Feature

Ketika Aku Bilang “Kangen” Seharusnya Kamu Jawab “Yuk Ketemu”

Kepadamu aku bisa bilang, rindu alias kangen memang bukan perkara mudah. Kalau buatmu mudah, mungkin cintamu tak seserius itu. Karena bahkan secara biologis kangen itu bukan soal main-main.

Dalam pelajaran Biologi kita diajarkan bahwa tubuh kita secara alamiah memproduksi zat-zat tertentu sebagai mekanisme pertahanan hidup. Tubuh kita punya takaran dalam memproduksi sejumlah hormon ini.

Masalahnya ketika jatuh cinta apalagi berdekatan dengan orang yang kita sayangi, hormon-hormon seperti estrogen/testosteron dan oxytocin mendadak diproduksi jauh lebih banyak daripada kondisi dan kebutuhan normal. Hal ini dalam prosesnya membuat jaringan neurotransmitter kita turut memproduksi serotonin dan dopamine. Sementara taukah kamu kalau dopamine itu serupa dengan heroin yang membuat kita merasa candu?

Ketika Aku Bilang “Rindu” Dan Kamu Jawab “Gombal”, Sungguh Perasaanku Tak Semain-Main Itu

Buatmu mudah menuduh apa yang aku katakan sebagai sebuah bualan dan gombalan. Padahal urusan rindu itu sudah terpatri secara biologis.

Nah masalah muncul ketika kondisi orang yang jatuh cinta itu berjauhan. Tubuh yang telah terbiasa menerima takaran dopamine secara over dosis itu, mendadak tak lagi memproduksi dengan jumlah serupa karena tak lagi bertemu.

Sementara tubuh tetap kembali meminta dosis yang sama seperti ketika kita duduk bersebelahan. Sebab sel-sel yang lain telah terbiasa mengolah dopamine dalam jumlah banyak tadi. Jadi bisa kamu bayangkan, betapa menderitanya aku yang harus menahan rindu itu?

Ketika Aku Bilang “Rindu”, Kamu Jawab Dengan “Iya”, Itu Seperti Hanya Mengamini Kesepianku

menyerah

Seringnya kamu hanya menjawab singkat “iya” ketika aku bilang rindu. Entah apa maksud dari jawaban itu aku pun tak mengerti. Apakah kamu juga merasakan rindu yang sama? Itu yang selalu terngiang di kepala. Mungkin hanya aku sendirian yang merasakannya. Dan jawaban singkat macam itu seperti mempertegas kesepianku.

Kalau Kamu Hanya Menjawab “Aku Juga Kangen”, Terkadang Terasa Hanya Sekedar Basa-Basi

Mungkin buat orang lain, jawaban ini cukup. Tapi sesungguhnya jawaban ini kadang hanya terkesan basa-basi. Pernahkah kamu membayangkan, mereka yang kecanduan narkoba kemudian datang padamu mengadu tentang sakitnya, lalu dijawab dengan “iya aku juga”

Katamu Perasaan Kangen Itu Sebentar Juga Hilang, Padahal Butuh Berbulan-Bulanhak rekreasi

Tak salah memang ketika kamu mengatakan perasaan rindu itu, nanti lama-lama juga hilang. Tapi tahukah kamu bahwa tubuh itu membutuhkan proses yang tak sebentar untuk mengembalikan kebutuhannya pada kadar dopamine yang normal? Dari sejumlah penelitian, penyesuaian tubuh terhadap perubahan asupan dopamine ini membutuhkan sedikitnya 3 bulan untuk kembali ke keadaan normal.

Buatmu Mungkin Sederhana, Tapi Bagi Yang Benar-Benar Cinta Bisa Jadi Depresi Dan Cemas Berlebih

takut

Ketidakseimbangan proses tubuh ini akan berujung pada hal yang kurang baik.  Seperti juga orang yang sakaw heroin, orang bisa jadi tak bepikir rasional. Keinginan untuk mendapatkan asupan dopamine, bisa mengalahkan keinginan yang lain. Arahnya bisa menjadi depresi atau jadi cemas berlebih. Karena itu wajar jika kemudian, pikiran orang merindu itu bisa jadi aneh-aneh.

Meski Belum Tahu Kapan, Jawaban “Yuk Ketemu”, Memberikan Secercah Harapan

Mungkin kamu belum ada rencana untuk kita benar-benar bisa bertemu. Namun jawaban “yuk ketemu” bisa jadi sedikit pengobat dari rasa rindu dan kekurangan dopamine itu. Harapan, terbukti bisa memberikan sinyal yang baik kepada otak untuk terus merasa bersemangat dan senang. Jadi kalau kali lain aku bilang rindu, kamu sudah tahu harus jawab apa bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Buat Kamu Yang Suka Mi Instan, Hari Ini Mi Instan Cup Ulang Tahun Loh

Apa yang akan kamu pikirkan saat sedang hujan dan lapar? Jawaban paling jujur yang sering ditemukan tentu saja mi instan. Pamor sajian mi yang dihidangkan dengan cepat ini, tentu tak lagi perlu di ragukan. Bahkan tak hanya di negara kita saja, Faktanya sebagian besar masyarakat dunia nampaknya setuju jika mi instan adalah makanan yang digilai sejuta umat.

