng Teman Sepermainan, Sangat Disarankan untuk Touring Demi Menambah Pengalaman

Touring ke Bandung? Pasti seru! Apalagi kalau hal ini sudah masuk agendamu bersama kawan-kawan sejak jauh-jauh hari. Kapan lagi kamu bisa berkendara sembari membuat momen agar diingat sampai hari tua? Soal persiapan, H-sebulan sebisa mungkin kamu berdiskusi dengan teman-temanmu agar rencana touring bisa dieksekusi. Terpenting, keselamatan dan keamanan saat berkendara yang pasti harus jadi dua hal utama. Meski mungkin kamu terbiasa touring dengan jarak melebihi Jakarta-Bandung, ingatlah mungkin touring kali ini akan memberikan pengalaman berbeda. Tetap buatlah perjalanan kali ini jadi mengesankan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang besar. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah. Dijamin perjalan touring ke Bandung akan jadi momen tak terlupakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Hati-hati Memilih Tambatan Hati, Ini 5 Tanda Cowok Murahan yang Harus Kamu Jauhi

Buat kamu para cewek yang sedang menjalani pendekatan dengan cowok idaman, hati-hati loh. Jangan sampai kamu nantinya baru menyadari bahwa cowok yang kamu dekati adalah cowok murahan yang banyak berkeliaran. Jika kamu belum tahu tanda-tanda cowok murahan itu seperti apa, coba kamu baca baik-baik artikel ini.

1. Matanya Jelalatan Tiap Lihat Cewek Cantik di Jalan

Dia bukan orang yang bisa selalu fokus padamu. Terlihat jelas apabila ada cewek cantik di jalan, pasti pandangannya akan langsung mengarah kepada cewek cantik itu dan mengacuhkanmu. Hindari cowok seperti ini ya girls, ini salah satu tanda cowok yang bersamamu adalah cowok murahan.

2. Omongannya Tak Bisa Dipercaya

Omongannya selalu plin-plan dan tak ada titik terangnya. Selain itu, tak jarang dia melakukan kebohongan-kebohongan kecil untuk menutupi kebusukannya. Hari ini mungkin kamu memiliki janji dengannya, namun tanpa kamu sadari, dia juga memiliki janji dengan cewek lain di luar sana.

3. Dia Tak Menjunjung Tinggi Harga Dirimu Sebagai Cewek

Dia akan lebih senang kalau melihatmu mengenakan baju-baju seksi saat jalan berdua dengannya. Dia pun tak segan untuk menyentuh bagian-bagian tubuhmu yang tak sepantasnya disentuh dengan seenaknya.

4. Suka Ngajakin Jalan Sampai Tengah Malam

Jika memang dia cowok yang baik, tentu dia tahu batasan dalam mengajakmu keluar. Cowok yang baik tak akan merusak cewek yang dicintainya. Dia akan menjemputmu dan mengantarmu pada batas jam malam pada umumnya. Bukan malah mengajakmu pulang tengah malam.

5. Dia Selalu Suka Dikelilingi oleh Banyak Cewek

Hidupnya adalah untuk bersenang-senang. Dia tak punya tujuan pasti untuk setia pada satu cewek saja di masa depan. Dia akan sangat bahagia saat dikelilingi oleh banyak cewek-cewek cantik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu yang Akan Masuk Kerja di Hari Pertama, Cobalah Pahami 7 Hal Ini

Meskipun sudah berkali-kali merasakan hari pertama bekerja. Namun setiap kali di hari pertama kerja pasti kamu akan tetap merasa khawatir akan beberapa hal. Entah itu tentang kostummu, dandananmu, atau hal lain yang mungkin dianggap tak penting bagi sebagian kawan lain di kantor barumu.

Nah, buat kamu yang baru saja dapat pekerjaan baru, ini beberapa hal yang mungkin bisa membantumu dalam mengambil tindakan pada hari pertama kerja.

