Feature

Bukan Karena Laki-laki yang Tak Baik, Barangkali Alasan Kamu Memilih Dirinya Juga Salah

Perihal cinta dan menjalin hubungan, kadang menjadi sebuah teka-teki yang sulit kita putuskan. Meski katanya kita hanya butuh percaya dan rasa suka, faktanya itu saja ternyata tak cukup .

Alih-alih percaya pada laki-laki yang kini kamu jadikan pacar, kamu justru semakin sadar akan satu hal. Ternyata dia bukanlah orang yang sebenarnya kamu butuhkan. Tanpa harus terburu-buru menyesal dan menyalahkan dia atau keadaan. Coba ingat kembali bagaimana dulu kamu dan dia ketika saling kenal.

Barangkali sebenarnya dia telah menunjukkan tanda-tanda tak suka, hanya saja kamu terburu-buru percaya. Menyesal mungkin tak ada guna, tapi mengingat kembali bagaimana dia dulu mengatakan cinta akan sedikit mengurangi rasa kecewa.

Rasa Takut Akan Kesendirian Jadi Faktor Utama yang Mungkin Kamu Jadikan Alasan

Mari buka suara, sebagian besar perempuan acap kali takut jika harus sendiri tanpa pasangan. Mulai dari takut merasa kesepian, khawatir ditinggal pergi oleh teman yang mungkin akan berkencan, hingga takut dianggap tak laku.

Ketakutan seperti ini secara tak langsung mendorongmu, untuk segera menemukan pacar. Kamu mungkin tahu bahwa kalian tidak akan jadi pasangan yang saling melengkapi. Tapi karena ketakutanmu tadi, dengan sigap kamu mengiyakan ajakannya untuk berpacaran.

Hubungan yang terasa hangat diawal, kian lama justru jadi tak sesuai harapanmu. Lalu kamu mungkin berpikir bahwa dirinya ternyata tak sebaik perkiraanmu, dan lupa bahwa alasanmu untuk memilihnya juga salah.

Awalnya Kehadirannya Hanya Kamu Gunakan Sebagai Alat Untuk Balas Dendam Pada Mantan Pacar

Yap, ini jadi alasan selanjutnya yang kerap kita jadikan patokan. Setelah putus dengan mantan kekasih terdahulu, isi kepala kita bak dipenuhi keinginan untuk segera menemukan orang baru. Dengan kata lain, sebagai perempuan, kita tak ingin dianggap belum bisa melupakannya jika belum kembali memiliki pacar.

Dia mungkin juga telah membaca gerak-gerik kita saat pertama kali berkencan. Perlahan namun pasti, akhirnya dia sampaikan bahwa ternyata kalian memang tak memiliki kecocokan sebagai dua orang yang akan berpacaran. Lalu apakah dia harus disalahkan? Tentu saja tidak.

Terburu-buru Untuk Menerima, Padahal Kamu Sendiri Belum Punya Kriteria

Dia yang sudah mulai kita sukai diam-diam malah memilih pergi. Ini tentu bukan perkara salah pilih atau disakiti Akan tetapi keinginan menggebu untuk segera melepas status single, membuat kita salah menentukan langkah.

Hingga akhirnya justru tak punya waktu untuk mengetahui bagaimana dia yang sebenarnya kita inginkan. Bukan ingin terlihat sebagai perempuan perfeksionis. Namun ketika kita sudah tahu kriteria laki-laki yang kita suka, ini tentu akan memudahkan untuk memilih dia yang memang akan serasi pada diri.

Wajahnya yang Tampan Kamu Jadikan Alasan Utama Memilihnya

Penampilan yang rupawan tentu jadi impian semua orang. Apa lagi jika dia memang jauh terlihat tampan dari mantan pacar. Tak hanya merasa puas menemukannya, ini juga jadi ajang pamer pada sang mantan. Dengan kata lain, kini kamu sudah bahagia dengan dia yang jauh lebih baik.

Padahal jika ternyata laki-laki yang ada dihadapanmu sekarang tahu apa yang menjadi alasanmu untuk memilihnya, tentu dia akan marah. Merasa telah dimanfaatkan oleh perempuan yang tadinya dia percaya. Tanpa perlu harus bersembunyi dengan berpura-pura berkata bahwa kamu memilihnya bukan karena wajahnya, sesungguhnya letak kesalahannya ada pada dirimu.

