Feature

Bukan Tak Cinta Lagi, Aku Memilih Pergi Agar Kita Tak Saling Menyakiti

Konon cinta kerap dijadikan alasan untuk tetap bertahan, namun sepertinya tidak bagiku sekarang. Jangan kamu pikir, aku tak lagi menemukan cara. Saat ini yang kutahu, kita memang harus berbalik arah. Saling memunggungi untuk kemudian berjalan masing-masing.

Biar bagaimana pun kamu adalah sosok yang pernah aku pilih. Bahkan cerita bersamamu akan tetap terpatri. Namun untuk tetap bertahan, agaknya bukanlah pilihan yang tepat sekarang.

Awalnya Aku Memang Percaya, Jika Suatu Saat Kita Akan Hidup Bersama Selamanya

Sedari awal tatkala aku mendapatimu sedang menatap mataku, aku percaya bahwa kamu adalah sosok yang memang aku mau. Seakan tak ingin jadi hamba yang tak tahu diri, sosokmu kerap keselipkan dalam setiap doa yang kumiliki.

Berdiri di tempat yang sama, dengan keinginan yang serupa. Kamu selalu berhasil membuat aku merasa digenapi tanpa kekurangan lagi. Manusia ini tak lagi jadi orang yang takut akan sepi, karena kamu selalu menemani.

Beberapa kali saat sedang minum kopi, kamu memintaku untuk tetap berdiri dekat di sampingmu. “Jangan jauh, nadiku sudah terisi namamu,”.

 

Tak Peduli Orang Lain Berkata Apa, Saat Itu yang Kutahu Kamu dan Aku Saling Cinta

Hubungan ini hanya tentang kita berdua, tak boleh ada sosok lain yang akan menghiasi cerita. Terserah kamu akan jawab apa, kataku sembari memastikan jika perkataanku ini memang sungguhan. Bahkan ditengah kegilaan cinta yang kerap membuat aku lupa segalanya, kamu selalu jadi penentu arah yang sigap membimbingku.

Meski sebagian orang terlihat tak yakin atas sosok yang kini bersanding. Aku tak pernah mau ambil pusing, dimataku kamu akan tetap jadi pasangan yang mumpuni.

Hingga Perlahan Cerita Kita Mulai Berganti, Banyak Skenario Tak Terduga Hadir Tanpa Permisi

Lalu pelan-pelan semuanya mulai berubah, entah itu karena aku yang mulai tak peka atau karena keinginan lain yang datang darimu.

Fase ini jadi babak penguji yang benar-benar membuatku berpikir dua kali. Akan tetapi jawaban yang ketemukan justru memintaku untuk mengangkat tangan, sebagai isyarat berpisah yang memang harus disuarakan.

Hubungan yang mati-matian aku perjuangkan, ternyata tak berbuah kebaikan. Ada elemen lain yang mencabik hatiku hingga robek. Sedang kamu tak lagi jadi penolong, bahkan seolah tak perduli bahwa diriku mesti ditopang.

Walau Sedikit Malu Untuk Mengakuinya, Nyatanya Aku Memang Masih Cinta

Rengkuhanmu di tubuh mungilku, jelas membuatku hangat. Namun tidak untuk sikapmu, yang kini sudah lain. Saat ini aku hanya sedang meyakinkan diri, bahwa ternyata cinta saja tak cukup jadi pondasi. Ada banyak hal lain yang perlu kucari, dan dirimu bukan lagi.

Jangan tanya, bagaimana kondisi hatiku sekarang. Karena kamu sendiri pasti tahu, seberapa besar cintaku kemarin. Kini aku sedang berusaha sekuat tenaga demi potongan-potongan hati yang aku sendiri sudah lupa tertinggal dimana.

Perjalanan Ini Membuat Kita Kelelahan, Lantas Untuk Apa Terus Bersama?

Kita memang tak bisa mencurangi takdir, atau memilah bagian hidup yang isinya hanya bahagia. Beberapa kali kita memang pernah tertawa bersama, karena pernah saling cinta sedemikian rupa. Meski harus melukai hati masing-masing, barangkali memang sudah jalannya.