1. Lihat Dulu Lingkungan Kerjamu

Saat datang ke kantor untuk keperluan memasukkan lamaran atau tes wawancara, pasti kamu sudah tahu bagaimana kondisi di dalam tempat kerjamu itu. Setidaknya kamu sudah bisa membayangkan bagaimana kamu harus bersikap jika kamu di terima di tempat kerja tersebut. Riset sangat penting kamu lakukan sebelum kamu benar-benar bekerja di tempat tersebut.

2. Tetaplah Berpakaian Casual Meskipun Lingkungan Kerjamu Santai

Setelah kamu perhatikan, mungkin kamu merasa bahwa lingkungan kerjamu sangatlah santai. Sehingga para pegawai bisa menggunakan pakaian yang santai juga asalkan tetap rapi. Namun hal ini tak lantas bisa membuatmu seenaknya menggunakan t-shirt favoritmu untuk bekerja.

Tetaplah berpakaian casual untuk membangun image mu terlebih dulu. Kamu bisa menggunakan kemeja yang dilapisi dengan sweater yang akan membuat penampilanmu lebih mengesankan.

3. Jangan Menggunakan Pakaian dengan Warna yang Mencolok

Hindari untuk memakai pakaian dengan warna yang mencolok. Berpakaianlah dengan warna-warna yang shoft dan nampak enak dilihat. Itu akan membuatmu nampak lebih menarik di mata karyawan lain dan atasanmu di tempat kerja yang baru.

4. Gunakan Aksesoris yang Cocok

Jangan berlebihan dalam memakai aksesoris. Gunakanlah aksesoris seperlunya saja. Dan tentunya jangan lupa untuk memakai pakaian dengan aksesoris yang cocok untuk dikenakan.

5. Tak Ada Salahnya Memakai Softlens

Jika kamu adalah salah satu orang yang gemar memakai softlens, pakai saja di hari pertamamu bekerja. Hal itu akan membuat tampilanmu terlihat lebih segar. Namun jangan asal dalam memilih softlens. gunakanlah warna yang wajar dan usahakan memilih softlens yang bisa menjaga matamu dengan baik. Apalagi jika pekerjaanmu memaksamu menghadap layar komputer selama seharian.

6. Jangan Lupakan Parfum

Gunakanlah parfum dan deodoran untuk menghindari bau tak sedap dari tubuhmu. Ingat, penampilan sangat penting di dunia kerja. Jangan menyepelekan masalah bau badan. Usahakan untuk tetap tampil fresh sepanjang hari.

7. Perhatikan Tampilan Rambutmu

Sisirlah rambutmu dengan benar dan jagalah untuk tetap rapi. Selalu bawa sisir rambut dimana pun kamu berada. Sehingga kamu bisa dengan mudah membenahi tampilan rambutmu saat sudah terlihat acak-acakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Serumit-rumitnya Hubungan, Masih Lebih Rumit Untukmu yang Terjebak Dilema Pacaran Putus Nyambung 

Pernahkah kamu merasa terjebak dalam hubungan yang sebenarnya tak ingin lagi kamu teruskan? Entah karena kamu sudah merasa tak yakin pada hubunganmu, maupun pada partner yang selama ini menemanimu. Saat yang lainnya menemukan titik dimana bisa serius dengan pasangannya, kamu justru meragu. Putus bukan lagi permintaan atau keputusan yang kalian anggap tabu. Kalau kamu dan dia sedang sama-sama merasa lelah pada hubungan kalian, kalimat semisal “Kita putus saja,” bahkan mudah terlontar.

Tapi hal itu tak berlangsung lama. Mungkin lantaran sama-sama menyesal dengan keputusan yang kalian lontarkan—apalagi diucapkan saat sama-sama sedang emosi, akhirnya kamu dan dia pun mudah kompromi untuk kembali bersama. Hei, akankah hubunganmu tetap baik-baik saja kalau begini adanya?

Situasi Semacam Ini Terjadi Karena Sebenarnya Kamu Masih Selalu Menaruh Harapan Bahwa Sifat Pasanganmu Bisa Berubah

Satu hal yang mungkin terjadi mengapa kamu sampai ‘terjebak’ pada hubungan putus-nyambung ya karena kamu menaruh harapan padanya bahwa suatu saat dia akan berubah atau kamu pasti bisa membuatnya berubah.

