Tips

Kalau Belajarnya Seperti Ini, Kamu Pasti Sukses Jadi Pebisnis

belajar berbisnis

Sedari kecil kita selalu di cekoki dengan pelajaran aksi dan reaksi, bekerja maka mendapatkan hasil. Prinsip ini tidak sepenuhnya salah, namun sayangnya bisa membawa kita ke situasi yang tidak menguntungkan.

Coba bayangkan pertanyaan, kenapa kita belajar di sekolah? Jawabnya sering kali, “supaya dapat nilai yang bagus”. Lantas kemudian ketika ditanya, untuk apa nilai yang bagus? Maka kemudian menyusul jawaban “supaya bisa naik kelas, naik kelas dan kemudian lulus”. Untuk apa lulus? “supaya bisa mendapat pekerjaan”. Untuk apa bekerja? “untuk dapat uang”.

Inilah yang terjadi dalam diri kita, baik ketika belajar secara formal maupun informal. Kita selalu berpikir, untuk mempelajari sesuatu yang bisa mendukung tujuan kesuksesan kita secara spesifik. Akibatnya kita jadi tidak mempelajari hal-hal baru yang memungkinkan kita untuk bertumbuh.

Lantas apa yang perlu diubah agar kita keluar dari lingkaran tersebut?

1. Belajar Karena Ingin Belajar

Seringnya kita fokus mempelajari hal-hal yang berkaitan langsung dengan apa yang membuat kita tertarik dan sedang kita kerjakan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan imbalan secara cepat, umumnya berupa uang atau percepatan karir. Kita jarang mempelajari hal-hal yang kita tahu tidak akan dengan segera berguna bagi kita saat ini juga.

Ubahlah pikiran sempit seperti ini. Belajarlah sesuatu karena kita ingin mempelajarinya. Bukan karena imbalan atau keuntungan yang akan kita dapat karena mempelajarinya. Dengan berpikiran seperti ini kita akan banyak mempelajari hal-hal baru. Bahkan diluar bidang yang selama ini kita pahami. Hasilnya pengetahuan kita akan makin luas dan pertimbangan kita makin matang karena kekayaan pengetahuan ini.

2. Mempelajari Proses Bukan Sekedar Mencari Jawaban

Kita memang akan selalu tergoda untuk mencari jawaban dari sebuah permasalahan. Hasilnya kita sering terjebak untuk mencari cara mudah, tips singkat dan sejenisnya ketika menjalankan sesuatu termasuk dalam berbisnis.

Padahal yang terpenting dari semuanya adalah proses menuju hasil. Ambil contoh sederhana ketika kita tertarik mencari tahu cara sukses berjualan online di internet. Dengan fokus pada proses, kita akan berusaha belajar dari banyak orang, banyak sumber dan memperhatikan detailnya dengan lebih baik.

3. Pelajari lebih dalam, lebih luas bidang yang sedang kita tekuni

Contoh mudahnya kita ambil seandainya kita ingin menjadi sales asuransi yang tangguh. Alih-alih hanya belajar tentang bagaimana cara menjual asuransi, belajarlah jauh lebih luas. Mulailah dari sejarah asuransi, bagimana asuransi klasik, bagaimana perkembangannya di dunia modern, bagaimana asuransi diterapkan di negara lain, dan sebagainya.

Kesuksesan dalam bisnis biasanya berasal dari kemampuan seseorang menghubungkan titik-titik krusial penting dalam bidang yang digelutinya. Memahami secara garis besarnya akan sangat membantu kita untuk berkembang lebih jauh.

Semakin banyak dan semakin luas yang kita pelajari, maka semakin tajam insting kita dalam berbisnis. Usaha yang sukses adalah yang mampu menemukan masalah nyata yang ada di masyarakat dan bisa memberi solusinya dengan baik. Ini hanya bisa dilakukan jika kita punya pengetahuan yang cukup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

13 Liku Perjuangan Yang Dialami Mereka Yang Belajar Di Luar Negeri Demi Memperoleh Gelar Idaman

Hidup adalah pilihan. Keberanianmu akan menentukan bagaimana pilihan yang kamu ambil. Harus selalu dipahami, bahwa selalu ada harga yang dibayar untuk setiap tindakan yang kamu lakukan. Pun dalam soal pendidikan. Tak bisa dipungkiri, kualitas pendidikan di tanah air pun telah begitu bagus. Namun lagi-lagi hidup adalah tentang memilih. Kamu berhak memilih apapun itu yang menurutmu paling baik.

