Tips

Berapa Pun Umurmu, Ternyata IQ Masih Bisa Ditambah Loh!

IQ atau tingkat kecerdasan otak bukan sesuatu yang statik. Asal rajin diasah, berapa pun umurmu kamu akan tetap cerdas. Bahkan bisa lebih cerdas dibandingkan sebelumnya. Dengan otak yang cerdas dan kemampuan analisa tinggi, karirmu pun bisa lebih cemerlang. Siapa yang tidak mau?

Jika kamu berpikir rajin membaca buku adalah satu-satunya cara untuk mengasah kemampuan otak, kamu salah. Tanpa disadari, sebenarnya ada empat cara jitu dan mudah yang bisa kamu praktikkan untuk meningkatkan kecerdasan otak.

Jika Kamu Pikir Kamu Hebat karena Bisa Multitasking, Sebaiknya Hentikan Kebiasaan Itu Sekarang Juga

pexels-photo-92331

Banyak yang berpikir bahwa multitasking merupakan kemampuan yang luar biasa. Misalnya dandan sambil nyetir, makan sambil mengetik kerjaan di laptop, atau menyetrika sambil nonton TV. Kamu kelihatan hebat dengan berbagai jenis multitasking yang bisa kamu lakukan. Padahal sebenarnya kamu tidak boleh terlalu bangga.

Terdengar kamu adalah orang hebat dengan segala multitasking yang kamu lakukan. Namun ternyata kamu tak boleh bangga, karena sebenarnya melakukan banyak pekerjaan sekaligus membuat daya fokus berkurang. Konsentrasi dan kecerdasan kita pun berkurang.

Meski Berat, Coba Lepaskan Ketergantunganmu Pada Google 

pexels-photo-67112

Zaman canggih seperti sekarang membuat kita semakin dimanjakan. Mau cari tahu apa pun, bisa dari internet. Kalau ada apa-apa, satu kalimat yang paling sering kita lontarkan pastinya “Coba cari di Google”. Ya memang mesin pencarian yang satu ini sangat membantu kita untuk mendapatkan jawaban dari segala macam pertanyaan.

Namun, ternyata kemudahan ini justru menurunkan kemampuan otak untuk berpikir dan mengingat. Mulai sekarang, belajarlah untuk mencari tahu dari buku sehingga kemampuan otak terasah. Selain itu, dengan membaca buku informasi yang kita dapatkan akan lebih beragam. Dengan membaca buku, jawaban yang kita dapat akan lebih terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Coba Belajar dan Praktikkan Teknik Membaca Cepat

baca buku

Apa hubungannya membaca cepat dengan IQ kita? Dengan rajin berlatih membaca cepat, maka otak kita akan terbiasa untuk cepat memilah mana informasi penting yang harus cepat dicerna dan disimpan di memori otak. Dengan berlatih membaca cepat, kamu juga bisa mengasah kemampuan otak untuk membaca setiap kata dengan baik. Belajarlah membaca artikel atau informasi dari jumlah kata yang sedikit kemudian bertambah setiap harinya.

Jangan Terjebak dalam Rutinitas dan Zona Aman, Cari Terus yang Baru

city-people-walking-blur

Jangan berpikir bahwa melakukan hal yang sama dengan cara yang sama setiap hari itu menyenangkan. Hal ini justru membuat otakmu akan malas untuk berpikir dan mengingat hal baru. Cobalah temukan berbagai cara baru dalam melakukan sesuatu.

Contohnya, coba temukan jalur baru untuk mencapai tempat kerjamu. Barangkali dengan mengeksplorasi, kamu akan menemukan jalur yang lebih cepat dari biasanya. Atau, kamu bisa menemukan tempat makan/hangout yang asyik. Kamu tidak akan pernah tahu kan kalau tidak pernah mencoba?

Jadi, jangan percaya kalau IQ atau kecerdasan otak yang kita dapatkan ketika lahir tidak bisa diubah-ubah lagi. Jika kamu rajin mengasah kemampuan otak maka semakin hari ingatan dan daya pikir otakmu akan semakin baik. Berapa pun umurmu. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Padahal Iklan Tapi Video di Youtube Ini Banyak Ditonton! Kok Bisa?