Bukan Cinta, Sejak Awal Dia Hanya Kamu Jadikan Solusi Untuk Menghindari Tekanan

Iya, kami tentu tahu. Bagaimana tekanan yang kamu terima, baik dari lingkungan, keluarga, dan pertemanan yang kerap memintamu untuk segera mencari pasangan.  Jadi tak heran ketika ada satu sosok laki-laki yang tiba-tiba datang menghampiri, dengan segera kamu akan membuka diri. Bukan karena cinta dan ketertarikan, ini semua semata-mata hanya dijadikan jalan keluar untuk terlepas dari banyaknya tekanan yang kamu terima.

Atau Semata-mata Hanya Untuk Menyenangkan Orang Lain Saja

Kamu sering dijodohkan oleh temanmu atau bahkan orang tuamu sendiri. Jadi wajar saja jika ternyata kamu tak benar-benar tertarik dengan orang ini. Bahkan jika diminta jujur, kamu mungkin akan berkata bahwa ini hanya untuk menciptakan status yang jelas saja. Bukan didasari oleh cinta tulus.

Hal lain yang mungkin menjadi alasannya adalah dirimu adalah seorang wanita yang amat sulit untuk menolak sebuah ajakan. Meski sesungguhnya laki-laki yang dijodohkan oleh teman atau orangtuamu tersebut bukanlah orang yang kamu suka, tak ada alasan untuk tak menerimanya, karena keinginanmu menyenangkan mereka.

Benar memang mereka akan senang, tapi dia yang kamu terima jadi pacar belum tentu demikian. Menerimanya hanya karena kesenangan orang lain, tentu jadi sesuatu yang akan membohongi dirinya juga.

Dan Terlalu Berharap Bahwa Dia Akan Selalu Melengkapi Seluruh Kekuranganmu

Sebenarnya tentu tak ada yang salah dari berharap pada pasangan. Tapi jika itu sudah dilakukan sejak awal, agaknya kamu juga harus siap jika kelak dikecewakan. Karena biar bagaimana pun, takkan ada orang lain yang bisa mengisi kekosonganmu selain dirimu sendiri. Dia mungkin akan jadi pacar, namun semua hal baik hanya akan didapat ketika kamu berusaha untuk menggenapinya. Bukan malah berharap pada orang lain, sekalipun itu adalah pacar.

Tanpa harus merasa dirimu jadi pihak yang telah disakiti oleh laki-laki, coba pikirkan kembali bagaimana dulu kamu memilih dia.

 

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Tak Termakan Stresnya Jalanan Ibu Kota

INRIX, sebuah lembaga penganalisis data kemacetan lalu lintas yang berbasis di Washington, AS belum lama ini merilis peringkat kemacetan kota-kota di dunia. Terdapat sekurangnya 1.064 kota di seluruh dunia yang diteliti INRIX berkaitan dengan tingkat kemacetan ini.

Parahnya, dari ribuan kota di seluruh dunia itu, Jakarta sudah menempati peringkat 22 dunia sebagai kota dengan tingkat kemacetan terburuk. Menurut penelitian ini, para pengendara mobil di Jakarta menghabiskan waktu total 55 jam terjebak kemacetan selama satu tahun.

Cuma Jakarta? Jangan senang dulu, karena beberapa kota lain di Indonesia juga masuk ke dalam daftar kota termacet di dunia ini. Di bawah Jakarta ditempati Bandung (42,7 jam), Malang (39,3 jam), Yogyakarta (39,2 jam), dan Medan (36,7 jam).

Masalahnya urusan macet ini bukan cuma perkara kehabisan waktu di jalan. Namun juga merembet perkara lainnya. Menurut studi yang dipimpin oleh Profesor Psikologi dan Perilaku Sosial, Susan Charles, kekesalan yang dihadapi setiap hari akibat terjebak macet dapat menumpuk terus-menerus dan menyebabkan masalah kejiwaan di kemudian hari.

Nah, tak mau kejiwaan terganggu cuma karena urusan macet bukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres di jalan ini.

