Feature

Bekerja untuk Mencari Uang Sudah Pasti! Pertimbangkan 7 Hal ini Agar Hasil Perkerjaanmu Luar Biasa

Bekerja untuk mendapatkan uang, ah itu biasa. Anak SD juga tahu kalau tujuan orang bekerja untuk mendapatkan uang. Kita bekerja untuk dibayar seseuai dengan kebutuhan pekerjaanmu.

Agar pekerjaanmu tak sia-sia, Kamu seharusnya mencari hal tak sekedar uang. Karena uang sudah pasti kamu dapatkan ketika bekerja.

1. Bukan Sekedar Uang, Kamu harus juga Cari Kepuasan Jangan Sampai Kamu Stres

orang minum

Tentu saja bekerja untuk mencari uang. Tapi rasanya akan kurang maksimal mengerjakan sesuatu tanpa passion.  Menurut Rene Suhardono, CareerCoach, Passion adalah segala hal yang kita minati sedemikian rupa sehingga kita tidak terpikir untuk tidak mengerjakannya.  Kamu mengerjakan perkejaan dengan sangat enjoy dan mencari kepuasaan.

Bila sudah kerja tapi tidak puas dan banyak galau, luangkan waktumu beberapa hari untuk mencari berfikir apakah Kamu akan terus membuang waktu untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai passionmu. Akan tetapi, kalau belum bekerja, cari pekerjaan yang sesuai dengan minat.

2. Bukan Sekedar Uang, Sudahkah Pekerjaanmu Bermanfaat Bagi orang lain.

 Sumber: otomotifnet.com

Sumber: otomotifnet.com

Dalam berbagia kesempatan, Ridwan Kamil menyampaikan nasehat ibunya kepada dirinya: Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.  Sebaiknya begitu juga dengan perkerjaanmu. Harus juga bermanfaat buat orang lain.

Bekerja itu memang ibadah. Mencari nafkah buat keluarga. Tentu akan semakin lengkap Ibdahmu itu jika perkerjaanmu bermanfaat bagi orang lain, apalagi bagi masyarakat.

3. Bukan Karena Gaji Besar, Tapi Kultur Perusahaan Juga Seharusnya Jadi Pertimbangan.

kultur perusahaan

Mencari gaji besar itu penting! kalau Kamu bisa mendapatkannya, ya kenapa tidak. Namun Kamu jangan terlena dengan perusahaan yang bergaji besar. Umumnya Gaji besar, tuntan dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan juga besar.

Gaji besår itu penting, tapi jangan lupakan juga budaya perusahaan. Kamu sebaiknya juga mencari pekerjaan yang budayanya sesuai dengan keinginan kamu. Ini yang banyak dilupaka.

Setiap perusahaan memiliki budaya sendiri-sendiri. Umumnya tidak tertulis. Budaya meliputi psikologi, kegiatan dan kepercayaan dari sekelompok orang.  Definisi sederhana lain berbunyi cara perusahaan menyelesaikan pekerjaan.

Bila Kamu selalu punya ide-ide baru dan suka tantangan, mungkin Kamu bisa menjajal bekerja di perusaah yang masih startup. di startup pada umumnya, terbuka untuk ide-ide karyawanya. Tidak ada birokrasi yang berbelit.

4. Jangan Seperti Mahasiswa Kupu-kupu,  Kamu harus Perbanyak Networking. Sukses itu salah satunya karena Networkmu

Sumber: blog.djarumbeasiswaplus.org

Sumber: blog.djarumbeasiswaplus.org

Jika waktu mahasiswa Kamu setelah kerja langsung pulang, maka setelah kerja sebaiknya tidak dilakukan. Coba nongkrong dengan teman-temanmu, untuk menambah netwokmu. Sukses itu salah satunya karena Networkmu

Tap jangan sukedar soap kita, tapi harus pikirkan juga siapa yang kenal kita, dan kita dikenal sebagai apa . Menurut Career coach Rene Suhardono, dalam bukunya yang berjudul Your Job is Not Your Career!, Networking adalah mengenai siapa yang mengenal Anda, bukan siapa yang kita kenal. Atau dalam kata lain : Networking is about who knows you, NOT  who you know.

