Video

Mereka Yang Bangkit Dari Kubur Berkat Kecanggihan Teknologi

5. Michael Jackson – Billboard Music Awards

King of Pop mengejutkan banyak pihak ketika menyanyikan lagu Slave to The Rhythm di atas panggung Billboard Music Awards. Ia berinteraksi dengan para penari dan bahkan melakukan gerakan khas moon walkingnya dari ujung panggung ke ujung yang lainnya. Apa istimewanya? Hal ini dilakukan Michael Jackson setelah 5 tahun ia meninggal!

Teknologi yang digunakan serupa dengan yang digunakan ketika membentuk hologram Tupac Shakur. Tapi bukan Michael Jackson namanya kalau tidak lepas dari kontroversi, bahkan setelah ia meninggal. Karena Hologram USA and Musion Das Hologram menuntut perusahaan Pulse yang membuat Hologram tersebut. Menurut mereka, Pulse telah melanggar paten teknologi hologram yang mereka miliki.

Bicara soal kontroversi, konsep “menghidupkan” kembali seseorang dari kematian ini masih menjadi perdebatan antara etis dan tidak. Dimana hak si artis yang telah meninggal? Apakah Paul Walker, mau berperan dengan jalan cerita seperti itu jika ia hidup? Apakah Tupac Shakur mau bernyanyi di atas panggung Coachella Festival jika ia masih ada? Benarkah lagu Kidung Abadi sesuai dengan selera Chrisye seandainya ia ditanya jika masih bernyawa? Pendapatmu?

Pages: 1 2 3 4 5

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sudah Oktober, Masih Mau Melewati Tahun Baru Dengan Hal Yang Lama?

Kamu sudah tengok kalender? Yup ini sudah bulan Oktober, tiga bulan lagi masuk tahun baru lagi. Waktu berlalu cepat dan tak terasa bukan. Ya, kata orang waktu seolah cepat terbang ketika kamu bersenang-senang.

Tapi meski kemarin bersenang-senang, di tahun yang baru sewajarnya kamu mempersiapkan hal-hal yang baru pula. Penting agar hidup tak monoton dan itu-itu saja. Dari sekian banyak hal, apa yang mau kamu siapkan?

Kamu Mau Mencoba Penampilan Baru? Jangan Sekedar Potong Rambut Kalau Perlu Tampilan Fisik Berubah

Coba diingat kapan terakhir menjajal model rambut yang baru? Tren rambut sudah bergerak kesana kemari tapi kamu masih juga setia sama model yang itu-itu saja. Kenapa tidak merasakan sensasi perubahan penampilan karena urusan rambut, ini akan memberikan energi baru di tahun yang baru.

Selain itu coba lihat resolusi tahun lalu soal berat badan. Jangan-jangan kamu masih punya hutang menurunkan berat badan. Atau malah ingin tampil dengan fisik yang lebih oke, dan kemudian menjajal olah raga yang selama ini belum sempat dilaksanakan. Menjadi lebih sehat tentunya sebuah resolusi tahun baru yang baik bukan?

Mungkin ini Saatnya Meninggalkan Zona nyaman, Mulai Cari Kerja Baru

Tak suka sama bos yang lama tapi kok masih betah di posisi yang itu-itu saja? Mungkin di tahun yang baru ini saatnya untuk menjajal petualangan di tempat baru. Tak mudah memang, karena mungkin sudah nyaman di tempat sebelumnya. Tapi tak juga salah kalau mulai coba melirik-lirik peluang besar lainnya ya.

Jangan Puas Dengan Ilmu Yang Itu Saja, Cari Lagi Ilmu Yang Baru

belajar

Tak hanya urusan penampilan luar, tapi kondisi internal juga perlu sesuatu yang baaru. Mumpung ada momen perpindahan tahun, saatnya mengupgrade diri jadi lebih baik. Kamu bisa memulainya dengan mencari ilmu baru.