Semua ini bukan perkara suka atau tak lagi suka, tapi bagaimana kamu memahami dan dipahami dalam cinta. Jika kataku kamu tak cukup kuat untuk mengakhiri semuanya, biarkan aku yang pergi untuk menyudahi cerita.

Tak perlu kamu salahkan dirimu, dengan bertindak seolah bersalah. Karena sejatinya, kita berdua sudah melakukan hal terbaik sesuai porsinya. 

Bukan Ingin Terlihat Lemah Karena Menyerah, Bagiku Ini Adalah Upaya Untuk Menyelamatkan Dua Hati

Jika kamu ingin bertanya, bahagiakah aku yang telah memilih untuk menyudahinya? Jelas saja jawabnya tentu tidak. Kamu tahu bagaimana rapuhnya aku jika bersedih, tapi aku yakin kamu cukup kuat untuk menghadapi. Tak perlu tundukkan kepalamu, sebagai isyarat menyesal.

Aku takut semesta akan mendengar untuk kemudian malah mempersulit segalanya. Ini bukan kekalahan atas ego yang berkuasa. Tapi ini adalah pilihan demi nyamannya jiwa.

Percaya padaku, kekasih yang kini tak lagi bersammu ini akan mencintaimu dari kejauhan.

Untuk Itu Kali Ini Biarkan Aku Pergi, Bukan Karena Tak Cinta Lagi Tapi Diriku Tak Ingin Kita Berdua Saling Menyakiti

Beri aku kesempatan untuk membenahi hatiku sendiri, dengan tak lagi melihatmu berdiri. Satu hal yang harus kamu tahu, jangan pernah mengutuknya sebagai hal buruk untuk hidupmu.

Keinginanku untuk bisa bersama denganmu, bisa saja kuturuti semampuku. Tapi ada sisi lain dari jiwaku, yang berkata bahwa sudah waktunya kita menarik diri dari masing-masing hati. Lepaskan apa yang memang sudah tak kuat kamu topang, biar bagaimana pun setiap hati butuh pijakan.

Biarkan semuanya berjalan sebagaimana jarum jam bergerak. Bedanya pintu yang terbuka, mungkin tak akan lagi sama seperti kemarin saat kita memulai cerita.

Aku tentu mau bahagia, begitu pula kamu. Daripada terus bersama namun membangun luka, sebaiknya kita memang harus berpisah. 

Bukan tak lagi cinta, namun segala upaya nampaknya hanya akan sia-sia.

 

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Tak Termakan Stresnya Jalanan Ibu Kota

INRIX, sebuah lembaga penganalisis data kemacetan lalu lintas yang berbasis di Washington, AS belum lama ini merilis peringkat kemacetan kota-kota di dunia. Terdapat sekurangnya 1.064 kota di seluruh dunia yang diteliti INRIX berkaitan dengan tingkat kemacetan ini.

Parahnya, dari ribuan kota di seluruh dunia itu, Jakarta sudah menempati peringkat 22 dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan terburuk. Menurut penelitian ini, para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Cuma Jakarta? Jangan senang dulu, karena beberapa kota lain di Indonesia juga masuk ke dalam daftar kota termacet di dunia ini. Di bawah Jakarta ditempati Bandung (42,7 jam), Malang (39,3 jam), Yogyakarta (39,2 jam), dan Medan (36,7 jam).

Masalahnya urusan macet ini bukan cuma perkara kehabisan waktu di jalan. Namun juga merembet perkara lainnya. Menurut studi yang dipimpin oleh Profesor Psikologi dan Perilaku Sosial, Susan Charles, kekesalan yang dihadapi setiap hari akibat terjebak macet dapat menumpuk terus-menerus dan menyebabkan masalah kejiwaan di kemudian hari.

Nah, tak mau kejiwaan terganggu cuma karena urusan macet bukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres di jalan ini.

Lebih Baik Menunggu Sebentar Daripada Harus Bertarung Di Jalan

Sesungguhnya macet juga tidak terjadi setiap waktu. Ada jam-jam tertentu dimana tingkat volume kendaraan mencapai puncaknya. Terkadang memang kita ingin segera sampai tujuan, namun memaksakan menerjang kemacetan di jam sibuk tentunya akan membuat kita lebih stres.

