Feature

Bukan Hanya Gonggongannya yang Membuat Nyali Ciut, Lima Jenis Anjing Penjaga Ini Siap Membuat Pencuri Balik Badan

Pit Bull Tak Hanya Punya Tampang Garang, Anjing yang Satu Ini Bahkan Dulunya Biasa Diadu dengan Beruang

Punya nama resmi American Pit Bull Terrier, jenis anjing Pit Bull dikenal paling berbahaya karena memiliki tenaga yang jauh lebih besar dibanding jenis anjing lainnya. Di samping itu, anjing jenis ini pun lebih tahan terhadap rasa sakit dan pantang menyerah. Tak heran, dulunya Pit Bull dikenali sebagai salah satu anjing petarung. Bahkan tak hanya diadu dengan sesama anjing, Pit Bull petarung juga disiapkan untuk menghadapi banteng hingga beruang.

Kendati kondisi emosi Pit Bull termasuk yang paling stabil dibanding jenis anjing lainnya. Tapi sudah sepatutnya pemilik rumah tak boleh lengah. Sudah ada kasus dimana Pit Bull ramai dibicarakan lantaran menyerang seorang anak  berusia delapan tahun. Peristiwa ini sekaligus jadi pengingat kita agar harus tetap waspada dan berhati-hati pada anjing penjaga meski sudah lama dipelihara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenapa Rindu (Itu Berat)?

“Jangan rindu…berat…kamu gak akan kuat…biar Aku saja”

Begitu kata tokoh Dilan dalam film dan novel Dilan kepada Milea sang kekasihnya. Kalimat sederhana itu pun sempat bikin heboh netizen. Banyak bahkan yang memberikan tanggapan dengan status, cuitan dan meme yang menyatakan ada hal lain yang lebih berat dari rindu.

Namun sebetulnya yang dibicarakan Dilan itu memang bukan omong kosong. Setidaknya menurut sains, rindu memang sesuatu yang sangat berat untuk ditanggung oleh tubuh. Namun untuk sampai pada penjelasan soal rindu, sebelumnya kita coba bahas pangkal penyebabnya yaitu cinta.

Kata orang cinta itu sesuatu yang abstrak dan sulit dijelaskan. Jauh lebih rumit dari penjelasan hukum relativitas Einstein. Namun jika kita tarik menggunakan ilmu psikologi dan biologis, sesungguhnya cinta tidak lah serumit itu.

Menurut jurnal Psychopharmacology yang dirilis tahun 2012, Cinta hanya lah sekumpulan reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Dan reaksi psikologis kita atas keadaan-keadaan tertentu. Cinta merupakan “jebakan” alamiah dimana kita sama sekali tak punya kendali di dalamnya. Serupa dan setingkat dengan memicingkan mata ketika silau atau bersin ketika ada yang gatal di hidung.

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino Cuma Mitos?

pasangan berdua

Ya, konsep “Cinta tumbuh karena terbiasa” tidak dikenal dalam bidang neuro science. Karena ternyata cinta tak bisa tumbuh karena terbiasa. Cinta hanya ditentukan 90 detik sampai 4 menit setelah kita bertemu seseorang. Dalam rentang waktu ini, otak manusia akan menentukan apakah dia jatuh cinta atau tidak.

Cinta itu sangat primitif, tak ditentukan kata-kata romantis, tapi berdasarkan bahasa tubuh dan intonasi suara saja

kaki

Rupanya cinta bukanlah produk kebudayaan hasil olah pikir yang rumit dari manusia. Cinta atau tidaknya kita pada seseorang ternyata ditentukan dari insting primitif setingkat dengan takut dan jijik. Dari sekian banyak faktor yang menentukan kita mencintai atau tidak seseorang, 55 persen diantaranya adalah faktor bahasa tubuhnya. Kemudian  sebanyak 38 persen adalah intonasi suaranya.