Menempuh pendidikan di luar negeri memang lebih menawarkan banyak pengalaman baru. Bukan hanya berisi hal-hal seru dan menyenangkan, memutuskan untuk menimba ilmu di negeri orang juga akan membuat dirimu lebih tertempa. Jauh dari keluarga mau tak mau mengubahmu menjadi sosok mandiri yang tak hobi merengek manja. Berikut merupakan jungkir balik perjuangan orang-orang yang berjuang menempuh pendidikan di negeri orang. Apapun itu, percayalah bahwa proses tak akan pernah mengkhianati hasil.

Kamu harus mulai belajar mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Hanya bermalas-malasan sepanjang hari, jelas tak bisa dilakukan lagi!

Berada jauh dari keluarga membuatmu harus bisa mengerjakan aneka prinitilan pekerjaan rumah tangga. Tak ada keluarga atau asisten rumah tangga yang bisa kamu mintai bantuan. Tenang! Walaupun awalnya sulit, setelah itu kamu akan bertransformi menjadi sosok mandiri yang bisa diandalkan.

Berada di negara yang memiliki musim lebih beragam membuatmu mulai bersyukur terlahir di Indonesia

Terbiasa hidup di Indonesia yang memiliki iklim cenderung ramah akan membuat kamu merasa sedikit repot dengan perubahan musim yang selalu berganti-ganti. Bukan hanya soal adaptas yang butuh waktu, mau tak mau kamu  juga harus menyiapkan pakaian sesuai dengan kondisi saat itu. Saat musim tertentu kamu pun harus mengenakan pakain lebih banyak dari biasanya. Alhasil beban cucian kamu pun jadi bertambah.

Menguasai bahasa negara tempatmu menuntut ilmu menjadi prioritas penting yang betul-betul kamu perhatikan

Berasa di negara orang yang memiliki bahasa berbeda, membuat kamu harus bekerja keras mempelajari bahasa tersebut. Awalnya memang tidak mudah, namun lambat laun kamu akan menguasai bahasa tersebut. Tidak malu mencoba berbicara dengan bahasa negara tempat kamu menuntut ilmu, akan membuat kamu lebih cepat mahir. Jangan cepat menyerah.

Menuntut ilmu di luar negeri membuatmu merasa terpisahkan dari teman-teman di tanah air

Terpisah dari sahabat-sahabatmu yang berada di tanah air kadang membuat kamu merasa sendiri. Melalui sosmes kamu bisa melihat perkembangan teman-temanmu di tanah air. Ada yang sudah wisuda atau melepaskan masa lajang. Sedangkan kamu tengah berada jauh dari mereka. Sendiri berjuang menuntut ilmu.

Tinggal di negeri orang akan membuatmu begitu merindukan masakan asli Indonesia

Awalnya tidak mudah menemukan masakan di luar negeri yang sesuai dengan lidahmu. Apalagi jika kamu perlu memilah-milah mana makanan yang bisa kamu makan dan tidak. Tak heran bila kamu menjadi sangat merindukan makanan khas tanah air. Bahkan kamu rela mengeluarkan sejumlah uang dengan nominal yang tak sedikit demi bisa memanjakan lidah dengan makanan asli Indonesia.

Berada di luar negeri membuatmu harus mengurus segala keperluan birokrasimu sendiri

Saat berada di Indonesia mungkin kamu terbiasa mengurus masalah birokrasi secara instan. Ada calo yang bisa kamu mintai bantuan untuk itu. Kamu hanya tinggal terima beres. Tentu saja kebiasaan ini tak bisa kamu terapkan saat kamu berada di luar negeri. Dengan segala keterbatasan bahasa, kamu harus tetap bergerak sendiri demi menyelesaikan urusan birokrasi.

