Tips

Aku Tak Akan Lagi Tertipu Para Serigala Berbulu Domba

 

5. Si Licik Tetaplah Licik Sekalipun di Hadapan Pasangannya

Keberadaan orang semacam ini lama kelamaan akan membuat orang-orang di sekitarnya jengah. Apalagi mereka yang harus menghadapi pasangan dengan tabiat yang demikian. Yang namanya licik akan jadi sifat asli yang mendarah daging kalau dia terbiasa melakukannya.

Terbiasa licik dengan orang lain, dia pun bisa saja licik di hadapan pasangannya. Misalnya, ketika pasangannya mencurigai dia selingkuh, yang ada dia yang akan marah atau memutarbalikkan fakta dengan segala cerita karangannya. Bagian ‘terbaik’ dari dirinya mungkin kepandaian berimprovisasi di depan siapapun yang hendak mencari-cari kesalahannya.

Jadi jika kamu punya kawan yang berani menyelingkuhi pasangannya, kamu harus lah hati-hati. Kalau pasangannya saja diselingkuhi, apalagi kamu!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untuk Apa Menangisi Gebetan yang Pergi Tanpa Alasan? Kamu Berhak Move On

Rasanya kesal memang, saat sedang dekat dengan seseorang, ternyata dia memilih pergi begitu saja tanpa alasan yang jelas. Untukmu yang pernah, atau bahkan sedang mengalami hal semacam ini, tak perlu dibawa dalam kesedihan yang berlarut-larut. Jalanmu masih panjang. Kamu jelas-jelas berhak move on. Aku tahu, perkara ditinggal pergi memang selalu menyisakan pedih dan lara. Tapi, dia yang pergi dengan penuh misteri sejatinya menuntutmu untuk mengerti dengan situasi.

Kalau dia secara jelas sudah melangkah pergi, sebaiknya kamu tak perlu berlama-lama mengharapkan balasan yang tak pasti. Daripada hatimu lelah, lebih baik kamu introspeksi atau setidaknya cari tahu alasannya pergi begitu saja. Bukan untuk menuntut agar dia kembali, tapi agar kamu tahu kalau dia memang bukanlah sosok yang patut diperjuangkan.

Ada yang Terbiasa ‘Cek Ombak’, Kalau Menurutnya Dirimu Tak Lagi Menarik, Dia Akan Begitu Saja Meninggalkanmu

Memang selalu ada tipikal orang yang begini adanya. Secara harfiah, cek ombak maksudnya berarti dia suka tebar pesona, dan kalau ada yang berhasil tertarik padanya, berarti itu dianggap sebuah ‘bonus’. Tapi dia tak akan berhenti untuk meneruskan hobinya yang suka tebar pesona itu. Terutama jika di matanya kamu dianggap tak menarik lagi. Terdengar jahat memang, tapi kamu selama ini hanya bagian dari jalur pencariannya saja.

Kalau Dari Kamunya yang Terlalu Cepat atau Mudah Baper, Gebetan Justru Jadi Enggan Mendekatimu Lagi

Bisa jadi karena dia mengira kamu terlalu cepat serius untuk menanggapi alias rentan baper, makanya dia memilih pergi. Kedekatannya denganmu, dari sisimu mungkin terasa spesial, tapi tidak dengannya. Hal itulah yang membuatnya mengira kamu pasti menyalahartikan kedekatan kalian selama ini. Untukmu, tak perlu patah hati apa lagi dendam dengannya. Daripada bapermu bertambah, lebih baik lupakan gebetan semacam ini dan segeralah berpaling pada yang baru.

Bisa Jadi Alasannya Tiba-tiba Menghilang Lantaran Dia Anti dengan Komitmen yang Menurutnya Sangat Mengekang

Kamu mungkin perlu mencari tahu orang semacam apakah dirinya. Terlebih kalau dia tipikal orang yang tak suka dengan komitmen alias lebih suka berhubungan tanpa status, lalu pergi begitu saja tanpa kejelasan. Percayalah, apa pun alasannya, orang yang semacam ini sukar diandalkan. Karenanya, daripada menantikan kejelasan darinya, lebih baik pikirkan lagi apakah kamu mau digantung seterusnya tanpa status yang jelas? Bukankah lebih baik mencari orang baru yang lebih menghargai hubungan?