5. Bekerja juga harus jadi tempat belajar, bukan saja tempat mencari uang.

sosmed kepoSudah bekerja dan lulus kuliah, bukan berarti kita harus berhenti belajar. Belajar itu terus menerus, belajar itu seumur hidup dari lahir hingga meninggal.

Alangkan menyenangkan jika selain bekerja, Kamu juga bisa belajar banyak ditempat kerjamu.  Belajar banyak hal-hal baru yang tidak pernah Kamu dapatkan di kuliah. Kamu Belajar tapi di bayar. Menyenangkan bukan?

6. Untuk Sukses dalam karier, Kamu juga butuh Mentor, bukan sekedar BOS.

gender sosmedDalam bekerja, penting sekali mencari mentor. Kamu bisa belajar bayak dari mentormu dan Kamu bisa berkembang lebih jaih dari dirinya.   Jadi Kamu bukan sekedar bekerja, Kamu harus juga mencari mentormu akan Kamu bisa jauh lebih cepat berkembang.

Tentu Kamu mengenal Steve Jobs. Jobs yang mampu banyak mengubah dunia lewat Applenya. Pada saat umur 17 tahun, Jobs melamar pekerjaan Atari, sebuah perysahaan. Jobs akhirnya menjadi personal asisten Nolan Kay Bushnell founder atari. Ia belajar banyak dari  Nolan Bushnell. Boleh dibilang  Nolan Bushnell adalah mentor pertamanya.

7. Bukan Sekedar Uang, Pertimbangkan Jarak dan Waktu. Jangan Sampe Kamu tua di Jalan

macetAda istilah ‘tua di jalan’ untuk orang-orang pekerja sekarang, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta. Sebagian besar orang-orang ini bekerja dan menghabiskan banyak waktu di jalanan karena macet dan karena jarak tempuh.

Menurut sebuah penelitian sebelumnya dari Departemen Sosiologi National University of Singapore (NUS), fakta bahwa warga perkotaan harus menghabiskan banyak waktu di luar rumah, baik untuk bekerja maupun berkomuter di perjalanan, telah menciptakan fenomena yang disebut dengan istilah “provisional” atau temporer bagi warga Jakarta

Maka dalam berkerja, uang itu penting tapi Kamu juga harus pertimbangkan juga Jarak dan Waktu tempuh ke tempat pekerjaanmu. Jangan sampai Kamu tua di Jalan. Sayang waktu dan dirimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Tahu Hidup Pas-pasan Itu Tak Gampang Tapi Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Kamu mungkin sedang mencibirku atas gaya hidup yang kupunya. Katamu aku tak menikmati hidup, tak sepertimu yang memang tampak selalu bahagia. Ya, benar memang kamu sungguh tak salah. Aku memang tak sepertimu yang terlihat bahagia dengan segala hal mewah yang kamu punya. Bahkan tanpa kamu yang bilang, sesungguhnya aku sadar hidup pas-pasan yang katamu tak bahagia ini, bukanlah mimpi dari semua orang. Termasuk diriku juga. Tapi setidaknya sekarang aku paham, meski hidup pas-pasan memang tak gampang tapi ada banyak hal lain yang kudapatkan.   

Awalnya Kupikir Itu Hanya Candaan Tapi Sepertinya Kamu Semakin Sering Menjadikannya Bahan Cibiran

Kamu tahu sebenarnya aku bukanlah orang yang mudah untuk merasa tersinggung ataupun marah. Sebagai seorang teman kupikir rasanya wajar jika kita akan bertukar kritik atas kehidupan. Tapi suasananya menjadi berbeda, ketika ucapan itu semakin sering dilontarkan. Sungguh aku tak bermaksud untuk marah, karena kutahu setiap orang adalah guru bagi yang lainnya. Kita berhak menilai siapa saja sesuai dengan pandangan yang kita punya. Satu yang masih aku tak bisa terima, kamu menjadikanku bahan cibiran yang membuat hatiku semakin tak karuan. Untuk itu, rasanya hal ini memang patut kusampaikan.  

Semua Orang Mungkin Bisa Tertipu Akan Penampilan, Tapi Kenyataannya Tak Selalu Demikian

Seperti sebelum-sebelumnya, kamu masih menganggap penampilan adalah alat untuk menunjukkan kemampuan diri. Dan benar saja, disetiap kesempatan kamu memang terlihat lebih menawan. Dan dari tempat aku memandangamu, ada beberapa orang yang tiba-tiba berbisik “Tak semua buah bagus, manis rasanya”. Dengan masih tetap bingung aku memandangnya, hingga akhirnya paham akan hal yang barusan diucapkannya. Kita memang bisa saja telihat tampan dan anggun disegala kesempatan. Namun penampilan tak selalu jadi patokan, untuk menilai seseorang.  