Makin populernya Youtube bikin sebagian orang penasaran mencari rumusan agar videonya bisa ditonton oleh banyak orang. Mungkin termasuk kamu, yang sedang memulai karir sebagai youtuber.

Google pemilik situs Youtube, melalui Head of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami, merilis daftar iklan terpopuler yang tayang di youtube. Salah satu video yang menduduki 10 iklan Youtube terpopuler di Indonesia adalah video berjudul “Semua Gara-Gara Saaih Halilintar – Ep 1” yang diunggah di kanal Youtube Smartfren. Dari data yang dirilis oleh social media analytics partner, Socialbakers, tiga video series bertajuk “Semua Gara-Gara Saaih Halilintar” menempati tiga posisi teratas sebagai video Youtube terbaik di Indonesia pada bulan Juni.

“Sebenarnya, video ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ merupakan bagian dari kampanye digital #BaruTahuKan yang dibuat oleh Smartfren,” terang Fikri Hidayat Rangkuti, Senior Manager of Digital Operation Growmint yang merupakan digital agency partner Smartfren.

Fikri menjelaskan bahwa webseries mengenai ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ merupakan hero content dari kampanye bertagar #BaruTahuKan yang digunakan untuk menjelaskan kepada publik bahwa Smartfren saat ini merupakan provider telekomunikasi dengan jaringan 4G dan dapat digunakan di semua telepon selular berbasis 4G.
“Selain webseries, campaign #BaruTahuKan juga terintegerasi dengan situs web barutahukan.com dan kanal media sosial Smartfren lainnya.” Terang Fikri.

Lantas apa saja resep Growmint dan Smartfren dalam membuat konten video ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’?

Memilih key opinion leader Yang Tepat, Jadi Penentu

“Kenapa webseries #BaruTahukan bisa menjadi populer di Youtube? Semuanya diawali dari pemilihan Saaih Halilintar sebagai key opinion leader sekaligus icon dalam video. Sebelum mengeksekusi video, tim di Growmint telah melakukan riset terlebih dahulu mengenai popularitas influencer di media digital selama tiga bulan terakhir,” ucap Fikri.

Kunci Lainnya Adalah Memilih Dan Menyesuaikan Momen Yang Pas

Video yang punya korelasi dengan keadaan saat ini cenderung bisa lebih viral. Hal ini yang juga dimanfaatkan Smartfren ketika membuat video web series #BaruTahukan. Cerita dari video tersebut disesuaikan dengan momen Ramadhan ketika video tersebut ditayangkan.

Tak Cuma Lewat Youtube, Optimasi Juga Dilakukan Melalui Sosial Media Lainnya

Meski Youtube sudah punya 1,3 miliar pengguna, namun kalau mau kontenmu berhasil dan ditonton banyak orang haruslah memanfaatkan sosial media yang lainnya. Sosial media serta aset lainnya tersebut diarahkan untuk mengajak pengunjungnya ke video yang dimaksud.

Hal ini yang dijalankan oleh Smartfren. Mereka memanfaatkan sosial medianya untuk mendapatkan pengunjung. Ditambah lagi untuk mendukung video tersebut, dirilis pula situs barutahukan.com yang membantu video tersebut lebih dikenal.

Pada Akhirnya Penonton Indonesia Itu Senang Tayangan Yang Ringan Dan Mudah Dicerna

Smartfren digital team, memaparkan bahwa selama periode digital campaign #BaruTahuKan, Smartfren yang berpartner dengan Growmint berusaha memahami karakter netizen di Indonesia dalam mengkonsumsi media digital, baik dalam bentuk teks, gambar, maupun video.

“Di bulan Ramadhan, berbagai brand selalu berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian audiensnya masing-masing, begitu pula dengan Smatrfren. Karena itu, kami mencoba mengutamakan konten yang sesuai dengan karakter netizen di Indonesia yang ringan dan mudah dicerna, namun tetap menyampaikan pesan dari Brand Smartfren itu sendiri,” terang Aldrige.

Dari hasil memahami karakter netizen di Indonesia, kemudian merencanakan konten brand campaign secara optimal, ketiga video webseries ‘Semua Gara-Gara Saaih Halilintar’ selalu menempati top trending di YouTube. Selain itu, Smartfren juga menempati 10 besar brand dengan interaksi tertinggi selama bulan Ramadhan menurut data yang dirilis oleh Socialbakers.

