Feature

Aku Tak Pernah Berhenti Mencintaimu Dan Merindukanmu, Aku Hanya Berhenti Menunggumu

“…Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana. Mengerti kapan harus berhenti. Ku kan menunggu, tapi tak selamanya,”—Usai Di Sini, Raisa

Terlepas dari kebahagiaan Raisa yang baru saja menikah, aku terhenyak kala mendengar satu lagu pamungkasnya itu. Liriknya sederhana, tapi berhasil membuat pikiranku melayang sejenak. Teringat kembali sebait kisah tentang aku dan kamu. Lagu ini mungkin hanya sebagian kecil yang mungkin mewakili perasaanku. Andai kamu tahu itu. Menantimu, sudah aku lakukan. Mencintai dan menyayangimu tanpa kamu minta pun aku jabani.

Namun kini nyatanya kita berada di jalan yang berbeda, meski rasa rindu itu masih ada. Malam-malam yang biasanya kuhabiskan untuk mendengar suaramu, kini tak lagi sama. Aku tahu ini memang akan kuhadapi, tapi setidaknya inilah caraku menghadapi mimpi-mimpi yang memang sudah nyaris di ujung tanduk. Tak tahu apakah akan jadi nyata atau hanya pupus begitu saja. Inilah caraku untuk menjadi bijaksana.

Ingatkah Kamu Tentang Mimpi Kecil yang Kita Rangkai Bersama Lewat Celoteh dan Percakapan?

Kita tak membangun mimpi yang terlalu ‘wah’. Hanya angan kecil agar selalu berada pada titian yang sama. Aku di sampingmu, kamu di sampingku. Berharap kita akan terus saling melengkapi. Masih jelas terasa di benakku, betapa bahagianya aku ketika mengingat kepingan mimpi kecil yang kita bangun bersama. Hangat dan penuh makna. Pastinya akan terasa indah jika kita berdua berhasil menggapainya.

Waktu pun terus bergulir. Kita masih saling setia pada hubungan sederhana yang terus mengalir. Aku bahagia melihat kau selalu ada di sampingku. Kita pun mulai menata mimpi agar rapi dan bernuansa. Hari demi hari terus kulewati dengan semangat yang sama, yaitu berani bermimpi bersamamu. Semangat itulah yang menjadi kekuatanku setiap harinya.

Kamulah Satunya Alasan Aku Berani Menunggu, Bahkan Ketika Tadinya Kukira Aku Tak Punya Kekuatan untuk Melakukan Hal Sebesar Itu

Semula kumenganggap menunggu adalah sebuah perjuangan yang melelahkan. Belum tentu aku bisa sekuat mereka di sana yang sudah bergulat dengan penantian sekian lama. Tapi ketika akhirnya Tuhan ternyata mengujiku dengan cara yang sama, aku pun tak kuasa untuk menghindar.

Kamu yang selama ini jadi penyemangat hari-hariku, kamu juga yang dikirim Tuhan sebagai alasan untukku agar berani menghadapi ujian dariNya. Seperti ingin naik level, aku mulai menyadari ujian seperti ini memang perlu adanya. Selain untuk memastikan kualitas relasi kita berdua, aku pun jadi lebih mengenalmu dan caramu melewati berbagai ujian.

Ternyata Ujian Kali Ini Terasa Sangat Berat. Berbagai Fase Krusial Kita Hadapi, Termasuk Pertengkaran demi Pertengkaran yang Menyesakkan Dada

Aku percaya akan mimpi-mimpi kita, Aku masih kuat menantimu yang kutahu kamu pun tengah berjuang di ujung sana. Hanya saja, kurasa inilah ujian yang sesungguhnya. Semuanya mulai terasa berbeda.

Aku dan kamu tiba-tiba berada di fase paling emosional. Perdebatan tak lagi soal hal-hal kecil saja. Tapi juga tentang mimpi yang semula kompak kita rangkai bersama. Kini aku belajar, mimpi yang sama ternyata tak cukup menguatkan dua hati yang ingin bersama.

