Feature

Baru Gebetan Belum Pacaran Kok, Kalau Dia Menyebalkan, Tinggalkan Saja

Saat masih pendekatan, sebaiknya kamu tak perlu menaruh rasa begitu tinggi. Sebab kalau ujung-ujungnya kalian gagal menjalin hubungan, justru akan menyakitkan bila kamu sudah terlalu melibatkan perasaan. Meski faktanya sukar, tapi percayalah, saat pendekatan, sejatinya kamu lebih baik fokus untuk mengenal kebiasaan sehari-hari gebetanmu itu. Kalau ada satu atau dua kebiasaan maupun karakternya yang dirasa tidak cocok denganmu, lebih baik langsung tinggalkan saja. Kalau diteruskan, kamu hanya akan membuang banyak tenaga, dan waktumu jelas tersita.

Sekali Dua Kali Ketahuan Bohong, Maka Seterusnya Dia Akan Terbiasa Berbohong

Kalau kamu berhasil menangkap basah gebetanmu berbohong entah sekali atau dua kali, itu artinya dia bukanlah tipe yang baik untukmu. Untuk apa melakoni hubungan dengan orang yang terbiasa bohong? Yang namanya bohong sepele saja sudah buat jengkel, bagaimana jika kebohongannya terus berlangsung dan justru semakin parah? Kebiasaan semacam ini jelas tidak bisa ditoleransi.

Baru Pendekatan Saja Sudah Serba Mengekang, Apa Lagi Jika Nanti Kalian Sudah Resmi Menjalin Hubungan?

Meski ada orang yang bisa memaklumi tipe seperti ini, percayalah, kebiasaan semacam ini justru akan membuatmu tekanan batin. Rasa overprotektif-nya tak akan membuat hubunganmu berjalan lancar. Yang ada, kamu jadi merasa tak bebas. Kalaupun pergi tanpa dia, kamu harus berkabar setiap menitnya. Melelahkan bukan? Dibanding makan hati, lebih baik lepaskan dirimu dari gebetan yang seperti ini.

Tak Cuma Overprotektif, Dia yang Terlalu Posesif Hanya Akan Membuat Hubungan Terasa Fiktif

Sudah menonton film Posesif yang dibintangi Adipati dan Putri Marino? Ya, gambaran pacar  yang posesif dalam film tersebut memang sudah mewakili. Kamu harus berhati-hati. Jika saat PDKT saja dia sudah serba memintamu ini itu dan mengaku dia adalah pacarmu di depan teman-temanmu (padahal kamu tidak merasa demikian), maka lebih baik tinggalkan saja. Pasangan yang posesif hanya akan membuat hubunganmu sungguh terasa fiktif. Tak akan ada kebahagiaan antara kamu dan dia. Hanya akan ada rasa saling curiga bila kalian tak bersama. Sungguh tak menyehatkan bukan?

Carilah Pasangan yang Dewasa Secara Usia dan Mental, Bukan yang Suka Ngambek Tanpa Alasan dan Hanya Membuatmu Kesal

Belum ada hubungan apa-apa tapi saat kamu tidak memberi kabar, dia ngambek. Padahal pacar juga bukan. Mengesalkan bukan? Percayalah, tipe gebetan yang semacam itu juga tak bisa ditolerir. Apa lagi kalau kamu melakukan sesuatu yang ternyata menurutnya itu salah, kalau kamu tak minta maaf, dia akan seterusnya ngambek. Lama-lama pasti kamu jengah. Gebetan yang suka ngambek tanpa alasan tak akan membuatmu bisa menjalin hubungan yang dewasa dan berkualitas. Sebisa mungkin, carilah gebetan yang pikirannya terbuka dan mau menerima segala kondisimu sehari-hari tanpa harus ada momen ngambek-ngambekkan.

Jangan Sampai Terjebak pada Gebetan yang Sukanya Memberi Harapan Palsu. Kalau Sudah Terlanjur, Segeralah Beranjak dan Cari Gebetan yang Baru

Bilangnya: “Aku sayang sama kamu.”

Tapi ternyata ungkapan itu tak hanya disampaikan padamu. Ternyata di luar sana dia punya lebih dari satu gebetan. Kalau kamu bertemu yang semacam ini, sudahlah jangan berlama-lama. Tinggalkan saja. Kamu mau marah, dia dengan mudahnya mengelak. Kamu mau minta penjelasan pun sukar karena diantara kalian tak ada status yang jelas. Karenanya daripada buang-buang waktu, lebih baik sudahi saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Menikmati Akhir Pekan di Jakarta?

Akhir pekan di Jakarta, yakin bakalan asik? Mungkin itu jadi respon yang akan tiba-tiba memenuhi isi kepala. Wajar memang, hiruk pikuk kemacetan jalanan ibukota, kadang jadi sesuatu yang lebih dulu membunuh gairah. Jangankan untuk menikmati suasana kota di akhir pekan, belum sampai ke tempat tujuan kita sudah merasa lelah. Hasilnya? Mungkin bakalan menyerah.