Sementara pemilihan kata dan kalimat-kalimat hanya mempunyai peranan 7 persen saja. Atau dengan kata lain, kita bisa bicara hal omong kosong dan tetap membuat seseorang jatuh cinta, kalau bahasa tubuh kita dan intonasi suara kita cocok dengannya.

Secara Kimiawi, Jatuh Cinta Itu Menghasilkan Hormon Dopamine, Setara Pecandu Menggunakan Narkoba

rokok

Ketika kita secara tak sadar menyukai bahasa tubuh dan intonasi seseorang di 90 detik awal pertemuan, bagian otak kita yang bernama Hypothalamus akan sangat aktif. Pada saat itu secara terus menerus sisi otak ini akan menghasilkan hormon Dopamine.

Hormon kimiawi inilah yang juga memberikan perasaan bahagia pada diri manusia. Karena secara simultan akan menciptakan perasaaan senang secara intensif serupa ketika tubuh menggunakan narkotika kokain atau heroin.

Ciri tubuh yang sedang menghasilkan dopamine adalah peningkatan energi yang drastis, penurunan nafsu makan dan penurunan kebutuhan untuk tidur. Selain itu mereka yang kelebihan dopamine hanya fokus pada hal tertentu dan cenderung memperhatikan hal-hal detail. Jangan heran makan kita menjadi sedikit ketika jatuh cinta. Kemudian kita mampu bergadang berjam-jam meski pun mata sudah mengantuk.

Menurut ilmu Neuroscience Cinta Buta Itu Nyata Adanya

pasangan malam

Ketika kita jatuh cinta, jalur syaraf negatif di otak kita yang menghubungkan Nucleus Accumbens dan Amygdala menjadi non aktif. Padahal sesungguhnya jalur ini digunakan otak kita untuk menilai sesuatu itu baik atau buruk yang berguna untuk insting mempertahankan hidup.

Namun ketika jatuh cinta, jalur ini tidak aktif. Jangan heran jika kita tidak mampu merasakan makanan yang tidak enak, bau yang kurang sedap dan hal negatif lain termasuk di dalamnya faktor-faktor negatif yang terdapat pada pasangan.

Lalu Darimana Datangnya Rindu? Itu Karena Hasil Dari Produksi Hormon Oxytocin dan Vasopressin

bersama di hutan

Ketika jatuh cinta bagian otak Hypothalamus selain menghasilkan hormon Dopamine,   juga menghasilkan setidaknya dua hormon lagi. Kedua Hormon ini adalah Oxytocin dan Vasopressin.

Hormon Oxytocin ini secara alami dihasilkan ketika seorang ibu melahirkan bayinya. Oxytocin lah yang membuat payudara ibu secara otomatis menghasilkan susu ketika anaknya menangis. Hormon inilah yang membuat anak secara insting akan merasa aman dan ingin terus berada dekat pelukan ibunya. Nah, paham bukan, kenapa mereka yang sedang jatuh cinta selalu ingin dekat berpelukan? Karena ketika jatuh cinta, hormon Oxytocin kembali diproduksi secara massal.

Sementara Vasopressin secara natural sebenarnya adalah hormon yang menciptakan rasa haus untuk menjaga kesehatan ginjal. Ketika jatuh cinta, hormon ini juga diproduksi secara masif. Inilah yang bertanggung jawab terhadap rasa haus (rindu) kita pada pasangan.

Kenapa Rindu Berat, Terlebih Ketika Kamu Putus Cinta? Karena Otak Butuh Waktu Untuk Berhenti Memproduksi Dopamine

putus

Ketika kita putus cinta dan hubungan berakhir, otak kita tak serta merta menghentikan produksi dopamine. Otak akan terus aktif menghasilkan hormon “bahagia” ini.

Walaupun begitu di sisi lain, ketika putus, sisi otak kita yang bernama Orbital Frontal Cortex yang mengatur kontrol diri dan emosi akan aktif. Bagian otak ini akan berusaha mengambil alih fungsi otak dan berusaha melupakan pasangan kita.