Kehadirannya memang selalu jadi solusi dari rasa lapar manusia tiap kali tengah malam tiba. Jadi sahabat setia barisan mahasiswa hingga para pekerja kantor yang sering nongkrong di warkop gang depan.

Terlepas dari pentingnya peran serta Mi instan bagi kehidupan, sudah sepatutnya kita tahu dari mana ia berasal. Dan untuk balasan mari sama-sama ucapkan terimakasih bagi beliau yang telah menemukan.

Berterimakasihlah Pada Momofuku Ando, Berkat Dirinya Kita Sering Terselamatkan Dari Tragedi Lapar Tengah Malam

Bayangkan jika bumi yang sedang kita huni ini, tak ada mie instan. Tentu sudah ada banyak malam yang sering kita lalui dengan perut lapar. Mulai dari tak sempat masak hingga sudah makan tapi masih lapar. Untuk itu sudah sepantasnya kita sama-sama ucapkan terimakasih untuk Momofuku Ando. seorang laki-laki berkebangsaan jepang yang tak lain adalah Kakek dari mi instan.

Tahun 1958 tentu jadi masa yang bersejarah baginya, tepatnya pada tanggal 25 Agustus 1958. Hari itu adalah untuk yang pertama kali ia menciptakan mi instan. Kemudian menciptakan perusahaan bernama Nissin dan menciptakan mi instan pertama di dunia. Sedangkan di negara kita sendiri, pada tahun 1970 ada PT Lima Satu Sankyu atau yang sekarang dikenal sebagai PT. Supermi Indonesia jadi pihak pertama yang mengenalkan mi instan ke seluruh pelosok nusantara.

Dan menariknya menurut sebuah survei di Jepang pada tahun 2000 lalu, ini adalah salah satu ciptaan terbaik jepang pada abab ke 20.

Bahkan Tak Ingin Terlihat Pilih Kasih, Momofuku Paham Jika Astronot Juga Ingin Makan Mi Instan

Inovasi selanjutnya yang masih Momofuku terus kembangkan, adalah menciptakan ramen yang bisa di makan di luar angkasa. Masih di tahun yang sama dengan mi instan pertama yang di ia ciptakan. Produk yang di ciptakan Space Ramen itu diciptakan untuk mereka yang akan menikmati mi instan di luar angkasa.

Dengan menerapkan teknik makan tanpa lingkungan gravitasi, space ramen di buat dengan metode minyak panas yang juga mudah mengering. Dengan hanya perlu di panaskan menggunakan air dengan suhu 70 derajat celcius, yang dimakan melalui sedotan.

Lalu 13 Tahun Kemudian, Lahirlah Mie Dalam Cup

Berkat usaha dari Momofuku yang hanya sering tidur hanya 4 jam sehari. Mi instan yang dulu di namakan chicken ramen tersebut, mendapat julukan sebagai ramen ajaib dan sangat populer pada saat itu.

Selang 13 tahun kemudian, tepatnya 18 september 1971 bersamaan dengan perjalanan Momofuku ke Amerika. Satu temuan lain berhasil dilahirkan. Ia menemukan beberapa orang yang tak lain adalah manajer supermarket. Menaruh ramen pada sebuah wadah mangkok dan menyiramnya dengan air panas. Untuk kemudian memakannya menggunakan garpu. Hal ini terjadi dikarenakan sifat orang amerika yang memang tak suka dengan bentuk penyajian yang mungkin terbilang rumit.

Dari pemandangan itu sang kakek mi instan kemudian berpikir, untuk dapat diterima di pasar global. Penyajian mi instan di dalam cup bisa jadi solusinya, kemudian lahirlah Cup Noodles yang dikemas dengan sebuah mangkuk lengkap dengan garpunya.

Dan Hari Ini Tepat 46 Tahun Noodles Cup Di Ciptakan

Yeay, Kamu mungkin tak merasa ini jadi hari bahagia dan berharga. Namun satu hal yang kamu harus tahu, ini tentu bersejarah. Terlebih bagi mereka orang yang menjadi bagian dari Tim Noodles Cup.

Cara penyajiannya yang cukup simpel, tentu jadi faktor menarik yang membuat kita menjatuhkan pilihan. Menemani setia perjalanan, mulai dari berkendara di darat, di laut hingga di udara. Nampaknya mi instan dalam cup selalu jadi juara.

