Feature

Aku Sayang Kamu, Tapi Ikut MLM Telah Mengubahmu!

photo kamera

Betapa senangnya ketika kawan itu menghubungi kembali. Sudah lama kami tak jumpa, hitungannya sudah berbulan-bulan atau bahkan tahun. Aku bahagia dia belum lupa kepadaku.

Dengan riang gembira aku menyambut ajakanmu untuk bertemu. Terbayang di kepalaku betapa serunya kita mengenang masa-masa indah yang telah lalu. Namun Apa yang terjadi justru di luar dugaanku.

Katanya Kangen, Mau Reuni, Setelah Bertemu Kamu Malah Presentasi

edit tulisan dengan kawan

Imajinasi sudah bergerak liar, ingin berbagi cerita kisah lalu dan kabar terkini. Ingin aku bercerita apa yang sudah aku alami selama ini. Betapa aku merindukanmu. Tapi nyatanya kamu malah sudah siap dengan notebook dan sejumlah berkas. Kamu presentasi apa yang sekarang sedang kamu kerjakan. Tidakah kamu ingin tahu kabarku dulu?

Kamu Lebih Percaya Leader Yang Baru Kamu Kenal Dua Bulan Lalu, Dibanding Aku Sahabatmu Dari SMA

menunjuk

Ternyata kamu membawa skema MLM alias multi level marketing alias penjualan berjenjang. Tidak ada yang salah dengan metode itu. Tapi ini hal yang baru buatku, wajar bukan kalau aku meragukannya? Apalagi banyak hal yang tampaknya perlu aku waspadai.

Namun kamu justru lebih ngotot. Bercerita tentang keberhasilan leadermu, uplinemu yang berhasil di bisnis ini. Kamu bahkan baru mengenal mereka beberapa bulan belakangan ini. Bagaimana dengan aku? Sahabat yang pernah berbagi segala hal selama bertahun-tahun. Tidakkah kamu mau mendengar pendapatku?

Fokusmu Cuma Rekrut, Tutup Poin, Dan Dapat Untung

isi form

Kamu cuma mendengarkan ceritaku sambil lalu. Kisah kita seperti ingin kamu percepat tanpa perlu diungkit kembali. Kamu begitu fokus untuk merekrut, mengajakku bergabung. Ceritamu berputar-putar soal tutup poin, ambil downline dan bisa dapat untung berapa. Mana persahabatan kita yang penuh kelucuan dulu?

Ketika Aku Ragu Untuk Bergabung, Kamu Menuduhku Tak Mau Maju

takut

Terus terang aku masih ragu. Aku bilang akan memikirkannya beberapa waktu lagi. Kamu justru mendesakku. Kamu menuduhku sebagai individu yang tak mau maju. Kesempatan harus dijemput, begitu katamu. Dengan mentalku yang sekarang, aku tidak akan jadi orang kaya. Begitu katamu.

Kamu Bilang Mau Traktir Aku Makan Malam Mewah, Setelah Datang Ke Hotel Malah Disuruh Ikut Presentasi

reward

Seminggu kemudian, kamu mengajak untuk bertemu kembali. Kali ini di sebuah restoran hotel mewah. Aku tersanjung, kamu bilang ingin menghabiskan waktu berbincang di tempat istimewa kalangan menengah atas ini. Terbayang kita makan dan berbincang secara privat.

Tak dinyana, sesampainya disana penuh dengan orang. Jumlahnya lebih seratus. Aku duduk semeja dengan orang-orang yang juga sama bingungnya. Kamu bahkan menghilang, sibuk dengan kawan-kawan barumu. Acara dimulai dan aku lagi-lagi harus mendengarkan presentasi

Katanya Keuntunganmu Bisa Membeli Kapal Pesiar, Rumah Mewah, Mobil BMW, Tapi Kamu Pulang Naik Motor Bebek

motor

Luar biasa presentasi itu. Kawan-kawanmu sungguh orang-orang yang berhasil. Ada yang punya mobil baru, rumah mewah, bahkan kapal pesiar hingga pesawat jet. Itu semua dari hasil bisnis MLM kamu. Aku terpana.

