Feature

Aku Sayang Kamu, Tapi Ikut MLM Telah Mengubahmu!

photo kamera

Betapa senangnya ketika kawan itu menghubungi kembali. Sudah lama kami tak jumpa, hitungannya sudah berbulan-bulan atau bahkan tahun. Aku bahagia dia belum lupa kepadaku.

Dengan riang gembira aku menyambut ajakanmu untuk bertemu. Terbayang di kepalaku betapa serunya kita mengenang masa-masa indah yang telah lalu. Namun Apa yang terjadi justru di luar dugaanku.

Katanya Kangen, Mau Reuni, Setelah Bertemu Kamu Malah Presentasi

edit tulisan dengan kawan

Imajinasi sudah bergerak liar, ingin berbagi cerita kisah lalu dan kabar terkini. Ingin aku bercerita apa yang sudah aku alami selama ini. Betapa aku merindukanmu. Tapi nyatanya kamu malah sudah siap dengan notebook dan sejumlah berkas. Kamu presentasi apa yang sekarang sedang kamu kerjakan. Tidakah kamu ingin tahu kabarku dulu?

Kamu Lebih Percaya Leader Yang Baru Kamu Kenal Dua Bulan Lalu, Dibanding Aku Sahabatmu Dari SMA

menunjuk

Ternyata kamu membawa skema MLM alias multi level marketing alias penjualan berjenjang. Tidak ada yang salah dengan metode itu. Tapi ini hal yang baru buatku, wajar bukan kalau aku meragukannya? Apalagi banyak hal yang tampaknya perlu aku waspadai.

Namun kamu justru lebih ngotot. Bercerita tentang keberhasilan leadermu, uplinemu yang berhasil di bisnis ini. Kamu bahkan baru mengenal mereka beberapa bulan belakangan ini. Bagaimana dengan aku? Sahabat yang pernah berbagi segala hal selama bertahun-tahun. Tidakkah kamu mau mendengar pendapatku?

Fokusmu Cuma Rekrut, Tutup Poin, Dan Dapat Untung

isi form

Kamu cuma mendengarkan ceritaku sambil lalu. Kisah kita seperti ingin kamu percepat tanpa perlu diungkit kembali. Kamu begitu fokus untuk merekrut, mengajakku bergabung. Ceritamu berputar-putar soal tutup poin, ambil downline dan bisa dapat untung berapa. Mana persahabatan kita yang penuh kelucuan dulu?

Ketika Aku Ragu Untuk Bergabung, Kamu Menuduhku Tak Mau Maju

takut

Terus terang aku masih ragu. Aku bilang akan memikirkannya beberapa waktu lagi. Kamu justru mendesakku. Kamu menuduhku sebagai individu yang tak mau maju. Kesempatan harus dijemput, begitu katamu. Dengan mentalku yang sekarang, aku tidak akan jadi orang kaya. Begitu katamu.

Kamu Bilang Mau Traktir Aku Makan Malam Mewah, Setelah Datang Ke Hotel Malah Disuruh Ikut Presentasi

reward

Seminggu kemudian, kamu mengajak untuk bertemu kembali. Kali ini di sebuah restoran hotel mewah. Aku tersanjung, kamu bilang ingin menghabiskan waktu berbincang di tempat istimewa kalangan menengah atas ini. Terbayang kita makan dan berbincang secara privat.

Tak dinyana, sesampainya disana penuh dengan orang. Jumlahnya lebih seratus. Aku duduk semeja dengan orang-orang yang juga sama bingungnya. Kamu bahkan menghilang, sibuk dengan kawan-kawan barumu. Acara dimulai dan aku lagi-lagi harus mendengarkan presentasi

Katanya Keuntunganmu Bisa Membeli Kapal Pesiar, Rumah Mewah, Mobil BMW, Tapi Kamu Pulang Naik Motor Bebek

motor

Luar biasa presentasi itu. Kawan-kawanmu sungguh orang-orang yang berhasil. Ada yang punya mobil baru, rumah mewah, bahkan kapal pesiar hingga pesawat jet. Itu semua dari hasil bisnis MLM kamu. Aku terpana.