Atau Karena Dirimu yang Terlalu Posesif Padanya Padahal Belum Ada Kejelasan Status Apa-apa

Faktanya, banyak orang yang suka dengan kebebasan. Berangkat dari hal itulah makanya mereka seperti tak suka kalau memiliki seseorang yang posesif terhadap dirinya. Terutama untukmu, cobalah introspeksi sejenak. Apakah selama ini kamu terlalu posesif? Ketahuilah, bukan tak mungkin dia sewaktu-waktu akan meninggalkanmu lantaran alasan itu. Belum lagi kalau kamu selalu ingin ada di dekatnya hingga tak kenal waktu. Sebentar, bukankah kamu dan dia belum ada hubungan apa-apa? Dengan sikapmu yang begini, bukan tak mungkin dia justru jadi semakin jengah dan ingin meninggalkanmu.

Meski Sudah Dekat dalam Waktu yang Cukup Lama, Bosan Seringkali Jadi Alasan untuk Pergi Begitu Saja

Alasan yang satu ini memang terdengar jahat, tapi faktanya selalu ada yang mengalami hal ini. Misalnya, kamu dan dia sudah dekat dalam waktu yang relatif lama, bahkan lebih dari setahun. Tapi lantaran dirasa bosan dengan hubungan yang begitu-begitu saja, bisa saja dia pergi tanpa memberi kejelasan. Sebab kalau sudah bosan, apa pun selalu terlihat salah dan buruk. Faktanya, daripada hubungan terasa tak sehat, mungkin dia pun akhirnya memutuskan untuk pergi begitu saja.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untuk Suamiku yang Tak Pernah Memberi Like dan Komen di Postinganku

Tak ada yang bilang jika menjalani rumah tangga itu mudah. Berdebat hanya untuk memilih tempat makan, tak sepaham dalam memilih sekolah untuk anak, hingga pertengkaran lain yang kadang datang tanpa diundang.

Tapi ini sih belum apa-apa, karena sekarang ada hal lain yang juga bisa jadi masalah. Yap, salah satunya adalah aktivitas kita di media sosial. Seolah tak menganggap aku ada, kamu kerap tak peduli akan apa yang aku kirimkan. 

Saat Pacaran Dulu, Kamu Selalu Jadi Orang Nomor Satu yang Menanggapi Semua Kirimanku

Iya aku paham, barangkali ini yang dinamakan umpan pancingan. Upayamu dulu jelas hanya untuk menarik perhatian, dan benar itulah yang membuatku terkesan. Berbeda dengan sekarang, bagimu mungkin hal-hal seperti itu sudah tidak lagi perlu.

Tapi salahkah aku jika masih berharap kamu seperti dulu? Remeh memang, sebab ini hanyalah perkara postingan di media sosial. Tapi kamu harus tahu Sayang, jika hal-hal seperti ini kadang jadi sesuatu yang justru aku harapkan. Dan kupikir ini bukanlah sesuatu yang membuatmu kerepotan.

Hubungan Kita yang Katamu Adalah Privasi, Kini Berubah Bak Rahasia yang Tersembunyi

Suatu kali saat sedang ingin tidur, aku pernah bertanya perihal sikapmu yang mendadak dingin di media sosial. “Buat apa diperlihatkan di media sosial, yang penting kamu tahu jika kita saling sayang.”

Dengan beberapa alasan agar tak menimbulkan pertentangan, jujur saat itu aku memang merasa cukup terkesan. Kupikir betapa romantisnya suamiku ini, sebab apa yang kamu katakan memang benar. Tapi kini ada hal lain yang justru aku rasa jadi sesuatu yang kerap mengundang curiga.

Bukan karena aku tak percaya, tapi sikap yang kamu tunjukkan memang jadi pemicu lain yang malah membuatku berpikir jika keberadaanku sedang berusaha kamu tiadakan di media sosial.

Aku Tak Ingin Membatasi Gerakmu, Kamu Bebas Berselancar Di Media Sosial Kapan pun Kamu Mau

Sebagai istri yang setiap hari berusaha untuk lebih mengerti, aku pun paham. Jika meski sudah menjadi suami, kamu pasti tetap ingin memiliki duniamu sendiri. Untuk itu seperti yang kamu tahu, aku tak pernah memeriksa apa yang kamu kerjakan pada ponsel milikmu.