Lebih Baik Menunggu Sebentar Daripada Harus Bertarung Di Jalan

Sesungguhnya macet juga tidak terjadi setiap waktu. Ada jam-jam tertentu dimana tingkat volume kendaraan mencapai puncaknya. Terkadang memang kita ingin segera sampai tujuan, namun memaksakan menerjang kemacetan di jam sibuk tentunya akan membuat kita lebih stres.

Pilihlah jam yang sedikit lebih bersahabat. Ketika pulang kantor misalnya, kamu bisa memundurkan sedikit waktu pulang agar terhindar dari puncak kemacetan ini. Meski sedikit lebih malam namun waktu tempuh biasanya lebih singkat dan kamu sedikit terbebas dari tekanan kemacetan.

Coba Ajak Teman Agar Tak Suntuk Sendirian

Kesendirian di dalam perjalanan bisa menimbulkan pikiran-pikiran yang negatif. Untuk itu, Kamu bisa mencari teman ngobrol selama perjalanan. Walaupun sedang macet, kehadiran teman ngobrol dapat membuat mood jadi lebih baik.

Lagi pula dengan perasaan senang biasanya waktu akan berlalu dengan cepat tanpa disadari. Jadi cobalah mengajak pulang teman yang pandai mencairkan suasana agar terhindar dari situasi stres.
Putar Lagu Agar Hati Tak Ragu

Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg menemukan bahwa dengan mendengarkan musik yang disukai setiap hari bisa menurunkan tingkat stres. Jika kamu sedang berkendara sendirian, cobalah memutar lagu kesukaan dan bernyanyilah.

Masalahnya lagu-lagu favorit biasanya ada di smartphone bukan? Nah, cobalah menghubungkan smartphone kamu dengan headunit yang ada di mobil. Seperti yang ada pada layar sentuh berukuran 7 inci milik mobil Renault KWID yang bisa mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil. Sistem pada Renault KWID ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth maupun melalui USB dan AUX.

Gunakan Aplikasi GPS, Agar Tak Melas Di jalan

Dengan kecanggihan teknologi kamu bisa menghindari titik kemacetan dengan menggunakan aplikasi map dan GPS. Sebelum berangkat kamu bisa memeriksa laporan lalulintas pada aplikasi tertentu untuk bisa memilih jalan. Dan ketika sudah dalam perjalanan tetap aktifkan aplikasi ini agar mudah jika ingin mencari jalur alternatif.

Tapi tentunya merepotkan jika harus bolak-balik memeriksa smartphone kamu ketika sambil menyetir. Seolah menjawab tantangan ini, Renault KWID juga membuat headunit layar sentuhnya bisa terintegrasi dengan smartphone termasuk membuka aplikasi peta. Perangkat tersebut juga bisa terintegrasi navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.

Pilih Kendaraan Yang Nyaman Dan Sesuai Dengan Perkotaan

Salah satu sumber stres di jalan adalah tidak sesuainya kendaraan yang digunakan dengan kondisi jalanan perkotaan. Apalagi jika kendaraan yang digunakan tidak bisa membuatmu merasa nyaman. Tentunya stres di jalan akan semakin meningkat.

Renault KWID bisa kamu pertimbangkan sebagai kendaraan yang menemanimu membelah macetnya perkotaan. Renault KWID memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm. Jika menilik dari dimensi ini KWID memang masuk di kategori City Car. Alias cukup ramping dan lincah dipakai di perkotaan.

Selain itu nilai plusnya KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe cross over dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai tinggi 180 mm. Jadi tak perlu khawatir kalau terpaksa melalui jalan yang tidak terlalu mulus.

Sementara untuk kelincahan Renault KWID ditopang mesin 1.000 cc tiga silinder dengan dua katup yang punya tenaga maksimal sebesar 68 PS torsi sebesar 91 Nm. Tentunya ini bisa membuat KWID lincah meliuk di perkotaan mengingat berat kosongnya yang hanya 670 kg.

Di sisi kenyamanannya, mobil seharga 119 jutaan ini lebih unggul dibandingkan kompetitor sekelasnya. Penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Twistbeam dengan coil spring turut mendukung kenyamanan ala Eropa.