Tapi pemandangan berbeda kutemui seusai acara. Sebagian besar pulang mengendarai motor bebek. Tak ada kendaraan mentereng. Kamu? Memilih pesan ojek online!

Aku Rindu Celoteh Nakal Sosial Mediamu, Sekarang Cuma Ada MLM Dan Produknya Di Timelinemu

gadget

Aku putuskan untuk tidak ikut menjadi member MLM itu. Kamu tak lagi mengajak bertemu. Seperti kemarin aku Cuma bisa menikmati unggahan di sosial mediamu. Tapi semua berubah, dulu kamu suka berceloteh nakal yang membuatku tersenyum membacanya. Sekarang isinya Cuma MLM dan produkmu. Wahai sahabatku, aku sayang padamu, tapi ikut MLM itu telah mengubahmu.

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebagian Hal Unik Yang Mungkin Baru Kamu Sadari Setelah Masuk Bulan Puasa

Ini memang bukan bulan biasa. Karena kamu harus menahan hawa nafsu dan juga makan minum di waktu siang. Tapi diluar hal itu, sejatinya ada hal-hal menarik yang hanya bisa kamu temui di kala bulan puasa. Bisa jadi di bulan lainnya kamu merindukan saat-saat tersebut.

Baru Tahu Kan Ada Petuah-Petuah Bijak Karena Tiba-Tiba Banyak Yang Share Di Timeline

Puasa kali ini seolah jadi angin segar buat kamu yang sudah penat dengan konten di timeline sosial mediamu. Sebelumnya banyak informasi yang bikin panas hati, kawan yang berdebat tiada henti sampai urusan-urusan sosial pilitik yang nampak tak kunjung selesai.

Tapi semua mereda ketika memasuki bulan ramadan. Timeline menjadi lebih sejuk, karena tiba-tiba banyak kawan-kawan yang membagi kata-kata bijak. Banyak kalimat-kalimat bijaksana penuh motivasi dan introspeksi yang bahkan kamu baru tahu kan.

Makin seru karena tak semua kata-kata bijak itu disajikan dengan nuansa serius. Karena banyak juga yang digelar dengan nuansa canda tawa. Tak sedikit meme-meme unik berlalu lalang membuat kita tertawa kecil. Ya, meski dadakan sebagian kawan kita berubah jadi motivator handal.

Baru Tahu Kan Ada Tetangga Menarik Hati, Karena Bertemu Ketika Menuju Masjid

Akuilah kamu mungkin tak sedekat itu dengan tetangga. Bahkan mungkin siapa yang menghuni sebelah rumah juga kamu tak paham. Baik kiri maupun kanan sama gelapnya entah siapa namanya. Lihat wajah pun jarang.

Untungnya datang bulan puasa. Aktivitas sosial pun meningkat. Minimal bersama tetangga kita berbondong-bondong ke masjid melaksanakan ibadah sholat tawarih. Tanpa diniatkan sebelumnya, bisa jadi kamu baru tahu kan kalau ada tetangga sebaya yang nyatanya begitu menarik hati.

Curi-curi pandang di temaram lampu perumahan jadi latar yang menarik. Kemana saja kamu selama ini? Ternyata mereka yang menarik tak perlu dicari jauh-jauh bukan?

Baru Tahu Kan Makan Pakai Tempe Bareng Keluarga, Lebih Nikmat Dibanding Makan Ayam Sendirian

Selama sebelas bulan kamu mungkin biasa makan siang enak di kantor. Atau buat yang sudah tinggal sendiri, sangat nyaman menikmati menu-menu dari cafe pilihan yang biasa kamu santap. Makan malam bersama kawan atau klien jadi agenda rutin yang tak terlewat.