Beberapa tahun belakangan, jalanan ibu kota memang sedang macet-macetnya. Sebab pemerintah saat ini nampaknya sedang memburu waktu untuk membenahi beberapa infrastruktur jalanan ibu kota. Tapi jangan keburu patah arang dulu, meski terkenal penuh dan riuh kita tetap bisa menikmati akhir pekan di Jakarta dengan asik dan menyenangkan.

Agar Tak Bosan dengan Suasana yang Itu-Itu Saja, Pilihlah Tempat yang Berbeda

Lupakan dulu mall dan berbagai macam tempat hang out kekinian. Kali ini mari nikmati jakarta dari lain sisi. Untuk itu kamu boleh bercumbu pada beberapa tempat yang jarang tersentuh.

Di Utara Jakarta, lahan hijau yang masih terasa segar mungkin jadi pilihan menarik pada pagi hari. Dan nanti jika sudah menjelang siang, kita bisa bergerak sedikit ke arah pusat Jakarta tepatnya di daerah pasar baru untuk sekedar melepas rasa lapar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Ini hanya beberapa rangkaian tempat yang bisa kamu nikmati, dan sebenarnya masih banyak lagi yang belum terjamahi. Asal pintar memilih tujuan bukan tak mungkin kamu akan dapat merayakan akhir pekan dengan berkesan.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Bicara soal Jakarta agak susah memang jika harus memisahkannya dengan kemacetan lalu lintasnya. Belum lagi dengan adanya kegiatan pembangunan yang sedang marak di sana-sini, penampilan yang sudah kece bisa mendadak lusuh karena terjebak macet di jalan.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Begitu pula dengan akhir pekan di Jakarta yang ingin dirayakan. Carilah alternatif terbaik, rute mana yang sedang lenggang dan tidak ada gangguan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Pilihlah Waktu yang Pas Untuk Memulai Perjalanan

Yup, setelah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui. Hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah waktu keberangkatan. Jika memang kamu akan bepergian untuk menikmati suasana pagi, cobalah bangun lebih cepat dari biasanya. Dan berangkatlah sebelum jalanan mulai ramai.

Sebaliknya memang kamu ingin menjajal tempat tujuan pada siang atau sore hari pilihlah waktu yang cukup untuk pergi. Katakanlah kamu akan pergi ke suatu tempat untuk menikmati waktu sembari makan siang, cobalah pergi sekitar sebelum jam 10 pagi, karena di samping jalanan yang sudah tak lagi terlalu ramai matahari juga belum terlalu seterik siang.

Atau jika memang ingin menikmati sore, kamu bisa mulai berangkat dari rumah pukul 3 sore, pada jam ini mereka yang bekerja di akhir pekan sudah tentu pulang pada 2 jam sebelumnya. Sedang yang ingin pulang di sore hari akan pulang nanti pada pukul 5 hingga 6 sore. Dengan kata lain jam 3 sore jadi titik netral yang tak akan menjebakmu di jalan.

Dan Bekali Diri dengan Kendaraan yang Akan Membuat Nyaman

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, ini jadi point yang perlu untuk diingat. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Ketika Sampai di Tempat Tujuan, Fokuslah Untuk Menikmati Waktu Akhir Pekan

Sudah jauh-jauh menempuh perjalanan, sampai ditempat tujuan masih saja buka instagram. Sebisa mungkin jika memang itu bukanlah sesuatu yang penting dan bersifat darurat, cobalah nikmati waktu akhir pekanmu dengan berkualitas. Jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa.

Karena jika ternyata akhir pekanmu masih saja bersama dengan handphone dan segala hal yang membuatmu terlena. Tentu akhir pekan yang sedang kau jalani tak akan bermakna. Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa. Iya, lupa jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Harus Punya Uang Banyak Dulu, Sebab Materi Bukan Satu-satunya Cara Jika Kamu Ingin Berdonasi

Seringkali kita ‘terjebak’ pada pemikiran kalau beramal hanya bisa dilakukan dengan uang, atau sembako. Padahal tidak juga. Coba kamu renungkan, sebagai makhluk sosial, kita belum sepenuhnya memberi diri pada sekitar hanya karena kita merasa tak punya cukup uang untuk didonasikan. Pada akhirnya masih banyak dari kita yang berpikir begini: “Kalau tidak ada uang, berarti tidak bisa beramal.” Kawan, kalau kamu memang ingin beramal, sejatinya tak melulu dengan uang. Cobalah untuk berdonasi dengan cara lain. Lagipula, sebenarnya tak semua orang membutuhkan atau mau dibantu dengan uang. Ada juga yang sebenarnya justru lebih membutuhkan tenagamu.