Tapi pemandangan berbeda kutemui seusai acara. Sebagian besar pulang mengendarai motor bebek. Tak ada kendaraan mentereng. Kamu? Memilih pesan ojek online!

Aku Rindu Celoteh Nakal Sosial Mediamu, Sekarang Cuma Ada MLM Dan Produknya Di Timelinemu

gadget

Aku putuskan untuk tidak ikut menjadi member MLM itu. Kamu tak lagi mengajak bertemu. Seperti kemarin aku Cuma bisa menikmati unggahan di sosial mediamu. Tapi semua berubah, dulu kamu suka berceloteh nakal yang membuatku tersenyum membacanya. Sekarang isinya Cuma MLM dan produkmu. Wahai sahabatku, aku sayang padamu, tapi ikut MLM itu telah mengubahmu.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pergi ke Bandung, Bisa Lewat Banyak Cara. Kamu Pilih yang Mana?

Untukmu yang tinggal di kawasan Jabodetabek, mungkin agak suntuk kalau menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan hanya di sekitaran tempat tinggalmu. Ingin rasanya pergi sejenak ke luar kota demi menghilangkan kepenatan setelah lima hari dalam seminggu suntuk bekerja di Ibukota. Kota terdekat yang biasanya jadi tujuan warga Jabodetabek untuk berlibur ya salah satunya Bandung.

Berjarak sekitar 150 km dari Jakarta, Bandung menawarkan suasana yang kontras nan asri dibanding Jakarta. Meski tak dipungkiri, kemacetan kini juga mendera kota tersebut—terutama saat hari libur, tapi tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bandung. Akhir pekan biasanya dipilih, terutama bila ada tanggal merah di hari Jumat, Bandung akan tumpah ruah oleh wisatawan asal Jabodetabek. Menariknya, kini kita tak lagi dipersulit untuk akses ke Bandung. Kamu sendiri, bagaimana? Kalau diminta memilih, kamu akan ke Bandung naik apa?

Naik KRL Disambung Kereta Ekonomi. Meski Memakan Waktu, Setidaknya Tak Memakan Banyak Biaya Perjalanan

Tahukah kamu kalau ongkos ke Bandung bisa bermodalkan kurang dari Rp 30 ribu? Untukmu yang terbiasa naik KRL, barangkali perlu mencoba. Karena ternyata pergi ke Bandung bisa dengan sambung-menyambung KRL sehingga tak memakan ongkos yang cukup banyak. Caranya, dari stasiun asalmu, kamu naik KRL hingga Stasiun Manggarai.

Dari stasiun Manggarai yang adalah stasiun transit, sambung lagi dengan menaiki KRL dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang. Selanjutnya, dari Stasiun Cikarang kamu beralih ke kereta ekonomi Walahar jurusan Purwakarta dengan harga tiket Rp 6 ribu. Baru dari Purwakarta, kamu kembali naik kereta ekonomi Cibatuan menuju Bandung hanya dengan tarif Rp 8 ribu. Coba hitung, ongkos perjalananmu dari Jakarta menuju Bandung tak sampai Rp 30ribu. Hemat bukan?

Beli Tiket Bus Travel Agar Tak Lelah dan Bisa Tidur Sepanjang Perjalanan

Kalau tak ingin lelah selama perjalanan ke Bandung, kamu bisa memilih untuk naik bus travel. Apalagi varian bus travel kian beragam dan semakin menawarkan kenyamanan sepanjang perjalanan. Alih-alih lelah, kamu justru bisa tertidur lelap selama perjalanan.

Keberadaan jalan tol Cipularang pun mempercepat perjalananmu dari Jakarta ke Bandung. Di luar adanya situasi waktu tempuh hingga ke pintu tol daerah Bandung bisa dipersingkat hanya 3 jam saja. Nantinya sampai tujuan, kamu cukup check in di penginapan dan melanjutkan agenda jalan-jalanmu. Efisien dan menyenangkan, bukan?