Sementara untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan karena penggunaan electric power steering. Namun layaknya mobil Eropa lain setirnya terasa mantap dan tidak terlalu ringan sehingga masih enak untuk dikendalikan di dalam kota atau jalur tol bebas hambatan.
Jadi kendali ada di tanganmu, jangan sampai kamu termakan stresnya macet ibu kota ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Teruntuk Kamu Teman Hidup Di masa Depan, Maukah Kamu Menerima Masa Laluku?

Masa lalu bukan untuk diperdebatkan, itu sudah bagus. Aku suka kamu. Kau tau, aku akan selalu – Pidi Baiq

Bergerak dari quote dari Pidi Baiq ini, sebelum nanti kita berjalan lebih jauh. Aku ingin kamu tahu, bahwa ada beberapa cerita di masa laluku yang harus kamu dengar.

Meski sedikit membuatmu heran, aku berharap ini tak akan jadi beban. Karena jantung dari pengakuan yang akan kusampaikan adalah keinginan untuk hidup di masa depan. Sebab semua yang telah terjadi di masa lalu sudah lama kutinggalkan.

Beberapa Orang Sebelumnya Selalu Bergegas Pergi Setelah Mendengar Aku Bercerita

Percaya atau tidak, ini adalah kisah yang aku jalani. Setelah kegagalan di masa lalu, aku kembali membuka diri untuk mereka yang baru. Meski di awal cerita mereka datang dengan cinta yang menggebu. Nyatanya semuanya bisa runtuh seketika, sesaat setelah mereka mendengar kisahku.

Aku sadar bahwa diriku mungkin telah salah dalam bergaul, keliru dalam memilih. Tapi apakah semua kesalahan itu harus terus dihakimi hingga sekarang? Padahal yang kutahu segala sesuatu yang telah lalu, hanya perlu dijadikan pelajaran dan dilupakan. Untuk itu, kali ini aku ingin memastikan padamu, apakah kamu akan melakukan yang sama? Atau tetap tinggal membantuku memperbaiki semuanya?

Maka Kali Ini Sebelum Rasa Sayang Kita Terlalu Jauh, Maukah Kamu Terlebih Dahulu Memaafkan Aku?

ini tentu bukan pengakuan terlarang, aku hanya ingin memastikan bahkan sosokmu tak serupa dengan yang sudah-sudah. Menjadi sosok yang bebas di masa lalu, banyak hal tak baik yang memang telah aku jejaki. Bagaimana jika ternyata dulu aku ini adalah seorang pencuri yang hanya untuk menyenangkan diri? Atau lelaki yang sudah tidur dengan banyak perempuan?

Sesuram apa pun masa laluku, percayalah semua itu telah jauh aku tinggalkan. Aku bukan lagi sosok yang dulu, karena ini aku memintamu tak sekedar mau menerimaku, tapi juga memberi maaf atas kesalahanku. Memang sulit, tapi kuharap kamu mau berusaha.

Sesuatu yang Akan Membantumu Merubah Penilaian, Sudikah Kamu Mendengar Bagaimana Kerasnya Aku Berjuang?

Susah payah aku membangun percaya pada diri sendiri, berusaha keluar dari nilai norma yang kerap menghakimi diri seenaknya. Bahkan kerap berharap agar semesta tak melahirkanku ke bumi. Namun aku sadar, tenggelam dalam laut penyesalan tak akan memberiku perubahan.

Untuk itu aku bangkit dan berusaha membangun kepercayaan, sembari memantaskan diri. Babak ini memang tak terlihat mengangumkan, tapi aku harap kamu melihat usahaku.

Tentu Tak Mudah Melapangkan Hati Untuk Menerimaku, Namun Dengan Kerelaanmu Untuk Tetap Tinggal, Kita Akan Jadi Lebih Kuat

Tak bisa dipungkiri, menerima pasangan dengan masa lalu yang suram adalah hal yang berat. Jika aku jadi dirimu sekarang, hal yang sama mungkin aku rasakan. Terasa tak kuat untuk menerima, namun juga merasa bersalah jika tak memberi kesempatan.

Sebelum kamu akan memutuskan pergi. Satu hal yang ingin kujanjikan untukmu, bahwa tak hanya memintamu menerimaku. Kelak aku akan jadi penyokong untukmu. Pasanganmu ini mungkin bukanlah manusia yang sempurna, namun dengan bersama, kita akan lebih kuat dari biasanya.