Aku Pun Jadi Mulai Sering Bertanya Tentang Arah Hubungan Kita. Aku Hanya Tak Ingin Kita Jadi Lupa Akan Tujuan Bersama Hanya Karena Tertutup oleh Ego dan Perdebatan

Maafkan aku jika akhirnya aku kembali meragukan hubungan hubungan kita. Segala pertengkaran kurasa hanya akan membuat kita lelah. Aku ingin menyelesaikannya dengan kepala dingin sehingga kita bisa sejenak merenungi kembali tujuan yang telah kita buat bersama.

Semula kita meyakini tujuan yang telah kita buat sanggup membawa kita pada titian yang telah kita impikan. Itulah mengapa aku jadi sering bertanya tentang keseriusanmu pada hubungan kita. Aku telah memberikan segala waktu yang kupunya untuk menantikanmu. Bahkan segala perasaan dan harapanku, sekali lagi hanya tertuju padamu. Tapi benarkah aku harus terus menunggu? Kamu bahkan tak pernah memberi kalimat yang setidaknya melegakan hari-hariku yang berat kala harus menantimu.

Bukannya Aku Tak Mencintaimu, Tapi Kurasa Segala Penantian Ini Harus Kucukupkan. Bak Penggalan Lagu Raisa, Aku Hanya Mencoba Bijaksana

Inilah caraku menjadi bijaksana, yaitu melakukan manuver besar dengan mimpi yang semula kudambakan selama ini. Bukan aku tak mencintaimu, bahkan hingga detik ini pun aku masih punya rindu yang sama besarnya untukmu. Hanya saja, semua ini harus kucukupkan. Aku tak berbuat apa-apa, aku tak menduakanmu, aku tak membencimu. Aku hanya berhenti menunggu. Kuharap kamu mengerti.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pergi ke Bandung, Bisa Lewat Banyak Cara. Kamu Pilih yang Mana?

Untukmu yang tinggal di kawasan Jabodetabek, mungkin agak suntuk kalau menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan hanya di sekitaran tempat tinggalmu. Ingin rasanya pergi sejenak ke luar kota demi menghilangkan kepenatan setelah lima hari dalam seminggu suntuk bekerja di Ibukota. Kota terdekat yang biasanya jadi tujuan warga Jabodetabek untuk berlibur ya salah satunya Bandung.

Berjarak sekitar 150 km dari Jakarta, Bandung menawarkan suasana yang kontras nan asri dibanding Jakarta. Meski tak dipungkiri, kemacetan kini juga mendera kota tersebut—terutama saat hari libur, tapi tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bandung. Akhir pekan biasanya dipilih, terutama bila ada tanggal merah di hari Jumat, Bandung akan tumpah ruah oleh wisatawan asal Jabodetabek. Menariknya, kini kita tak lagi dipersulit untuk akses ke Bandung. Kamu sendiri, bagaimana? Kalau diminta memilih, kamu akan ke Bandung naik apa?

Naik KRL Disambung Kereta Ekonomi. Meski Memakan Waktu, Setidaknya Tak Memakan Banyak Biaya Perjalanan

Tahukah kamu kalau ongkos ke Bandung bisa bermodalkan kurang dari Rp 30 ribu? Untukmu yang terbiasa naik KRL, barangkali perlu mencoba. Karena ternyata pergi ke Bandung bisa dengan sambung-menyambung KRL sehingga tak memakan ongkos yang cukup banyak. Caranya, dari stasiun asalmu, kamu naik KRL hingga Stasiun Manggarai.

Dari stasiun Manggarai yang adalah stasiun transit, sambung lagi dengan menaiki KRL dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang. Selanjutnya, dari Stasiun Cikarang kamu beralih ke kereta ekonomi Walahar jurusan Purwakarta dengan harga tiket Rp 6 ribu. Baru dari Purwakarta, kamu kembali naik kereta ekonomi Cibatuan menuju Bandung hanya dengan tarif Rp 8 ribu. Coba hitung, ongkos perjalananmu dari Jakarta menuju Bandung tak sampai Rp 30ribu. Hemat bukan?