Pertentangan dua bagian inilah yang membuat putus cinta menjadi begitu sulit dan ujungnya membuat diri tertekan dan sedih. Tapi dari sini kita bisa menyimpulkan satu hal. Bahwa idiom bahwa “waktu akan mampu menyembuhkan luka hati putus cinta” adalah benar adanya. Karena menghentikan produksi Dopamine yang berkaitan dengan si Dia butuh waktu yang tidak singkat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Gawai Bukanlah Segalanya, Tinggalkan Sejenak Apabila Keberadaannya Justru Membuatmu Banyak Lupa

Dalam sehari, kira-kira berapa lama kamu menghabiskan waktu untuk menatap gawai? Adakah yang sampai 12 jam lebih? Wah, hati-hati, bisa jadi kamu sejatinya sedang kecanduan gawai. Ya, terlepas dari sebuah ‘tuntutan zaman’ lantaran setiap orang sekarang ini sepertinya selalu mengandalkan gawai, bukan berarti hidupmu sepenuhnya harus terikat dengan gawai.

Memang, tanpa gawai, rasanya ada yang kurang. Kita tidak bisa memantau media sosial, tak bisa menelpon atau berkabar dengan orang terdekat dan teman-teman. Tapi faktanya, keberadaan gawai juga membawa dampak lain yang tak cukup baik untuk kesehatan mentalmu. Bahkan, terlalu sering bergantung dengan gawai, membuatmu rentan terdistraksi dan tidak bisa fokus. Akibatnya, kamu malah jadi sering lupa dengan banyak hal.

Perbanyak Kegiatan Outdoor dan Matikan Gawai Selama Berkegiatan

Terlalu sering memainkan gawai mengindikasikan kalau kamu pasti tipe orang rumahan. Selain jarang berinteraksi dengan orang-orang di sekitar, kamu pun tak suka berlama-lama berada di luar rumah. Padahal, sejatinya kamu jelas perlu melakukan kegiatan di luar rumah. Kenapa? Hal itu akan membantumu mengurangi distraksi dengan gawai. Tak perlu kegiatan outdoor yang kelewat ekstrim atau sukar dilakukan, cobalah untuk bepergian ke alam entah untuk bersepeda, hiking, atau hanya jalan-jalan saja. Sepanjang aktivitas itu, tahan diri untuk tidak membuka gawai. Perbanyaklah komunikasi dengan teman-teman atau keluarga yang menemani perjalananmu. Selain mengurangi distraksi dengan gawai, kamu pun jadi semakin dekat dengan keluarga.

Tekad Kuat Jelas Diperlukan Sekalipun Hanya Soal Kecanduan Gawai

Kamu pasti memahami, hal yang paling dasar sebelum memulai sesuatu adalah niat. Seberapapun besar niat kita, kalau tidak dilakoni dengan sungguh-sungguh, maka sukar berhasil. Karenanya, cobalah untuk mengumpulkan niat untuk berhenti, atau setidaknya mengurangi kebiasaan bermain gawai. Ketika tekad kita sudah betul-betul bulat, sejatinya kamu pun tinggal melakoni  niatmu tersebut. Semakin besar niat, tentu saja kita bisa menepis setiap godaan yang mengarah agar kita terikat kembali dengan gawai.

Kembali Nikmati Hobimu di Waktu Luang dan Simpan Gawai di Tempat yang Tak Mudah Kamu Jangkau

Meski kamu sangat menggemari bermain game di gawai, tapi sebaiknya cari alternatif yang lain. Coba ingat lagi hobi lama yang mungkin hampir kamu lupakan karena saking sibuknya dengan gawai. Mungkin membaca, bernyanyi, melukis, atau sekalipun memasak. Lakukan kegiatan tersebut di waktu luangmu. Saat kamu beraktivitas dengan hobimu, cobalah untuk menyimpan gawai di tempat yang sukar kamu jangkau. Entah yang jaraknya sekian meter dari tempatmu, atau cukup menyimpannya di dalam lemari. Meski sepele, hal itu akan membuatmu tidak terdistraksi dengan gawai.

