Community

Dia yang Terlihat Pintar itu, Benar Pintar atau Hanya Sok Pintar?

Coba memberikan perhatian yang lebih terhadap orang-orang di sekitarmu untuk sejenak. Mungkin selama ini kamu sudah terkecoh dengan penampilan mereka. Tidak semua orang yang terlihat pintar memang benar-benar pintar. Tunggu sebentar, apa kamu juga pernah meneliti lebih dalam pada dirimu sendiri? Siapa kamu sebenarnya, orang yang benar-benar pintar atau orang yang hanya sok pintar? Coba kamu pikirkan kembali. Mungkin salah satu sikap ini ada pada dirimu sendiri.

Selalu saja bersikap layaknya orang yang sibuk

Mengerjakan ini itu, ada alasan ini itu saat dimintai bantuan. Susah dihubungi dengan alasan sibuk mengerjakan inilah itulah. Sikap sok sibuk adalah salah satu ciri yang ada pada diri orang yang sok pintar.

Meskipun pada kenyataannya dia bukanlah orang yang sibuk, dia akan tetap bertingkah layaknya orang yang tidak memiliki waktu senggang untuk sekedar bercanda misalnya dengan orang disekitarnya. Jadi pahamilah, kamu termasuk orang yang memang sibuk atau hanya sok sibuk di depan orang lain.

Melakukan segala hal untuk mendapatkan pujian

Pikiran seperti ini kerap muncul dalam otak orang yang hanya sok pintar saja. Orang yang benar-benar pintar akan melakukan segala hal atas dasar keinginan dan kemampuannya sendiri, bukan untuk sekedar mendapatkan pujian dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

Jika kamu termasuk orang yang melakukan segala sesuatu hanya untuk mendapatkan pujian, kamu perlu berpikir ulang lagi. Apa kamu ingin tetap berada pada zona itu atau kamu mencoba untuk mengubah pola pikir kamu agar kamu dapat menjadi orang yang benar-benar pintar bukan hanya sok pintar.

Yang ada “Boleh memuji, tapi tidak untuk mengkritik”

Inilah sifat yang paling paten ada pada orang yang sok pintar. Kamu akan senang dipuji tapi tidak untuk dikritik. Kamu akan menerima segala pujian yang terlontar dari mulut orang-orang di sekelilingmu, tapi kamu akan selalu membantah kritikan yang terlontar dari mereka.

Bukan tanpa alasan, karena alasannya jelas karena kamu adalah orang yang hanya sok pintar. Orang yang benar-benar pintar akan menerima segala hal dengan baik, entah itu pujian maupun kritikan. Karena hal itulah yang akan mendorongnya untuk lebih baik dari sekarang.

Mudah meremehkan orang lain entah itu secara langsung maupun tidak langsung

Karena orang yang sok pintar selalu menganggap dirinya paling pintar, tentu kamu akan dengan mudah meremehkan apa yang dilakukan oleh orang lain. Kamu akan merasa bahwa kamu adalah dewanya segala ilmu.

Apa yang kamu lakukan adalah hal yang selalu benar, sedangkan apa yang dilakukan oleh orang lain adalah hal yang tidak berguna dan tidak penting untuk diberikan perhatian khusus

Yang dilakukan adalah sering menjiplak kata-kata orang lain

Orang yang sok pintar biasanya tidak memiliki pendirian yang kuat. Dia tidak punya pandangan yang baik terhadap suatu hal. Umumnya kamu lebih bangga saat kamu mengungkapkan sebuah pandangan yang kamu dapatkan dari hasil menjiplak kata-kata orang lain.

Yaaa semacam plagiator lah! Orang yang sok pintar akan menjadi seorang plagiator yang handal. Kamu akan mengatakan kata-kata jiplakan tersebut seolah kata-kata itu bersumber dari pemikiran pribadimu sendiri.

Mengakui ketidaktahuan tentang suatu hal bukanlah sikapnya

Namanya juga orang yang sok pintar. Jika kamu adalah salah satunya, pasti kamu termasuk orang yang tidak mau mengekui ketidaktahuanmu akan suatu hal. Gengsi-lah pastinya. Kamu bukanlah tipe yang mau direndahkan.

Dan mengakui ketidaktahuan adalah hal rendah dalam pandanganmu. Sebisa mungkin kamu harus dipandang dengan baik. Itulah sikap dan sifat dasar yang akan kamu miliki jika kamu termasuk orang yang tidak mengakui dirimu yang sebenarnya.

Kebohongan menjadi hal yang lumrah untuk mendapatkan citra yang bagus dari orang-orang di sekitarnya

Dari sifatnya yang tidak mau mengakui ketidak tahuan dan selalu menjiplak kata-kata orang lain kemudian dibuat seolah kata-kata itu muncul dari pemikiran sendiri, sudah menunjukkan bahwa orang yang sok pintar selalu melakukan kebohongan.

Kebohongan bukanlah hal yang asing lagi. Kebohongan menjadi lumrah adanya untuk mendapatkan citra bagus dari orang-orang yang ada di sekitar. Kurang lebihnya, seperti inilah orang yang sebenarnya hanya sok pintar.

Selalu ingin didengarkan tetapi tidak mau mendengarkan

Inilah sikap yang kamu miliki saat kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sok pintar. Semua perhatian harus tertuju padamu, kamu dan hanya kamu, bukan orang lain. Kamu selalu ingin didengarkan, tapi kamu sendiri tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Orang yang sok pintar selalu menuntut tapi tidak mau dituntut. Kamu menginginkan perhatian penuh sedangkan kamu tidak mau memperhatikan orang lain.

Selalu ingin dihargai tanpa mau menghargai

Selalu ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan, selalu ingin diperhatikan tanpa mau memperhatikan, dan mudah meremehkan orang lain adalah sikap yang menunjukkan bahwa orang yang sok pintar merupakan orang yang selalu ingin dihargai tanpa mau menghargai orang lain. Apa yang dia perbuat harus mendapatkan penghargaan khusus. Sedangkan apa yang orang lain lakukan adalah hal yang remeh dan tidak perlu dihargai secara penuh.

Suka memotong pembicaraan orang lain dan ingin terlihat seperti orang yang tahu segalanya

Tidak mau diam dan mendengarkan. Inilah sikap yang dimiliki oleh orang-orang sok pintar. Kamu termasuk? Kamu akan selalu berusaha terlihat pintar di depan teman-teman atau orang-orang yang ada di sekitarmu.

Caranya? Salah satunya dengan memotong pembicaraan orang lain. Apa yang orang lain katakan akan selalu kamu ambil alih sehingga kamu terlihat menonjol dalam pembicaraan itu. Meskipun pada kenyataannya kamu bukanlah siapa-siapa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top