Pilihlah jam yang sedikit lebih bersahabat. Ketika pulang kantor misalnya, kamu bisa memundurkan sedikit waktu pulang agar terhindar dari puncak kemacetan ini. Meski sedikit lebih malam namun waktu tempuh biasanya lebih singkat dan kamu sedikit terbebas dari tekanan kemacetan.

Coba Ajak Teman Agar Tak Suntuk Sendirian

Kesendirian di dalam perjalanan bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif. Untuk itu, Kamu bisa mencari teman ngobrol selama perjalanan. Walaupun sedang macet, kehadiran teman ngobrol dapat membuat mood jadi lebih baik.

Lagi pula dengan perasaan senang biasanya waktu akan berlalu dengan cepat tanpa disadari. Jadi cobalah mengajak pulang teman yang pandai mencairkan suasana agar terhindar dari situasi stres.
Putar Lagu Agar Hati Tak Ragu

Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg menemukan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai setiap hari bisa menurunkan tingkat stres. Jika kamu sedang berkendara sendirian, cobalah memutar lagu kesukaan dan bernyanyilah.

Masalahnya lagu-lagu favorit biasanya ada di smartphone bukan? Nah, cobalah menghubungkan smartphone kamu dengan headunit yang ada di mobil. Seperti yang ada pada layar sentuh berukuran 7 inci milik mobil Renault KWID yang bisa mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Sistem pada Renault KWID ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth maupun melalui USB dan AUX.

Gunakan Aplikasi GPS, Agar Tak Melas Di jalan

Dengan kecanggihan teknologi kamu bisa menghindari titik kemacetan dengan menggunakan aplikasi map dan GPS. Sebelum berangkat kamu bisa memeriksa laporan lalulintas pada aplikasi tertentu untuk bisa memilih jalan. Dan ketika sudah dalam perjalanan tetap aktifkan aplikasi ini agar mudah jika ingin mencari jalur alternatif.

Tapi tentunya merepotkan jika harus bolak-balik memeriksa smartphone kamu ketika sambil menyetir. Seolah menjawab tantangan ini, Renault KWID juga membuat headunit layar sentuhnya bisa terintegrasi dengan smartphone termasuk membuka aplikasi peta. Perangkat tersebut juga bisa terintegrasi navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Pilih Kendaraan Yang Nyaman Dan Sesuai Dengan Perkotaan

Salah satu sumber stres di jalan adalah tidak sesuainya kendaraan yang digunakan dengan kondisi jalanan perkotaan. Apalagi jika kendaraan yang digunakan tidak bisa membuatmu merasa nyaman. Tentunya stres di jalan akan semakin meningkat.

Renault KWID bisa kamu pertimbangkan sebagai kendaraan yang menemanimu membelah macetnya perkotaan. Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car. Alias cukup ramping dan lincah dipakai di perkotaan.

Selain itu nilai plusnya KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe cross over dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai tinggi 180 mm. Jadi tak perlu khawatir kalau terpaksa melalui jalan yang tidak terlalu mulus.

Sementara untuk kelincahan Renault KWID ditopang mesin 1.000 cc tiga silinder dengan dua katup yang punya tenaga maksimal sebesar 68 PS torsi sebesar 91 Nm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg.

Di sisi kenyamanannya, mobil seharga 119 jutaan ini lebih unggul dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.
Jadi kendali ada di tanganmu, jangan sampai kamu termakan stresnya macet ibu kota ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Teruntuk Kamu Teman Hidup Di masa Depan, Maukah Kamu Menerima Masa Laluku?

Masa lalu bukan untuk diperdebatkan, itu sudah bagus. Aku suka kamu. Kau tau, aku akan selalu – Pidi Baiq

Bergerak dari quote dari Pidi Baiq ini, sebelum nanti kita berjalan lebih jauh. Aku ingin kamu tahu, bahwa ada beberapa cerita di masa laluku yang harus kamu dengar.