Tapi masuk bulan puasa kamu banyak menghabiskan waktu di rumah. Sarapan yang biasa dilakukan di tempat aktivitas, jadi berpindah di waktu sahur di rumah. Makan malam bisa bersama keluarga, karena jam kantor yang pulang lebih awal dan melaksanakan berbuka di rumah. Ketika itu kamu baru tahu kan kalau makan bersama keluarga meski dengan menu seadanya masih jauh lebih nikmat dibanding ketika kamu di luar sana.

Baru Tahu Kan Mantanmu Sekarang Jadi Super Menarik, Setelah Ketemu Di Acara Bukber

Bulan Ramdan berarti pula jadwal bukber alias buka puasa bersama. Aktivitas membatalkan puasa ini seringnya jadi ajang reuni kecil buat teman-teman lama. Banyak pula yang sebelumnya jarang bertemu, jadi bisa kembali temu kangen.

Dan beruntung atau sialnya, kamu baru tahu kan mantan kamu ternyata sekarang tampil menarik luar biasa. Ini memang jadi sindroma para mantan. Mereka terlihat begitu menarik ketika sudah tak lagi bersamamu. Memori lama bisa kembali muncul menghiasi isi kepalamu. Apa harus kembali mencoba merajut hubungan yang sudah terputus sekian lama? Pilihannya jelas ada di kamu.

Baru Tahu Kan Ternyata Kamu Butuh Internet Yang Cepat Ketika Berpuasa

Okay, selama ini kamu menerima begitu saja koneksi internetmu sebagai bagian dari keseharian. Tak ada yang perlu diperhatikan secara berlebih. Tapi kondisi berbeda kamu temui di kala bulan puasa.

Sebagian aktivitas mungkin saja berkurang, sehingga kamu punya lebih banyak waktu berselancar di dunia maya. Atau malah pekerjaanmu jadi lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dan membuatmu lebih intens menggunakan internet.

Masalah memuncak ketika kamu menyadari koneksi internet kamu ternyata kurang oke. Kesal, maarah, sebal? Eits, ingat ini puasa. Tak cuma menahan lapar dan haus, kamu juga harus pandai mengelola perasaanmu.

Agar tak larut berkepanjangan, mungkin ini saat yang tepat buatmu berlaih ke internet 4G LTE yang lebih cepat. Coba deh kamu lirik tawaran menarik promo ramadan dari Smartfren 4G yang super cepat itu.

Tapi pilihan handphonenya tidak banyak? kamu tak perlu khawatir karena saat ini kartu perdana Smartfren 4g bisa digunakan di beragam jenis handphone. Selain Smartphone Andromax Smartfren juga bisa digunakan di Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo & Motorolla. Untuk daftar lengkapnya, kamu bisa lihat di sini.

Handphone bagus tapi tak punya quota buat apa? Smartfren punya tawaran menarik buat pengguna perdananya. Tak tanggung-tanggung kamu bisa mendapatkan gratis internet setahun sampai sebesar 58GB. Ini masih di luar fasilitas ciamik lain macam gratis chat menggunakan aplikasi Whatsapp, Line dan BBM 500MB. Plus kamu yang iseng ngabuburit bisa mengahabiskan waktu menelfon atau Videocall sesama jaringan Smartfren 4G dengan gratis.

kamu siap menjajal Smartfren 4G di ramdhan sekarang? Nah tahun ini, Smartfren 4G bahkan mengajakmu menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh kebaikan. Salah satunya, kamu mencari tahu tentang hal-hal berbeda di sekitarmu untuk menambah wawasan dan mengurangi buruk sangka. mewujudkan Ramadhan baru dengan mencari tahu hal-hal baru dari orang-orang dan hal-hal lain di sekitarmu melalui aktivitas #BaruTahuKan di sini.

Semakin banyak momen #BaruTahuKan yang kamu dapat, semakin besar kesempatanmu memenangkan hadiah total jutaan rupiah! Salah satu hadiah kerennya itu iPhone 7. Jadi kamu baru tahu kan?