Menempuh pendidikan di lembaga pendidikan yang mumpuni membuatmu harus menyediakan banyak waktu untuk belajar

Menempuh pendidikan di universitas yang top itu berarti otakmu harus bekerja lebih keras. Bahkan saat akan ujian, kamu tak bisa belajar mendadak. Lupakan sistem belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) yang biasa kamu lakukan saat masih di tanah air dahulu. Demi hasil yang tidak mengecewakan, jangan malas-malasan deh!

Demi kelancaran kuliahmu ke depan, kamu pun rela untuk mengambil kursus bahasa terlebih dahulu

Jangan segan untuk mengambil kursus bahasa terlebih dahulu. Sertifikat yang menunjukkan kemampuan berbahasa asingmu seperti TOEFL mungkin akan dibutuhkan untuk memperlancar langkahmu. Kemampuan berbahasa asing yang baik akan sangat mendukung kegiatan perkuliahanmu.

Bertemu dengan teman-teman yang berasal dari Indonesia adalah sebuah kebahagiaan tersendiri

Kamu tak pernah melewatkan kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang Indonesia yang juga tengah menuntut ilmu. Lega rasanya bisa berbicang-bincang dengan leluasa. Pada saat seperti itulah, kamu. tak lagi takut salah berbahasa. Tak jarang kalian saling bertukar makanan asli Indonesia, bahkan untuk hal ini kamu pun rela bila harus memasak.

Walau begitu kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berasal dari berbagai belahan dunia akan memperluas wawasan

teman

Kuliah di luar negeri memberi kamu peluang untuk bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara. Tentu ini kesempatan hebat yang harus kamu manfaatkan sebaik-baiknya. Kamu akan memperoleh wawasan baru yang mungkin tak akan kamu dapatkan bila kamu tidak kuliah di luar negeri. Rasanya saling bercerita tentang situasi negara masing-masing atau bertukar cinderamata bisa jadi hal seru yang bisa dilakukan.

Hidup terpisah dari keluarga dan sahabat membuat kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Meski kiriman baru datang tak berarti bisa seenaknya

nasehat investasi

Biaya hidup di luar negeri yang tinggi membuat kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Apalagi ketika kurs rupiah tengah jatuh, harga kebutuhan pun akan terasa semakin mahal. Kalau sudah begini kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Akan lebih baik bila kamu mendapatkan beasiswa. Hal ini akan sangat membantumu.

Kuliah di luar negeri itu berarti kesempatan untuk travelling jadi terbuka luas! Ini dia salah satu sisi positifnya!

mendaki

Siapa yang meragukan kebaikan ini? Dengan kuliah di luar negeri kamu bisa menjelajah lebih luas. Menikmati keindahan alam dan budaya yang lebih beragam. Bahkan saat salah satu temanmu yang berasal dari negara lain pulang liburan, kamu bisa ikut bersamanya. Menyenangkan  bukan?

Jauh dari keluarga membuat kamu didera rindu. Apalagi kamu juga tak bisa sering-sering pulang. Kamu jadi mengerti betapa berharga waktu bersama keluarga

keluarga

Tak mudah memang menahan rindu yang terasa membuncah. Apalagi tak mungkin untuk sering pulang ke tanah air. Jadwal yang padat dan kondisi keuangan menjadi pertimbangan yang tak bisa diabaikan. Momen video call dengan keluarga dan sahabat di tanah air menjadi momen yang kamu nantikan. Rasanya pertengkaran kecil dengan saudara menjadi hal yang diam-diam kamu rindukan saat tengah berada jauh dengan mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pahitnya Ketika Sudah Bersama Dalam Waktu Lama, Tapi Semesta Menjodohkannya Bukan Dengan Kita

Sudah lama berhubungan, membayangkan akan bersanding di pelaminan apa daya terpaksa putus di tengah jalan. Kecewa pasti. Karena sudah sekian banyak waktu yang dicurahkan dengannya. Tak mudah memang memulai lagi sesuatu dari awal.