Beli Tiket Bus Travel Agar Tak Lelah dan Bisa Tidur Sepanjang Perjalanan

Kalau tak ingin lelah selama perjalanan ke Bandung, kamu bisa memilih untuk naik bus travel. Apalagi varian bus travel kian beragam dan semakin menawarkan kenyamanan sepanjang perjalanan. Alih-alih lelah, kamu justru bisa tertidur lelap selama perjalanan.

Keberadaan jalan tol Cipularang pun mempercepat perjalananmu dari Jakarta ke Bandung. Di luar adanya situasi waktu tempuh hingga ke pintu tol daerah Bandung bisa dipersingkat hanya 3 jam saja. Nantinya sampai tujuan, kamu cukup check in di penginapan dan melanjutkan agenda jalan-jalanmu. Efisien dan menyenangkan, bukan?

Naik Kereta Argo Parahyangan Demi Efisiensi Waktu

Kereta Argo Parahyangan sudah jadi primadona bila ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung. Harga tiket dibawah Rp 100 ribu terbilang cukup terjangkau lantaran fasilitasnya juga mumpuni selama penumpang berada di dalam gerbong kereta. Belilah tiket dari jauh-jauh hari. Karena walaupun hanya bepergian ke Bandung, tiket kereta yang satu ini cukup banyak peminatnya.

Kereta ini memulai rutenya dari Stasiun Gambir dan berakhir di stasiun tujuan, Stasiun Bandung. Hal menarik lainnya kalau kamu memilih naik kereta Argo Parahyangan yaitu pemandangan selama di perjalanan. Rute kereta yang satu ini akan melewati jalur yang cukup ekstrem namun tetap aman. Sebagian dari penumpang mengaku penasaran dan memilih naik kereta ini lantaran ingin menikmati sensasinya berkereta lewat jalur yang ekstrem.

Kalau Pergi Sekeluarga Mungkin Memang Lebih Baik Menyewa Mobil Pribadi

Sementara untukmu yang mungkin memang berencana pergi ke Bandung bersama keluarga besar, memang lebih baik berkendara dengan mobil pribadi. Meski tak senyaman naik travel, yang terpenting kamu tiba di tujuan dengan selamat, bukan? Lagi pula, selama perjalanan, kamu dan anggota keluargamu bisa menghabiskan waktu dengan bercengkrama. Kalau sepanjang hari kerja kamu sukar sekali menemukan momen semacam ini, maka biarlah perjalanan ke Bandung jadi kenangan yang menarik untuk keluargamu.

Tapi Kalau Pergi Bareng Teman Sepermainan, Sangat Disarankan untuk Touring Demi Menambah Pengalaman

Touring ke Bandung? Pasti seru! Apalagi kalau hal ini sudah masuk agendamu bersama kawan-kawan sejak jauh-jauh hari. Kapan lagi kamu bisa berkendara sembari membuat momen agar diingat sampai hari tua? Soal persiapan, H-sebulan sebisa mungkin kamu berdiskusi dengan teman-temanmu agar rencana touring bisa dieksekusi. Terpenting, keselamatan dan keamanan saat berkendara yang pasti harus jadi dua hal utama. Meski mungkin kamu terbiasa touring dengan jarak melebihi Jakarta-Bandung, ingatlah mungkin touring kali ini akan memberikan pengalaman berbeda. Tetap buatlah perjalanan kali ini jadi mengesankan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang besar. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah. Dijamin perjalan touring ke Bandung akan jadi momen tak terlupakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Hal Sepele yang Tak Pantas Kamu Jadikan Alasan untuk Melepas Masa Lajang

Pernikahan bukan hal yang bisa dianggap enteng dan dijadikan bahan permainan. Jika kamu memang ingin menikah, pastikan dulu kamu memang sudah siap melepas masa lajangmu, melepas kebebasanmu, dan mencoba menjadi istri juga calon ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak.

Namun jangan sesekali menikah hanya karena beberapa hal dibawah ini.