Meski sedikit membuatmu heran, aku berharap ini tak akan jadi beban. Karena jantung dari pengakuan yang akan kusampaikan adalah keinginan untuk hidup di masa depan. Sebab semua yang telah terjadi di masa lalu sudah lama kutinggalkan.

Beberapa Orang Sebelumnya Selalu Bergegas Pergi Setelah Mendengar Aku Bercerita

Percaya atau tidak, ini adalah kisah yang aku jalani. Setelah kegagalan di masa lalu, aku kembali membuka diri untuk mereka yang baru. Meski di awal cerita mereka datang dengan cinta yang menggebu. Nyatanya semuanya bisa runtuh seketika, sesaat setelah mereka mendengar kisahku.

Aku sadar bahwa diriku mungkin telah salah dalam bergaul, keliru dalam memilih. Tapi apakah semua kesalahan itu harus terus dihakimi hingga sekarang? Padahal yang kutahu segala sesuatu yang telah lalu, hanya perlu dijadikan pelajaran dan dilupakan. Untuk itu, kali ini aku ingin memastikan padamu, apakah kamu akan melakukan yang sama? Atau tetap tinggal membantuku memperbaiki semuanya?

Maka Kali Ini Sebelum Rasa Sayang Kita Terlalu Jauh, Maukah Kamu Terlebih Dahulu Memaafkan Aku?

ini tentu bukan pengakuan terlarang, aku hanya ingin memastikan bahkan sosokmu tak serupa dengan yang sudah-sudah. Menjadi sosok yang bebas di masa lalu, banyak hal tak baik yang memang telah aku jejaki. Bagaimana jika ternyata dulu aku ini adalah seorang pencuri yang hanya untuk menyenangkan diri? Atau lelaki yang sudah tidur dengan banyak perempuan?

Sesuram apa pun masa laluku, percayalah semua itu telah jauh aku tinggalkan. Aku bukan lagi sosok yang dulu, karena ini aku memintamu tak sekedar mau menerimaku, tapi juga memberi maaf atas kesalahanku. Memang sulit, tapi kuharap kamu mau berusaha.

Sesuatu yang Akan Membantumu Merubah Penilaian, Sudikah Kamu Mendengar Bagaimana Kerasnya Aku Berjuang?

Susah payah aku membangun percaya pada diri sendiri, berusaha keluar dari nilai norma yang kerap menghakimi diri seenaknya. Bahkan kerap berharap agar semesta tak melahirkanku ke bumi. Namun aku sadar, tenggelam dalam laut penyesalan tak akan memberiku perubahan.

Untuk itu aku bangkit dan berusaha membangun kepercayaan, sembari memantaskan diri. Babak ini memang tak terlihat mengangumkan, tapi aku harap kamu melihat usahaku.

Tentu Tak Mudah Melapangkan Hati Untuk Menerimaku, Namun Dengan Kerelaanmu Untuk Tetap Tinggal, Kita Akan Jadi Lebih Kuat

Tak bisa dipungkiri, menerima pasangan dengan masa lalu yang suram adalah hal yang berat. Jika aku jadi dirimu sekarang, hal yang sama mungkin aku rasakan. Terasa tak kuat untuk menerima, namun juga merasa bersalah jika tak memberi kesempatan.

Sebelum kamu akan memutuskan pergi. Satu hal yang ingin kujanjikan untukmu, bahwa tak hanya memintamu menerimaku. Kelak aku akan jadi penyokong untukmu. Pasanganmu ini mungkin bukanlah manusia yang sempurna, namun dengan bersama, kita akan lebih kuat dari biasanya.

Aku Sendiri Juga Butuh Waktu Menerimanya, Kuharap Perlahan Kamu Akan Mendapat Kelegaan yang Sama

Menerima kenyataan yang tak sejalan dengan harapan.tentu bukan perkara mudah Sayang. Bahkan jika kamu akan memintaku untuk memberimu waktu panjang untuk bisa berdamai dengan masa laluku, tentu aku paham. Karena aku sendiri juga butuh tempo untuk bisa mengerti.