Karena bukan berarti proses belajar berhenti ketika kamu meninggalkan bangku sekolah terakhir bukan? Mereka yang lulusan SMA bisa memikirkan ke jenjang S1. Sementara S1 bisa ke S2 dan seterusnya. Di luar itu juga kamu bisa mengambil kursus atau ilmu-ilmu nonformal lainnya yang bisa menambah wawasan dan kreativitas.

Tahun Sudah Mau Berganti, Tapi Masih Tak Punya Hobi? Coba Hal Yang Selama Ini Tak Terpikirkan

Penelitian menyebut punya hobi itu resep paling mujarab untuk menghalau stres. Apa itu hobi? Sesuatu yang kita kerjakan dan membuat hati kita bahagia tanpa merasa ada kewajiban untuk melakukannya.

Tak cuma soal penghalau stres, hobi juga biasanya akan berujung pada bertemu dengan orang-orang baru. Karena itu di tahun yang baru, tak ada salahnya untuk mencoba hobi baru. Lagi pula salah satu fungsi baik dari hobi, bisa membuat pikiran lebih kreatif.

Bingung mencari hobi? Coba ingat kembali masa-masa kecil dan remaja. Hal apa yang ketika itu kamu minati. Mungkin banyak hal yang dulu tak bisa dilaksanakan dan sekedar impian, namun saat ini sudah bisa dilaksanakan.

Bisa jadi dulu ingin melakukan traveling tapi usia dan kondisi keuangan tidak memungkinkan misalnya. Atau dulu gemar melihat-lihat motor besar tapi tak bisa mencicipi karena belum punyaa SIM. Hal-hal macam ini yang bisa mendorong kamu menemukan hobi.

Kendaraan Baru? Ada Year End Promo Suzuki Nih

Nah, coba tengok ke garasi. Sudah berapa lama usia kendaraan yang menemani beraktivitas seharian. Jangan-jangan ini sudah waktunya untuk dipensiunkan. Bukan hanya karena soal kondisi motor, tapi tentunya menggunakan kendaraan baru untuk berpergian akan membuat kamu lebih semangat menghadapi tahun yang baru.

Kamu bisa menjajal tawaran menarik dari Suzuki. Periode 1-31 October 2017 ini Suzuki punya Year End Promo. Setiap pembelian motor GSX series akan mendapatkan hadiah jaket sporty full protector. Jadi bukan hanya kendaraan yang baru, tapi penampilan berkendara juga baru.

Melihat dari perkembangan dan semakin banyaknya pemilik Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 yang selalu tampil bergaya dengan pakaian dan perlengkapan berkendara yang modis, SIS berinisiatif untuk melengkapi konsumen baru Suzuki GSX dengan jaket sporty secara cuma-cuma yang bisa menambah pesona sang pengendara. Jaket sporty tersebut berdesain race fit dan dilengkapi dengan full protector untuk perlindungan. Pengguna akan tetap nyaman menggunakan jaket tersebut ketika bergerak, dan langsung mengisyaratkan bahwa jaket tersebut berkualitas tinggi. Bahan yang dipergunakan pun telah water proof sehingga aman dari tetesan air.

GSX yang akan menemanimu di tahun baru itu memang jadi penanda makin kuatnya Suzuki di kelas motor sport. Melalui dua model GSX S150 dan GSX R150 Suzuki terlihat tak main-main menggarap segmen ini. Pasalnya dua variannya kali ini diklaim telah dipersenjatai oleh fitur tercanggih dan terkini. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 dan GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Batas maksimum putaran mesin pun masih dapat dipacu hingga batas 13.000 RPM.

Tak Cuma urusan dapur pacu yang digarap serius. Tampilan juga menjadi perhatian serius Suzuki. Mengikuti perkembangan tren warna yang disukai oleh publik Indonesia, Suzuki GSX-R150 hadir dalam 5 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

Dengan penampilan motor macam ini tentunya tahun baru makin semangat. Jadi sudah siap berubah di tahun yang baru?