Empat puluh enam tahun yang lalu, bahkan bisa jadi kamu belum ada pada masa itu. Sang kakek mi instan itu, melahirkan inovasi Noodles Cup untuk memenuhi kebutuhan para penikmatnya. Ini sekaligus jadi temuan yang akhirnya mempopulerkan mi instan buatannya ke seluruh dunia.

Dan untuk menghargai temuan dan dedikasi yang telah di buat oleh Momofuku ini. Setidaknya saat ini ada dua museum mie instant di jepang, the Instant Ramen Museum di Osaka, dan Cup Noodles Museum di Yokohama.

Kamu kalau tim yang mana nih ? mi yang di masak atau mi yang seduh dalam cup ?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Kita Generasi 90an Sering Menolak Tua, Hal-Hal Ini Pasti Membuatmu Merasa Tua

Usia remaja kita itu baru kemarin. Begitu teriak kita yang mendewasa di era 90an. Rasanya baru kemarin bukan kita melewati masa itu. Belum juga terlalu lama. Jadi tak bisa dikatakan kita itu sudah tua.

Tapi ternyata kalau kita melihat beberapa kenyataan sekitar kita, bisa jadi kita akan dengan segera menyadari bahwa era kita itu sudah berlalu sedemikian jauh.

Usia Rano Karno Saat Ini, Sudah Lebih Tua Dari Usia Benyamin Saat Memerankan Babe Si Doel

Bagi yang tak mengalami mungkin sulit membayangkan besarnya sinetron si doel anak sekolahan ketika itu. Sinetron yang tayang seminggu sekali itu, bisa membuat jalanan kota sesaat lengang karena menonton seri terbaru itu tayang.

Selain Doel yang diperankan Rano Karno, Sosok yang mencuri perhatian adalah Benyamin S yang berperan sebagai Babenya si Doel. Taukah kamu Benyamin yang kelahiran 1939 ketika itu berusia 55 tahun sebagai bapaknya Doel. Dan Rano Karno Oktober 2017 ini akan berusia 57 tahun.

Kini Aurel Hermansyah Hanya terpaut 2 Tahun Dari Krisdayanti Waktu Video Klip “Berartinya Dirimu” Yang Fenomenal Itu

Sulit memang melupakan adegan gendong-gendongan Krisdayanti dengan Anang yang mesra itu. Ketika di tahun 1996 mereka memutuskan menikah, ranah hiburan memang dibuat geger. Apalagi mereka memutuskan untuk membuat album untuk membiayai pernikahan mereka itu. Lahirlah album Cinta pada tahun 1996, ketika itu Krisdayanti masih berusia 21 tahun. Album yang semula dirancang hanya untuk membiayai pernikahan itu malah terjual jutaan copy.

Mungkin era itu masih kita anggap baru kemarin lewat. Tapi suka tak suka masa itu akan terasa sudah sangat lama jika kita berkaca pada usia Aurel yang merupakan buah pernikahan Anang dan Krisdayanti. Yup, Aurel kini sudah dewasa dan berusia 19 tahun, hanya terpaut 2 tahun ketika sang ayah dan bunda menelurkan album fenomenal itu.

Group Band Dewa 19 Usianya Sudah Lebih Tua Dibanding Usia Para Pesonilnya Ketika Membuat Group Band Itu

Terlepas dari segala kontroversinya saat ini, Ahmad Dani memang musisi yang sangat berhasil di era 90an. Bersama Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar), mereka mendirikan Band yang bernama Dewa 19. Dewa merupakan akronim nama personelnya sementara 19 disematkan karena rata-rata usia personilnya kala itu 19 tahun.

Nah, mungkin kamu masih merasa bahwa Dewa 19 merupakan fenomena yang terjadi kemarin. Tapi sadarkah, kalau dihitung dari album pertama mereka yang memuat lagu “kangen” di tahun 1992, saat ini Dewa sudah berusia 25 tahun.

Usia RCTI Saat Ini Sudah Lebih Tua, Dibanding Usia TVRI Ketika RCTI Lahir

Generasi 90an merasakan masa kecil menyenangkan di era 80an. Salah satu yang masih dingat adalah ketika televisi hanya ada satu yaitu TVRI. Sebagian mungkin beranggapan TVRI sudah sangat tua ketika RCTI hadir di tahun 1987 sebagai stasiun televisi swasta pertama.

Padahal TVRI yang lahir 1962 itu baru berusia 25 tahun saja ketika RCTI hadir. Dan sudahkah berhitung, berapa usia RCTI saat ini? Yup, televisi berlogo rajawali itu sudah memasuki umur 30 tahun di 2017 ini.