Segala sesuatu butuh waktu, begitu pula dalam hal mencintai dan menerima masa laluku. Dulu setiap hari aku berusaha untuk mambangun percayaku. Bahkan kelak akan ada anak manusia yang bersedia menjadi kekasih dan teman hidup untukku. Bukan hanya karena cinta semata, tapi karena dirinya juga mau membantuku untuk tak lagi hidup dalam bayang-bayang kesalahan yang lama.

Dulu Mungkin Aku Pernah Salah dalam Melangkah, Namun di Masa Depan Aku Berjanji Tak Akan Lagi Mengulanginya

Biar bagaimana pun aku ini adalah manusia biasa yang juga pernah berbuat salah. Tapi aku sadar bahwa tak ada yang perlu disesalkan, biarlah semua yang telah terjadi akan jadi pelajaran. Dari kesalahan ini aku tahu, bahwa sesuatu yang tampak menyenangkan diawal belum tentu bisa membawaku pada kebahagiaan.

Dengan berjanji pada diri sendiri, aku tak akan lagi mau berbuat kesalahan yang sama. Karena kini aku percaya bahwa ada banyak hal indah yang menungguku untuk dijejaki di masa depan.

Karena Meski ada Cerita Buruk di Masa Lalu, Kuharap Masa Depanku Bersamamu Akan Tetap Indah

Bertemu denganmu tentu jadi hadiah manis untukku. Setelah dihadapkan pada masa lalu yang suram aku digembleng jadi sosok yang harus kuat. Memperbaiki semuanya seorang diri, dan kembali percaya bahwa akan ada cinta yang menghampiriku lagi.

Terlepas dari bayang-bayang masa lalu yang sudah tak ingin kubicarakan, aku tahu ada masa depan indah yang telah menanti kita berdua. Coba bayangkan, kelak kita akhirnya akan hidup bersama dengan beberapa anak yang akan mengisi dunia. Tak hanya jadi pelengkap hidup karena mau mencintaiku saja, sosokmu tentu jadi pahlawan yang bersedia untuk menerimaku apa adanya.

Dan stigma akan manusia buruk di masa lalu yang katanya tak akan bahagia, saat itu juga mungkin telah berhasil kita patahkan bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Teman Hobi Sarkas Bukan Berarti dia Orangnya Kasar, Darinya Justru Kamu Akan Banyak Belajar

Kamu tahu kan arti sarkasme? Baiklah, kalau belum jelas, biar kuberitahu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Sarkasme adalah salah satu majas yang dimaksudkan untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang. Lalu, kalau kamu menghadapi orang yang suka melontarkan kalimat berbau sarkasme, kira-kira responmu bagaimana? Bisakah kamu berteman dengannya?

Berbicara soal teman, memang seringkali orang yang pandai melontarkan kalimat-kalimat sarkasme itu kerap dikaitkan dengan stigma sosok yang kasar sebab tak sedikit orang yang terluka karena ucapannya. Padahal tidak selalu demikian, justru kalau kamu punya teman dekat atau sahabat dengan mulut pedas dan sarkastik, kamu patut bersyukur. Sebab ini tandanya kamu punya sahabat terbaik.

Meski Sarkastik Adalah Bakat Alami, Tapi Dia Tidak Suka Berbohong dan Dibohongi

Dia adalah sosok teman yang selalu jujur apa adanya dan tak akan menyembunyikan kenyataan yang ada, sekalipun hal itu menyakitkan. Bukankah lebih baik teman yang mengatakan hal jujur tapi menyakitkan dibanding dia yang seakan mendukungmu tapi menusukmu dari belakang? Selalu jujur adalah caranya agar kamu tidak terjebak dengan kebohongan atau kepalsuan. Disamping itu, dia pun akan mengatakan apa pun sesuai dengan logika, bukan dengan emosi semata. Dia bisa menjadi sahabat yang baik karena dia akan memberikan sisi positif dan negatif suatu hal secara berbeda

Saat Kalian Bertengkar, Tanpa Pikir Panjang Dia Akan Mengalah Daripada Kehilangan Dirimu

Saat kamu dan dia sedang bertengkar, dia tak akan sungkan untuk meminta maaf duluan. Meski dikenal suka melontarkan kata-kata sarkastik, tapi dia tak akan meninggikan ego yang berujung kehilangan sahabat sepertimu. Tapi kalaupun dalam pertengkaran itu justru kamu yang salah, jangan heran kalau kamu akan didiamkan saja. Kalaupun ada waktunya bicara, dia akan berbicara yang sebenarnya.