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kamu Yang Gemar Berbohong Demi Simpati Dan Pujian, Kamu Itu Sakit Mythomania!

hidung gatal bohong

Kemarin kita sempat tersentak oleh Dwi Hartanto. Anak muda bergelar profesor yang sempat dijuluki “The Next Habibie” dengan segudang prestasi. Penyebutan sebagai “penerus habibie” memang bukan tanpa alasan.

Sebab, Dwi adalah salah satu orang Indonesia yang dianggap mempunyai capaian luar biasa untuk disandingkan dengan BJ Habibie. Pada tahun 2015, ia muncul di media massa atas karyanya di dunia aeronautika, karena disebut menciptakan Satellite Launch Vechile/SLV dengan teknologi termutakhir yang disebut The Apogee Ranger V7s (TARAV7s).

Tapi toh, kehebohan terakhir kemarin sedikit berbeda. Bukan karena prestasinya, tapi justru karena publik akhirnya mengetahui bahwa semua klaim prestasi Dwi Hartanto selama ini adalah kebohongan semata. Jangankan soal satelit, bahkan urusan gelar profesor pun ternyata belum dimiliki oleh Dwi yang masih berstatus mahasiswa doktoral.

Ini Bukan Kasus Besar Pertama, Malasnya Media Melakukan Investigasi Dituding Sebagai Penyebab

Ini memang bukan kali pertama publik kecele luar biasa dengan klaim sesat macam ini. Peran media yang cenderung malas menginvestigasi dituding jadi penyebab mudahnya orang macam Dwi mendapat panggung.

Kamu tentu masih ingat soal pria bernama Joko Suprapto yang mengklaim air yang bisa menggantikan bensin. Tidak main-main pria asal nganjuk Jawa Timur itu bahkan sampai diundang bertemu Presiden SBY di tahun 2007. Belakangan klaim soal energi air ini diketahui sesat dan tidak benar. Trafo pembangkit listrik yang semula didirikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dibongkar dan ditemukan bahwa pembangkit listrik itu ternyata palsu.

Hal tersebut hanya secuil dari deretan kasus serupa. Mulai dari calon suami artis yang mengaku bekerja di Bulog, selebritis mengaku keturunan bangsawan hingga soal puisi-puisi adik sekolah menengah atas yang sempat heboh kemarin dan ternyata hanya di copas dari luar negeri.

Di Dunia Pun Skandal Pembohongan Publik Macam Ini Juga Terjadi 

Kasus besar seperti ini memang tak cuma di Indonesia. Di luar negeri “pembohong besar” macam ini juga ditemukan. Salah satu contoh paling parah adalah skandal Enric Marco. Pria Spanyol ini menghabiskan 30 tahun hidupnya dengan mengatakan bahwa dirinya telah dipenjara oleh Nazi di kamp konsentrasi Flossenburg, Jerman. Dia menerima penghargaan dari dunia internasional atas keberaniannya. Namun belakangan ditemukan bahwa Enric Marco hanya bohong belaka. Bohong selama 30 tahun lamanya!

Mereka Yang Gemar Berbohong Macam Ini Terkena Sakit Mythomania 

hidung gatal bohong

Di dunia psikologi, ada istilah mythomania atau kebohongan patologis. Seorang pembohong patologis tak hanya untuk mengelabui orang lain, tapi juga membohongi dirinya sendiri hingga ia percaya kebohongan itu benar.

Berbeda Dengan Orang Umumnya, Mythomania Berbohong Bukan Karena Ingin Mengambil Keuntungan

Semua orang pasti pernah berbohong dalam hidupnya. Namun kebohongan yang dilakukan oleh penderita gangguan Mythomania ini berbeda dengan kebohongan yang dilakukan orang umum.

Orang umum biasanya berbohong karena mekanisme pertahanan diri atau karena ingin mendapatkan keuntungan. Misalnya berbohong pura-pura sakit ketika hendak diperiksa KPK, karena tak mau bertanggung jawab. Atau berbohong hendak memberangkatkan puluhan ribu jemaah umroh padahal uangnya dipakai berfoya-foya.