Padahal, tak ada yang bisa menjamin bahwa perubahan pasangan bisa terjadi karena sebuah hubungan belaka. Kalau kamu tak suka dengan satu sifat dan kamu menganggapnya sebagai sebuah kekurangan, maka jauh lebih baik untuk bisa menerima kekurangannya itu. Bukan menuntutnya untuk berubah. Begini, seseorang akan berubah hanya kalau dia mau dan dia yakin dengan keputusannya itu.

Kamu Memang Enggan Beranjak Pada Situasi Tarik Ulur yang Menjeratmu Sekarang Ini

Setelah sekian lama bersama, kamu terbiasa dengan kehadirannya. Perasaan yang semula menggebu-gebu mungkin sekarang mulai biasa saja. Jika dulu rona kasmaran selalu ada, sekarang kamu dan dia lebih menjalani hubungan yang stagnan. Chemistry pun tak lagi sedalam dulu. Namun saat kamu dan dia memilih putus, memang ada rasa kehilangan yang sangat mendalam.

Tapi hati-hatilah, bisa saja sebenarnya kamu terjebak pada situasi needy. Ya, kamu menganggap partnermu bukan lagi sosok yang kamu sayangi, namun lantaran kamu sudah bergantung padanya, rasanya memang sukar sekali kalau harus melepaskan genggamanmu darinya.

Kamu Memilih Kembali Bersamanya Karena Kamu Takut Sendiri dan Tak Bisa Menemukan Orang yang Bisa Menerimamu

Meski ada luka hati dan perasaan kecewa pada pasangan, apalagi setelah putus berkali-kali, kamu memilih berkompromi. Hatimu dilatih untuk kebal pada sakit hati dibanding harus hidup sendiri tanpa pasangan. Kamu pun bak sudah mati rasa. Sekalipun kamu memilih kencan—saat kamu putus darinya, rasanya tak ada orang lain yang berhasil membuatmu berpindah hati. Hei, hubungan yang normal dan layak diperjuangkan bukanlah yang membawa tekanan mental untukmu. Kamu tak perlu takut sendiri. Di dunia ini, bukan hanya kamu yang punya masalah dengan relasi.

Kamu dan Dia Memang Membiarkan Hubungan Kalian Berjalan Begitu Saja, Tak Ada Keinginan Untuk Saling Mengobati Satu Sama Lain

Siap jatuh cinta berarti siap patah hati. Begitu kata pepatah. Kamu jatuh cinta padanya, pasti ada momen dimana kamu pernah dikecewakan oleh pasanganmu. Hanya saja, saat rasa kecewa itu ada, kamu membiarkan hatimu terluka. Begitupun dengan pasanganmu, semacam tak ada itikad untuk menyembuhkan luka yang telah digoreskannya. Situasi semacam ini pun pasti akrab untuk kamu yang mungkin terjebak pada hubungan yang putus-nyambung. Memang rasanya tak lagi sama.

Hubungan yang kamu jalani tak memberikan pertumbuhan berarti bagi kalian berdua. Kamu dan dia sama-sama pernah dikecewakan, namun kalian tak sama-sama belajar dari hal itu. Begini, sebelum hal buruk lainnya terjadi, bukankah kamu lebih baik pikirkan kembali soal masa depan hubunganmu dengannya? Kamu masih punya peluang untuk menjalani hubungan yang lebih baik untukmu dan pasangan dibanding hanya terjebak pada hubungan yang stagnan dan sering putus-nyambung.

Meski Rasanya Tak Lagi Sama, Kamu Memilih Kembali Karena Perjuangan Kalian Sudah Begitu Panjang

Ya, pertimbangan orang—atau mungkin kamu enggan berpisah dan memilih kembali pada pasangan yang dulu adalah karena begitu banyak hal yang terlanjur dikorbankan. Sementara kamu tak mau semua yang sudah dikorbankan berakhir jadi kesia-siaan. Karenanya, menurutmu akan jauh lebih baik mencoba dari awal lagi—meski rasanya sudah tak lagi sama—dibanding harus melihat usahamu selama ini berakhir sia-sia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top