Kamu seperti itu?  Kamu tak sendiri. Bahkan menurut hasil survei yang dilakukan oleh Wolipop secara online, ternyata dari sejumlah responden ada 93% pasangan yang mengaku putus setelah pacaran selama bertahun-tahun.  Beberapa di antara mereka ada yang sudah menjalin hubungan percintaan selama lebih dari 10 tahun, tetapi harus kandas di tengah jalan.

Apa yang salah? Dan harus bagaimana?

Mungkin Kita Yang Sedari Awal Berlebihan Mengartikan Hubungan Ini

Faktanya kadang kita terlalu terbawa suasana untuk mengartikan semua hubungan kita selama ini. Hanya karena berstatus pacaran, kita sudah menganggap apa yang kita punya begitu istimewa. Semua hal yang kita lakukan dianggap mengarah ke hubungan yang lebih serius.

Padahal kalau dipikir selama ini kita tak lebih dari sekedar menonton bareng, makan malam sama-sama atau bersenda gurau sekedarnya. Tak ada obrolan tentang masa depan. Tak pernah sekalipun kita saling mengenal keluarga masing-masing.

Seberapa lama pun hubungan itu sudah dijalin kalau modelnya seperti itu, sebenarnya kita baru berhubungan di tahap awal. Melangkah ke jenjang yang lebih serius membutuhkan koneksi yang tak biasa. Bicara soal rencana dan mimpi bersama-sama. Bukahkah selama ini kita tak pernah melakukannya?

Sesuatu Yang Baik Itu Tak Selalu Harus Terjadi Selamanya

Di sini kesalahan fatal yang sering terjadi dalam pikiran kita. Bahwa sesuatu yang baik itu haruslah terjadi selamanya. Padahal jika kita mau jujur pada diri sendiri, bukankah semua hal pasti memiliki akhir? Cuma perkara bagaimana bentuk akhirnya, apakah menyenangkan atau menyedihkan.

Nah, begitu juga dengan hal-hal baik yang terjadi pada diri kita. Pastilah suatu saat akan berakhir. Bukan berarti sesuatu yang sudah berakhir itu berarti buruk. Jadi bukan seuatu yang baik berarti akan berlangsung selamanya. Semua ada masanya.

Sesuatu Yang  Selamanya Bukan Berarti Pasti Baik

Nah, begitu juga sebaliknya. Bukan berarti sesuatu yang terus berlangsung selamanya pasti sesuatu yang baik. Jangan sampai kita mempertahankan sesuatu yang ternyata tak baik buat diri kita sendiri. Seringnya dilema takut merasa sepi kadang jadi alasan untuk tetap bertahan padahal kita atau dia sendiri tahu bahwa hubungan tersebut hanyalah bentuk perlindungan dari rasa sepi tadi. Bersama dalam waktu yang mungkin sudah memasuki hitungan tahun membuat kita merasa bahwa sudah tidak bisa dipisahkan satu sama lain lagi.

Nyatanya ini bisa berubah menjadi hal yang menyakitan karena akan menjadikan kita jadi orang yang selalu menilai sempurna segala hal yang dilakukan oleh pasangan meski pada kenyataanya tidak. Kita terfokus untuk membayangkan semua hal yang dilakukan adalah baik adanya dan menutup mata yang seharusnya tetap bisa objektif dalam menilai hubungan tersebut.

Dan sebaliknya selalu berusaha untuk menafik semua ketidak cocokan yang ada dengan alasan agar tetap bisa bersama, tentu ini telah menjadikan kita sebagai seorang yang munafik karna tidak menjadi diri sendiri. Untuk waktu yang mungkin tepat keputusan berpisah memang jadi satu-satunya hal yang akan memperbaiki itu semua.