Aku Sendiri Juga Butuh Waktu Menerimanya, Kuharap Perlahan Kamu Akan Mendapat Kelegaan yang Sama

Menerima kenyataan yang tak sejalan dengan harapan.tentu bukan perkara mudah Sayang. Bahkan jika kamu akan memintaku untuk memberimu waktu panjang untuk bisa berdamai dengan masa laluku, tentu aku paham. Karena aku sendiri juga butuh tempo untuk bisa mengerti.

Segala sesuatu butuh waktu, begitu pula dalam hal mencintai dan menerima masa laluku. Dulu setiap hari aku berusaha untuk mambangun percayaku. Bahkan kelak akan ada anak manusia yang bersedia menjadi kekasih dan teman hidup untukku. Bukan hanya karena cinta semata, tapi karena dirinya juga mau membantuku untuk tak lagi hidup dalam bayang-bayang kesalahan yang lama.

Dulu Mungkin Aku Pernah Salah dalam Melangkah, Namun di Masa Depan Aku Berjanji Tak Akan Lagi Mengulanginya

Biar bagaimana pun aku ini adalah manusia biasa yang juga pernah berbuat salah. Tapi aku sadar bahwa tak ada yang perlu disesalkan, biarlah semua yang telah terjadi akan jadi pelajaran. Dari kesalahan ini aku tahu, bahwa sesuatu yang tampak menyenangkan diawal belum tentu bisa membawaku pada kebahagiaan.

Dengan berjanji pada diri sendiri, aku tak akan lagi mau berbuat kesalahan yang sama. Karena kini aku percaya bahwa ada banyak hal indah yang menungguku untuk dijejaki di masa depan.

Karena Meski ada Cerita Buruk di Masa Lalu, Kuharap Masa Depanku Bersamamu Akan Tetap Indah

Bertemu denganmu tentu jadi hadiah manis untukku. Setelah dihadapkan pada masa lalu yang suram aku digembleng jadi sosok yang harus kuat. Memperbaiki semuanya seorang diri, dan kembali percaya bahwa akan ada cinta yang menghampiriku lagi.

Terlepas dari bayang-bayang masa lalu yang sudah tak ingin kubicarakan, aku tahu ada masa depan indah yang telah menanti kita berdua. Coba bayangkan, kelak kita akhirnya akan hidup bersama dengan beberapa anak yang akan mengisi dunia. Tak hanya jadi pelengkap hidup karena mau mencintaiku saja, sosokmu tentu jadi pahlawan yang bersedia untuk menerimaku apa adanya.

Dan stigma akan manusia buruk di masa lalu yang katanya tak akan bahagia, saat itu juga mungkin telah berhasil kita patahkan bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Teman Hobi Sarkas Bukan Berarti dia Orangnya Kasar, Darinya Justru Kamu Akan Banyak Belajar

Kamu tahu kan arti sarkasme? Baiklah, kalau belum jelas, biar kuberitahu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Sarkasme adalah salah satu majas yang dimaksudkan untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang. Lalu, kalau kamu menghadapi orang yang suka melontarkan kalimat berbau sarkasme, kira-kira responmu bagaimana? Bisakah kamu berteman dengannya?

Berbicara soal teman, memang seringkali orang yang pandai melontarkan kalimat-kalimat sarkasme itu kerap dikaitkan dengan stigma sosok yang kasar sebab tak sedikit orang yang terluka karena ucapannya. Padahal tidak selalu demikian, justru kalau kamu punya teman dekat atau sahabat dengan mulut pedas dan sarkastik, kamu patut bersyukur. Sebab ini tandanya kamu punya sahabat terbaik.

Meski Sarkastik Adalah Bakat Alami, Tapi Dia Tidak Suka Berbohong dan Dibohongi

Dia adalah sosok teman yang selalu jujur apa adanya dan tak akan menyembunyikan kenyataan yang ada, sekalipun hal itu menyakitkan. Bukankah lebih baik teman yang mengatakan hal jujur tapi menyakitkan dibanding dia yang seakan mendukungmu tapi menusukmu dari belakang? Selalu jujur adalah caranya agar kamu tidak terjebak dengan kebohongan atau kepalsuan. Disamping itu, dia pun akan mengatakan apa pun sesuai dengan logika, bukan dengan emosi semata. Dia bisa menjadi sahabat yang baik karena dia akan memberikan sisi positif dan negatif suatu hal secara berbeda

