Feature

Aku Sayang Kamu, Tapi Ikut MLM Telah Mengubahmu!

photo kamera

Betapa senangnya ketika kawan itu menghubungi kembali. Sudah lama kami tak jumpa, hitungannya sudah berbulan-bulan atau bahkan tahun. Aku bahagia dia belum lupa kepadaku.

Dengan riang gembira aku menyambut ajakanmu untuk bertemu. Terbayang di kepalaku betapa serunya kita mengenang masa-masa indah yang telah lalu. Namun Apa yang terjadi justru di luar dugaanku.

Katanya Kangen, Mau Reuni, Setelah Bertemu Kamu Malah Presentasi

edit tulisan dengan kawan

Imajinasi sudah bergerak liar, ingin berbagi cerita kisah lalu dan kabar terkini. Ingin aku bercerita apa yang sudah aku alami selama ini. Betapa aku merindukanmu. Tapi nyatanya kamu malah sudah siap dengan notebook dan sejumlah berkas. Kamu presentasi apa yang sekarang sedang kamu kerjakan. Tidakah kamu ingin tahu kabarku dulu?

Kamu Lebih Percaya Leader Yang Baru Kamu Kenal Dua Bulan Lalu, Dibanding Aku Sahabatmu Dari SMA

menunjuk

Ternyata kamu membawa skema MLM alias multi level marketing alias penjualan berjenjang. Tidak ada yang salah dengan metode itu. Tapi ini hal yang baru buatku, wajar bukan kalau aku meragukannya? Apalagi banyak hal yang tampaknya perlu aku waspadai.

Namun kamu justru lebih ngotot. Bercerita tentang keberhasilan leadermu, uplinemu yang berhasil di bisnis ini. Kamu bahkan baru mengenal mereka beberapa bulan belakangan ini. Bagaimana dengan aku? Sahabat yang pernah berbagi segala hal selama bertahun-tahun. Tidakkah kamu mau mendengar pendapatku?

Fokusmu Cuma Rekrut, Tutup Poin, Dan Dapat Untung

isi form

Kamu cuma mendengarkan ceritaku sambil lalu. Kisah kita seperti ingin kamu percepat tanpa perlu diungkit kembali. Kamu begitu fokus untuk merekrut, mengajakku bergabung. Ceritamu berputar-putar soal tutup poin, ambil downline dan bisa dapat untung berapa. Mana persahabatan kita yang penuh kelucuan dulu?

Ketika Aku Ragu Untuk Bergabung, Kamu Menuduhku Tak Mau Maju

takut

Terus terang aku masih ragu. Aku bilang akan memikirkannya beberapa waktu lagi. Kamu justru mendesakku. Kamu menuduhku sebagai individu yang tak mau maju. Kesempatan harus dijemput, begitu katamu. Dengan mentalku yang sekarang, aku tidak akan jadi orang kaya. Begitu katamu.

Kamu Bilang Mau Traktir Aku Makan Malam Mewah, Setelah Datang Ke Hotel Malah Disuruh Ikut Presentasi

reward

Seminggu kemudian, kamu mengajak untuk bertemu kembali. Kali ini di sebuah restoran hotel mewah. Aku tersanjung, kamu bilang ingin menghabiskan waktu berbincang di tempat istimewa kalangan menengah atas ini. Terbayang kita makan dan berbincang secara privat.

Tak dinyana, sesampainya disana penuh dengan orang. Jumlahnya lebih seratus. Aku duduk semeja dengan orang-orang yang juga sama bingungnya. Kamu bahkan menghilang, sibuk dengan kawan-kawan barumu. Acara dimulai dan aku lagi-lagi harus mendengarkan presentasi

Katanya Keuntunganmu Bisa Membeli Kapal Pesiar, Rumah Mewah, Mobil BMW, Tapi Kamu Pulang Naik Motor Bebek

motor

Luar biasa presentasi itu. Kawan-kawanmu sungguh orang-orang yang berhasil. Ada yang punya mobil baru, rumah mewah, bahkan kapal pesiar hingga pesawat jet. Itu semua dari hasil bisnis MLM kamu. Aku terpana.