“Dan yang lebih utama, dampak terbaik dari keberhasilan digital campaign #BaruTahuKan adalah semakin banyak audiens di Indonesia yang tahu bahwa kini Smartfren bisa dipakai di ponsel apapun dengan jaringan 4G. Dengan kata lain, akan semakin banyak orang Indonesia yang dapat menjangkau koneksi internet yang lebih cepat, luas, dan stabil,” tutup Fikri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Penasaran Lagi, Ini Cara Mudah Mengetahui Bentuk Wajah Dengan Tepat!

Pilih kacamata harus sesuai dengan bentuk wajah, mau potong rambut juga tidak bisa sembarangan. Salah pilih bukannya kelihatan semakin kece, bisa-bisa malah terlihat jelek. Wajah memang punya andil  yang sangat besar pada penampilan seseorang. Dari wajah kita bisa menilai kepribadian seseorang, tak jarang juga jadi ajang standarisasi memilih pasangan. Saking begitu besarnya pengaruh wajah, banyak orang yang berlomba memperbagus tampilan wajah bahkan tidak segan melakukan beberapa operasi demi terlihat cantik atau tampan.

Beberapa aspek memang berpengaruh pada bentuk wajah, bagaimana seharusnya si muka bulat memiliki potongan rambut, memilih kacamata yang cocok, hingga penggunaan hijab yang benar. Begitu kita tahu bentuk wajah, hal-hal yang seperti itu tidak menjadi masalah besar, karena sudah ada patokan tersendiri. Lalu bagaimana cara mengetahui bentuk wajah dengan akurat, bukan hanya menerka atau memaksakan kehendak. Jangan sampai yang seharusnya berwajah hati menganggap dirinya berwajah oval. Begini caranya.

Jika Biasanya Cermin Hanya Untuk Berdandan, Sekarang Bisa Kamu Gunakan Untuk Mengidentifikasi Bentuk Wajahmu!

Sekarang cermin di rumahmu punya berbagai manfaat, selain alat penting kamu untuk berdandan atau mengkoreksi penampilan. Cermin juga bisa kamu gunakan untuk mencari tahu sebenarnya bentuk wajahmu. Cara yang digunakan juga tidak terlalu sulit, kamu cukup siapkan spidol yang bisa dihapus saja dan berdiri di depan cermin. Kamu bisa gunakan cermin apa pun asal besar dan tidak bergoyang saat digunakan.

Usahakan berdiri dengan posisi cermin dalam jangkauan tangan, karena kamu harus bisa menggambar di cermin tanpa harus mencondongkan badan. Berdirilah dengan wajah menghadap cermin, punggung lurus, kepala tegak, dan bahu ditarik ke belakang. Bila kamu punya poni, tarik ke belakang. Pastikan lampu di atas kepala dan tidak mengarah ke badanmu, karena cahaya akan mempengaruhi bentuk yang kamu gambar.

Buat garis wajah kamu di cermin dengan hati-hati. Mulai dari bagian bawah dagu, lanjutkan ke satu sisi wajah melewati tulang pipi, ikuti garis rambut, terus ke sisi wajah satunya, dan akhiri di dagu. Cobalah untuk diam tak bergerak ketika melakukannya. Jangan menyertakan telinga, gambar sisi wajah saja.

Meski Bentuk-bentuk Wajah Hanya Berbeda Tipis, Tetap Bisa Kamu Bedakan Dengan Garis

Supaya kamu tidak salah tebak bentuk wajah kamu seperti apa. Deteksi bentuk wajah sesuai garis yang kamu buat di cermin. Bentuk garis yang lonjong bukan berarti kamu memiliki wajah yang oval. Ini bentuk wajahmu sebenarnya berdasarkan garis yang kamu bentuk.

Panjang: Garis wajah kira-kira menyerupai persegi panjang yang tinggi dengan sudut membulat. Wajah panjang memiliki dahi, tulang pipi, dan rahang yang lebar tetapi seimbang.

Bulat: Bila garis wajah mirip lingkaran, dengan tulang pipi lebar, rahang dan dahi melengkung, kemungkinan kamu mempunyai wajah bulat.