Hal semacam itu tidak termasuk Mythomania. Karena pada penderita Mythomania, kondisi dan keadaan mereka sebetulnya tidak membutuhkan mereka berbohong. Dan mereka juga berbohong bukan karena ingin mengambil keuntungan.

Mythomania Berbohong Untuk Mendapatkan Simpati Dan Pengakuan, Kamu Salah Satunya?

Nah, pada penderita gangguan Mythomania, mereka berbohong hanya demi mendapatkan simpati dan pengakuan dari orang lain. Ketika ingin mendapatkan simpati mereka cenderung memperparah kondisi mereka yang sebenarnya. Menunjukan betapa tidak beruntungnya keadaan mereka. Betapa menderitanya hidup mereka.

Dan Sebaliknya ketika ingin mendapatkan pujian mereka cenderung melebih-lebihkan pencapaian mereka. Membual tentang prestasi yang tak ada atau membesar-besarkan skala pencapaiannya. Juara makan krupuk tingkat RT diakui sebagai level provinsi misalnya.

Jika kebohongan pertama berhasil, Mythomania akan makin membesar-besarkan ceritanya dan mereka menikmati itu. Menurut Psikolog Ajeng Raviando, Jika tidak ditangani lingkungan sekitarnya, mythomania bisa bertambah parah, tidak bisa bedakan mana yang benar dan salah.

Berbohong Bagi Penderita Mythomania Itu Serupa Candu 

Berbeda dengan manusia normal yang berbohong hanya untuk penyelamatan dan aksi ambil untung, untuk Mythomania, berbohong itu serupa candu. Menurut psikolog Ratih Zulhaqqi, orang yang memiliki gangguan psikologis ini kadang melakukannya tanpa sadar. Malah mereka tak merasa bersalah karena sudah terlalu sering berbohong dan jadi hal yang wajar. Sifatnya candu, dia harus selalu melakukan itu untuk membuat dirinya puas.

Gawatnya Karena Sudah Terbiasa Berbohong Para Mythomania Kadang Sulit Dideteksi 

Kadang kala, penderita mythomania sudah sangat lihai dalam berbohong sampai bahasa tubuhnya terlihat sangat wajar saat sedang membual. Bila sudah terbiasa bohong, mereka juga bisa membual soal hal-hal sepele. Sulit mencari sendi kehidupannya yang tak dibalut hal yang tak dibesar-besarkan.

Mythomania Penyebabnya Bisa Karena Dibiarkan Berbohong Sedari Kecil

Memang banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena gangguan Mythomania. Namun salah satunya adalah karena kesalahan dididikan orang tua dan lingkungan.

Mythomania bisa muncul ketika orang tua hanya memberikan perhatian pada hal-hal ekstrem yang terjadi pada anak. Baik itu hal yang buruk maupun hal yang baik. Misalnya anak hanya diberi tepukan tangan jika ia berhasil mencapai rangking satu saja. Tak ada penghargaan terhadap proses jika ia tidak mencapai peringkat satu.

Walhasil seorang anak mengaku-aku sebagai juara satu, padahal dia sama sekali tidak mendapat peringkat di kelas. Ketika orangtua dan lingkungan mendiamkan, maka dia merasa kebohongannya sah-sah saja dilakukan.

Adalah wajar bila orangtua membiarkan buah hatinya bicara hal yang tak sesuai kenyataan karena sewajarnya anak-anak memiliki imajinasi sendiri. Namun, orangtua harus waspada bila anak masih melakukan hal itu saat usianya sudah di atas 6-7 tahun.

Kasihannya Mythomania Ini Sesungguhnya Merasa Kosong Di Dalam

Mungkin bagi kita yang tak mengalami gangguan ini akan merasa bingung, kenapa sih harus berbohong untuk hal-hal semacam itu? Nah sebetulnya, mereka yang menderita Mythomania ini merasakan adanya kekosongan di dalam jiwa mereka.

