Trending

Bela Negara Zaman Now

“Tuhan tidak mengubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri” – Bung Karno

Barangkali, kalimat ini adalah salah satu hal yang dulu menggawangi semangat dari sang proklamator bangsa. Para pahlawan yang dulu berjuang percaya bahwa negara kita hanya akan merdeka ketika masyarakatnya berjuang bersama. Mengorbankan jiwa dan raganya demi sebuah kebebasan untuk hidup bernegara.

Akan tetapi itu dulu, beda halnya dengan kehidupan kita sekarang. Hidup di negara yang sudah merdeka, kita tak lagi harus membela negara dengan senjata. Tidak pula harus bertaruh nyawa dengan penjajah.

Sebab membela negara bukan hanya tanggung jawab para pemimpin saja, bukan pula kewajiban para abdi negara, tapi jadi tanggung jawab setiap kita. Lalu bagaimana kita akan membela negara di zaman sekarang?

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme dengan Benar-benar Memahami Arti dari Pancasila Sebagai Dasar Negara

Sedari kecil kita sudah banyak diberi pemahaman untuk memaknai nilai-nilai yang terkandung pada setiap butir Pancasila. Sayangnya, hal yang telah susah payah ditanamkan oleh para orangtua dan guru di sekolah, justru hilang begitu saja.

Cobalah tengok beberapa masalah yang kerap terjadi pada kehidupan berbangsa. Mulai dari ricuhnya panggung politik kita, bergesernya nilai-nilai budaya, hingga konflik lain yang kadang berimbas pada situasi ekonomi negara.

Kita lebih suka untuk mengkritik upaya pemerintah, yang selalu dianggap gagal. Namun lupa sejauh mana kita telah merefleksikan diri sebagai warga negara. Tak perlu ribut menyuarakan hal-hal yang sekiranya masih jauh, jika dasar negara saja kita masih tak tahu.

Jangan Mudah Percaya, Berita yang Kadang Kamu Baca dan Bagikan Belum Tentu Benar Adanya

Sebab kualitas dari suatu negara konon akan tersirat dari seberapa jauh kemampuan berpikir masyarakatnya. Tanpa harus susah payah untuk mencari celah kekurangan kita, mari kita telisik lagi hal-hal yang kini sudah menjadi kebiasaan. Salah satunya aktivitas di media sosial.

Hiruk pikuk masalah yang banyak terjadi beberapa tahun belakang, kerap terbawa pada perbincangan di media sosial. Perbedaan pendapat dan jalan pikiran yang tak sepaham berimbas pada hubungan pertemanan. Tak heran jika akhirnya beberapa dari kita akhirnya memutus tali silaturahmi hanya karena hal-hal yang belum tentu benar.

Simpan semua emosimu, saling menjatuhkan tak akan memberi dampak apa-apa bagi negara. Bukannya membuat kita semakin dikenal karena kehangatannya, pelan-pelan kita justru dikenal karena terlalu beringas di media sosial.

Tolerenasi Bak Amunisi, Kita Akan Kalah Jika Masih Tak Bisa Menerima dan Memahami Ragamnya Manusia

“ Tidak akan menang tanpa adanya kekuatan, tidak akan ada kekuatan tanpa adanya persatuan” – Panglima Sudirman.

Berkaca dari kalimat yang diungkapkan sang panglima perang, harusnya kita paham jika kehidupan berbangsa tak bisa terkotak-kotakkan. Sebab para pahlawan yang dulu berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan, tak pernah mempermasalahkan perbedaan. Dan hal yang sama, harusnya juga sedang kita lakukan sekarang.

Seolah berbanding terbalik dengan kehidupan yang ada dihadapan kita saat ini. Perbedaan justru gencar dijadikan pertentangan. Entah itu masalah ras, agama hingga pandangan politik yang tak sama. Jika masih akan terus berada pada situasi seperti ini, apakah kita sudah jadi warga yang sedang membela negaranya? Rasanya tidak! Cobalah untuk bertanya pada masing-masing diri, sudahkah kita memahami toleransi?

Semua Hal Melaju, Tunjukkan Kemampuan dengan Berlomba Membawa Nama Bangsa di Panggung Dunia

Pesta musim panas 2018 sudah di depan mata, kegiatan ini akan jadi salah satu ajang yang bisa kita gunakan untuk membela negara. Bukan menyelamatkan namanya dari tangan para penjajah, bukan pula dari konflik panas seperti negara-negara tetangga. Tapi bagaimana kita bisa menunjukkan kemampuan pada hal-hal yang bisa dilakukan. Menjadi atlet dan pendukung dalam pertandingan.

Ini bukan perkara mudah, sebab tak hanya menyumbangkan waktu dan tenaga saja. Ajang ini jadi sebuah panggung yang membuat mereka bertaruh nyawa, demi memenangkan pertandingan dan mengharumkan nama bangsa.