Jika Katamu Bahagia Haruslah Mewah, Apalah Aku Yang Hanya Ingin Berkecukupan Saja

Berdampingan sebagai dua orang berbeda tentu jadi pengalaman baru bagiku dan kamu. Akhirnya aku tahu bahwa kita punya pandangan yang berbeda atas hidup yang kita mau. Tanpa merasa ada beban kamu sering bilang jika hidup yang bahagia tentu haruslah mewah. Kutarik bibirku melebar untuk sekedar tersenyum merespon ucapanmu. Setiap orang memang berhak untuk menyuarakan pendapat. Untuk itu aku ingin bilang bahwa kali ini kita tak sependapat. Bagiku hidup dengan berkecukupan jauh lebih baik daripada kata mewah yang kamu agung-agungkan.  

Hingga Suatu Kali Kamu Bilang Hidupku Nelangsa, Padahal Meski Demikian Aku Tetap Bahagia

Ini tentu bukanlah hal yang sederhana, karena untuk mengartikan kata nelangsa kita butuh waktu yang cukup lama. Sesuatu yang katamu jadi bentuk kesulitan tak selalu berlaku untuk orang lain. Sebaliknya hal-hal yang katamu terlihat sedih justru bisa jadi sumber bahagia bagi yang lain. Dan hal ini pula yang terjadi atas diriku yang tadi jadi bahan kritikanmu. Meski dimatamu hidupku terlihat sangatlah susah, justru aku jauh lebih bahagia. Karena untuk segala sesuatunya kita tentu punya ukuran yang berbeda. Kopi yang katamu enak belum tentu cocok untuk perut milikku begitu pula dengan arti kata bahagia dan nelangsa yang kita punya.  

Berbeda Denganmu Yang Punya Segalanya, Meski Aku Tak Tahu Darimana Asalnya

Memang sih kelihatannya kamu memang punya segalanya, barang mewah dengan nominal yang menakjubkan. Hingga kehidupan sehari-hari yang terlihat tanpa beban. Berbeda denganku yang harus susah payah mencari uang untuk sekedar makan. Tapi jika harus diminta untuk memilih, aku masih akan tetap berada pada hidupku sekarang. Dan untuk kehidupan bergelimang benda berharga sepertimu, aku sendiri tak tahu bagaimana caranya. Karena selama ini meski sudah giat bekerja, yang kupunya belum sebanyak milikmu.  

Ucapanku Tadi Hanyalah Sebuah Ujaran Yang Belum Tentu Benar, Untuk Itu Seharusnya Kamu Tak Perlu Marah

Tak perlu memasang muka masam untuk hal-hal yang tadi aku ucapkan. Lagipula aku hanya mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan. Kalau memang salah mohon dimaafkan, tapi jika hal ini membuatmu marah mungkin benar. Meski untuk jawaban yang paling benar, yang tahu tentu hanya kamu seorang. Ujaran yang aku sampaikan hanyalah sebuah pandangan atas hidup yang sedang aku saksikan. Meski tak sepenuhnya benar, setidaknya itulah yang bisa aku simpulkan.  

Satu Yang Ingin Aku Sampaikan, Meski Hidupku Pas-pasan Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Aku pikir hubungan yang kita punya tak seharusnya renggang hanya karena perbedaan pandangan. Anggaplah bahwa kamu memang sudah di jalan yang tepat dengan segala yang kamu anggap benar. Tapi kamu juga perlu mendekatkan telinga kearahku untuk sekedar mendengar. Meski katamu hidupku susah karena tak punya apa-apa, setidaknya aku tak perlu susah payah untuk ngutang demi hidup yang katamu bahagia. Aku hanya ingin menjalani hidup sesuai dengan kemampuanku dan tak berniat memaksa diri untuk sesuatu yang memang diluar kemampuanku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mensyukuri Pekerjaan Dan Membuat List Kerja 15 Menit Sebelum Bekerja Akan Membuat Produktivitasmu Jadi Meningkat. Coba Deh!