Lagu “Pelangi” Versi Netral Saat Ini Sudah Sama Usianya, Dengan “Pelangi” Koes Plus Ketika Di Remake Netral

Lagu “Pelangi” milik Group Band Koes Plus ini memang tak bisa dianggap remeh. Rolling Stones pernah memasukannya di jajaran 150 lagu Indonesia terbaik. Lagu aslinya dirilis dalam album bertajuk “Album 7” pada tahun 1973.

Wajar kemudian, 22 tahun setelahnya band rock Netral merilis versi rock dari lagu “Pelangi” ini di tahun 1995. Lagu itu pun hits kembali di tangga lagu musik Indonesia. Bukan kah sekarang sudah tahun 2017? Dengan begitu “Pelangi” versi Netral sudah tepat juga berusia 22 Tahun, sama seperti saat mereka menggubah lagu tersebut ke bentuk rock.

Waktu Berlalu Cepat Ketika Kita Menikmatinya

Begitu istilah bijak  yaang sering kita temui. Bisa jadi kita generasi 90an begitu menikmati setiap waktu yang kita habiskan. Sehingga tanpa terasa kita sudah melwati waktu yang panjang. Lagipula yang penting bukan soal usia, namun soal semangat muda yang masih terus membara bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Drama Babak Baru Ketika Mantan Follow Di Sosmed

Sekian waktu berlalu, menjalani kehidupan normal. Namun tiba-tiba muncul notifikasi di sosial mediaku, dari kamu yang pernah aku kenal. Ya, kamu yang sudah menjadi mantanku tiba-tiba follow di akun sosial mediaku.

Sungguh aku ingin menganggap angin lalu begitu saja. Namun pernah adanya cerita diantara kita mau tak mau mengusikku sedikit banyak.

Bukankah Waktu Itu Kita Sepakat Jalan Masing-Masing? Itu Termasuk Di Sosial Media Bukan?

Waktu itu kita sudah bicara tentang masa depan hubungan kita. Kamu dan aku sudah sepakat untuk menjalani hidup masing-masing. Bukan karena aku tak lagi menghargaimu, tapi aku adalah orang yang memegang komitmen. Ketika itu kita sudah sama-sama sepakat, maka aku hanya berusaha menjalankan itu.

Kenapa Kamu Rindu? Kalau Aku Sih Tidak

Sewaktu memutuskan jalan masing-masing aku pikir kita sudah menempuh jalan yang yang berbeda dan tidak lagi terhubung. Lalu kemudian kamu follow di sosial media, apa yang terjadi? Rindukah yang mendorongmu melakukan itu? Kalau aku sih tidak rindu.

Kamu Berdalih Hanya Pernasaran, Sudah Lah Hidupku Tak Semenarik Itu Kok

“Oh bukan rindu, Cuma penasaran aja”

Demikian kamu berdalih. Kamu sudah pernah juga menjalin hubungan denganku. Hidupku seperti orang kebanyakan. Tak terlalu istmewa. Jadi tidak ada yang perlu membuatmu terlalu penasaran.

Kita Sudah Pernah Mencoba, Dan Itu Sudah Cukup

Dulu kita saling sapa dan saling bertukar kabar setiap hari. Dan itu semua juga tak bisa menyelamatkan hubungan kita bukan? Jadi untuk apa lagi kita menempuh cara yang sama berulang kali kalau memang sudah tahu hasilnya akan seperti apa.

Lagipula Nanti Kamu Tersiksa Lihat Bahagiaku Dengan Yang Baru

Meski tak lagi punya rasa sayang, namun aku masih perduli kepadamu. Nanti kamu bisa tersiksa lahir batin kalau stalking akun sosial mediaku dan menemukan aku bahagia dengan yang baru. Kamu yakin kamu kuat?

Bahkan Penelitian Juga Menyebutkan: “Hanya Psikopat yang berteman dengan mantan”

Sebuah studi psikologi di Oakland University yang dipimpin oleh Justin Mogilski dan Dr Lisa Welling meneliti tentang hubungan pertemanan atau tidak antara mantan kekasih. Mereka memberikan pertanyaan kepada 861 partisipan mengenai alasan hubungan yang kandas dan alasan mereka untuk tetap berteman. Selain itu, mereka juga di minta untuk mengisi kuesioner untuk mengungkapkan jenis kepribadian secara klinis, yang memang dirancang untuk menganalisa perilaku menyimpang pada manusia.

Nah, studi sebelumnya merangkum hasil bahwa mereka yang memiliki skor tinggi pada uji coba ini, cenderung memilih teman karena manfaat dan niat untuk menguntungkan diri sendiri. Hal tersebut berkaitan dengan perilaku menyimpang, sifat narsistik, sifat mendominasi, dan psikopat.

Jadi sebaiknya kita tak saling berhubungan lagi bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top