Naik Kereta Argo Parahyangan Demi Efisiensi Waktu

Kereta Argo Parahyangan sudah jadi primadona bila ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung. Harga tiket dibawah Rp 100 ribu terbilang cukup terjangkau lantaran fasilitasnya juga mumpuni selama penumpang berada di dalam gerbong kereta. Belilah tiket dari jauh-jauh hari. Karena walaupun hanya bepergian ke Bandung, tiket kereta yang satu ini cukup banyak peminatnya.

Kereta ini memulai rutenya dari Stasiun Gambir dan berakhir di stasiun tujuan, Stasiun Bandung. Hal menarik lainnya kalau kamu memilih naik kereta Argo Parahyangan yaitu pemandangan selama di perjalanan. Rute kereta yang satu ini akan melewati jalur yang cukup ekstrem namun tetap aman. Sebagian dari penumpang mengaku penasaran dan memilih naik kereta ini lantaran ingin menikmati sensasinya berkereta lewat jalur yang ekstrem.

Kalau Pergi Sekeluarga Mungkin Memang Lebih Baik Menyewa Mobil Pribadi

Sementara untukmu yang mungkin memang berencana pergi ke Bandung bersama keluarga besar, memang lebih baik berkendara dengan mobil pribadi. Meski tak senyaman naik travel, yang terpenting kamu tiba di tujuan dengan selamat, bukan? Lagi pula, selama perjalanan, kamu dan anggota keluargamu bisa menghabiskan waktu dengan bercengkrama. Kalau sepanjang hari kerja kamu sukar sekali menemukan momen semacam ini, maka biarlah perjalanan ke Bandung jadi kenangan yang menarik untuk keluargamu.

Tapi Kalau Pergi Bareng Teman Sepermainan, Sangat Disarankan untuk Touring Demi Menambah Pengalaman

Touring ke Bandung? Pasti seru! Apalagi kalau hal ini sudah masuk agendamu bersama kawan-kawan sejak jauh-jauh hari. Kapan lagi kamu bisa berkendara sembari membuat momen agar diingat sampai hari tua? Soal persiapan, H-sebulan sebisa mungkin kamu berdiskusi dengan teman-temanmu agar rencana touring bisa dieksekusi. Terpenting, keselamatan dan keamanan saat berkendara yang pasti harus jadi dua hal utama. Meski mungkin kamu terbiasa touring dengan jarak melebihi Jakarta-Bandung, ingatlah mungkin touring kali ini akan memberikan pengalaman berbeda. Tetap buatlah perjalanan kali ini jadi mengesankan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang besar. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah. Dijamin perjalan touring ke Bandung akan jadi momen tak terlupakan.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Harus Kamu Lakukan Sebelum Hari H Pernikahan

Penikahan memang membutuhkan persiapan yang matang. Kamu harus jeli dalam menyiapkan hal besar sampai hal kecil sekalipun. Jangan sampai ada yang terlewat di hari pernikahanmu. Ini adalah beberapa hal yang harus kamu cek ulang sebelum hari H pernikahan.

1. Fitting Baju Pengantin

Meskipun kamu sudah mempercayakan masalah baju pengantinmu kepada penjahit yang handal, tetap usahakan untuk melakukan fitting baju penganting sebelum hari H pernikahan datang.

2. Meeting dengan Para Vendor

Hubungi lagi para vendor yang mengurus persiapan pernikahanmu. Pastikan semua persiapan sudah beres. Sehingga kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun saat hari H nanti.

3. Pastikan Bridesmaid Sudah Siap dengan Kostum Mereka

Coba kamu hubungi para bridesmaid untuk pernikahanmu nanti, pastikan kostum yang akan mereka kenakan saat hari pernikahanmu sudah benar-benar siap atau setidaknya mendekati kata siap.