Saat Kalian Bertengkar, Tanpa Pikir Panjang Dia Akan Mengalah Daripada Kehilangan Dirimu

Saat kamu dan dia sedang bertengkar, dia tak akan sungkan untuk meminta maaf duluan. Meski dikenal suka melontarkan kata-kata sarkastik, tapi dia tak akan meninggikan ego yang berujung kehilangan sahabat sepertimu. Tapi kalaupun dalam pertengkaran itu justru kamu yang salah, jangan heran kalau kamu akan didiamkan saja. Kalaupun ada waktunya bicara, dia akan berbicara yang sebenarnya.

Tak Hanya Pandai Berujar Kalimat Sarkasme, Dia Sejatinya Tetap Tahu Cara Mencairkan Suasana

Hal-hal semacam ini mungkin terjadi kalau pacarmu atau sahabatmu adalah tipikal yang dikenal piawai melontarkan kalimat sarkasme. Kalau kamu dan dia mungkin sedang terjebak dalam suasana awkward, dia biasanya tak akan kesulitan melontarkan banyolan aneh namun lucu yang pasti membuatmu tertawa. Orang semacam ini memang kadang berhasil membuat kamu kesal, tapi kamu tak akan bisa membencinya.

Dia Akan Jadi Suporter Terdepan Saat Kamu Dilanda Masalah

Teman dengan ‘bakat’ semacam ini jangan kamu tinggalkan. Sarkasme itu sejatinya sebuah tanda jika dia dianugerahi intelegensi tinggi, tak heran jika dia bisa merespon situasi yang terjadi di sekitarnya dengan kata-kata yang mungkin tak terpikirkan oleh orang lain.

Saat kamu ada masalah atau terlibat masalah dengan orang lain, dia yang akan berada di garda terdepan untuk jadi tamengmu. Entah lewat kata-kata yang mungkin akan membantumu menghempaskan orang yang mencari masalah denganmu, atau memberikan diri sepenuhnya untuk membelamu mati-matian saat kamu tersudut. Intinya, dia adalah teman yang istimewa.

Justru Lewat Dialah Mentalmu Akan Dikuatkan, Kamu Pun Tak Lagi Kaget Bila Bertemu Orang dengan Karakter Sepertinya

Karena kamu sudah tahu baik buruknya, bahkan sudah terbiasa dengan sikap dan kata-kata sarkasnya, kamu tak lagi sakit hati. Tiap dia melontarkan kata-kata sarkas yang mungkin menurut orang lain justru terdengar kasar, kamu malah sudah memakluminya. Karenanya, kukatakan dia adalah ujian untuk mentalmu agar bisa sekuat baja. Kamu bisa saja menganggap omelan bosmu sebagai angin lalu, karena kamu tahu ada mulut yang lebih beringas yang biasa kamu temui setiap hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Soal Pacar, Teman Tak Selalu Benar, Mungkin Aku Hanya Perlu Bersabar

Satu-satunya orang yang kukabari ketika aku mendapat kesenangan, tangis, hingga duka adalah kamu. Ikatan yang kita bangun sejak dulu semacam membuatku secara otomatis ingin melibatkanmu dalam setiap fase hidup yang aku jalani. Itulah mengapa setiap hari aku selalu berusaha ‘mengusikmu’ hanya karena aku merasa kita ini saling mengikat.

Aku bersyukur memilikimu. Anganku terus membumbung, bersamamulah aku menuntaskan segala cerita nantinya. Sampai di hari tua kita akan tertawa bersama, menikmati gelak tawa cucu-cucu kita, dan menghitung berapa dekade yang telah dilalui bersama. Sampai sejauh itu rasanya menyenangkan punya karib sepertimu.

Disamping itu, segala nasehat dan tutur katamu selalu kudengarkan. Seperti ibuku, kamu yang paling keras menegurku saat aku salah langkah. Kuhargai hal itu. Tapi sepertinya, kita sedang di persimpangan. Setiap teguranmu kurasa tak sama seperti dulu. Terlebih sejak aku mulai menjalin hubungan, kulihat ada rasa iri yang terbersit lewat setiap kata yang kamu utarakan.

