Feature

Bertemu Orangtua Pacar untuk Kali Pertama Pasti Grogi, Tapi Bukan Berarti Kamu Tak Bisa Mengatasinya

Kesan pertama sangatlah berarti. Setelah kamu dan dia sepakat untuk berpacaran, itu tandanya kamu harus memikirkan perkenalan dengan orangtua pacarmu. Bagaimanapun, kamu sebaiknya berprinsip jika hubungan yang sehat dibangun bukan dari hubungan backstreet.  Saat berkomitmen untuk menjalani hubungan yang serius, berarti kamu dan pasangan harus siap untuk saling mengenal keluarga masing-masing juga.

Bertemu orangtua pacar adalah situasi lazim yang tentunya dialami setiap pasangan. Soal grogi itu sudah pasti. Jantungmu akan berdegup kencang karena yang kamu temui bukanlah sembarang orang, melainkan sosok yang sangat berarti dalam hidup pacarmu. Restu dari mereka adalah kunci untuk kelanjutan hubunganmu. Perlukah strategi? Jelas! Terutama jika kamu merasa rasa grogimu berkali lipat lebih besar dibanding saat bertemu pacarmu pada kencan perdana kalian.

 

Jadikan Pacarmu Sebagai Informan. Ulik Informasi Sebanyak-banyaknya dari Dia Agar Kamu Punya ‘Pengetahuan’ Tentang Mereka

Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa lawas itu ada benarnya juga. Saat kamu tak berusaha mengenal orangtua pacarmu, akan sulit bagimu untuk dekat dengan mereka. Apabila pacarmu telah menawarkan momen untuk mengajakmu berkenalan dengan orangtuanya, sebaiknya kamu tak perlu menolaknya.

Jadikan pacarmu informan terbaik. Gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai hal-hal kecil yang mungkin disukai atau tidak disukai orangtua pacarmu, tanyakan apa makanan atau aktivitas favoritnya. Jika kamu sudah dibekali dengan ‘pengetahuan’ semacam ini, kamu akan mampu menghalau rasa grogi dan mudah membangun percakapan dengan mereka. Penting, buatlah kesan yang sopan dan bersahaja. Jika mereka respect dengan cara pendekatanmu atau kamu membuat mereka berkesan, bukan tak mungkin restu mereka akan mudah kalian dapatkan.

 

Memilih Waktu yang Tepat Saat Berkunjung Akan Membuat Pertemuan Jauh Lebih Berkesan

Mungkin ada tipe pacar yang tidak sabar ingin mengajak pasangannya bertemu orangtuanya. Meski tak masalah juga, ada baiknya kamu dan dia merencanakan waktu terbaik untuk momen tersebut. Hal itu dilakukan demi menghindari suasana yang tidak kondusif karena bisa saja kalau waktunya tidak pas, ternyata orangtua pacarmu sedang dalam keadaan letih atau justru hendak pergi karena ada janji.

Barangkali akhir pekan terasa tepat untukmu yang dari hari Senin hingga Jumat telah disibukkan oleh jadwal kantor. Bukan saja kamu jadi lebih punya banyak waktu untuk mengobrol dengan mereka, akhir pekan merupakan momen saat sebagian besar orang dalam kondisi rileks. Dengan begini kamu akan lebih bisa mendapatkan pertemuan yang berkualitas dengan mereka. Manfaatkan dan persiapkan momen tersebut sebaik mungkin agar pertemuan nantinya terasa akrab.

 

Pastikan Kamu Tahu Caranya Melontarkan Percakapan-percakapan Kecil yang Akan Mencairkan Suasana

Topik percakapan sejatinya bisa seputar apa saja, mulai dari berita terhangat hari itu, cuaca, atau apa pun yang menurutmu layak dijadikan bahan pembuka obrolan dengan orangtua pacarmu. Kalau sudah akrab, pasti kamu akan lebih rileks dan tak akan kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin mengejutkanmu. Di samping itu, dengan semakin banyak membiarkan adanya percakapan kecil diantara kamu dan orangtua pacarmu, hal itu akan menghalau momen-momen canggung yang mungkin terjadi. Dengan begini kamu bisa menikmati momen pertama kali bertemu orangtua pasangan tanpa merasa kikuk yang berlebihan.

