Community

Berhentilah Mengeluh Soal Waktu, Kamu Hanya Belum Tahu Trik Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

 

“Duh waktu cepet amat ya? Kerjaan gue belum beres nih!”, “Ya ampun udah weekend aja, request klien belum sempat di cek!”

Pernahkah kamu mengeluh soal hal-hal ini? Selalu saja kamu berpikir bahwa waktu 24 jam yang kamu miliki dalam satu hari tidaklah cukup. Kamu rasa waktu berjalan sangat cepat padahal pekerjaanmu belum selesai semua. Hal ini tidak akan terjadi jika saja kamu tahu cara mengelola waktu dengan baik.

Manajemen waktu adalah kunci keberhasilan seseorang. Trik manajemen waktu sebenarnya mudah dan bisa dipelajari semua orang, termasuk kamu.

Sebenarnya Ini Sepele, Tapi Banyak Orang yang Malas Melakukan

Sesuatu yang mudah dilakukan tapi banyak orang malas untuk melakukannya ialah membuat daftar tugas sehari-hari. Mungkin kamu sudah mencatat jelas semua pekerjaan yang akan kamu lakukan dalam memori otakmu. Tapi, cara itu tidaklah efektif.

Mulai sekarang buatlah daftar tugas harian, mingguan, atau bulanan. Mencatat tugas harian dalam notes ini penting agar pekerjaan jadi lebih efisien dan tidak ada yang terlupakan.

Setelah menuliskan semua daftar pekerjaan dalam notes, beri peringkat pada masing-masing tugas tersebut seperti “MENDESAK”, “PENTING”, “TIDAK TERLALU PENTING”, dan sebagainya

Richard Branson, pendiri The Virgin Group mengatakan, “Saya selalu membawa notebook. Ketika kamu punya ide dan tidak langsung menuliskannya di malam hari, besok pagi semua ide itu akan hilang”. Ia menyadari bahwa penting untuk membawa catatan dalam bentuk apapun, karena sangat berguna untuk mencatat sebuah ide yang tiba-tiba datang.

Evaluasi Lagi Setiap Daftar Tugas yang Telah Dibuat, Mungkin Ada Tugas yang Bisa Kamu Buat Jadi Lebih Ringkas

Kamu telah membuat catatan pekerjaan selama satu pekan. Tapi coba lihat lagi catatan tersebut apakah sudah lengkap semua atau belum? Evaluasi semua kegiatan di dalamnya, apakah masih ada yang bisa diringkas atau tidak?

Misalnya, ada dua pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satu jam, maka itu akan membantumu dalam menghemat waktu dan membuat pekerjaan cepat beres. Jika kamu bisa beres lebih cepat, kamu juga bisa merasakan istirahat lebih cepat.

Disiplin Mudah dalam Teori Tapi Sulit Dilakukan dalam Kehidupan Sehari-hari

Salah satu hal yang sulit dilakukan oleh orang-orang yang merasa waktunya berjalan dengan sangat cepat ialah disiplin. Disiplin mudah dalam teori tapi sulit dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Musuh terbesar disiplin adalah rasa malas. Orang yang sulit mendisiplinkan diri sendiri biasanya akan membuang waktu secara percuma. Pada akhirnya kerjaannya menumpuk dan tidak selesai pada waktunya.

Tetap Fokus dan Tidak Tergoda Untuk Melakukan Hal Lain Saat Mengerjakan Tugas

Saat bekerja, tiba-tiba kamu teringat belum menjemur pakaian, atau gadget yang ketinggalan di rumah, dan banyak pikiran-pikiran lainnya yang berseliweran di kepalamu. Pikiran-pikiran itu membuatmu ingin segera melakukan pekerjaan lain, padahal saat ini kamu tengah mengerjakan tugas yang sangat penting.

Itu artinya kamu tidak fokus pada apa yang sedang kamu kerjakan. Sebisa mungkin fokuslah untuk menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu, jangan memikirkan pekerjaan lain yang diluar prioritas. Kamu hanya akan keteteran nantinya.

Kerjakan Lebih Dahulu Tugas yang Paling Penting Kemudian Disusul Pekerjaan Lainnya

Dalam catatan, kamu sudah melabeli tiap pekerjaanmu dengan beberapa kategori. Agar pekerjaanmu bisa selesai tepat pada waktunya, upayakan untuk mengerjakan tugas-tugas penting dan mendesak terlebih dahulu. Pekerjaan yang sifatnya mepet dengan waktu deadline sebaiknya diutamakan disbanding pekerjaan penting tapi tenggat waktunya masih sangat panjang.

Kerjakan Satu Tugas Hingga Selesai Lalu Lanjutkan Ke Tugas Berikutnya

Hal yang membuat seseorang akan kehilangan banyak waktu ialah mencoba mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Belum selesai, pekerjaan yang satu, kamu lalu pindah ke pekerjaan berikutnya. Mungkin maksud kamu untuk mempersingkat waktu, tetapi ujungnya penggunaan waktu malah tidak efisien. Pada akhirnya kerjaan hanya selesai setengah-setengah dan tidak maksimal. Daripada waktunya terbuang percuma, lebih baik fokus untuk mengerjakan satu pekerjaan sampai selesai baru berpindah ke pekerjaan selanjutnya.

Jauhkan Segaal Benda yang Dapat Menghambat Pekerjaan, Karena Itu Hanya Akan Membuang Waktumu

Benda-benda seperti gadget canggih biasanya yang paling banyak menyita perhatian dan fokus seseorang. Meski telah dimatikan, jika gadget tersebut masih terletak dalam jangkauan mata, kita pasti akan ‘gatal’ ingin menyalakan dan memainkannya. Daripada pekerjaanmu tidak selesai-selesai karena terganggu karena adanya smartphone, lebih baik singkirkan benda-benda ini untuk sementara waktu. Jika pekerjaanmu sudah beres barulah “berteman” lagi dengan ponsel pintarmu itu.

Istirahatkan Diri dengan Tidur atau Pergi Berlibur

Hidup tidak melulu hanya tentang pekerjaan. Sesekali perlu pergi berlibur untuk memulihkan kembali stamina yang telah terkuras selama bekerja. Relaksasi ke tempat-tempat wisata dapat mengurangi stress. Berliburlah setiap dua minggu sekali atau satu bulan sekali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top