1. Ingin Punya Anak di Usia Muda Biar Punya Sebutan “Mamud” Alias Mama Muda

Alasan macam apa ini? Pernikahan bukan ajang untuk berlomba untuk sebuah pengakuan semata. Jika memang kamu yakin sudah siap, maka cepat segerakan pernikahan, namun jika belum, jangan menggunakan alasan macam ini untuk emlangkah ke gerbang pernikahan.

2. Bosen Ditanya Kapan Nikah

Kalau hanya karena pertanyaan “kapan nikah” saja kamu tak perlu kebakaran jenggot. Tanggapi saja dengan santai. Tak perlu buru-buru jika kebahagiaan kedua orangtuamu saja masih kamu kesampingkan. Fokus saja pada hidupmu sendiri, tak perlu menggubris omongan orang lain yang tak bermutu.

3. Tak Mau Disebut Perawan Tua

Sebagian masyarakat memang masih kerap menggunjing masalah usia untuk menikah. Namun anggap saja itu hanya angin lalu. Menikahlah saat dirimu sudah yakin dan benar-benar siap. Jangan menikah hanya karena pandangan orang lain.

4. Bosan Sendiri

Mungkin alasanmu masuk akal bagi dirimu sendiri, namun tidak bagi orang lain dan masa depanmu. Jangan hanya karena bosan sendiri akhirnya kamu memutuskan untuk menikah dengan pria yang tak kamu tahu baik sosoknya. Nikmati saja dulu kesendirianmu saat ini, karena bisa saja suatu saat kamu akan merindukan masa itu.

5. Tak Ingin Kalah dengan Teman yang Sudah Lebih Dulu Menikah

Stop kebaperanmu yang berlebihan. Jika teman-temanmu sudah menikah lebih dulu, itu artinya jodoh mereka memang sudah datang dan sudah saatnya bagi mereka untu menikah. Jangan sampai kamu menikah hanya karena alasan ikut-ikutan teman yang sudah menikah terlebih dulu.

6. Menikah Karena Usia Sudah Jatuh Tempo

Dari dulu kamu sudah mempersiapkan bahwa kamu ingin menikah di usia 20 an. Namun apa kamu akan tetap memaksakan menikah di usia 20-an jika sampai saat itu pun kamu masih belum menemukan pria yang cocok untuk menjadi pasangan hidupmu.

7. Menikah Sebagai Pemenuh Hawa Nafsu

Menikah bukan hanya tentang nafsu belaka. Ada banyak hal yang akan kamu hadapi saat kamu sudah memutuskan untuk melepas masa lajangmu. Menjadi seorang istri atau suami bukan hal yang mudah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

9 Kebiasaan Unik Wanita Yahudi Untuk Merangsang Kecerdasan Anak Sejak Dalam Kandungan

Setiap calon ibu memiliki cara tersendiri untuk merangsang kecerdasan anak, baik sejak di kandungan maupun pasca dilahirkan. Namun tak dapat dipungkiri bahwa wanita yahudi punya kebiasaan unik saat mereka hamil. Hal ini dilakukan untuk merangsang kecerdasan si kecil sejak masih di kandungan.

1. Mengerjakan Soal Matematika Bersama Suami

Wanita yahudi kerap melakukan kebiasaan mengerjakan soal matematika bersama suami saat hamil. Mereka akan membeli banyak buku matematika untuk dikerjakan selama masa kehamilan bersama sang suami tercinta.

2. Sering Bermain dan Mendengarkan Musik

Saat hamil, wanita yahudi suka melakukan beragam permainan. Selain itu wanita yahudi juga suka mendengarkan musik.

3. Mengonsumsi Satu Jenis Makanan Hewani Saja

Hal ini dilakukan karena memang ada peraturan bahwa orang yahudi tidak boleh makan makanan hewani lebih dari satu jenis dalam sekali waktu.

4. Suka Ngemil Kacang Almond, Kurma dan Minum Susu

Kacang almond, kurma dan susu adalah jenis makanan dan minuman yang kaya nutrisi penting untuk kecerdasan otak. Pada siang hari, biasanya wanita Yahudi yang sedang hamil suka mengonsumsi cemilan ini.