Memberikan Pujian Tulus Patut Kamu Lakukan, Hal Ini Sebagai Tanda Jika Kamu Menghargai Keberadaan Mereka

Memberikan pujian ditengah pembicaraan sangat disarankan. Kamu bisa memberi pujian tulus mengenai masakan yang sudah disiapkan untukmu. Dengan demikian kamu sudah menunjukkan tanda jika kamu menghargai usaha yang telah mereka lakukan untuk menyambutmu sebagai tamu. Tak ada salahnya juga kamu memuji cara mereka membesarkan anak-anaknya. Tak perlu takut untuk melontarkan pujian karena setiap orang pasti akan menghargai pujian yang mereka terima. Lakukan dengan tulus ya, bukankah segala sesuatu  yang berasal dari hati akan sampai ke hati pula?

 

Tetaplah Jadi Dirimu Sendiri, Pacarmu Akan Bangga Jika Kamu Tak Menutupi Kepribadian Sehari-harimu Saat Berada di Rumahnya


Pada pertemuan pertama, ada kalanya orang yang memilih jaim berlebihan karena takut membuat impresi atau kesan yang salah dimomen tersebut. Kamu tak perlu demikian, pacarmu pasti akan mendukungmu jadi dirimu yang apa adanya. Dengan demikian, kamu pun terbiasa untuk jujur dalam setiap momen. Hal ini jauh lebih baik dibanding kamu jaim dan cenderung menampilkan kesan yang dibuat-buat. Jika sudah demikian, bukan tak mungkin kamu justru akan merasa kesulitan dipertemuan selanjutnya.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Mengingat Kembali Momen Sial Bisa Membuatmu Tertawa, Itu Tandanya Kamu Sudah Dewasa

Pernahkah kamu mengalami yang namanya momen sial? Entah tiba-tiba terpleset saat sedang berada di keramaian, bajumu terkena kotoran burung, hingga kepala  yang terantuk tembok dan semacamnya. Kira-kira apa responmu setelahnya? Adakah yang merasa kesal dan merutuki diri sendiri? Atau justru tertawa karena merasa konyol dengan kesialan yang menimpamu? Sejatinya, kalau kamu justru tertawa saat ditimpa kemalangan kecil, itu artinya kamu sudah dewasa karena bisa menyikapi hal buruk dengan cara jenaka.

Kamu harus bangga. Faktanya, tak semua orang bisa melakukannya. Ada yang saking kesalnya ditimpa sial, moodnya jadi berubah sepanjang hari. Tapi bicara soal momen sial, masihkah kamu bisa tertawa jika skala ‘kesialan’ yang kamu hadapi jauh lebih besar? Ataukah, sisi jenakamu akan lenyap entah kemana? Coba tanyakan dalam diri masing-masing, masihkah kamu bisa tertawa jika mendapati situasi semacam ini…

Saat Orang-orang Menertawakan Cita-cita dan Ambisimu yang dianggap Tidak Relevan…

Kamu dengan penuh percaya diri dan berapi-api selalu menyuarakan apa yang jadi cita-citamu selama ini. Sayangnya, tak semua orang bisa menerimanya. Alih-alih memberikanmu semangat dan motivasi, mereka malah menyepelekanmu karena kamu dirasa tak mampu meraih mimpimu itu. Pernahkah kamu terjebak di situasi semacam itu? Lalu bagaimana kabarmu sekarang? Sudahkah berhasil meraih apa yang dicita-citakan. Selamat, kamu telah berhasil mengalahkan segala intimidasi mereka.

Mentalmu akan dikatakan dewasa jika berhasil menyikapi semua ini secara santai dan dengan hati yang damai. Mungkin kalau diingat-ingat lagi, kamu merasa ditimpa kesialan lantaran teman-temanmu malah menertawakan cita-cita yang sudah kamu dambakan sejak lama. Tapi lihatlah, siapa yang sekarang bisa tertawa di akhir cerita?