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebagian Hal Unik Yang Mungkin Baru Kamu Sadari Setelah Masuk Bulan Puasa

Ini memang bukan bulan biasa. Karena kamu harus menahan hawa nafsu dan juga makan minum di waktu siang. Tapi diluar hal itu, sejatinya ada hal-hal menarik yang hanya bisa kamu temui di kala bulan puasa. Bisa jadi di bulan lainnya kamu merindukan saat-saat tersebut.

Baru Tahu Kan Ada Petuah-Petuah Bijak Karena Tiba-Tiba Banyak Yang Share Di Timeline

Puasa kali ini seolah jadi angin segar buat kamu yang sudah penat dengan konten di timeline sosial mediamu. Sebelumnya banyak informasi yang bikin panas hati, kawan yang berdebat tiada henti sampai urusan-urusan sosial pilitik yang nampak tak kunjung selesai.

Tapi semua mereda ketika memasuki bulan ramadan. Timeline menjadi lebih sejuk, karena tiba-tiba banyak kawan-kawan yang membagi kata-kata bijak. Banyak kalimat-kalimat bijaksana penuh motivasi dan introspeksi yang bahkan kamu baru tahu kan.

Makin seru karena tak semua kata-kata bijak itu disajikan dengan nuansa serius. Karena banyak juga yang digelar dengan nuansa canda tawa. Tak sedikit meme-meme unik berlalu lalang membuat kita tertawa kecil. Ya, meski dadakan sebagian kawan kita berubah jadi motivator handal.

Baru Tahu Kan Ada Tetangga Menarik Hati, Karena Bertemu Ketika Menuju Masjid

Akuilah kamu mungkin tak sedekat itu dengan tetangga. Bahkan mungkin siapa yang menghuni sebelah rumah juga kamu tak paham. Baik kiri maupun kanan sama gelapnya entah siapa namanya. Lihat wajah pun jarang.

Untungnya datang bulan puasa. Aktivitas sosial pun meningkat. Minimal bersama tetangga kita berbondong-bondong ke masjid melaksanakan ibadah sholat tawarih. Tanpa diniatkan sebelumnya, bisa jadi kamu baru tahu kan kalau ada tetangga sebaya yang nyatanya begitu menarik hati.

Curi-curi pandang di temaram lampu perumahan jadi latar yang menarik. Kemana saja kamu selama ini? Ternyata mereka yang menarik tak perlu dicari jauh-jauh bukan?

Baru Tahu Kan Makan Pakai Tempe Bareng Keluarga, Lebih Nikmat Dibanding Makan Ayam Sendirian

Selama sebelas bulan kamu mungkin biasa makan siang enak di kantor. Atau buat yang sudah tinggal sendiri, sangat nyaman menikmati menu-menu dari cafe pilihan yang biasa kamu santap. Makan malam bersama kawan atau klien jadi agenda rutin yang tak terlewat.

Tapi masuk bulan puasa kamu banyak menghabiskan waktu di rumah. Sarapan yang biasa dilakukan di tempat aktivitas, jadi berpindah di waktu sahur di rumah. Makan malam bisa bersama keluarga, karena jam kantor yang pulang lebih awal dan melaksanakan berbuka di rumah. Ketika itu kamu baru tahu kan kalau makan bersama keluarga meski dengan menu seadanya masih jauh lebih nikmat dibanding ketika kamu di luar sana.

Baru Tahu Kan Mantanmu Sekarang Jadi Super Menarik, Setelah Ketemu Di Acara Bukber

Bulan Ramdan berarti pula jadwal bukber alias buka puasa bersama. Aktivitas membatalkan puasa ini seringnya jadi ajang reuni kecil buat teman-teman lama. Banyak pula yang sebelumnya jarang bertemu, jadi bisa kembali temu kangen.