Persegi: Garis wajah kamu mestinya tidak tinggi tetapi lebar di semua titik, dengan dahi lebar, tulang pipi kuat, dan rahang menyudut.

Oval: Dahi sedikit lebar, dengan tulang pipi sempit dan garis rahang meruncing.

Hati: Bentuk wajah ini ditandai dengan dahi yang lebar, tulang pipi kuat, dan dagu kecil.

Segitiga: Bila garis wajah menonjolkan rahang yang luas dengan dahi kecil, kamu mempunyai bentuk wajah segitiga.

Berlian: Wajah bentuk berlian berbeda dari wajah bulat atau oval, di mana tulang pipi lebih lebar dari dagu dan dahi yang sempit.

Ragu Dengan Bentuk Berdasarkan Gambar Yang Kamu Buat Di Cermin? Kalau Begitu Pastikan Dengan Mengukurnya!

Kalau kamu masih belum yakin dengan bentuk wajahmu hanya melalu garis yang kamu buat di cermin. Kamu juga bisa gunakan cara lain untuk lebih meyakinkan dirimu. Dalam pengukuran ini kamu tetap membutuhkan cermin sebagai bantuan. Untuk hasil terbaik, gunakan cermin besar dalam ruang yang pencahayaannya bagus sehingga bisa melihat setiap bagian wajah dengan jelas. Kebanyakan kamar mandi memiliki cermin besar di atas wastafel, tetapi semua cermin besar (seperti cermin rias di kamar) bisa digunakan. Dalam pengukuran ini kamu membutuhkan pita meteran yang bisa dengan mudah mengikuti lengkungan wajah, beserta selembar kertas dan pulpen atau pensil untuk mencatat hasil pengukuran.

Untuk menemukan lebar wajah, ukur di atas tulang pipi.Tempatkan ujung meteran tepat melewati sudut luar mata, ini adalah titik awal. Kemudian, tarik meteran rata melewati batang hidung sampai bagian sudut luar mata yang satunya, ini titik akhir pengukuran. Meteran harus berada di atas “bulatan” pipi (dengan kata lain, tepat di atas tulang pipi). Baca angka pada meteran dan catat. Berikutnya, kamu perlu menentukan ukuran rahang. Pandang lurus ke cermin dan temukan bagian paling lebar dari rahang. Biasanya ada sekitar 2,5 cm di bawah telinga. Ini menjadi titik awal pengukuran. Ukur dari titik ini ke ujung dagu. Kemudian, angka ini dikalikan dua untuk mendapatkan panjang kedua sisi rahang. Jika angkanya udah diketahui jangan lupa untuk mencatatnya serta beri keterangan bagian yang kamu ukur.

Selanjutnya kamu perlu mengukur dahi, lihat ke dalam cermin dan cari bagian terlebar dari dahi. Biasanya bagian ini ada di pertengahan alis dan garis rambut. Tempatkan titik awal pengukuran di satu sisi dahi pada titik terlebar. Tarik meteran sepanjang dahi sampai ke titik yang sama di bagian dahi satunya. Baca angka pada meteran dan catat. Terakhir menentukan panjang (atau “tinggi”) wajah. Cari bagian tengah garis rambut (garis yang terbentuk di mana rambut bertemu dahi). Mulai pengukuran di titik tengah ini. Tarik meteran ke bawah, melewati hidung, sampai ke ujung dagu. Jangan lupa catat.

Berbeda Dengan Identifikasi Garis, Masih Ada Cara Tersendiri Untuk Tahu Bentuk Wajahmu Setelah Mengukur Wajah

Ada perbedaan yang harus kamu tahu saat menggambar dan mengukur wajahmu, identifikasi yang kamu gunakan tidak bisa sama pada saat kamu menggambar garis. Setelah melihat catatan yang kamu dapatkan dari hasil mengukur wajah, ini cara yang bisa kamu pakai untuk mengidentifikasi bentuk wajahmu.

Wajah panjang ukurannya lebih panjang dari pada lebar wajah. Wajah ini memiliki ukuran yang hampir sama pada pipi, dahi, dan rahang.

Wajah hati ciri- cirinya bentuk wajah segitiga terbalik, yang berasal dari dagu runcing dan ukuran dahi dan pipi sedang sampai lebar. Umumnya wajah ini hanya sedikit lebih panjang dari lebar di pipi (sekitar 4 cm atau kurang).