Ketika Kamu Hendak Wawancara Kerja, Tapi Kondisi Badanmu Justru Sedang Lesu. Alhasil, Mimpi Bekerja di Tempat yang Kamu Dambakan pun Pupus Begitu Saja

Mungkin ada yang mengatakan jadwal wawancara bisa di-reschedule. Tapi sayangnya hal itu tak berlaku dengan undangan wawancara kerja yang kamu terima. Mereka memintamu datang di hari yang sudah ditentukan. Karena kondisimu benar-benar tidak fit, kamu pun tak datang. Hari itu, mungkin kamu merasa kesal, bete, hingga bergumam macam-macam dengan tubuhmu yang tak bisa diajak kompromi. Tapi lihatlah sekarang, ternyata kamu justru mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dari tawaran saat itu. Menyenangkan bukan?

Tak Banyak Orang yang Masih Bisa Tertawa Lepas Melihat ‘Ketidakadilan’ Soal Penghasilan

Dulu, sebelum gajimu sebaik sekarang ini, apakah kamu tetap bisa tertawa lepas bila mengingat banyaknya hal yang harus kamu penuhi? Belum lagi persaingan sengit di dalam kantor. Rasanya kamu merasa semesta tak adil soal penghasilan. Wah, tahan dulu dirimu. Seberat apa pun situasinya, tetap cobalah untuk bersyukur. Tengoklah orang-orang yang mungkin belum seberuntung dirimu. Menjadi dewasa bukan hanya ketika kita bisa tertawa melihat hal pahit yang kita alami, tapi juga keikhlasan hati menerima setiap jalan hidup yang harus kita lalui bukan?

Kamu Tahu Betapa Sukarnya Mengatur Waktu, Tapi Klien Seenaknya Mengganti Jadwal Bertemu

Sebagai pekerja yang terus menjalin relasi dengan klien, terkadang kita hanya bisa berencana dan klien yang menentukan. Kita sudah membuat janji sejak lama. Tapi ketika hari H justru ditunda lantaran kepentingan lain. Rasanya ingin protes, tapi tak bisa. Apa lagi mau marah. Ya sudah, terima saja. Berpikir positif saja bahwa klien memang sedang benar-benar berhalangan.

Siapa yang Bisa Tertawa Jika Setiap Hari Rasanya Hanya Kamu yang Jadi Bulan-bulanan Atasan?

Kesal memang jika tanpa disadari ternyata kita terus yang jadi objek omelan atasan. Padahal sebenarnya itu bukan kesalahan kita. Mau menyanggah pun sukar rasanya. Tapi kamu jangan patah semangat. Cobalah pelan-pelan meyakinkan atasanmu bahwa kamu tak bersalah sama sekali. Selama kamu bisa membuktikan bahwa kamu tak salah, semuanya akan baik-baik saja. Hitung-hitung juga menempa mentalmu, sebab di dunia kerja, hal-hal seperti itu sudah pasti ada. Kalau kamu berhasil melewatinya, kembali mengingat momen jadi bulan-bulanan atasan tentu akan membuatmu tertawa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hidup Ini Pilihan, Jangan Sampai Menyesal di Kemudian Hari Karena Tak Melakukan Hal-hal Baik Ini

Ketika kamu menyadari hidupmu hari ini, pernahkah kamu berpikir kira-kira apa yang akan terjadi di kemudian hari? Atau, ketika kamu mengingat lagi masa lalu, pernahkah kamu merasa menyesal dengan apa yang telah kamu sia-siakan dahulu? Memikirkan penyesalan masa lalu, percayalah, hanya akan membuang waktumu. Dipikir sekeras apa pun, hal itu sudah tak bisa diulang lagi.

Di luar sana, banyak yang merasa menyesal dengan hidupnya yang sekarang. Mereka mengaku jika diberi waktu untuk mengulang waktu, setidaknya satu dekade terakhir, mereka siap menata hidupnya sebaik mungkin. Hanya saja, hal itu jelas tak mungkin bukan? Karenanya, ketika kamu menyadari hidupmu yang sekarang dan segala pilihan yang ditawarkan dunia, cobalah isi hidupmu dengan hal-hal yang sekiranya baik dan lakukan semuanya sebaik mungkin.