Supaya Tak Jadi Bangsa yang Lupa Jati Diri, Tetap Junjung Tinggi Budaya dan Adat Istiadat yang Kita Miliki

Masih lekat diingatan, beberapa klaim dari negara tetangga akan hal-hal yang sebenarnya kita punya. Mulai dari kebudayaan dan tradisi lain yang memang bukanlah milik mereka. Hingga gencarnya budaya barat yang pelan-pelan mulai menggeser kentalnya budaya timur.

Jadi jangan heran jika sekarang banyak anak kecil yang sudah tak tahu bahasa daerah, tak hafal lagu wajib, hingga tak lagi tahu siapa presiden pertama yang berjuang untuk kemerdekaan negara.

Hingga nanti akan ada beberapa negara lain yang bersikap ingin menjarah apa yang sebenarnya kita punya. Dengan klaim bahwa hal tersebut adalah milik mereka. Alih-alih terlihat ingin membela negara, sikap kita kadang malah bak pahlawan kesiangan.

Bentuk atau wujud bela negara di era sekarang tak lagi dengan bambu runcing dan meriam. Kita dapat melakukannya dengan mencintai budaya Indonesia melebihi budaya luar negeri, memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan komunikasi seperti jejaring sosial untuk hal-hal yang benar. Serta mengemukakan aspirasi yang disertai dengan tanggung jawab berekspresi pada segala aspek kehidupan.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Hati-hati, Terlalu Gemar Berswafoto Bisa Membuatmu Tak Disukai Bahkan Perlahan Dijauhi

Coba cek galeri ponselmu, kira-kira sudah ada berapa foto selfie yang tersimpan di memori ponsel? Sekarang, kebiasaan selfie—atau berswafoto tak lagi memandang gender. Jika semula selalu saja perempuan yang diidentikankan dengan kesukaan berswafoto, kini situasinya sudah tidak lagi demikian. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sekalinya mendapati momen terbaik untuk berfoto, maka mereka seakan-akan tak ingin ketinggalan dan mengabadikannya lewat kamera.

Tak berhenti dengan sekali atau dua kali jepret. Jika sudah asyik berswafoto, biasanya seseorang tak peduli dengan kuantitas foto yang diambil. Bahkan ada yang dalam satu hari, jumlah swafotonya bisa mencapai ratusan. Usai mengoleksi foto diri sendiri dalam beragam gaya, giliran mengunggahnya ke media sosial. Supaya lengkap rasanya. Bukankah demikian? Seperti ada yang kurang bila hasil fotomu—di momen yang menurutmu berkesan—tidak kamu unggah ke media sosial.

Gemar Berswafoto Memunculkan Sifat Narsistik dan Jadi Berlebihan dalam Menyikapi Segala Sesuatu

Seberapa sering kamu mengunggah swafotomu ke media sosial? Meski perkara unggah mengunggah adalah hakmu sepenuhnya, tapi kalau terlalu sering, bisa-bisa pengikutmu di Instagram—misalnya, akan bosan dan menilaimu haus akan pujian agar dibilang cantik atau rupawan. Belum lagi kalau kamu sejatinya hendak memamerkan barang baru yang kamu miliki namun sambil berswafoto. Siap-siap saja jika ada kalimat ‘nyinyir’ sampai ke telingamu. Sebagai siasat, coba selingi unggahanmu dengan foto-foto menarik lainnya, semisal foto karyamu, foto pemandangan saat kamu jalan-jalan, atau foto apampun selain swafoto.

Dalam Sehari Kamu Tak Pernah Absen untuk Swafoto, Kamu Kurang Kerjaan?

Percayalah, terlalu sering mengunggah swafoto, akan membuat teman-temanmu kehilangan minat untuk mengikuti akunmu. Apa lagi jika seluruh feedsmu didominasi oleh foto aktivitas berikut foto wajahmu. Mulai dari bangun tidur, jalan ke mall, hingga saat makan pun kamu unggah ke Instagram. Teman-temanmu pasti berpikir kamu tak ada kesibukan alias kurang kerjaan. Untuk menepisnya, kalau memang kamu punya hobi jalan-jalan, bukankah bisa mengunggah foto tempat wisata yang kamu anggap menarik? Hitung-hitung kamu sembari belajar me-review sebuah tempat. Dan hal itu jauh lebih bermanfaat bagi orang lain bukan?

Mengunggah Swafoto Terlalu Sering Menandakan Kamu Kesepian dan Butuh Diperhatikan

Salah satu tanda orang yang kesepian sejatinya bisa kamu nilai dari seberapa seringnya dia menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di media sosial. Semakin sering, berarti ada indikasi jika orang tersebut memang sedang cari perhatian lantaran kesepian. Kamu sendiri bagaimana? Mau dianggap kesepian?