Wajah persegi kira-kira mempunyai panjang dan lebar yang sama, antara pipi dan panjangnya kira-kira berbeda 2,5 sampai 5 cm. Selain itu, ukuran pipi, dahi, dan rahang wajah persegi hampir sama, sisi wajah atas dan bawah hampir lurus. Rahang wajah persegi pasti mempunyai sudut yang jelas dan tajam pada bagiannya yang terlebar.

Wajah oval adalah bentuk wajah proporsional mirip dengan bentuk telur terbalik. Lebih panjang dari pada lebarnya, dengan dahi lebih lebar dari pada rahang dan dagu yang halus membulat.

Wajah bulat, seperti wajah persegi, kira-kira sama lebar dan panjangnya. Tetapi, wajah ini memiliki dahi yang relatif kecil dan garis rahang kecil yang melengkung. Bila selisih ukuran “pipi” dan “panjang” sekitar 2,5 cm, ukuran dahi lebih kecil dari ukuran pipi, dan rahang hampir tidak mempunyai sudut tajam seperti pada wajah persegi, tandanya kamu mempunyai wajah bulat.

Wajah segitiga kebalikan wajah berbentuk hati, bagian terlebar tipe wajah ini ada di bagian bawah dan paling kecil di bagian atas. Wajah segitiga punya garis rahang yang panjang, lebar dan persegi dengan dahi yang relatif sempit.

Wajah berlian mempunyai titik paling lebar di tulang pipi, dengan dahi meruncing dan dagu kecil dan lancip. Ukurannya lebih panjang dari pada lebar. Bila ukuran pipi kamu lebih besar dari dahi dan rahang, dan dagu kamu relatif lancip, maka wajah kamu berbentuk berlian.

Selamat Mencoba!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Begini Cara Aplikasi Chatting Mobile Mengubah Kita Dalam Berinteraksi!

Menjamurnya berbagai macam aplikasi chatting mobile sekarang ini membawa banyak perubahan pada pola interaksi yang ada. Hal ini bisa kita lihat dari cara orang-orang berinteraksi dalam beberapa tahun terakhir. Fasilitas yang disediakan oleh teknologi memang memberikan kita banyak kemudahan sekaligus merubah pola interaksi. Ketertarikan dengan alasan kebutuhan menjadi hal yang berpengaruh dalam hal ini, secara tidak sadar banyak hal perlahan menjadi berbeda dari sebelumnya.

Namun terlepas dari semua hal baik yang kita dapatkan dari perubahan tersebut, ada hal lain yang juga menjadi dampak buruk yang mempengaruhi cara kita berinteraksi. Hingga pada bagaimana aplikasi chatting mobile yang sesungguhnya diciptakan untuk perubahan yang lebih baik, nyatanya juga memiliki sisi buruk.

Interaksi Tatap Muka Dengan Segala Ekspresi Berubah Menjadi Komunikasi Palsu

Memang kita juga tidak bisa serta merta langsung membenarkan bahwa semua obrolan dalam interaksi yang dilakukan dari chatting adalah palsu, namun kenyataannya hal itu adalah fakta dari sebagian besar komunikasi yang terjadi. Seseorang mampu membalas suatu pesan dengan kalimat yang menjelaskan rasa bahagia meski sebenarnya dia tidak setuju dengan apa yang disampaikannya tersebut. Bukankah itu bisa disebut palsu?

Interaksi secara langsung yang tadinya kita lakukan selalu memenuhi aspek vokal, verbal dan non-verbal hingga informasi yang disampaikan pun bisa dipahami dengan tepat. Kita pun bisa paham dengan segala perubahan ekspresi wajah sebagai wujud reaksi dari interaksi yang terjadi. Hal lain yang juga sering terjadi adalah pemahaman ganda tentang sesuatu yang diterima menjadi sumber pertentangan dalam interaksi.

Karena Disampaikan Dalam Bentuk Teks Membuat Kita Rentan Salah Paham

Seorang peneliti dari Universitas Chicago bernama John Cacioppo mengatakan bahwa aplikasi chatting dapat mempengaruhi mood yang kita miliki. Ini berarti segala interaksi yang diakukan dengan aplikasi chatting mobile akan berpengaruh pada pikiran dan produktifitas kita. Bahkan dalam penyampaian informasi pada interaksi dengan aplikasi chatting membawa kita pada hal-hal yang sering tidak di harapkan. Tentu sebagian besar orang pernah mengalami hal tersebut.