Tak Hanya Pandai Berujar Kalimat Sarkasme, Dia Sejatinya Tetap Tahu Cara Mencairkan Suasana

Hal-hal semacam ini mungkin terjadi kalau pacarmu atau sahabatmu adalah tipikal yang dikenal piawai melontarkan kalimat sarkasme. Kalau kamu dan dia mungkin sedang terjebak dalam suasana awkward, dia biasanya tak akan kesulitan melontarkan banyolan aneh namun lucu yang pasti membuatmu tertawa. Orang semacam ini memang kadang berhasil membuat kamu kesal, tapi kamu tak akan bisa membencinya.

Dia Akan Jadi Suporter Terdepan Saat Kamu Dilanda Masalah

Teman dengan ‘bakat’ semacam ini jangan kamu tinggalkan. Sarkasme itu sejatinya sebuah tanda jika dia dianugerahi intelegensi tinggi, tak heran jika dia bisa merespon situasi yang terjadi di sekitarnya dengan kata-kata yang mungkin tak terpikirkan oleh orang lain.

Saat kamu ada masalah atau terlibat masalah dengan orang lain, dia yang akan berada di garda terdepan untuk jadi tamengmu. Entah lewat kata-kata yang mungkin akan membantumu menghempaskan orang yang mencari masalah denganmu, atau memberikan diri sepenuhnya untuk membelamu mati-matian saat kamu tersudut. Intinya, dia adalah teman yang istimewa.

Justru Lewat Dialah Mentalmu Akan Dikuatkan, Kamu Pun Tak Lagi Kaget Bila Bertemu Orang dengan Karakter Sepertinya

Karena kamu sudah tahu baik buruknya, bahkan sudah terbiasa dengan sikap dan kata-kata sarkasnya, kamu tak lagi sakit hati. Tiap dia melontarkan kata-kata sarkas yang mungkin menurut orang lain justru terdengar kasar, kamu malah sudah memakluminya. Karenanya, kukatakan dia adalah ujian untuk mentalmu agar bisa sekuat baja. Kamu bisa saja menganggap omelan bosmu sebagai angin lalu, karena kamu tahu ada mulut yang lebih beringas yang biasa kamu temui setiap hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Soal Pacar, Teman Tak Selalu Benar, Mungkin Aku Hanya Perlu Bersabar

Satu-satunya orang yang kukabari ketika aku mendapat kesenangan, tangis, hingga duka adalah kamu. Ikatan yang kita bangun sejak dulu semacam membuatku secara otomatis ingin melibatkanmu dalam setiap fase hidup yang aku jalani. Itulah mengapa setiap hari aku selalu berusaha ‘mengusikmu’ hanya karena aku merasa kita ini saling mengikat.

Aku bersyukur memilikimu. Anganku terus membumbung, bersamamulah aku menuntaskan segala cerita nantinya. Sampai di hari tua kita akan tertawa bersama, menikmati gelak tawa cucu-cucu kita, dan menghitung berapa dekade yang telah dilalui bersama. Sampai sejauh itu rasanya menyenangkan punya karib sepertimu.

Disamping itu, segala nasehat dan tutur katamu selalu kudengarkan. Seperti ibuku, kamu yang paling keras menegurku saat aku salah langkah. Kuhargai hal itu. Tapi sepertinya, kita sedang di persimpangan. Setiap teguranmu kurasa tak sama seperti dulu. Terlebih sejak aku mulai menjalin hubungan, kulihat ada rasa iri yang terbersit lewat setiap kata yang kamu utarakan.