Sekali Lagi, Jaga Jarak Tak Cuma dengan Orang, Adakalanya Lakukan dengan Gawaimu

Untuk menghindari interaksi, tentu saja bermainlah dengan jarak. Akan lebih baik kalau kamu tak usah membawa gawai jika ingin bepergian ke tempat yang relatif dekat. Misalnya, kamu hendak ke minimarket, atau kamu sedang berencana lari pagi, atau bahkan mengantarkan adikmu ke sekolah, lebih baik simpan dahulu gawaimu. Pelan tapi pasti, hal itu akan membuat kadar kecanduan terhadap gawai jadi berkurang.

Buatlah Jadwal Pasti Kapan Kamu Bisa Menggunakan Gawai

Untukmu yang benar-benar merasa sukar menyembuhkan kecanduan dengan gawai, maka langkah yang paling tepat adalah dengan mengurangi kebiasaan tersebut. Solusi yang tepat adalah membuat jadwal kapan kamu memegang gawai, bekerja, dan beraktivitas tanpa gawai. Aturlah hal-hal yang berkaitan tersebut menjadi sebuah jadwal. Dengan membuat jadwal, tentu kamu akan lebih teratur dan lebih disiplin mengenai waktu yang kamu gunakan setiap harinya. Kalau kamu tidak membuat jadwal, pasti ada ada saja godaan dan hal hal yang membuat kita terpaksa ingin memainkan gawai secara terus-menerus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Urakan dan Kamarku Berantakan, Katanya Itu Ciri Orang Pandai

Kebiasaan-kebiasan buruk yang serampangan memang tak bisa diterima oleh semua orang. Tapi tunggu dulu, sebab hal itu tak selalu buruk. Karena faktanya kebiasaan-kebiasaan yang menurut orang lain buruk tersebut, justru jadi salah satu bukti bahwa kita ini adalah orang cerdas.

Lupakan dulu orang rapi yang katanya adalah gambaran orang cerdas, sebab sebagaimana salah satu studi yang dilansir dari situs Lifehack.org, orang-orang cerdas bisa dilihat dari beberapa gambaran yang ada di bawah ini. Barangkali kamu adalah salah satunya.

Bukan Tak Suka Merapikan Kamar atau Meja Kerja, Tapi Situasi Ini Kerap Berhasil Menciptakan Hal-hal Tak Terduga

Sejak kecil, orangtua mungkin sudah mencekoki kita agar terbiasa melakukan segala sesuatu dengan terorganisir. Dan hal ini dilakukan demi kesuksesan yang digadang-gadang akan lahir dari orang-orang yang terbiasa hidup rapi dan teratur.

Namun untuk jiwa-jiwa pemberontak, mengikuti aturan baku tentulah sangat susah. Sebab pakar psikologi Kathlen Vohs dari Unversity of Minnesota mengatakan bahwa kamar yang berantakan bisa membuktikan bahwa pemiliknya adalah seseorang yang memiliki pola pikir kreatif.

Jika masih tak percaya, kita bisa melongok meja para ilmuwan dan orang cerdas yang lain. Meja Albert Einstein mungkin akan membuat kepala kita pusing karena seperti baru dibom atom. Padahal itulah yang membuatnya bisa berpikir kreatif, bahkan melahirkan sejumlah teori yang masih berlaku hingga kini. Dan contoh lain yang juga bisa kita lihat adalah Steve Jobs, pendiri Apple, yang juga memiliki meja kerja yang berantakan.

Tidur Larut Malam, Sebab Ide-ide Brilian Kadang Datang Saat Situasi Tenang

Umumnya meraka yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, memang terjaga lebih lama. Sebab waktu malam biasanya dipakai untuk memikirkan hal-hal yang belum dapat dipecahkan saat siang atau persiapan untuk esok harinya.