5. Mengonsumsi Ikan Tanpa Kepala

Wanita Yahudi sangat berhati-hati dalam memilih makanan untuk dikonsumsi saat hamil. Salah satunya adalah dengan makan ikan tanpa kepala. Hal ini karena memang mereka menganggap bahwa kepala ikan mengandung banyak toksin dan racun.

6. Mengonsumsi Buah Terlebih Dulu Sebelum Makan Makanan Pokok

Wanita Yahudi akan lebih memilih makan buah terlebih dulu sebelum makan makanan pokok karena kandungan buah akan lebih cepat membusuk di pencernaan jika dimakan setelah makan makanan pokok.

7. Rutin Berolahraga

Wanita Yahudi sering melakukan olahraga memanah dan menembak. Kegiatan olahraga dilakukan oleh wanita Yahudi yang sedang hamil untuk menghilangkan rasa pegal dan membuat tubuhnya lebih terlihat bugar.

8. Menghindari Bau Asap Rokok

Asap rokok dianggap tabu oleh wanita yahudi yang tengah hamil. Untuk itu sebisa mungkin mereka akan menghindarkan diri mereka dari asap rokok.

9. Tidak Berkunjung ke Pemakaman

Saat hamil, wanita Yahudi memiliki kebiasaan untuk tidak berkunjung ke makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari emosi negatif yang dapat berpengaruh pada tumbuh kembang otak si kecil di dalam rahim.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Harus Datang ke Psikolog, Kami Akan Memberitahumu 7 Solusi dari Perkara Hidup Ini

Konon tak ada manusia yang bisa hidup sendiri, bahkan beberapa orang akan buru-buru pergi untuk konsultasi ke mereka yang ahli tiap kali hidupnya terasa sulit. Maka tak heran jika pada salah satu penelitian yang dilakukan terhadap beberapa psikolog yang bermukim di Swiss, diketahui para psikolog tersebut berhasil mendapat upah yang cukup tinggi dengan nilai rata-rata $88,304.

Padahal solusi dan rekomendasi yang sudah kita bayar mahal, kadang tak jauh berbeda dengan apa yang sebenarnya bisa kita pikirkan. Maka untuk itu dikutip dari laman Bright Side, setidaknya ada 7 persoalan hidup dan solusinya yang sejatinya bisa kamu dengarkan dari para psikolog. Walau mungkin tak selalu pas dengan semua persoalan orang-orang, setidaknya beginilah gambarannya.

Beberapa Masalah Hidup Kadang Terbentuk dari Masa Kanak-kanak, Maka Coba Lihat Orangtuamu

Gambarannya begini, sebenarnya ada banyak sekali teori yang bisa menjelaskan banyak  hal yang kita nilai sebagai bentuk kesusahan. Dimulai dari mana kita berasal, bagaimana kita menikmati masa kecil, hingga sistem didikan seperti apa yang diberikan oleh kedua orangtua kepada kita.

Nah, kalau kita sudah bisa memahami. Apa latar belakang mereka melakukan hal tersebut kepada kita, hingga mengapa kita menjadi seperti sekarang ini. Harusnya kita bisa memahami dan mengambil langkah apa yang selanjutnya harus kita lakukan. Demi perkara-perkara yang kita anggap sebagai kesusahan.

Sebenarnya Masalah Kadang Lahir dari Isi Kepala yang Kita Buat Sendiri

Coba ingat kembali, berapa kali kamu selalu mempertanyakan hal yang seharusnya tak perlu. Mulai dari “Mengapa orang lain lebih baik?”, “Mengapa saya tak kaya?”, “Mengapa mereka lebih pintar?” hingga berbagai macam pertanyaan lain yang seringnya membuat kita pusing sendiri. Kita pun jadi tak lagi berpikir bagaimana cara untuk mengatasinya.