4. Makan Malam Bersama Keluarga Besar Sebelum Nantinya Berkeluarga Sendiri

Kamu bisa merayakan pelepasan masa lajangmu dengan menggelar acara makan malam bersama keluarga besar sebelum nantinya kamu benar-benar membangun rumah tanggamu sendiri.

5. Makan Bersama Calon Pasangan Sebelum Statusmu Berubah Menjadi Suami Istri yang Sah

Kamu bisa melakukan dinner bersama pacarmu sebelum status yang kamu dan pasangan miliki beralih menjadi pasangan suami istri yang sah di mata agama dan negara.

6. Melakuakn Perawatan

Kamu bisa melakukan treatment agar tampilanmu lebih fresh dan terlihat cantik saat hari pernikahanmu nanti. Tentu kamu tak ingin di hari spesialmu, kamu terlihat kucel dan tak terurus bukan?

7. Siapkan Hadiah Kecil untuk Orang-orang yang Membantu Persiapan Pernikahanmu

Jangan lupakan untuk menyiapkan hadiah kecil sebagai tanda terimakasih. Pernikahanmu tentu tak akan berjalan lancar tanpa bantuan dari orang-orang terdekatmu.

8. Konfirmasi Semua Persiapan Bulan Madu

Meskipun kamu tengah sibuk mempersiapkan hari pernikahanmu nanti, jangan sampai kamu melupakan hal yang harus kamu siapkan untuk bulan madumu. Segeralah mengonfirmasi semua persiapan untuk bulan madu agar momen yang satu ini tak terlewatkan olehmu.

9. Selesaikan Pekerjaan Sebelum Masa Cutimu

Jangan sampai kamu kepikiran tentang pekerjaanmu saat sudah mendekati hari H pernikahamu. Usahakan untuk menyelesaikan pekerjaanmu terlebih dulu sebelum masa cutimu datang.

10. Ambil Cuti Sebelum Hari H Sebagai Hari Tenang Untukmu

Jangan mengambil cuti hanya saat hari H saja. Sebaiknya kamu mengambil cuti beberapa hari sebelum hari H agar kamu memiliki hari tenang untuk menyiapkan mentalmu di hari pernikahanmu nanti.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ibu Pasti Tahu, Jika Senyumanmu Adalah Duniaku

Teruntuk malaikat nyata yang ada dihidupku yang kupanggil dengan sebutan ibu, terimakasih atas segala jasa-jasamu. Berkatmu, aku mulai bisa berlari kencang sampai di masa ini. Berkatmu aku mampu menapak pasti dengan apa yang kuyakini. Terimakasih atas semua, termasuk atas didikan dan kasih sayangmu yang selalu dengan sepenuh hati.

Anak kecilmu ini sekarang sudah beranjak dewasa. Aku pun sudah berpikir untuk menata masa depan yang indah. Bukan hanya untukku tapi juga untuk rasa banggamu. Mimpimu jadi mimpiku juga. Sebagai anak, aku pun ingin menjadi seperti apa yang ibu inginkan. Namun memang ada beberapa hal yang sampai kini belum bisa kupersembahkan untukmu.

Perihal permintaanmu yang belum sanggup kupenuhi, aku mintakan maaf padamu. Bukan aku tak mau, tapi memang aku belum mampu. Aku belum siap untuk berjalan ke arah yang ibu mau. Aku belum mampu untuk menjadi sosok sepertimu.

Aku sadar sebenarnya keinginanmu sangatlah sederhana, yaitu cucu lucu yang lahir dari rahim anakmu. Tapi ibu tahu, bagaimana keadaanku saat ini. Aku tahu mungkin selama ini aku terlalu sibuk memikirkan karirku, sehingga aku lupa bahwa ibu juga ingin secepatnya menimang seorang cucu.