Dan beruntung atau sialnya, kamu baru tahu kan mantan kamu ternyata sekarang tampil menarik luar biasa. Ini memang jadi sindroma para mantan. Mereka terlihat begitu menarik ketika sudah tak lagi bersamamu. Memori lama bisa kembali muncul menghiasi isi kepalamu. Apa harus kembali mencoba merajut hubungan yang sudah terputus sekian lama? Pilihannya jelas ada di kamu.

Baru Tahu Kan Ternyata Kamu Butuh Internet Yang Cepat Ketika Berpuasa

Okay, selama ini kamu menerima begitu saja koneksi internetmu sebagai bagian dari keseharian. Tak ada yang perlu diperhatikan secara berlebih. Tapi kondisi berbeda kamu temui di kala bulan puasa.

Sebagian aktivitas mungkin saja berkurang, sehingga kamu punya lebih banyak waktu berselancar di dunia maya. Atau malah pekerjaanmu jadi lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dan membuatmu lebih intens menggunakan internet.

Masalah memuncak ketika kamu menyadari koneksi internet kamu ternyata kurang oke. Kesal, maarah, sebal? Eits, ingat ini puasa. Tak cuma menahan lapar dan haus, kamu juga harus pandai mengelola perasaanmu.

Agar tak larut berkepanjangan, mungkin ini saat yang tepat buatmu berlaih ke internet 4G LTE yang lebih cepat. Coba deh kamu lirik tawaran menarik promo ramadan dari Smartfren 4G yang super cepat itu.

Tapi pilihan handphonenya tidak banyak? kamu tak perlu khawatir karena saat ini kartu perdana Smartfren 4g bisa digunakan di beragam jenis handphone. Selain Smartphone Andromax Smartfren juga bisa digunakan di Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo & Motorolla. Untuk daftar lengkapnya, kamu bisa lihat di sini.

Handphone bagus tapi tak punya quota buat apa? Smartfren punya tawaran menarik buat pengguna perdananya. Tak tanggung-tanggung kamu bisa mendapatkan gratis internet setahun sampai sebesar 58GB. Ini masih di luar fasilitas ciamik lain macam gratis chat menggunakan aplikasi Whatsapp, Line dan BBM 500MB. Plus kamu yang iseng ngabuburit bisa mengahabiskan waktu menelfon atau Videocall sesama jaringan Smartfren 4G dengan gratis.

kamu siap menjajal Smartfren 4G di ramdhan sekarang? Nah tahun ini, Smartfren 4G bahkan mengajakmu menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh kebaikan. Salah satunya, kamu mencari tahu tentang hal-hal berbeda di sekitarmu untuk menambah wawasan dan mengurangi buruk sangka. mewujudkan Ramadhan baru dengan mencari tahu hal-hal baru dari orang-orang dan hal-hal lain di sekitarmu melalui aktivitas #BaruTahuKan di sini.

Semakin banyak momen #BaruTahuKan yang kamu dapat, semakin besar kesempatanmu memenangkan hadiah total jutaan rupiah! Salah satu hadiah kerennya itu iPhone 7. Jadi kamu baru tahu kan?

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Hei Laki-Laki, Akuilah Kamu Juga Ingin Tampil Menarik Di Foto, Ini Caranya!

Kalau ditanya secara langsung, tak banyak laki-laki yang mau mengakui kalau mereka ingin terlihat menarik di foto. Alasannya sederhana, laki-laki tak seharusnya begitu perduli sama hal-hal macam itu. Pria seharusnya lebih cuek soal penampilannya.

Tapi bro, cobalah jujur, ketika melihat foto bersama kawan-kawan siapa yang pertama kamu lihat? Yup, pasti foto sendiri bukan? Karena itu sudahlah, terima kenyataan bahwa kita juga ingin tampil menarik di foto. Apalagi kini foto bisa muncul di lini masa atau di dalam group chat. Siapa tahu si dia yang menjadi incaran juga memperhatikan foto tersebut. Belum lagi kamu harus taruh foto profil di setiap sosial media bukan?