Salah satunya adalah perbedaan tafsiran pada suatu informasi yang diterima sering berujung pada kesalahpahaman. Meski pengirim berita tidaklah bermaksud demikian namun si penerima ternyata mengartikannya berbeda. Hal ini jika dilakukan dengan interaksi langsung masih ada celah yang memungkinkan kita untuk segera menjelaskan maksud yang sebenarnya, namun akan sulit untuk melakukan hal yang sama saat interaksi dilakukan dengan menggunakan aplikasi chatting.

Mampu Membuat Kita Merasa Terhibur Tapi Sulit Untuk Menemukan Kelegaan

Untuk hal yang satu ini tentu kita semua akan setuju, setiap kita melakukan komunikasi  menggunakan aplikasi chatting mobile akan ada banyak hal yang mampu menyihir kita untuk kemudian bisa merasa terhibur. Namun untuk menemukan semangat baru atau memperbaiki mood yang tadinya mungkin memang sedang tidak baik, hanya akan bisa kita rasakan pada berinteraksi secara langsung.

Berkomunikasi secara langsung memang akan selalu jadi media penyampaian yang dianggap lebih tepat. Karena biar bagaimanapun sesuatu yang disampaikan secara langsung akan selalu memiliki kepuasan tersendiri, pun akan menjadi sangat berbeda dengan interaksi yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi chatting mobile. Meski banyak fasilitas menarik yang hadir dari inovasi tersebut, tetap tidak akan bisa menggantikan  komunikasi secara langsung.

Lalu Perlahan Membentuk Kita Menjadi Manusia Yang Cenderung Menyendiri

Inovasi yang terjadi pada bidang teknologi yang salah satunya bisa ditemukan pada aplikasi chatting membuat sebagian besar dari kita lebih cenderung menyendiri karena terlalu asik dengan dunianya masing-masing. Hal ini jugalah yang akan mengurangi interaksi sosial pada kehidupan nyata yang kita jalani, dan istilah “Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat” menjadi salah satu dampak yang telah kita rasakan.

Perubahan pola interaksi seperti ini haruslah kita waspadai karena bisa merusak hubungan yang ada dalam kehidupan nyata. Hubungan yang terjalin dalam keluarga, teman kantor, teman sepermainan serta orang lain yang juga kita kenal diganti dengan aplikasi chatting yang ada pada tiap telepon genggam, hal ini jelas akan berpengaruh pada kualitas hubungan.

Aktivitas Berlebih Bisa Membuat Kita Menjadi Pribadi Yang Apatis dan Individualis

Tidak sedikit orang yang tiba-tiba mendadak menjadi apatis dan individualis karena terlalu terlena dengan interaksi dan aktivitasnya menggunakan chatting mobile. Rasa peduli terhadap sekelilingnya dan orang-orang yang berada di sekitar mendadak hilang dikarenakan sesuatu yang seakan jadi hal yang paling penting bagi hidup. Jika dulu waktu bersama dengan orang-orang terkasih akan kita manfaatkan dengan bercerita tentang banyak hal, sekarang diganti dengan aktivitas individualis yang berkutat pada chatting mobile masing-masing.

Perubahan ini tentu memudahkan untuk beberapa hal tapi jangan sampai membuat kita jadi pribadi yang kehilangan rasa peduli akan lingkungan sekitar. Memang tidak ada larangan untuk menggunakan aplikasi chatting untuk berinteraksi akan tetapi sebaiknya dilakukan dengan lebih bijak sehingga tidak merubah pola hidup yang bisa saja bedampak buruk pada kehidupan nyata yang kita jalani.

Meski pada kenyataanya segala inovasi yang ada telah dibuat dengan tujuan yang baik, hanya saja terkadang cara kita dalam menyikapinya menjadikan tujuan perubahan tersebut menjadi berbeda. Gunakan aplikasi chatting sebagaimana fungsinya dengan tanpa merubah cara dan pola interaksi yang semestinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mungkin Kamu Tak Sadar, Tapi Hidupmu Singkat Cuma 18 Tahun!