Risiko Jadi Sasaran Kejahatan Kian Meningkat Kalau Kamu Terlalu Mengekspos Segala Kegiatanmu

Terdengar menakutkan memang. Kejahatan ada sejatinya bisa karena kita terlalu memancingnya untuk terjadi. Ini bisa terjadi kalau seandainya kamu berswafoto dengan memunculkan banyak ‘clue’ semisal lokasi rumahmu, lemari tempatmu menyimpan uang, hingga kamarmu yang berisi banyak benda berharga. Memang, awalnya hanya ingin berswafoto, tapi kalau terlalu kelewatan, hal itu justru membahayakan dirimu. Bisa saja ada orang yang iri dengan keadaanmu dan berniat mencuri barang-barangmu. Menyeramkan, bukan?

Tak Bisa Berhenti Untuk Tidak Berswafoto Mengindikasikan Kamu Mengalami Depresi

Kendati untuk mengetahui seseorang mengalami depresi harus melewati tahapan diagnosa secara medis, kamu wajib waspada. Terlalu sering berswafoto bisa dianggap sebagai sebuah gangguan kejiwaan bila hal itu sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hingga mengganggu aktivitas dan tanggung jawabnya. Beberapa orang bahkan ada yang sampai tidak nafsu makan hingga frustasi karena menginginkan hasil selfie yang sempurna. Jika tidak ingin hal semacam ini terjadi, tak ada salahnya mulai membatasi kegiatan swafotomu, ya.  Berswafoto memang bukanlah hal yang buruk. Tapi pastikan kamu punya batasan privasi agar tak ada hal buruk yang menimpamu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Saat Tidur Perbanyaklah Memeluk Guling Karena Efeknya Baik untuk Tubuhmu

Apakah kamu adalah tipe orang yang suka menggunakan ataupun memeluk guling saat tidur? Jika iya, maka kamu telah melakukan kebiasaan yang bagus loh. Memang, memeluk guling saat tertidur terlihat sangat biasa. Bahkan, beberapa orang mengejek seseorang yang memiliki kebiasaan tidur dengan memeluk bantal guling.

Namun, dibalik semua itu, sebenarnya ada banyak manfaat dibalik kebiasaan yang satu ini. Malah beberapa manfaat tersebut dinilai baik untuk kesehatan kita. Jadi, inilah 5 manfaat baik dari kebiasaan tidur sambil memeluk guling.

Guling Bisa Digunakan Sebagai Alat Ortopedi Sederhana

Saat otot di punggungmu terasa tegang, cobalah jadikan guling sebagai alas kemudian rebahkan tubuhmu di atasnya. Cukup rebahan beberapa saat hingga tubuhmu merasa rileks kembali. Kamu perlu tahu, guling sejatinya tergolong alat ortopedi lantaran bisa membantu kita agar tidak mengalami keseleo atau sakit apa pun pada tubuh ketika sedang tidur. Karenanya, memeluk guling selain memberi rasa nyaman, juga membawa manfaat baik untuk kesehatan.

Untuk Anak-anak, Guling Lebih Aman dibanding Bantal Kepala

Tekstur guling yang lebih kaku daripada bantal membuat anak-anak lebih disarankan menggunakan guling ketika tidur. Risiko bahayanya jauh lebih rendah, termasuk menghalau risiko cedera pernapasan ketika anak-anak tidur. Karenanya, untukmu yang sekarang jadi orangtua muda, tak ada salahnya membiasakan si kecil untuk tidur beralaskan guling.

Memeluk Guling Akan Membuat Jiwamu Tenang sehingga Pikiran Akan Jauh Lebih Rileks Ketika Bangun Keesokan Harinya

Sebuah penelitian menunjukkan, tidur sembari memeluk guling dapat meringankan ketegangan otot yang telah terakumulasi selama beraktivitas. Baik ketegangan di sekitar leher maupun di area punggung. Di samping itu, guling juga baik bagi ibu hamil lantaran bisa membuat rileks saat tubuh merasa pegal-pegal saat hamil. Orang yang tidur dengan memeluk guling pun disinyalir lebih memiliki tidur yang berkualitas dibanding mereka yang tidur hanya beralaskan bantal kepala saja.

Sirkulasi Darah Akan Jauh Lebih Lancar Bila Kamu Terbiasa Tidur Memeluk Guling

Faktanya, tidur ditemani guling dan memeluknya sepanjang malam dapat membantu tubuhmu jadi lebih sehat. Saat kamu memeluk guling, kakimu akan terangkat sehingga membantu peredaran darah ke jantung jadi lebih lancar. Dalam hal ini, jantung tak perlu lagi bekerja keras memompa darah ketika kamu tidur. Karenanya, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini ya!

Bahkan Jika Kamu Merasa Postur Tubuhmu Kurang Baik, Dapat Diperbaiki dengan Terbiasa Tidur Memeluk Guling

Ya, tidur sembari memeluk guling dan menghadap ke satu sisi ternyata bisa membantu meluruskan bagian tulang belakang. Guling berperan mendorong postur tubuh dengan baik seperti menjaga agar punggung tetap lurus dan tegak. Mumpung masih muda, kapan lagi kamu bisa memperbaiki postur tubuh dengan kebiasaan yang sederhana?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top