Karena itu jangan patah arang dulu kalau kamu belum bisa mendapatkan hasil potret yang fotogenik. kamu juga bisa kok menciptakan hasil foto yang fotogenik. Mitos bahwa fotogenik hanya bisa dihasilkan dari bakat sejak lahir tak sepenuhnya benar.

Lakukan eksperimen untuk mendapatkan angle foto terbaik demi hasil yang maksimal!

Okay laki-laki memang tak bisa seekspresif perempuan ketika berfoto. Tapi bukan berarti kita menggunakan pose foto yang itu-itu saja. Jika saat ini belum terlihat menarik, bobalah melakukan foto dengan angle yang berbeda. Amati hasilnya! Setiap angle foto yang berbeda akan menghasilkan foto yang berbeda pula.

Teruslah melakukan eskperimen hingga kamu memperoleh angle foto terbaik. Nah, sebaliknya jika sudah menemukan angle terbaik, coba diingat-ingat dan gunakan pose itu jika diminta foto.

Coba Ingat Momen Lucu, Supaya Senyum Terlihat Lebih Natural

Tersenyumlah saat berfoto. Tunjukkan wajah cerahmu. Begitu tipsnya. Tapi masalahnya tak mudah mendapatkan senyum yang natural. Hanya bermodalkan kata “cheeseee” kalau mau difoto cuma akan membuatmu terlihat sangat kaku.

Supaya lebih terlihat natural, selalu simpan momen-momen yang membuatmu tersenyum entah itu kejadian nyata, adegan film atau lainnya. Ketika ingin difoto, segera putar momen tersebut di dalam kepala, tujuannya adalah untuk mendapatkan senyum yang lebih natural.

Atau cara mudah lainnya adalah dengan sedikit memicingkan mata dan kemudian mengatakan “jaheee” di dalam hati. Iya, kata jahe terbukti lebih menciptakan senyum natural dibandingkan dengan menyebut cheesee.

Jangan Menghadap Kamera Tegak Lurus

Ini mungkin salah satu kesalahan yang sering kita lakukan. Jangan pernah menghadap kamera tegak lurus arah depan. Kenapa? Karena hanya sedikit manusia di dunia ini yang wajahnya benar-benar sempurna seimbang antara kanan dan kiri. Sementara makin seimbang muka seseorang maka semakin bagus pula terlihatnya.

Karena itu kecuali kamu macam model atau pemain-pemain film yang punya wajah benar-benar sempurna seimbang kiri dan kanan, lebih baik mengakalinya dengan berfoto miring. Sehingga ketidak seimbangan tadi tak akan jelas terlihat.

Angkat Dagu, Supaya Jangan Terlihat Punya Lemak Berlebih

Mimpi buruk pria kalau difoto adalah ketika lemak di bawah dagunya terlihat. Yup, dari beberapa hasil survey, perempuan masih bisa bertoleransi terhadap lemak di perut dan tempat lainnya. Tapi tidak ketika dagumu terlihat double.

Untuk itu jangan mengambil gambar dengan pose menunduk dan menjepit dagu. Sebab pose macam ini yang paling mungkin membuat dagu terlihat lebih double.

1,2,3…Yaah Merem!!

Seberapa sering mengalami ini? Sudah sedemikian berusaha tampil oke, pas kamera dijepret malah matamu justru terpejam. Hasilnya tak mungkin baik.

Kalau sedang foto sendiri mungkin tak masalah. Namun kalau dalam momen bersama-sama tentunya tidak akan bisa diulang. Karena itu kita harus selalu siap agar tak difoto saat mata terpejam.

Caranya adalah dengan terlebih dahulu memejamkan mata. Jika foto diambil dengan cara menghitung, maka pejamkan mata di hitungan pertama dan kedua, kemudian buka mata (dengan sedikit memicing) ketika menuju hitungan ketiga. Niscaya problem mata terpejam tak akan terjadi lagi.