Tidak ada cinta dan kasih sayang yang melingkupi mereka. Karena itu mereka merasa perlu melakukan kebohongan-kebohongan itu demi mendapat simpati dan pujian secara terus menerus.

Kamu Menghadapi Si Mythomania? Berhati-hati ya!

Kamu mungkin salah satu orang yang menghadapi para Mythomania ini. Mereka yang selalu mengundang drama dalam kehidupan mereka. Cari perhatian luar biasa dan beberapa kali kamu sudah menemukan kebohongannya.

Meski kamu belum merasakan kerugiannya secara langsung bagi dirimu, kamu tetap harus berhati-hati. Karena kebohongan yang satu akan berimbas untuk kebohongan yang lainnya. Kamu yang ada disekitarnya bukan tak mungkin akan dilibatkan dalam kebohongannya. Jika ini terjadi kamu juga yang akan rugi bukan?

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Naik Motor Bukan Sekedar Menyalakan Mesin, Ini Safety Riding Yang Wajib Dilakukan

Berkendara di jalanan, bisa berarti kita sedang berataruh nyawa. Tak percaya? coba lihat berapa banyak nyawa yang hilang karena kecalakaan di jalan saat sedang berkendara. Bahkan dari data dari Analisa dan Evaluasi (Anev) Laka lantas POLRI, ada sekitar 105.374 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2016. Dan sebagian besar penyebabnya adalah kelalaian saat bekendara.

Sebagian dari kita mungkin merasa sudah paham bagaimana cara berkendara dengan benar. Tapi justru karena merasa diri sudah tahu, kita malah mengabaikan tindakan yang seharusnya dilakukan. Nah untuk itu, demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan selama dijalan. Cobalah pahami dan jalankan prosedur safety riding ini dengan benar.

Pastikan Jika Kepala Milik Kita Selalu Memakai Helm Yang Akan Melindunginya

Benar, memakai helm jadi salah satu kebutuhan saat berkendara. Bahkan ini juga telah di atur dalam undang-undang lalu lintar. Namun faktanya masih banyak pengendara yang justru mengabaikannya. Coba tengok berapa banyak acara televisi yang sering menayangkan kegiatan para polisi dijalan yang sering menilang pengendara karena tak pakai helm.

Alih-alih tak mau disalahkan, kita sering berdalih “Cuma kesitu saja kok, deket!”
Mungkin kita akan sadar jika nanti, tiba-tiba di jalan kita kehilangan keseimbangan hanya karena ada debu yang masuk ke mata. Dan bukan tak mungkin, sesuatu yang tak di inginkan bisa saja terjadi.

Latih Diri Dengan Beberapa Gerakan Yang Mungkin Akan Ditemukan Sepanjang Perjalanan

Karena jalanan tak akan selalu lurus, kita perlu tahu bagaimana menyeimbangkan diri dengan baik dan benar sesuai medan yang dilalui. Jangan hanya ketika akan mengambil SIM kita berlatih slalom. Ingat lagi semua ujian pak polisi ketika itu.

Ketika di area rumah, coba buat angka delapan ketika naik motor, lalu putar balik tanpa kaki menyentuh tanah. Lalu latih jalan zig zag untuk menajamkan refleks ketika di jalan. Berjalan pelan sambil menjaga motor tetap stabil. Dan cobalah beberapa alternatif situasi lain di area rumahmu yang aman.

Kemudian Teknik Tarik Rem Yang Tak Boleh Asal-asalan

Untuk beberapa kasus kecelakaan lalu lintas, beberapa dari mereka jatuh karena teknik pengereman yang tak baik. Padahal komposisi mengerem yang ideal adalah 60:40. Dengan kata lain, pengguna rem depan sebanyak 60 persen dan rem belakang sebanyak 40 persen.
Aktualisasi teknik pengereman yang benar akan menghindarkan kita dari terjadinya slip saat sedang menarik rem.

Hal lain yang perlu di ingat, kita juga harus selalu memperhatikan jalanan yang sedang kita lalui. Serta tingkat kecepatan saat kita ingin menarik tuas rem pada motor.