Pertemanan Kita Itu Istimewa, Janganlah Berakhir Sia-sia Hanya Karena Ego Semata

Kita saling tahu, persahabatan ini istimewa. Kita selalu berusaha sekeras mungkin meleburkan segala ego. Tapi kini kita sedang sama-sama keras, kamu memintaku agar tak bersamanya. Segala hal kamu lontarkan agar aku melakukan manuver untuk segera meninggalkannya. Entah bagaimana caranya aku ingin mengatakan padamu, kali ini biarkan aku yang melakoni dan menuntaskan apa yang sedang aku rangkai. Maukah kamu percaya padaku?

Kita yang Terbiasa Berdua, Sejatinya Harus Sadar Kalau Kebersamaan Ini Tak Akan Berlangsung Selamanya

Ratusan hari sudah kita isi bersama-sama. Sekali lagi, meski raga terpisah, tapi kita saling terkoneksi lewat teknologi. Hal itu yang membuat kita sama-sama mengamini bahwa pertemanan ini sudah layaknya saudara.

Namun kita harus sama-sama menyadari, sedekat apa pun dan seberapa lama telah bersama, pada akhirnya akan ada titik dimana kita harus menjalani hidup masing-masing. Namun pandangan kita soal ini berbeda, kamu ingin aku bersamamu selamanya. Bukannya menolak, tapi kumohon cobalah realistis. Seberapa jauh kita sudah berusaha, pada akhirnya takdirlah yang akan menentukan sejauh mana kita bisa berjalan bersama.

Mungkin Giliranku Lebih Dulu Untuk Merangkai Kisah, Tapi Bukan Maksudku Mengucap Kata Pisah

Tiada yang bisa menebak siapa yang lebih dulu akan merangkai kisah asmara. Itu yang tengah terjadi pada kita. Semasa remaja, kita suka berangan-angan, dengan siapakah nantinya kita akan menikah. Kurasa aku sudah mulai menemukan jawabnya.

Persoalannya, kamu menilai setelah menikah maka artinya berpisah. Padahal menurutku tidak demikian. Kamu mulai menilai pasanganku sebagai satu-satunya orang yang berusaha menjauhkanmu denganku. Kamu mengira dia punya kepribadian yang sangat kontras denganku sehingga lebih baik aku meninggalkannya. Haruskah demikian?

Kumohon Kamu Mau Mengenalnya Lebih Dulu, Dia Berbeda dengan Mereka yang Sudah Jadi Masa Lalu

Diantara sekian banyak suara yang mengatakan kalau mereka mendukungku atas hubungan ini, hanya tinggal kamu yang masih keberatan dengan kehadirannya. Benarkah pintu hatimu benar-benar tertutup untuknya yang ingin mengenalmu karena dia tahu kamulah sosok yang selama ini dekat denganku? Mungkin kamu tahu riwayatku dengan sederet orang di masa laluku, pun kesakitan dan patah hati yang menjadi trauma tersendiri bagiku.

Tapi sekali lagi, izinkan aku mengenalkan dia yang sudah mengetuk pintu hatiku ini. Aku tahu kamu sedang berusaha menjagaku agar tak bertemu dengan orang yang salah. Tapi aku juga sedang berusaha membuatmu mengerti bahwa dia bukan masa laluku yang terlalu menyakitkan untuk diingat. Kalau kamu selalu berkata “Aku tahu yang terbaik untukmu,” lantas dimanakah hak bagiku untuk menentukan jalan hidupku?

Kamu dan Dia Bukan Sesuatu yang Harus Dipilih. Kamu Tetap Teman Terbaikku, Tapi Aku Juga Butuh Dia Agar Selalu Menggandengku

Kamu temanku, dia kekasihku. Kalian berdua sangat berarti bagiku. Jangan memaksaku memilih satu diantara kalian. Sebab kalian bukanlah semacam opsi yang harus dipilih. Aku tidak sedang mengadakan kompetisi. Kamu, sampai kapan pun, akan tetap jadi teman terbaikku, bahkan ketika kita sedang berkonflik dan saling menjaga jarak. Tapi di sisi lain, aku membutuhkan dia yang selalu menggandengku dalam keadaan apa pun. Kuharap kita bisa sama-sama mengerti, situasi seperti ini bukanlah sesuatu yang sama-sama kita harapkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top