Sehingga sebelum merasa menemukan hal yang benar-benar menjadi solusi, biasanya tak akan bisa memejamkan mata. Malam yang tenang, lebih sering dipakai sebagai momen pemecahan masalah daripada untuk tidur.

Terlepas dari sisi kesehatan yang memang menganjurkan kita untuk tidur cukup, sebenarnya kecenderungan orang-orang cerdas yang tidur larut malam adalah pemanfaatan waktu untuk berpikir lebih produktif dalam durasi waktu yang lebih lama dengan tenang.

Bahkan Cenderung Berbicara Pada Diri Sendiri

Jika ternyata kamu punya kebiasaan yang sama, jangan dulu pikir dirimu gila. Terbiasa untuk memikirkan apa saja yang sedang ingin dilakukan, kadang kala ada saja imajinasi yang datang tanpa diundang. Dengan begitu secara tidak langsung, saat sedang berjalan sembari berpikir kita sering berkata-kata pada diri sendiri.

Mereka yang melihatnya mungkin akan berkata, bahwa ini adalah salah satu kejanggalan yang aneh atau berpikir jika kita memang sudah tak waras lagi. Padahal menurut penelitian, orang yang gemar berbicara sendiri tak berarti ia gila. Sosok ini lebih cerdas, sebab kebiasaan ini membantu mereka untuk melihat gambaran masalah lebih jelas. Sehingga solusi yang memang sedang dicari datang lebih cepat pada mereka yang sering berbicara pada diri sendiri dibanding dia yang selalu berdiam diri.

Hingga Terkadang Melontarkan Sumpah Serapah yang Ada Kalaya Tak Disukai Oleh Sebagian Orang

Kita semua tahu, jika ini adalah kebiasan buruk yang memang tak bisa dipahami oleh semua orang. Sebagian orang beranggapan jika pribadi yang suka mengumpat atau menyumpah adalah manusia yang minim kosakata, hingga tak berpendidikan.

Tapi menariknya, sebuah studi menemukan bahwa mereka yang berlawanan dengan anggapan lazim, ternyata memiliki kosakata lebih luas dan mengerti bahasa lebih dalam daripada yang tidak pernah melakukannya.

Dalam studi ini, umpatan jadi sesuatu yang menunjukkan jika mereka yang mengutuk memiliki IQ lebih tinggi dan mempunyai kosakata umpatan sebagai tanda kekuatan retoris. Meski sebenarnya akan lebih baik jika umpatan keluar dalam bentuk dan bahasa yang baik.

Dan Memiliki Tingkat Kecemasan yang Sedikit Lebih Tinggi dari Orang Biasa

Pernah dengar dampak Dunning-Kruger? Disebutkan bahwa orang yang tak kompeten tidak mawas tentang kekurangan mereka, sementara itu orang dengan unjuk kerja terbaik malah paling cemas dengan kemampuan mereka.

Dan sesuatu yang sama, mungkin sering juga kita rasakan. Terlalu takut untuk sesuatu yang justru sudah berhasil dilakukan. Tapi ternyata kecemasan tersebut, bisa jadi tanda akan tingginya kecerdasan atau intelegensi.

Sebab menurut sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Lakehead University di Ontario, Kanada, seseorang yang pencemas cenderung memiliki nilai tinggi dalam tes kecerdasan secara verbal. Dengan kata lain, semua kecemasan yang berkecamuk di benak kita sesaat sebelum pergi tidur, sebenarnya adalah hal yang akan mempertajam kemampuan untuk berpikir lebih kritis lagi.

Jika dari beberapa hal yang telah dijelaskan tadi ada beberapa sikap yang memang kita miliki, bisa jadi kita ini adalah salah satu orang cerdas. Tinggal bagaimana kita menunjukkan kreativitas dan imajinasi menjulang dari kebiasaan-kebiasaan yang sering kita lakukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top