Jangan Sia-siakan Ketika Punya Banyak Teman, Merekalah yang Akan Membantumu di Masa Depan

Seiring dengan bertambahnya usia, sadar tak sadar, lingkup pertemananmu akan semakin kecil dan mengerucut. Satu per satu temanmu pergi lantaran sibuk dengan hidupnya masing-masing. Dalam menyeleksi teman memang harus jeli, tapi bukan berarti kita melupakan mereka yang dirasa kurang dekat. Apa lagi sekarang kamu hidup di era media sosial, setidaknya jagalah hubungan baik dengan teman-temanmu meski tak berkomunikasi secara intens.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Hanya Jadi Penyuplai Sperma Saja, Setiap Suami Punya Tugas Penting Pada Masa Kehamilan Istrinya

Mendapati istri sedang hamil, tak lantas membuat keresahan dan penantian selesai. Barangkali kamu pun pernah berpikir, “Wah, istriku sudah hamil, tinggal menunggu waktu kelahirannya saja,”. Karena faktanya, perjuangan  yang lebih sukar justru baru saja dimulai.

Berita ini jelas jadi kabar bahagia, tapi jangan pikir menjalaninya juga akan semudah itu. Jelas tidak! Ada berbagai macam fase yang akan dilalui, mulai dari mual dan tak nafsu makan di awal kehamilan hingga sering tak bisa tidur menjelang persalinan.

Suami mungkin lelah karena harus bekerja, tapi biar bagaimana pun tak seharusnya membiarkan istri berjuang sendiri. Istri memang jadi pihak yang paling tahu bagaimana lelahnya menjaga kehamilannya sekarang, tapi sebagai suami, kamu juga tak boleh tinggal diam. Sebab pasangan akan jadi pemberi semangat nomor satu, kamu perlu memahami apa saja hal yang akan menjadi tugasmu.

Bayangkan Jika Kita Menjadi Dia, dengan Memahami Segala Perubahan yang Terjadi Atas Dirinya

Jika ini adalah kehamilan yang pertamanya, jelas akan jadi sesuatu yang cukup membuat kewalahan. Dengan modal pengetahuan yang masih sekedar teori, ada hal-hal lain yang memang kerap terjadi diluar kendali.

Perlu dipahami jika kehamilan bukan sepenuhnya jadi tanggung jawab satu orang, tak boleh hanya duduk manis saja. Cobalah untuk ikut serta dalam berbagai macam kelas kehamilan yang diikuti istri tercinta.

Sebab meski masih ada dalam kandungan, janin yang kelak memanggilmu bapak sudah harus dijaga berdua mulai sekarang.

Hamil Membuatnya Lebih Sensitif, Jadilah Teman Baik Untuk Semua Cerita dan Keluhannya

Hari ini ia bisa berubah jadi lebih manja, esok mendadak marah-marah tanpa alasan yang jelas. Kehamilan memang datang dengan diikuti perubahan hormon, tak boleh buru-buru marah dan menyalahkannya karena bersikap tidak seperti biasa.

Ini jadi gambaran situasi yang wajar dirasakan oleh setiap perempuan yang sedang mengandung. Maka dengan tetap berada di sampingnya, berusahalah menjadi teman yang baik untuknya. Biarkan ia bercerita dan dengarkan. Karena kadang kala ia hanya butuh didengar, dan diberi masukan jika memang sedang ingin meminta pendapat. Tak akan membuatmu susah bila hanya mendengar keluh kesahnya, dan suami harusnya bisa memahami itu.

Berusahalah Untuk Memberi Rasa Nyaman dan Tenteram Padanya dengan Berupaya Membuatnya Bahagia

Istrimu ini sedang berjuang untuk mengandung hingga 9 bulan nanti. Berjalan dengan beban yang bertambah, tidur dengan posisi yang kadang tak enak, hingga kesulitan lain yang bisa saja kita tak tahu.

Dan upaya untuk membuatnya bahagia rasanya sangat pantas ia dapatkan pada masa kehamilannya. Ini bukan perkara kamu harus memberinya hadiah mobil mewah agar dia senang, tapi bisa dimulai dengan hal-hal sepele yang bisa membuatnya nyaman.