Tapi pemandangan berbeda kutemui seusai acara. Sebagian besar pulang mengendarai motor bebek. Tak ada kendaraan mentereng. Kamu? Memilih pesan ojek online!

Aku Rindu Celoteh Nakal Sosial Mediamu, Sekarang Cuma Ada MLM Dan Produknya Di Timelinemu

gadget

Aku putuskan untuk tidak ikut menjadi member MLM itu. Kamu tak lagi mengajak bertemu. Seperti kemarin aku Cuma bisa menikmati unggahan di sosial mediamu. Tapi semua berubah, dulu kamu suka berceloteh nakal yang membuatku tersenyum membacanya. Sekarang isinya Cuma MLM dan produkmu. Wahai sahabatku, aku sayang padamu, tapi ikut MLM itu telah mengubahmu.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Trending

Kalau Kamu Roro Fitria yang Punya Harta 750 M, Mau Beli Apa?

Pada jagat selebriti Tanah Air, rasanya susah sekali memisahkan kemewahan dengan nama Roro Fitria yang menyebut dirinya dengan panggilan Nyai. Perempuan berusia 30 tahun, yang mengaku telah menyabet 20 gelar kebangsaan ini lagi-lagi membuat netijen geger.

Bagaimana tidak, baru-baru ini dalam sebuah acara talk show yang dipandu oleh pengacara fenomenal, Hotma Paris, tanpa merasa takut akan diciduk oleh petugas SPT pajak, dia terang-terangan bilang bahwa total seluruh kekayaannya bernilai 750 M. Dengan kekayaan yang sebegitu banyak, tentu akan terasa wajar kalau ternyata biaya untuk veneer giginya saja sampai 200 juta.

Banyak orang mungkin akan bertanya-tanya dari mana saja harta sang Nyai, sebab meski katanya artis agaknya ia jarang sekali untuk terlihat di layar televisi. Berhubung saya memang hampir sudah tak lagi menonton tv, saya tak mau ikut larut dalam desas-desus yang beredar. Bahwa ternyata harta tersebut konon datang dari pesugihan. Husss! Asal menerka itu dosa.

Konon, sebagian berlian dan harta yang Roro Fitria miliki berasal dari harta warisan plus keuntungan dari usaha properti dan pekerjaan yang juga ia geluti. Sebab jika kita coba melongok ke akun Instagram pribadinya, di kolom bio, Roro menuliskan bahwa dirinya adalah seorang politisi, aktris, penyanyi, bintang film, MC, DJ, atlet tari, hingga praktisi spiritual. Wah banyak juga ya profesi Nyai.

Menariknya sedikit berbeda dengan Roro Fitri, ada nama lain yang juga datang sebagai bintang tamu pada acara yang sama. Yap, dia adalah Cynthiara Alona yang juga terkenal sebagai artis dan sosialita. Perempuan yang dulu pernah mengenakan hijab ini datang dengan terlihat lebih santai dengan gaun terusan pas badan yang memperlihatkan bentuk tubuh yang aduhai.

Sama halnya dengan Roro yang diminta menyebutkan nominal harta kekayaannya, Hotman Paris selaku host dalam acara tersebut juga meminta Alona menuturkan nilai harta. Alona kemudian menyebutkan jika untuk koleksi tasnya saja kurang lebih 17 M, sedangkan total kekayaan telah menyentuh nominal triliunan. Hhmmm…

Nah yang jadi pertanyaannya, kalau kamu adalah Roro Fitria atau Cynthiara Alona, dengan harta yang cukup berlimpah kira-kira kamu mau beli apa?