Kalau Masih Merasa Kurang Oke, Coba Foto Dengan Orang Lain

Ini salah satu trik yang paling mudah. Untuk tampil lebih menarik adalah dengan foto bersama-sama. Karena ada teori yang disebut dengan Cheerleader Effect. Dimana Orang akan terlihat lebih menarik jika muncul satu frame bersama orang lain.

Coba simak penelitian Drew Walker dan Edward Vul dari University of California, San Diego tentang hal ini. Mereka melakukan penelitian sejumlah foto orang. Beberapa disajikan sendiri (selfie) dan sebagian disajikan bersama-sama (group selfie).

Hasilnya? Responden menilai subjek penelitian lebih menarik jika berfoto sama-sama dibandingkan sendiri. Kenapa bisa begitu? Menurut Drew Walker, sistem otak manusia akan membuat indra pengelihatannya menilai penampilan seseorang secara rata-rata jika melihat foto bersama-sama. Nah, menariknya lagi secara sosial manusia lebih mudah menerima sesuatu yang rata-rata dibandingkan sesuatu yang terlihat “sangat jelek” atau “sangat menarik”.

Nah untuk mendukung kemudahan foto bersama-sama tersebut, kamu bisa mencicipi Oppo F3. Menghadirkan pengalaman selfie terbaru bagi penggunanya, untuk pertama kalinya, OPPO F3 menggunakan dua kamera depan, One for Selfie, One for Group Selfie. Kamera pertama 16 MP Beautify Selfie Camera, untuk portrait selfie yang jernih dan Double View Group Selfie Camera untuk Group Selfie dengan banyak orang sekaligus dan tentu saja menangkap pemandangan yang lebih luas.

OPPO merancang khusus Double View Group Selfie Camera, yang mampu memotret dua kali lipat lebih luas. Group Selfie menjadi lebih mudah tanpa bantuan selfie stick. Untuk pertama kalinya kamera depan ini menggunakan 6 lapisan lensa, membuat pengaturan cahaya lebih tepat, sehingga tidak terjadi distorsi atau penyimpangan pada gambar, misalnya wajah yang menjadi cembung.

Saat mendeteksi tiga orang atau lebih, maka akan muncul notifikasi yang menyarankan pengguna beralih ke kamera Group Selfie. Meski Double View Dual Selfie Camera ini bekerja secara terpisah, tetapi memberikan experience yang mudah dalam satu interface.

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kharisma Habibie dan Bossman yang Jenaka

Memulai akting pada tahun 2005 di sebuah sinetron, Reza Rahadian mendalami dunia seni peran, mengasah kemampuannya terus menerus tanpa henti dari satu karakter ke karakter lainnya.

Pria dengan aksen macho ini sukses memerankan akting karakter Presiden Ketiga RI BJ Habibe dalam film Habibie & Ainun (2012). Reza berhasil memerankan dan membawa ciri khas dari karakter yang diperankannya tersebut. Mulai dari cara bicara hingga seluruh bahasa tubuhnya semua berhasil diperankan dengan epic.

Pengakuan atas keberhasilan perannya sebagai Habibie ini pun, dikukuhkan oleh ajang Festival Film Indonesia 2013 sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dan ajang Indonesian Movie Awards 2013 sebagai Pemeran Utama Pria Terfavorit..

Sukses lanjutannya Reza saat dia memerankan karakter bos dalam film My Stupid Boss (2016). Reza pun mampu memainkan akting bernuansa komedi. Tentunya karakter ini berbanding terbalik dengan karakternya sebagai BJ Habibie yang terkesan serius.

Keberhasilannya memerankan karakter ini dibuktikan melalui penghargaan yang didapatnya dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik dan Pemeran Utama Pria Terfavorit di ajang Indonesian Movie Actors Awards 2017.

Bagaimana Reza sanggup mendalami kedua karakter yang berbeda, sebagai Habibie maupun Bossman ini? Kunci kesuksesan Reza adalah kesempatan + persiapan = kesuksesan.

