Video

Mereka Yang Bangkit Dari Kubur Berkat Kecanggihan Teknologi

5. Michael Jackson – Billboard Music Awards

King of Pop mengejutkan banyak pihak ketika menyanyikan lagu Slave to The Rhythm di atas panggung Billboard Music Awards. Ia berinteraksi dengan para penari dan bahkan melakukan gerakan khas moon walkingnya dari ujung panggung ke ujung yang lainnya. Apa istimewanya? Hal ini dilakukan Michael Jackson setelah 5 tahun ia meninggal!

Teknologi yang digunakan serupa dengan yang digunakan ketika membentuk hologram Tupac Shakur. Tapi bukan Michael Jackson namanya kalau tidak lepas dari kontroversi, bahkan setelah ia meninggal. Karena Hologram USA and Musion Das Hologram menuntut perusahaan Pulse yang membuat Hologram tersebut. Menurut mereka, Pulse telah melanggar paten teknologi hologram yang mereka miliki.

Bicara soal kontroversi, konsep “menghidupkan” kembali seseorang dari kematian ini masih menjadi perdebatan antara etis dan tidak. Dimana hak si artis yang telah meninggal? Apakah Paul Walker, mau berperan dengan jalan cerita seperti itu jika ia hidup? Apakah Tupac Shakur mau bernyanyi di atas panggung Coachella Festival jika ia masih ada? Benarkah lagu Kidung Abadi sesuai dengan selera Chrisye seandainya ia ditanya jika masih bernyawa? Pendapatmu?

Pages: 1 2 3 4 5

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenapa Rindu (Itu Berat)?

“Jangan rindu…berat…kamu gak akan kuat…biar Aku saja”

Begitu kata tokoh Dilan dalam film dan novel Dilan kepada Milea sang kekasihnya. Kalimat sederhana itu pun sempat bikin heboh netizen. Banyak bahkan yang memberikan tanggapan dengan status, cuitan dan meme yang menyatakan ada hal lain yang lebih berat dari rindu.

Namun sebetulnya yang dibicarakan Dilan itu memang bukan omong kosong. Setidaknya menurut sains, rindu memang sesuatu yang sangat berat untuk ditanggung oleh tubuh. Namun untuk sampai pada penjelasan soal rindu, sebelumnya kita coba bahas pangkal penyebabnya yaitu cinta.

Kata orang cinta itu sesuatu yang abstrak dan sulit dijelaskan. Jauh lebih rumit dari penjelasan hukum relativitas Einstein. Namun jika kita tarik menggunakan ilmu psikologi dan biologis, sesungguhnya cinta tidak lah serumit itu.

Menurut jurnal Psychopharmacology yang dirilis tahun 2012, Cinta hanya lah sekumpulan reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Dan reaksi psikologis kita atas keadaan-keadaan tertentu. Cinta merupakan “jebakan” alamiah dimana kita sama sekali tak punya kendali di dalamnya. Serupa dan setingkat dengan memicingkan mata ketika silau atau bersin ketika ada yang gatal di hidung.

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino Cuma Mitos?

pasangan berdua

Ya, konsep “Cinta tumbuh karena terbiasa” tidak dikenal dalam bidang neuro science. Karena ternyata cinta tak bisa tumbuh karena terbiasa. Cinta hanya ditentukan 90 detik sampai 4 menit setelah kita bertemu seseorang. Dalam rentang waktu ini, otak manusia akan menentukan apakah dia jatuh cinta atau tidak.

Cinta itu sangat primitif, tak ditentukan kata-kata romantis, tapi berdasarkan bahasa tubuh dan intonasi suara saja

kaki

Rupanya cinta bukanlah produk kebudayaan hasil olah pikir yang rumit dari manusia. Cinta atau tidaknya kita pada seseorang ternyata ditentukan dari insting primitif setingkat dengan takut dan jijik. Dari sekian banyak faktor yang menentukan kita mencintai atau tidak seseorang, 55 persen diantaranya adalah faktor bahasa tubuhnya. Kemudian  sebanyak 38 persen adalah intonasi suaranya.

Sementara pemilihan kata dan kalimat-kalimat hanya mempunyai peranan 7 persen saja. Atau dengan kata lain, kita bisa bicara hal omong kosong dan tetap membuat seseorang jatuh cinta, kalau bahasa tubuh kita dan intonasi suara kita cocok dengannya.

Secara Kimiawi, Jatuh Cinta Itu Menghasilkan Hormon Dopamine, Setara Pecandu Menggunakan Narkoba

rokok

Ketika kita secara tak sadar menyukai bahasa tubuh dan intonasi seseorang di 90 detik awal pertemuan, bagian otak kita yang bernama Hypothalamus akan sangat aktif. Pada saat itu secara terus menerus sisi otak ini akan menghasilkan hormon Dopamine.