Kita lelap dalam bayang-bayang segala kesusahan yang jelas-jelas belum terjadi, sampai lupa bagaimana caranya untuk mengembangkan segala kemampuan diri.

Cobalah Bicara Lebih Banyak Tentang Perasaanmu, Bukan Malah Sibuk Menilai Orang Lain

“Aku begini karena dia telah menyakiti dan membuat hidupku hancur,”

Bahkan dalam keadaan terdesak sekalipun, beberapa orang masih sempat untuk berpikir untuk menyalahkan orang lain atas kesusahan yang dialaminya. Ya, benar memang beberapa orang kadang jadi penyebab apa yang terjadi dalam hidup kita. Akan tetapi menyalahkan orang lain tak akan merubah situasi.

Mengungkap perasaan itu baik, barangkali itu akan jadi salah satu cara untuk menyadarkan seseorang juga atas apa yang telah diperbuatnya pada hidup kita. Namun memberi orang lain vonis bersalah tak akan membuat kita bisa berjalan untuk membenahi semua masalah.

Mulailah Perduli Pada Diri Sendiri dan Lupakan Penilaian Buruk dari Orang Lain

Selalu ingat ini, membandingkan hidupmu dengan kehidupan orang lain hanya akan membuatmu semakin terpuruk dan tak akan menemukan arah. Setiap orang memiliki jalan cerita dan perjalanan hidup yang berbeda, baik itu tentang karir, kesehatan, keluarga, hingga kisah cinta.

Terinspirasi dari satu sosok orang itu baik, namun memaksakan diri untuk terus-menerus mengikuti segala hal yang diperbuatnya dalam hidup hanya akan membuat kita hidup dalam kebohongan. Mulailah menikmati hidupmu sendiri dengan cara yang seharusnya bisa lebih baik sesuai kemampuan diri.

Tinggalkan Zona Nyaman Untuk Warna Hidup yang Lebih Menantang

Ini akan selalu berlaku untuk perjalanan hidup seseorang. Mulailah untuk bergerak dari luar lingkaran yang selama ini sudah membuatmu nyaman terlalu lama. Carilah sesuatu yang menurutmu akan membawa kebaikan untuk hidupmu, jika kamu memang sudah percaya akan hal itu. Berusalah untuk berjalan keluar demi sesuatu yang memang kamu inginkan.

Taruhlah Beberapa Batas, Atas Apa dan Sampai Mana Kamu Akan Berupaya Untuk Keinginan yang Kamu Mau

Pada beberapa kasus dari mereka yang datang untuk berkonsultasi pada para psikolog , konon sebagian besar dari mereka datang untuk meminta bantuan atas solusi, bagaimana caranya untuk menyelesaikan interaksi mereka dengan orang lain.

Ibu mertua yang selalu saja mengusik rumah tangganya, bos yang tiba-tiba suka marah, atau anak-anak remajanya yang mulai tumbuh sebagai sosok yang menjengkelkan.

Dan jika kamu memang ingin tahu, biasanya saran yang diberikan dalam situasi semacam ini adalah menetapkan batas hingga 50% dari masalah yang diselesaikan. Jadi begini, kamu mungkin bisa bertahan dari perbuatan tak menyenangkan dari seseorang, sesuai dengan batas yang sudah kamu tetapkan. Tapi ketika itu sudah melampaui, mulailah bertindak. Berdiam diri tak akan merubah situasi. 

Dan yang Terakhir, Selalu Ambil Satu Pelajaran dari Segala Persoalan

Percayalah dari setiap persoalan, selalu ada satu hal yang patut dijadikan pelajaran. Kala kita mengalami satu kesedihan, dan berhasil bergerak ke depan. Itu artinya kita telah melalui satu tahap kesusahan, hingga masih bisa berdiri sampai sekarang.

Dengan begitu, pada kehidupan yang akan datang kita tentu sudah paham. Tentang langkah-langkah mana yang seharusnya kita jadikan pilihan untuk beberapa hal yang jadi tantangan. Semakin banyak kita belajar, kian banyak kita paham akan tata cara hidup yang seharusnya dijadikan tumpuan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top