Teruslah mendoakan anakmu ini, Bu. Semoga anakmu ini cepat menemukan jodoh yang terbaik dan bisa secepatnya memberi ibu cucu yang lucu. Bukankah sesungguhnya doa orangtua adalah salah satu doa yang akan lebih cepat dikabulkan oleh Tuhan? Kuharap ibu tak pernah lelah menyebut namaku dalam doamu.

Bersabarlah Bu, jika sudah saatnya, aku berjanji akan menjadikanmu ibu paling bahagia di dunia ini. Kita akan mewujudkan hal itu bersama. Tetaplah sehat, kudoakan ibu diberi umur yang panjang oleh Tuhan untuk menemani hari-hariku dengan tawamu yang selalu jadi duniaku.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Pacaran Sehat Itu Seperti Apa Sih? Ini Ulasannya

Dalam menjalani sebuah hubungan percintaan, terkadang ada hal yang dilupakan. Suatu hubungan yang baik tentu memiliki tujuan yang baik pula. Kalau tujuannya nikah, ya pasti ada usaha dalam hubungan tersebut untuk menuju pernikahan yang kita mimpikan.

Nah bagi kamu yang masih dibingungkan dengan pernyataan pacaran sehat, mari coba perhatikan ulassan berikut ini.

1. Mengenal Satu Sama Lain

Hubungan yang baik tentunya didasari dengan rasa saling memahami satu sama lain. Kamu sangat mengenal pasanganmu, begitu pun dengan pasanganmu yang mengenalmu dengan baik.

2. Membebaskan Pasangan untuk Melakukan Apapun yang Dimau

Jangan memaksakan kehendakmu pada pasangan. Pacaran yang sehat adalah pacaran yang memberi kebebasan pada pasangan untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan.

3. Mengenal Dekat Keluarga Masing-masing

Namanya juga tujuannya untuk pernikahan. Pasti harus dekat dengan keluarga masing-masing dong. Biar lebih mudah dapat restunya nanti kalau sudah waktunya.

4. Mengenal Sahabat Pasangan

Hal lain yang harus dilakukan adalah megenal sahabat pasangan. Dengan mengenal sahabat dan teman-temannya, tentu kamu tak akan mudah berprasangka buruk pada pasanganmu saat ijin keluar bersama teman-temannya.

5. Memberi Ruang dan Waktu pada Pasangan untuk Fokus pada Kehidupannya Sendiri

Pacaran bukan berarti harus bersama. Ada kalanya kamu dan pasangan butuh waktu sendiri untuk fokus pada kehidupan yang ingin dijalani.

6. Menghindari Kegiatan Pamer Kemesraan di Media Sosial

Banyak yang bilang, bahwa paangan yang tidak pamer kemesraan di media sosial terbukti lebih awet dalam menjalani hubungan. Lagian kan belum tentu jadi suami, kalau ntar putus kan ya repot harus hapus satu persatu foto yang ada di media sosialmu.

7. Saling Menghargai Kebersamaan yang Tercipta

Selalu menghargai momen-momen kebersamaan sangat diperlukan sebagai pasangan. Berusahalah menjadikan momen kebersamaan yang kamu dan pasangan miliki sebagai momen yang tak terlupakan.

8. Saling Jujur pada Pasangan

Kejujuran adalah salah satu hal yang penting dalam hubungan. Jika kamu memang mencintainya dengan tulus begitu juga dia padamu, tentu kamu dan pasangan akan jujur tentang hal apapun dan tak akan ada yang ditutup-tutupi antara satu sama lain.

9. Tidak Membandingkan Pacar dengan Mantan

Mantan adalah  masa lalu dan pacar adalah calon masa depanmu. Jadi berhenti mengungkit masa lalu dengan membandingkan mantan dengan pacar.

10. Menghindari Hubungan Seks di Luar Nikah

Namanya juga pacaran sehat, pasti tahulah batasannya apa. Bersabarlah sampai hari pernikahanmu tiba. Jangan sampai kamu melakukan hubungan seks di luar nikah.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top