Bahkan sebelum memulai syuting memerankan karakter BJ Habibie, Reza menghabiskan banyak waktu dengan bertemu dengan Habibie. Mempelajari gaya komunikasi, bahasa tubuh hingga mendengar pengalaman dan cintanya yang besar terhadap sang istri, Ainun.

Seperti halnya teori seorang peneliti yang menyatakan, menghabiskan waktu selama 10.000 jam untuk berlatih, maka akan menjadikan kita ahli di dalam bidang tersebut.

Jadi, kita tidak boleh lagi mengganggap remeh waktu keseharian yang bisa dipakai untuk terus mempersiapkan diri. Hal yang sederhana, misalnya saat memiliki waktu senggang dan bisa berkumpul dengan kerabat, dapat menjadi waktu yang tak ternilai harganya.

“Kita dapat mengikuti acara reuni atau buka bersama di bulan Ramadhan. Selain menjaga tali silaturahmi, tentu saja kita bisa saling berbagi banyak pelajaran dan pengalaman berharga untuk jadi bekal di kemudian hari,” kata Reza sambil menggenggam Oppo F3 Special Edition Reza Rahadian yang menjadi andalannya untuk mengabadikan momentum-momentum spesial yang disebutkan tadi.

Seperti perkataan orang kebanyakan, mungkin kita bisa berkali-kali bertemu, namun rasa tentu saja sudah berbeda. Sama seperti momen reuni maupun buka puasa bersama, meski setiap tahun kita bisa mengadakannya dan bertemu dengan orang yang sama sekalipun, namun masa-masa tersebut pasti memberikan momen yang berbeda-beda.

“Maka, sangat perlu untuk menangkap setiap momen spesial tersebut sesegera mungkin. Bergroup selfie ria bisa jadi cara menangkap momen yang terbaik. Pose-pose spontan yang tertangkap, jadi bisa dikenang selamanya. Bahkan saat melihat kembali foto tersebut, mungkin saja kita bisa tersenyum-senyum sendiri mengingat masa-masa itu,” kata Reza.

Jangan lupa juga untuk memberikan kesan yang spesial dan langsung untuk setiap kerabat. Berbicara langsung satu per satu dengan mereka, mengambil group selfie, berbagi pengalaman, dan bernostalgia bisa dilakukan. “Agar momen ini tidak hanya menjadi spesial bagimu saja, tetapi juga bagi mereka,” ujar Reza.

Memberikan special gift untuk orang yang kamu sayang tentu akan memberikan kesan yang semakin mendalam. Misalnya saja memberikan hadiah berupa Reza Rahadian Phone Limited Edition Oppo F3 dengan gift box spesial, bisa jadi pilihan tepat.

Kenapa disebut istimewa karena Oppo hanya merilis 600 unit eza Rahadian Phone Limited Edition di bulan Ramadan ini. Bicara spesifikasi, Oppo F3 dibekali prosesor octa core yang dipadu RAM sebesar 4 GB. Memori internalnya terbilang luas dengan kapasitas 64 GB. Sementara layarnya memiliki bentang 5,5 inch dengan resolusi yang sudah full HD (1.920 x 1.080 pixel).

Apalagi dengan Dual Selfie Camera-nya kamu bisa ber-group selfie. Kamera Oppo F3 berkemampuan 13 MP di bagian belakang. Sedangkan di depan tertanam kamera ganda 16 MP dan 8 MP. Sebagai pasokan daya, baterai 3200 mAh siap menopang aktivitas pengguna. Jadi Tak salah bila Oppo F3 Special Edition Reza Rahadian menjadi gadget andalan yang menemani setiap momentum istimewa kita.

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Gobagi berusaha menyajikan informasi yang layak untuk diperbincangkan. Tak perlu khawatir dengan berita hoax, bohong dan lainnya, karena info menarik yang ditemui dalam situs ini sebelumnya sudah melalui proses kurasi. Dengan begitu situs ini ingin menghindari kesalahan informasi yang tak perlu.

Facebook

To Top