Memanjakannya dengan menyiapkan sarapan, mengajaknya berlibur barang sehari atau dua hari, hingga memijat kakinya sesaat sebelum tidur ketika malam hari. Pakailah momen berdua ini untuk melakukan hal yang berharga, sebab jika kelak sang bayi telah lahir sebagian besar waktunya akan dihabiskan dengan si kecil.

Jangan Biarkan Ia Melakoni Pekerjaan Berat, Sigaplah dalam Mengambil Alih Beberapa Pekerjaan Rumah

Hal lain yang akan jadi bentuk perhatian kepada sang istri adalah dengan meringankan bebannya mengurusi pekerjaan rumah. Sebab pada masa ini, tak baik jika ia kelelehan hanya karena menyelesaikan pekerjaan rumah, yang sebenarnya bisa kita gantikan untuk sementara.

Dengan begitu, ia jadi punya cukup banyak waktu yang bisa dipakai untuk beristirahat. Selain akan membuatnya terhindar dari rasa lelah, ini akan menjaganya dari kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi hanya karena pekerjaan berat yang dilakoninya.

Beberapa Kali Ia Akan Dilanda Cemas yang Berlebih, Tenangkan Ia Dengan Kalimat-kalimat Positif 

“Udah tenang aja, kamu nggak akan kenapa-napa kok. Kan ada aku,” walau kamu sendiri sebenarnya mungkin juga sedang sama khawatirnya. Mengandung bayi selama 9 bulan lamanya, jelas bukanlah sesuatu yang mudah. Tak hanya berbagai macam spekulasi dokter, ada pula beberapa mitos dari orangtua yang katanya harus dipercaya. Tidak boleh ini itu, hingga kadang jadi sesuatu yang mengganggu.

Hindari untuk menyalahkan ia dalam kepanikannya, tapi jangan pula turut serta berpikir yang tidak-tidak seperti dirinya. Cobalah untuk menenangkan diri sendiri terlebih dahulu, setelah itu cobalah membuatnya tenang. Bantu ia percaya bahwa hal baik akan selalu bersama kalian.

Hindari Pertentangan, Sebisa Mungkin Turuti Apa yang Ia Inginkan

Kondisi psikis orang hamil memang kerap sulit diterka, jadi wajar jika akan ada berbagai macam pertentangan dengannya. Pembawaannya yang berubah jadi lebih emosional, sering kali jadi penyebab banyaknya hal-hal yang mendadak tak sepaham dengan kita. Dan pada situasi seperti ini, tugas suami jelas dibutuhkan untuk mencairkan suasana.

Banyak-banyaklah mengalah untuk mencegah perdebatan yang jelas tak baik untuk kondisi kesehatan dan bayi yang sedang dikandungnya. Sebisa mungkin beritahu ia pelan-pelan, bahwa apa yang dianggapnya benar, tak selalu berjalan lurus dengan fakta yang ada. Namun jika situasi dan waktunya tak mendukung, mengalah jadi jalan terbaik untuk menghindari pertentangan.

Dan Selalu Jalinlah Komunikasi yang Baik Untuk Mendiskusikan Segala Hal yang Berkaitan dengan Kehamilan dan Kesehatannya

Komunikasi jadi kunci untuk suami istri bisa bersama-sama untuk menjaga kesehatan ibu dan jabang bayi. Jika ternyata sang istri mendadak jadi pendiam, tak ada salahnya untuk lebih aktif bertanya sejauh mana perkembangan bayi dan kesehatan dirinya.

Dari diskusi ini kita bisa tahu apa saja yang perlu dipersiapkan, dan sejauh mana tumbuh kembang janin yang sedang dikandungnya. Melihatnya bertransformasi dari perempuan biasanya yang sebentar lagi akan memberikan seorang anak untuk kita, jadi pengalaman manis yang juga memberikan kita pelajaran. Pelajaran untuk lebih menghargainya sebagai pasangan yang juga sudah berjuang mati-matian demi melahirkan buah hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top