Hormon kimiawi inilah yang juga memberikan perasaan bahagia pada diri manusia. Karena secara simultan akan menciptakan perasaaan senang secara intensif serupa ketika tubuh menggunakan narkotika kokain atau heroin.

Ciri tubuh yang sedang menghasilkan dopamine adalah peningkatan energi yang drastis, penurunan nafsu makan dan penurunan kebutuhan untuk tidur. Selain itu mereka yang kelebihan dopamine hanya fokus pada hal tertentu dan cenderung memperhatikan hal-hal detail. Jangan heran makan kita menjadi sedikit ketika jatuh cinta. Kemudian kita mampu bergadang berjam-jam meski pun mata sudah mengantuk.

Menurut ilmu Neuroscience Cinta Buta Itu Nyata Adanya

pasangan malam

Ketika kita jatuh cinta, jalur syaraf negatif di otak kita yang menghubungkan Nucleus Accumbens dan Amygdala menjadi non aktif. Padahal sesungguhnya jalur ini digunakan otak kita untuk menilai sesuatu itu baik atau buruk yang berguna untuk insting mempertahankan hidup.

Namun ketika jatuh cinta, jalur ini tidak aktif. Jangan heran jika kita tidak mampu merasakan makanan yang tidak enak, bau yang kurang sedap dan hal negatif lain termasuk di dalamnya faktor-faktor negatif yang terdapat pada pasangan.

Lalu Darimana Datangnya Rindu? Itu Karena Hasil Dari Produksi Hormon Oxytocin dan Vasopressin

bersama di hutan

Ketika jatuh cinta bagian otak Hypothalamus selain menghasilkan hormon Dopamine,   juga menghasilkan setidaknya dua hormon lagi. Kedua Hormon ini adalah Oxytocin dan Vasopressin.

Hormon Oxytocin ini secara alami dihasilkan ketika seorang ibu melahirkan bayinya. Oxytocin lah yang membuat payudara ibu secara otomatis menghasilkan susu ketika anaknya menangis. Hormon inilah yang membuat anak secara insting akan merasa aman dan ingin terus berada dekat pelukan ibunya. Nah, paham bukan, kenapa mereka yang sedang jatuh cinta selalu ingin dekat berpelukan? Karena ketika jatuh cinta, hormon Oxytocin kembali diproduksi secara massal.

Sementara Vasopressin secara natural sebenarnya adalah hormon yang menciptakan rasa haus untuk menjaga kesehatan ginjal. Ketika jatuh cinta, hormon ini juga diproduksi secara masif. Inilah yang bertanggung jawab terhadap rasa haus (rindu) kita pada pasangan.

Kenapa Rindu Berat, Terlebih Ketika Kamu Putus Cinta? Karena Otak Butuh Waktu Untuk Berhenti Memproduksi Dopamine

putus

Ketika kita putus cinta dan hubungan berakhir, otak kita tak serta merta menghentikan produksi dopamine. Otak akan terus aktif menghasilkan hormon “bahagia” ini.

Walaupun begitu di sisi lain, ketika putus, sisi otak kita yang bernama Orbital Frontal Cortex yang mengatur kontrol diri dan emosi akan aktif. Bagian otak ini akan berusaha mengambil alih fungsi otak dan berusaha melupakan pasangan kita.

Pertentangan dua bagian inilah yang membuat putus cinta menjadi begitu sulit dan ujungnya membuat diri tertekan dan sedih. Tapi dari sini kita bisa menyimpulkan satu hal. Bahwa idiom bahwa “waktu akan mampu menyembuhkan luka hati putus cinta” adalah benar adanya. Karena menghentikan produksi Dopamine yang berkaitan dengan si Dia butuh waktu yang tidak singkat.

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untukmu yang Masih Sendiri, 4 Film Ini Paling Pas Untuk Mengobati Keresahan Hati

Tanpa bermaksud ingin menyudutkan kesendirian yang kini sedang kamu jalani, suatu waktu akan ada momen yang membuat kita merasa berkecil hati karena tak punya kekasih. Tapi jangan pula berpikir jika punya pasangan akan selalu membuatmu bahagia. 

Sebelum bengong dan berdiam diri karena meratapi nasib, 4 judul film ini akan membantu kita bersyukur meski hingga kini masih sendiri.

1. Duet Maut Adinia Wirasti dengan Reza Rahardian dalam Film “Kapan Kawin”

Dinda yang diperankan oleh Adinia Wirasti, memiliki karir sukses di Jakarta sebagai General Manager sebuah hotel bintang empat. Tapi sebuah kesuksesan itu bukanlah ukuran yang bisa membuat orangtuanya bahagia, karena ternyata Dinda masih single hingga memasuki usianya yang ke 30.

Bagi orangtua Dinda yang tinggal di Jogja, status Dinda yang masih single ini adalah kegagalan mereka sebagai orangtua. Bosan dicerca oleh orangtuanya dengan pertanyaan “Kapan kawin, Dinda?”, akhirnya dia menyusun sebuah rencana.