Menjadi produktif itu sebenarnya tidak sulit. Sesuatu yang membuatnya terasa sulit adalah diri kita sendiri yang malas. Ingin melakukan sesuatu yang produktif tetapi sulit untuk memulainya. Untuk itu, penting kamu ketahui rahasia agar tetap produktif saat bekerja.

Rahasianya adalah melakukan 7 kegiatan sederhana ini pada 15 menit sebelum melakukan pekerjaan atau aktivitas. Apa saja?

Tuliskan 3 Hal Yang Bisa Kamu Syukuri Pada Hari Itu Sebelum Sampai Di Kantor

Waktu terus berlalu, ada banyak hal yang pasti harus kamu lewati. Entah itu senang atau susah. Sebelum sampai di kantor dan berjibaku dengan rutinitas pekerjaan, ada baiknya bila kamu menulis 3 hal yang bisa kamu syukuri pada hari itu. Tak perlu panjang-panjang, tuliskan secara singkat.

Dengan menuliskan hal-hal yang layak kamu syukuri itu, kamu jadi tahu hidupmu memang indah. Kamu pun akan kian bersemangat dan tak menyia-nyiakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Produktifitas saat bekerja pun tak sulit lagi kamu dapatkan.

Berkomunikasi Dengan Rekan Kerja Di Kantor Untuk Menjaga Hubungan Baik

Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial membuatnya tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu saat di kantor kamu tetap harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerjamu. Meski kamu tak bisa mengendalikan orang lain untuk bersikap baik padamu, kamu tetap bisa memberi kesan baik pada mereka. Memberi salam saat datang dan pulang kerja, menyapanya, serta menjawab dengan baik saat mereka bertanya padamu adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk memberi kesan baik.

Selalu Merapikan Meja Kerja, Serta Membuatnya Bersih Dan Wangi

Rutinitas kerja setiap hari akan akan menuntutmu bekerja di atas meja selama kurang lebih 8 jam dengan berbagai dokumen dan barang-barang pendukungnya di atas kerja. Untuk itu agar kamu bisa bekerja dengan pikiran tenang, rapikan dulu meja kerjamu sebelum mulai kerja. Kamu bisa membuatnya bersih dan wangi, dengan demikian kamu pun akan nyaman saat bekerja.

Tinjau Kembali Pekerjaan Yang Belum Selesai Dikerjakan Agar Kamu Bisa Menyusun List Kerja Sesuai Prioritas Dengan Tepat

Meninjau pekerjaan yang belum selesai kamu lakukan di waktu sebelumnya sangat penting untuk dilakukan. Apalagi saat hari pertama masuk setelah selesai liburan pada akhir pekan. Dengan demikian kamu bisa menyusun list kerja sesuai prioritas dengan tepat.  Kamu pun akan terhindar dari kejaran deadline dari atasan yang bisa membuat kepala mendadak pening.

Supaya Pekerjaanmu Selesai Tepat Waktu, Susun List Kerja Sesuai Deadline Dan Kebutuhan

Jika kamu ingin menjadi produktif, kamu harus menerapkan poin ini. Buatlah daftar list kerja sebelum memulai pekerjaan pada hari itu. Urutkan sesuai dengan deadline dan kebutuhan. Bukan hanya sekedar membuat list kerja, kamu juga harus mendisiplinkan diri untuk mematuhinya. Dengan demikian kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan padamu tepat waktu.

Buat Visualisasi Untuk Hasil Kerja Yang Kamu Inginkan, Dengan Begitu Kamu Bisa Fokus Menyelesaikan Pekerjaan

Poin ini penting untuk kamu lakukan. Setelah selesai membuat list kerja, coba visualisasikan atau bayangkan hasil kerja yang kamu inginkan. Dengan demikian setelah melihat gambaran hasil akhir kerjamu, kamu pun bisa jadi fokus dan menyelesaikan pekerjaanmu lebih cepat.

Produktivitasmu Akan Kian Optimal Saat Kamu Mensyukuri Pekerjaan Dan Tantangan Yang Kamu Miliki Saat Ini

Awali pekerjaanmu dengan bersyukur atas pekerjaan dan tantangan yang dipercayakan padamu saat ini. Ingat, tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan hal itu. Maka kamu harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mensyukuri pekerjaanmu saat ini, akan membuat kamu berusaha sebaik demi hasil kerja terbaik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top