 

Ongkos Ojek Online 20 Tahun, Tak Perlu Gopay Lagi

Katakanlah untuk sehari kamu akan menghabiskan sekitar 15 – 30 ribu rupiah per hari untuk pergi dan pulang lagi. Dengan menggunakan jasa ojek online. 

Jika memang punya harta 750 Miliar rupiah, biaya untuk ojek onlinemu tentu sudah aman untuk berpuluh-puluh tahun ke depan. Tapi agaknya kurang pas, jika sudah punya uang em-em.an masih saja naik ojek. Memangnnya kamu nggak mau coba yang lebih terlihat gimana gitu?

Tarolah kamu mungkin akan beli motor atau mobil, dengan estimasi biaya rata-rata harga motor untuk ukuran skuter matic sekitar 20 juta dengan uang sebanyak Roro Fitria kamu 37.500 unit skuter matic bisa bertengger di depan rumahmu. Wah bisa buka dealer pemirsah.

Untuk kesan yang lebih kaya, tentu mobil jadi salah satunya. Berhubung bingung memilih mobilnya, anggaplah pilihanmu jatuh pada seri mobil Grand New Avanza yang paling mahal yakni sekitar 220 juta rupiah. Kalau benar, akan ada 3407 unit mobil yang kamu punya sekarang. Lumayan kan, kamu bisa sewakan pada mereka yang berniat jadi pengemudi mobil online. Cukup duduk ongkak kaki uang jalan setiap hari.

Dan jika memang ingin sama seperti Roro Fitria yang punya banyak mobil mewah, kamu bisa mengikuti gaya dari Hotman Paris. Dengan membeli  Lamborghini Gallardo LP 570-4 Spyder Performante, yang konon jadi salah satu koleksi termahalnya. Bayangkan, kamu akan satu klub dengan para saudar kaya yang kendaraannya mobil-mobil mewah. 

Hargannya pun cukup murah, cuma  600.000 dollar AS, kalau dirupiahkan jumlahnya sekitar Rp 7 milyar. Nah jika kamu adalah Roro Fitria, tentu satu mobil ini tak akan berarti apa-apa. Bahkan dengan total kekayaan yang mencapai 750 M, kamu bisa punya Lamborghini Gallardo Spyder sebanyak 100 unit.

 

Bosan Tinggal di Rumah Kontrakan, Kamu Mungkin Akan Jadi yang Punya Kontrakan

Tak ada istilah horor lagi tatkala kamu akan bertemu dengan yang punya kontrakan hanya karena belum bayar sewa bulanan. bayangkan saja jika ternyata biasanya kamu cukup bayar 800 ribu rupiah untuk sewa setiap bulan. Kali ini kamu bisa bayar untuk sewa semua orang, iya semua yang tinggal di kontrakan tempatmu tinggal. Itupun tentu masih sisa, sisanya banyak lagi.

Tak perlulah kamu ikutan-ikutan Roro Fitria yang beli rumah sampai 12 Miliar rupiah. Beli saja kontrakan pak haji yang kamu tempati. Tanyakan padanya, berapa total keseluruhan harganya, kalau perlu tanah yang lain yang juga ia punya, beli saja. Biar satu kali transaksi maksudnya.

 

Untuk Kamu yang Doyan Makan, Beli 1.000 Mangkok Bakso Bukanlah Hal yang Mustahil Untuk Dilakukan

Jangankan baksonya saja, warung dan para pegawaimu mungkin bisa kamu beli. Iya kamu jadi jurangan bakso tanpa perlu bayar lagi kalau mau makan. Sebab jika ternyata harga bakso yang cuma sampai 20 ribu saja, 750 Miliar tentu bisa membayar 37,5 juta mangkok bakso. Bagaimana caramu menghabiskannya pikirkan saja.

 

Atau Kamu Bisa Akuisisi Seluruh Warteg yang Ada di DKI

Daya pikat warteg masih membahana, konon seenak apapun masakan di restoran ternama makanan di warteg masih tetap juara. Padahal mah ini cuma alasan saja, tahu sendiri kan ya makanan di restoran mahal harganya.