Pola pikir dan tindakan yang kita punya haruslah dirubah, begitu kira-kira aku menguatkan diri setiap kali ada curiga yang menghampiri. Sebagaimana keyakinanku dulu menerima cintamu, aku juga yakin bahwa kamu tahu apa yang harus kamu perbuat untuk istrimu.

Sah-sah saja jika harus berbalas komen dengan teman sebaya, bahkan aku tak akan pernah memasang wajah cemburu meski itu adalah perempuan yang mungkin tak tahu jika aku adalah istrimu.

Tapi Anehnya Meski Online Setiap Waktu, Tak Satu pun Postinganku dapat Respon dari Kamu 

Bukan bermaksud untuk menuntut, kupikir semua istri akan merasa janggal jika merasakan hal yang kini tengah aku rasakan. Tanpa perlu kujelaskan, harusnya kamu paham jika status-status berisi foto dan namamu jadi salah satu tanda jika aku butuh pengakuan di media sosial. Tak berarti harus sering, bukan pula harus seperti anak-anak muda yang sedang dilanda cinta.

Aku tak memintamu untuk melabeli semua sosial media milikmu  dengan nama dan foto-fotoku, tapi cobalah sedikit peka dengan apa yang selalu aku kirimkan menyangkut dirimu. Enggan untuk jadi pihak yang mengirimkan cerita kita, kamu mungkin bisa jadi perespon aktif di setiap postinganku.

Bagimu Mungkin Bukan Perkara Besar, Tapi Sering Menjadi Sumber Segala Kecurigaan

Untuk urusan rumah tangga, kita memang akan selalu memiliki pemahaman yang tak searah. Begitu pula dengan perihal respon di media sosial yang katamu terlalu kubesar-besarkan.

Kamu mungkin bisa berkata jika sikap tak pedulimu adalah sesuatu yang biasa. Ya, tentu pun aku akan mengiyakan hal itu, jika kamu memang tak terlalu serius untuk bermain di dalamnya. Akan tetapi kenyataannya kamu jutru jadi pihak yang lebih getol dariku. Tahu semua hal yang aku lakukan pada sosial mediaku, tapi tak pernah meninggalkan jejak berupa like atau komen pada semua postinganku.

Lalu salahkah jika akhirnya aku justru curiga?

Jadi Bukankah Wajar Jika Aku Berpikir Ada Perasaan Lain yang Sedang Kamu Jaga Di Media Sosial?

Hal ini kukatakan bukan tanpa alasan, tapi bukan pula ingin menjadikanmu sebagai pihak yang tersudutkan. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang sedang aku rasakan. Karena dari sikap yang kamu tunjukkan, ada keyakinan lain yang akhirnya aku dapatkan.

Meski hidup berdua bersamamu, tak sepanjang waktu aku bisa menjagamu. Jika ternyata sikapmu yang kerap acuh pada semua yang aku bagikan tentang kita terus berlanjut, mungkin benar kecurigaanku selama ini. Barangkali ada hati lain yang sedang kamu jaga untuk tak tersakiti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

10 Desain Rumah Minimalis Untuk Pasangan Muda yang Baru Saja Menikah

 

5. Si Licik Tetaplah Licik Sekalipun di Hadapan Pasangannya

Keberadaan orang semacam ini lama kelamaan akan membuat orang-orang di sekitarnya jengah. Apalagi mereka yang harus menghadapi pasangan dengan tabiat yang demikian. Yang namanya licik akan jadi sifat asli yang mendarah daging kalau dia terbiasa melakukannya.

Terbiasa licik dengan orang lain, dia pun bisa saja licik di hadapan pasangannya. Misalnya, ketika pasangannya mencurigai dia selingkuh, yang ada dia yang akan marah atau memutarbalikkan fakta dengan segala cerita karangannya. Bagian ‘terbaik’ dari dirinya mungkin kepandaian berimprovisasi di depan siapapun yang hendak mencari-cari kesalahannya.

Jadi jika kamu punya kawan yang berani menyelingkuhi pasangannya, kamu harus lah hati-hati. Kalau pasangannya saja diselingkuhi, apalagi kamu!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top