Pernah kamu berpikir kamu mau hidup sampai kapan? Selamanya? Setidaknya untuk saat ini hal itu tidaklah mungkin. Karena menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, rata-rata harapan hidup manusia Indonesia hanya mencapai usia 72,59 tahun untuk perempuan dan 68,87 tahun untuk laki-laki.

Mari kita permudah angka ini dengan beranggapan rata-rata usia hidup manusia Indonesia berada di umur 70 tahun. Sebagian kita mungkin kemudian berpikir bahwa rentang usia tersebut sudah cukup panjang. Banyak hal yang bisa kita lakukan ketika hidup selama 70 tahun itu bukan.

Nah, masalahnya dari usia 70 tahun itu, sesungguhnya waktu kita untuk “benar-benar hidup” jauh lebih singkat dari pada itu.

Kamu Praktis Tak Bisa Mengingat 5 Tahun Pertama Hidupmu, berarti Kamu Cuma Punya Sisa Hidup 65 Tahun

Salah satu tahapan dalam hidup manusia yang dikenal di dunia pengetahuan dan medis adalah usia balita. Karena ketika inilah manusia mengalami yang disebut dengan masa keemasan dalam perkembangan. Mulai dari belajar berbicara, berjalan, dan fungsi dasar lainnya.

Namun pada masa itu sesungguhnya kita juga belum bisa menyimpan kenangan apa-apa bukan. Bahkan ketika bayi, kita tak punya kendali terhadap diri kita sendiri bukan. Karena itu kita bisa mengeliminasi masa hidup kita di lima tahun pertama ini. Artinya dari total 70 tahun, kita hanya benar-benar hidup selama 65 tahun.

Kalau Tak Jaga Kesehatan, Kemungkinan 5 Tahun Dari Masa Tua Tak Bisa Kamu Nikmati, Sisa Hidupmu Cuma 60 tahun

Dari riset kesehatan dasar tahun 2013 ditemukan bahwa hanya 15 persen lansia yang benar-benar sehat. Sementara 60 persennya meski bisa melakukan aktivitas, mengalami sakit seperti hipertensi, stroke, pengapuran sendi dan penyakit regeneratif lannya. Sementara 25 persen sisanya sakit renta dan membutuhkan bantuan orang lain dalam beraktivitas.

Nah, ini gambaran jika kamu termasuk orang yang tak menjaga kesehatan dikala muda. Bisa jadi 5 tahun masa tuamu dihabiskan dengan sakit. Kondisi yang tak ideal untuk kamu menikmati hidup bukan? Berarti pula dari sisa 65 tahun setelah dipotong masa balita, hidupmu dipotong lagi masa sakit ketika tua sebanyak 5 tahun. Alias hanya tersisa 60 tahun.

Waktu Tidur Ideal Itu 8 Jam, Berarti Seumur Hidup Kamu Habiskan Total 20 Tahun Hanya Untuk Tidur Saja, Hidupmu Sisa 40 Tahun

Secara idealnya manusia itu butuh tidur 8 jam setiap harinya. Anggaplah satu tahun 365 hari, artinya satu tahun kamu tidur selama 2920 jam. Jika sisa usiamu tadi hanya 60 tahun setelah dipotong masa balita dan usia tua, dalam rentang itu kamu tidur selama 175 ribu jam. Atau setara dengan 20 tahun.

Yup, 20 tahun dari hidupmu tidak ada di bawah kendalimu karena ketika itu kamu tidur. Bisa dibilang 20 tahun itu bukanlah milik hidupmu sepenuhnya. Artinya dari sisa 60 tahun tadi, hidupmu yang benar-benar hidup dikurangi 20 tahun lagi alias Cuma tersisa 40 tahun saja.

Di Indonesia Wajib Sekolah Selama Minimal 6 jam Sampai SMA, Atau Setara 2 tahun, Dan Hidupmu Tinggal 38 tahun

Salah satu Nawacita Presiden Jokowi adalah menerapkan wajib belajar selama 12 tahun. Dari SD hingga ke taraf SMA. Anggaplah kita bersekolah dari jam 7 pagi hingga jam 12 siang alias 5 jam setiap harinya. Jika dalam satu bulan ada 20 hari sekolah, berarti satu bulan kita menghabiskan 100 jam untuk sekolah dan setahun 1200 jam.