Ia memutuskan untuk menyewa Satrio, seorang aktor teater idealis kenalan sahabatnya untuk berpura-pura menjadi pacar Dinda. Film ini berisi pesan moral bahwa cinta tidak bisa dipaksa dan akan datang dengan sendirinya. Karena akhirnya Dinda kemudian jatuh cinta dengan Satrio pacar sewaan yang tadinya hanya berpura-pura.

2. “How To Be Single”, Hidup Akan Tetap Baik-baik Saja Meski Tanpa Pasangan

Bercerita tentang berbagai macam tipikal orang di New York, yang berusaha untuk menemukan jodohnya. Namun anehnya selalu dan selalu saja bertemu dengan orang yang salah. Bahkan ada pula yang terlalu fokus dengan pekerjaannya sampai lupa pacaran.

Diperankan oleh Dakota Johnson dan Rebel Wilson, Film ini ditutup dengan sebuah pemandangan yang akhirnya menjelaskan bahwa tak harus selalu pacaran untuk bisa merasa bahagia. Karena meski sendiri kita pun bisa tetap bahagia. Sebab masih ada teman dan keluarga yang selalu setia untuk kita.

3. Berani Keluar dari Zona Nyaman, “Eat Pray Love” Mungkin Bisa Jadi Jawaban

Eat Pray Love bercerita tentang kehidupan seorang penulis wanita bernama Elizabeth Gilbert (Julia Roberts). Dia akhirnya berani memutuskan untuk menikah dengan kekasih yang selama ini ia cintai, dan setelah resmi menjadi suami istri merekapun bersepakat untuk pindah ke New York.

Di kota tersebutlah kehidupan baru mereka resmi dimulai, namun bayangan indahnya sebuah pernikahan ternyata sangat jauh dari apa yang didapatkan oleh Elizabeth. Ia pun bercerai dari sang suami. Hampir 3 tahun larut dalam kesedihan pasca perceraiannya, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk mencoba menenangkan diri.

Dan di negara terakhir yaitu Indonesia, tepatnya di Bali, Elizabeth bertemu dengan seseorang yang mengubah cara pandangnya akan hidup. Film ini akan jadi sesuatu yang cocok untuk kamu yang saat ini sedang bernasib sama, mencari jati diri dan ketenangan jiwa.

4. Dan Berjuang Untuk Lepas dari Bayang-bayang Mantan Lewat Film 500 Days of Summer”

Tom Hansen diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt menjalani kehidupannya yang hambar sebagai seorang pegawai di perusahaan pembuat kartu ucapan. Ia termasuk golongan orang yang percaya kalau ia tak akan bahagia sebelum bertemu dengan seseorang yang tepat.

Hingga akhirnya bertemu dengan Summer Finn yang diperankan oleh Zooey Deschanel, perempuan yang sejak perceraian orangtuanya tak percaya pada cinta dan tidak tertarik untuk berhubungan dengan lawan jenis. Saling merasa nyaman dan cocok, akhirnya mereka mencoba untuk bersama meski akhirnya perbedaan prinsip menghancurkan hari-hari indah Tom Hansen.

Dari film ini kita belajar bahwa tak semua hal yang kita inginkan akan selalu kita dapatkan. Namun meski demikian dunia menyimpan banyak hal-hal yang membuat bahagia lebih dari sekedar nilai pacaran yang sering kita puja-puja.

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bukan Hanya Gonggongannya yang Membuat Nyali Ciut, Lima Jenis Anjing Penjaga Ini Siap Membuat Pencuri Balik Badan

Meski Dikenal Pintar, Melatih Anjing Boxer Ternyata Jauh Lebih Sukar

Jenis anjing yang satu ini juga lebih berbahaya dibanding anjing penjaga yang lain. Banyak orang memilih anjing Boxer sebagai penjaga lantaran kecerdasannya. Kendati demikian, sangatlah sukar melatih anjing yang satu ini karena sifat dasarnya yang keras kepala. Sekalipun dilatih, anjing boxer sukar jinak. Karenanya lebih baik mereka diarahkan dan dilatih untuk jadi anjing penyerang atau penjaga.

Bahkan di masa-masa perang dunia kedua hingga saat ini, Boxer masih selalu digunakan sebagai anjing polisi Jerman. Lantaran sukarnya melatih anjing ini, mereka rentan membangkang. Namun anjing Boxer memiliki energi yang tak akan cepat habis. Mereka bahkan bisa diajak beraktivitas sepanjang hari. Cobalah untuk memberikan kegiatan positif, bisa dipastikan anjing yang satu ini tidak akan agresif.

1 Comment

1 Comment

  1. evrina budiastuti

    April 28, 2015 at 5:52 am

    gimana ya? kaget juga sih ngeliat artis2 itu pada mirip karena teknologi, pas nonton Paul aja agak merinding, karena kita tau dia sudah meninggal, mudah2an aja artis2 itu tidak masalah karena keberadaan mereka juga dirindukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top