Mungkin Memang Tidak Mudah Dan Akan Terasa Pahit Tapi Cobalah Berdamai Dengan Kenyataan

Pasca mendapati kenyataan tentang sebuah perpisahan rasa kecewa tentu membekas dihati, biar bagaimanapun dia yang sudah pernah kita anggap akan jadi teman hidup dimasa depan sudah memberi banyak warna dalam hidup. Melupakannya pun tak semudah kita memalingkan wajah, akan ada banyak masa yang harus kita lewati dengan bayang-bayangnya yang masih dihati.

Ketakutan akan kehilangan yang selama ini mungkin diwanti-wanti mau tidak mau harus tetap dihadapi, demi sebuah kedewasaan dan evaluasi diri yang lebih baik nantinya. Berdiam diri larut dalam kekecewaan mungkin memang jadi pilihan yang akan menenangkan, tapi bukanlah hal yang tepat. Menikmati setiap masa kecewa hingga kepemulihan hati nanti akan memberikan kita banyak pelajaran berharga yang akna membuat kita sadar bahwa yang kita anggap baik tak selamanya benar baik adanya.

Karena Sang Empunya Hidup Telah Mengatur Segala Sesuatu Termaksud Hubungan Yang Kita Jalani

Dan pada akhirnya kita hanya bisa berencana tanpa tahu apa yang akan menjadi hasilnya, jika kemarin kita mungkin sudah menjalin hubungan cukup lama namun malah berpisah. Tidak perlu terlalu berlarut dalam sedih, bisa saja keputusan itu akan membawamu kepada hal-hal baru yang lebih baik.

Dan tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang mengisi hidupmu untuk jauh lebih baik dari sebelumnya, karena hidup memang selalu penuh dengan teka-teki yang kita sendiri sering kesulitan untuk menebak alurnya. Hal yang juga harus kita mengerti bahwa sebuah keputusan untuk berpisah tak melulu mendatangkan luka, nyatanya dilain sisi bisa saja keputusan itu dianggap sebagai sesuatu yang akan membuat hidup jauh lebih baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Freelancer Yang Sukses Itu Tak Punya Pikiran Ini

Boleh dibilang, pekerjaan freelance belum dilirik di Indonesia. Angkanya dari tahun ke tahun belum menunjukan peningkatan yang signifikan. Padahal dari tingkat kepuasan di mata pengguna internasional, pekerja lepas Indonesia itu mendapat angka rata-rata 4,5 dalam skala maksimal 5. Data ini diungkap oleh situs upwork.

Sementara itu di sisi lain situs sribulancer, market place freelancer asal Indonesia pernah merilis soal keyakinan soal pekerja lepas tanah air tentang masa depan mereka di skema pekerjaan non kantoran ini. Survei itu menyebut bahwa sebagian besar anggota sribulancer merasa yakin bahwa pekerjaan mereka saat ini dapat menghidupi mereka nantinya.

Keyakinan ini tak salah, karena hidup dari bekerja sebagai tenaga lepas memang sejatinya cukup menjanjikan. Namun sebelum benar-benar terjun ke sana, ada hal yang perlu kamu ubah dalam pola pikir supaya bisa sukses menjadi freelancer.

Takut Uang yang Diperoleh Tidak Bisa Diandalkan untuk Hidup Sehari-hari

dompet

Banyak orang yang takut terjun menjadi seorang freelancer adalah karena uang yang dihasilkan lebih sedikit daripada orang yang pekerjaannya tetap. Belum lagi tidak ada tunjangan tambahan yang bisa diandalkan kalau  kita mengalami sakit. Hal-hal seperti inilah yang membuat orang berpikir bahwa menjadi freelancer tidak bisa diandalkan untuk kehidupan sehari-hari.

Ada benarnya juga sih pemikiran seperti itu, apalagi jika seseorang yang sudah berkeluarga dan banyak kebutuhan, pastinya akan berpikir berkali-kali sebelum akhirnya memutuskan jadi freelancer. Tetapi, yang perlu diingat adalah jika kamu bisa menjaga kepercayaan klien dengan memberikan hasil pekerjaan yang berkualitas dan memuaskan mereka pun tidak akan segan mengeluarkan banyak biaya untuk membeli hasil kerjamu. Untuk itu, jika kamu ingin mendapatkan penghasilan yang mencukupi sebagai freelancer, hal yang harus kamu utamakan adalah kualitas, baru uang akan mengikutimu.