Lalu Pastikan Keadaan Motor Dalam Keadaan Baik Dan Pilih Motor Yang Oke Seperti Suzuki All New Satria 150

Apapun alasannya, keadaan motor yang tak baik, tak seharusnya dibawa untuk berkendara. Karena itu salah satu hal yang wajib kita lakukan adalah memastikan kondisi motor terlebih dahulu.

Cek keadaan motor, mulai dari rem, lampu, termasuk lampu sein. Apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Selanjutnya pastikan pula bahwa tekanan angin pada kedua ban telah sesuai dengan anjuran dari pabrik. Perhatikan pula kaca spion yang akan membantu kita selama perjalanan dan jangan lupa untuk tetap menyalakan lampu selama perjalanan.

Untuk mendukung safety riding tentunya memilih motor yang mumpuni jadi syarat utama. Pilihlah motor yang memiliki perbandingan tenaga dan bobot yang cukup, sehingga tak merepotkan jika harus melewati pengendara lain di jalan.

Kamu bisa memilih Suzuki All New Satria 150. Sebagai motor berdimensi kompak, ringan dan berperforma tinggi, All New Satria F150 tentunya mampu melaju tanpa hambatan. Mendominasi performa di kelasnya, All New Satria F150 dibekali mesin berteknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) yang memberikan akselerasi spontan dan padat saat kapanpun diinginkan pengendaranya. Penggunaan radiator beukuran besar sebagai sistem pendingin suhu mesin, memastikan kondisi terbaik untuk konsistensi performa dan keawetan komponen mesin.

Sementara itu All New Satria F150 juga sudah dilengkapi dengan cakram di depan dan belakang. Tentunya kendaraan berbobot hanya 19 Kg ini akan dengan mudah dihentikan jika kita membutuhkannya. Kita juga tak perlu khawatir jika harus berkendara malam. Karena motor ini sudah dilengkapi dengan lampu LED tipe baru.

Kini All New Satria F150 hadir dengan pilihan warna untuk varian standard, yaitu Brilliant White, Stronger Red dan Titan Black. Selain itu, masih ada 2 pilihan warna spesial untuk varian High Grade, yaitu Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar MotoGP 2017.

Hindari Pemakaian Aksesoris Pada Tubuh Atau Motor Yang Bisa Memicu Bahaya

Niatnya sih melindungi diri, tapi jika sudah bernasib buruk tentu kita tak bisa berbuat apa-apa. Salah satu contoh yang dapat kita ambil adalah pemakaian jas hujan saat berkendara. Jas hujan model ponco masih banyak dipilih pengguna motor. Bukan hanya karena bentuknya yang lebar hingga bisa melindungi dari basah, namun model ini juga sangat mudah untuk di gunakan.

Akan tetapi ponco menyimpan bahaya yang tak bisa dianggap remeh jika bagian belakangnya dibiarkan berkibar, tentu ini jadi masalah besar. Karena bisa saja, bahan belakang dari jas yang sedang berkibar terkait pada benda lain. Hingga tergulung dan masuk pada lingkar roda motor yang kita pakai. Untuk itu jika memang akhirnya memilih model seperti ini, pastikan kita akan memakainya dengan benar. Agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Jangan Lupa Pula Untuk Memastikan Kondisi Tubuh Kita

Semuanya tentu tak akan bisa berjalan tanpa adanya kita sebagai pengendaranya. Sebelum memulai perjalanan, jangan lupa untuk memeriksa kondisi tubuh kita. Karena walau bagaimanapun kondisi tubuh yang baik, jadi modal yang harus kita punya jika naik motor. Ini akan membantu kita terhindar dari hal-hal yang tak kita inginkan tentunya.

Berhenti jika memang mengantuk, kumpulkan tenaga dalam beberapa waktu. Ini akan jauh lebih baik daripada tetap memaksakan diri berjalan terus. Karena tujuan bepergian adalah sampai dengan selamat.

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top