Berdonasi sejatinya bukan hanya soal membantu orang lain. Tapi melatih kesadaran dan empati kita, serta melihat sejauh mana kita mau memaksimalkan potensi dan kelebihan yang ada untuk dibagikan kepada sesama. Ada juga yang menganggap kegiatan amal atau donasi sebagai sebuah bentuk ungkapan syukur. Apa pun alasannya, berdonasi dan beramal adalah kegiatan baik, dan percayalah kamu tak akan menjadi miskin setelahnya.

Mulailah dengan Rajin Menyumbangkan Barang Bekas Layak Pakai

Barang bekas seperti baju biasanya hanya dibiarkan tertumpuk begitu saja. Meski masih layak pakai, barang-barang tersebut kalau didiamkan justru akan mempercepat kerusakannya. Karenanya, daripada tidak terpakai, lebih baik kamu gunakan untuk donasi. Di luar sana, pasti masih banyak orang yang membutuhkannya. Mulai dari baju bekas, sepatu bekas, dan sebagainya. Saat dirasa sudah tak muat lagi, cobalah sumbangkan untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.

Daripada Bepergian dan Menghambur-hamburkan Uang, Lebih Baik Sibukkan Diri dengan Mengikuti Kegiatan Sosial

Untukmu yang terketuk untuk membantu sesama, cobalah cari tahu kegiatan sosial komunitas tertentu yang memberi kesempatan untuk kamu bisa melibatkan diri dan bergabung. Tak hanya mendapat pengalaman baru, tapi kamu juga akan merasakan interaksi langsung dengan sesama. Jika di kantormu ada kegiatan semacam CSR, ikutlah serta karena tenagamu sangat berguna. Bukan tenaga saja, siapa tahu ide-ide cemerlangmu juga bisa menolong dan menghibur mereka yang membutuhkannya.

Meski Terbilang Sepele, Tapi Ikut Berkontribusi dalam Membagikan Info ke Teman-temanmu Sangatlah Berguna

Tahukah kamu, membagikan suatu informasi sebuah kegiatan donasi juga sangat membantu. Misalnya, ada temanmu yang meminta tolong. Kebetulan kamu punya banyak link yang potensial untuk terlibat dalam kegiatan itu, maka tak ada salahnya kan membantu teman? Tak usah malu apa lagi malas dalam berbuat kebaikan.  Tapi ingat, sebaiknya pastikan dulu kegiatan itu memang benar dan jelas dalam pelaksanaannya.

Tapi Sebelum Memberi Diri untuk Ikut Berdonasi, Pastikan Dahulu Niatmu Memang untuk Memberi

Ini terpenting, setiap kebaikan sejatinya membutuhkan niat baik pula. Coba kamu renungkan, sejauh ini sudahkah setiap tindakan atau kebaikan yang kamu lakukan memang benar-benar berasal dari niat yang muncul dari dalam hatimu? Percayalah, sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, di mata Tuhan bernilai besar. Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.

Di lain sisi, kalau kamu tetap merasa ingin memberi donasi berupa materi, sejatinya tak masalah. Toh kebutuhan setiap orang jelas berbeda-beda. Tak ada salahnya menyediakan sebagian dari rejeki atau pendapatan kita untuk tetap berbagi pada sesama.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Masih Muda Sih, Tapi Kok Hutangmu Sudah Banyak? Segeralah Evaluasi Keuanganmu Mulai dari Sekarang

Pernah dengar kasus traveler Fransisca Paisal atau yang akrab disapa Sisspai? Wanita muda ini memang berhasil melakukan perjalanan ke sejumlah tempat indah di berbagai negara serta menerapkan gaya hidup mewah. Tak main-main, Sisspai bahkan terbiasa berbelanja barang-barang branded yang kalau ditotal mencapai nominal ratusan juta. Tapi dibalik semua itu, ternyata anggaran Sisspai berasal dari hutangnya kepada sejumlah pihak demi membiayai hidup dan sejumlah perjalanannya.

Entah apa yang ada di benaknya. Namun sekarang ini banyak orang yang berani mengambil risiko, dengan berhutang demi memenuhi tuntutan gaya hidup. Alih-alih pendapatan bulanan dipakai untuk menabung, yang ada uang tersebut hanya akan habis untuk melunasi cicilan. Padahal selagi kita muda, ada baiknya kita mengatur keuangan sebaik mungkin sehingga yang muncul bukannya tagihan yang membengkak setiap bulannya, melainkan saldo tabungan untuk keperluan di hari depan. Untukmu yang mungkin masih merasa kesulitan mengatur keuangan, milyarder asal Hongkong, Li Ka Shing memberikan beberapa tips yang akan membantumu memanajeman keuangan bulanan. Menurutnya, bijak dalam mengatur keuangan dimulai ketika kita bisa disiplin membagi penghasilan jadi lima bagian.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Gemuk Tak Jadi Alasanku Untuk Minder, Dibalik Bentuk Tubuhku Akan Selalu Ada Hal-hal Yang Bisa Aku Banggakan

MOST SHARE

To Top