Pertemanan Kita Itu Istimewa, Janganlah Berakhir Sia-sia Hanya Karena Ego Semata

Kita saling tahu, persahabatan ini istimewa. Kita selalu berusaha sekeras mungkin meleburkan segala ego. Tapi kini kita sedang sama-sama keras, kamu memintaku agar tak bersamanya. Segala hal kamu lontarkan agar aku melakukan manuver untuk segera meninggalkannya. Entah bagaimana caranya aku ingin mengatakan padamu, kali ini biarkan aku yang melakoni dan menuntaskan apa yang sedang aku rangkai. Maukah kamu percaya padaku?

Kita yang Terbiasa Berdua, Sejatinya Harus Sadar Kalau Kebersamaan Ini Tak Akan Berlangsung Selamanya

Ratusan hari sudah kita isi bersama-sama. Sekali lagi, meski raga terpisah, tapi kita saling terkoneksi lewat teknologi. Hal itu yang membuat kita sama-sama mengamini bahwa pertemanan ini sudah layaknya saudara.

Namun kita harus sama-sama menyadari, sedekat apa pun dan seberapa lama telah bersama, pada akhirnya akan ada titik dimana kita harus menjalani hidup masing-masing. Namun pandangan kita soal ini berbeda, kamu ingin aku bersamamu selamanya. Bukannya menolak, tapi kumohon cobalah realistis. Seberapa jauh kita sudah berusaha, pada akhirnya takdirlah yang akan menentukan sejauh mana kita bisa berjalan bersama.

Mungkin Giliranku Lebih Dulu Untuk Merangkai Kisah, Tapi Bukan Maksudku Mengucap Kata Pisah

Tiada yang bisa menebak siapa yang lebih dulu akan merangkai kisah asmara. Itu yang tengah terjadi pada kita. Semasa remaja, kita suka berangan-angan, dengan siapakah nantinya kita akan menikah. Kurasa aku sudah mulai menemukan jawabnya.

Persoalannya, kamu menilai setelah menikah maka artinya berpisah. Padahal menurutku tidak demikian. Kamu mulai menilai pasanganku sebagai satu-satunya orang yang berusaha menjauhkanmu denganku. Kamu mengira dia punya kepribadian yang sangat kontras denganku sehingga lebih baik aku meninggalkannya. Haruskah demikian?

Kumohon Kamu Mau Mengenalnya Lebih Dulu, Dia Berbeda dengan Mereka yang Sudah Jadi Masa Lalu

Diantara sekian banyak suara yang mengatakan kalau mereka mendukungku atas hubungan ini, hanya tinggal kamu yang masih keberatan dengan kehadirannya. Benarkah pintu hatimu benar-benar tertutup untuknya yang ingin mengenalmu karena dia tahu kamulah sosok yang selama ini dekat denganku? Mungkin kamu tahu riwayatku dengan sederet orang di masa laluku, pun kesakitan dan patah hati yang menjadi trauma tersendiri bagiku.

Tapi sekali lagi, izinkan aku mengenalkan dia yang sudah mengetuk pintu hatiku ini. Aku tahu kamu sedang berusaha menjagaku agar tak bertemu dengan orang yang salah. Tapi aku juga sedang berusaha membuatmu mengerti bahwa dia bukan masa laluku yang terlalu menyakitkan untuk diingat. Kalau kamu selalu berkata “Aku tahu yang terbaik untukmu,” lantas dimanakah hak bagiku untuk menentukan jalan hidupku?

Kamu dan Dia Bukan Sesuatu yang Harus Dipilih. Kamu Tetap Teman Terbaikku, Tapi Aku Juga Butuh Dia Agar Selalu Menggandengku

Kamu temanku, dia kekasihku. Kalian berdua sangat berarti bagiku. Jangan memaksaku memilih satu diantara kalian. Sebab kalian bukanlah semacam opsi yang harus dipilih. Aku tidak sedang mengadakan kompetisi. Kamu, sampai kapan pun, akan tetap jadi teman terbaikku, bahkan ketika kita sedang berkonflik dan saling menjaga jarak. Tapi di sisi lain, aku membutuhkan dia yang selalu menggandengku dalam keadaan apa pun. Kuharap kita bisa sama-sama mengerti, situasi seperti ini bukanlah sesuatu yang sama-sama kita harapkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top