Freelancer Itu Pasti Sukses, Tak Pernah Gagal

Optimis boleh, tapi tetap harus berhitung resiko. Sebagai seorang freelancer, jangan hanya terpatok pada kesuksesan untuk mendapatkan uang saja. Sebagai freelancer harus mau menerima kegagalan sebagai bagian dari proses. Terlalu fokus pada kesuksesan hanya akan membuatmu takut pada kegagalan dan akhirnya kamu tidak mau belajar untuk memperbaiki diri jika gagal. Padahal, sebagai freelancer diwajibkan mengerti bahwa klien tidak selamanya suka akan pekerjaanmu. Kamu harus berlapang dada dan berani merevisi setiap tugas yang diberikan jika ingin uang terus mengalir ke dalam kantongmu.

Tak  Mau Berkembang, Hanya Mau Mengerjakan Tugas Yang Mudah-Mudah Saja

Sebagai freelancer harus siap menerima apapun request dari klien. Jika kamu takut bahwa pekerjaan yang diberikan sulit dan kamu tidak mampu menyelesaikannya, maka mentalmu masih belum siap untuk menjadi freelancer. Jika kamu takut, kamu menunjukan bahwa kemampuan yang kamu miliki tidak memenuhi kualifikasi untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh klien. Terkadang, sebagai freelancer kita harus menerima permintaan klien meskipun itu hal-hal yang aneh dan bikin geleng-geleng kepala. Terkadang permintaan klien sangat mudah, tapi kadang juga sangat susah hingga butuh waktu lebih lama untuk mengerjakannya.

Tetapi, bila kamu bisa mengerjakan apapun tugas yang diberikan oleh klien dan terus mengerjakannya sampai beres, maka kesuksesan dalam belajar dan peningkatan kemampuan pun akan kamu dapatkan. Portofolio  pekerjaanmu pun akan semakin beragam.

Takut Dan Khawatir Ditolak

Tidak semua klien akan menerima hasil kerjamu, apalagi jika kualitasnya buruk. Untuk itu, jangan pernah menyerah mengembangkan kemampuan agar hasil karyamu bisa menarik perhatian klien. Jangan pernah takut ditolak ketika menawarkan proposal penawaran. Penolakan itu wajar, justru jadikan itu sebagai pembelajaran yang ampuh untuk memotivasi diri. Kehidupan sebagai freelancer tidaklah mudah, meski orang-orang melihat kerja kita santai dan tidak terikat oleh aturan perusahaan.

Banyaknya penolakan yang kamu alami itu artinya kamu kurang usaha dengan maksimal. Bisa juga karena ada sesuatu yang salah. Telitilah lebih dalam lagi apa yang menjadi kekuranganmu, hingga akhirnya tidak mengalami penolakan lagi.

Freelancer Berarti Tak Ada Pemasukan Tetap

tanggal

Kehidupan freelancer sangat berbeda dari pegawai tetap. Karyawan swasta yang punya jam kerja tetap sudah ketahuan job description dan penghasilan yang akan didapatkan tiap bulannya. Sedangkan freelancer jika sedang laku dan banyak permintaan, penghasilannya pun bisa mengalahkan gaji pegawai tetap. Tetapi, ketika sepi permintaan ia hanya akan mendapatkan sedikit sekali penghasilan per bulan.

Untuk itu, disarankan agar bisa manajemen keuangan dengan baik. Agar kamu bisa tetap hidup dengan baik dari bulan ke bulan. Jangan langsung habiskan pendapatan yang kamu peroleh hanya dalam waktu satu bulan, karena kamu gak pernah tahu apakah akan dapat job lagi di bulan depan atau tidak. Manajemen uang yang baik akan menghindarkanmu dari kekurangan finansial meski bekerja hanya sebagai freelancer.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top