Dengan wajib sekolah 12 tahun berarti semasa hidup kita menghabiskan 144000 jam atau setara kurang lebih 2 tahun hanya untuk sekolah. Mengingat sebelumnya sisa hidup kitaa hanya 40 tahun, dikurangi masa sekolah ini, berarti kita hanya punya 38 tahun saja.

Kalau Kamu Bekerja Dari Usia 25 Tahun, Maka 7 Tahun Hidupmu Habis Untuk Kerja, Hidupmu Sisa 31 Tahun

Kamu mungkin tipikal pekerja kantoran yang bekerja 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Jika kamu seperti orang kebanyakan yang memutuskan pensiun di usia 55 tahun berarti masa baktimu akan berlangsung selama 30 tahun.

Artinya dengan menghitung satu tahun 52 minggu, kamu akan menghabiskan waktu 62400 jam dalam hidupmu. Angka Itu setara dengan 7 tahun. Alias, dari sisa 38 tahun hidupmu, kini hanya ada 31 tahun untuk kamu nikmati.

Kamu Seperti Rata-Rata Orang Indonesia Habiskan 5 Jam Bermain Gadget? Kamu Sudah Habiskan 6 Tahun Dan Hidupmu Sisa 25 Tahun

Menurut sebuah penelitian dari Digital GFK Asia, perempuan Indonesia setidaknya menghabiskan waktu selama 5,6 jam per hari saat mengutak-utik layar smartphone mereka. Adapun pria Indonesia, setidaknya menghabiskan waktu selama 5,4 jam sehari dan membuka sekitar 47 aplikasi atau alamat website.

Mari kita berandai kamu memiliki gadget di usia 25 tahun dan terus menggunakannya hingga ujung usia produktif 55 tahun. Jika kita sederhanakan hanya menjadi 5 jam, berarti selama 30 tahun memiliki gadget itu kamu akan menghabiskan 54750 jam. Angka ini setara kurang lebih 6 tahun. Artinya dari sisa 31 tahun tadi, kamu hanya menyisakan 25 tahun hidupmu.

Mandi, Makan Dan Hal Rutin Lainnya Sedikitnya Menyita 3 jam dari waktumu Sehari, Secara Total Sudah Habis 7 Tahun Dan Hidupmu Tersisa 18 tahun

Dari sekian banyak kegiatanmu, kamu pasti harus melakukan hal-hal yang sifatnya rutinitas belaka. Mulai dari mandi, makan, sikat gigi dan sejumlah kegiatan sejenis. Secara total per harinya kamu akan menghabiskan 3 jam.

Coba kamu kalikan 60 tahun hidupmu, maka akan didapat 65.700 jam. Ini setara dengan sekitar 7 tahun. Artinya hidupmu hanya tersisa 18 tahun saja.

Jadi Sejatinya Kamu Cuma Hidup 18 Tahun Saja, Masih Juga Mau Kamu Habiskan Baca Hoax, Saling Nyinyir Di Sosial Media?

Nah, dengan perhitungan macam itu kamu bisa melihat bahwa hidup yang benar-benaar kamu miliki dan bisa kamu gunakan secara bebas, sesungguhnya hanya 18 tahun saja. Itu pun jelas masih bisa jauh berkurang lagi.

Coba bayangkan kalau kamu harus terjebak macet dijalanan, berapa banyak jam yang kemudian terbuang lagi. Atau jika kamu tak pensiun di usia 55 tahun dan lebih tua lagi tentunya maakin banyak waktumu harus terbuang hanya untuk bekerja bukan?

Namun sebaliknya, kamu bisa membuat hidupmu jauh lebih hidup. Yaitu dengan mengambil alih kendali hal-hal disekitarmu. Berapa banyak hidupmu yang terbuang kalau kamu bekerja di bidang yang bukan minatmu? Berapa banyak hidupmu sia-sia hanya untuk tersiksa di kantor yang tak kamu sukai.

Atau coba kamu renungi, 5 jam sehari kamu habiskan di gadget kamu. Kemudian hanya kamu habiskan untuk berdebat tanpa ujung. Saling sindir dan nyinyir untuk hal-hal yang tak penting. Betapa sia-sianya hidupmu jika hanya dihabiskan untuk itu bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top