Sesuai dari informan yang bisa dipercaya, konon warteg-warteg yang beredar luas ada beberapa yang dipegang oleh satu orang. Setiap yang mengelola wajib menyetor setoran kepada sang empunya kuasa.

Kalau memang punya uang sebanyak 750 M, nampaknya warteg satu DKI bisa kamu beli. Karena untuk satu warteg biasanya ditafsirkan sekitaran 10 juta dengan kata lain jika Jakarta ada 75 ribu warteg. Semuanya jelas bisa kau miliki.

Jalan-jalan Naik Jet Pribadi, Kapan Lagi Seperti Syahrini

Sumber : https://www.instagram.com/princessyahrini/

Jika selama ini kamu cuma bisa lihat para artis dan pejabat naik jet pribadi, bisa dipastikan jika kamu adalah Cynthiara Alona, hal itu akan jadi sesuatu yang mudah. Karena untuk satu buah jet pribadi yang mampu menampung 10 hingga 13 orang, kamu hanya perlu membayar 8.500 dollar AS atau setara dengan 100 juta rupiah per jam. Atau setara dengan 10 unit motor bebek yang kisaran rata-rata harganya 20 juta rupiah.

Tidak perlu ragu atau takut dicibir orang, selagi tak merugikan orang dan uang tersebut adalah jerih payah sendiri bebas toh mau diapain juga. Tapi hanya satu salahnya, kita ini bukan Roro Fitria, atau Syahrini dan bukan pula Cynthiara Alona yang hartanya triliunan rupiah.

Mbok ya yang bener-bener aja, kerja sana!

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Ditinggal Nikah Setelah Pacaran dan LDR Bertahun-tahun Jadi Bukti Kamu Tak Pantas Untukku

Sudah pacaran bertahun-tahun hingga LDR sekian lama, ternyata kita tak ditakdirkan bersama. Kutahu memang, hubungan jarak jauh yang kita jalani jadi salah satu duri yang menyakitkan. Aku tak mampu untuk menjangkau semua aktivitasmu, hingga tiba-tiba ada dia yang kemudian mengisi hari-harimu.

Disaat aku sedang terdiam dan meratapi semua pengorbanan, kamu mungkin sedang tertawa di atas pelaminan. Tak banyak yang bisa kulakukan, selain rela dan mengikhlaskan kamu yang dulu kusayang.

Manusia Memang Hanya Bisa Berencana, Selanjutnya Tuhanlah yang Akan Menentukan Semuanya

Tak perlu kujelaskan, kamu tentu tahu jika selama bersamamu aku selalu menunjukkan keseriusan dalam hubungan. Dengan bertambahkan usia percintaan yang sedang kita jalankan, pelan-pelan kita mulai mengangsur rencana kedepannya. Bagaimana kita akan melangsungkan proses lamaran hingga benda apa saja yang akan kamu masukan dalam seserahan. Tak banyak protes kamu selalu mengiyakan semuanya dengan tenang.

Hingga ada rencana lain yang justru datang bukan dariku. Entah karena semesta memang tak mengamini doaku, atau kamu memang sengaja merubah jalannya rencana. Meminta pihak lain untuk mengisi cerita dan memotong peranku dalam perjalanan cintamu.

Disaat Aku Sedang Berjuang Sembari Menunggu, Ada Hal Lain yang Justru Kamu Lakukan di Belakangku

Barangkali tak hanya diriku saja, semua orang yang sedang menjalani hubungan serupa akan setuju jika jarak adalah duri tajam yang bisa menyakiti sewaktu-waktu. Sejalan dengan permintaanmu yang memintaku untuk menunggu, aku memang setia pada janjiku.

Bukan bagaimana kita akan sampai di akhir cerita yang indah setelah fase pacaran ini habis. Hantaman yang tiba-tiba memenuhi isi kepalaku adalah apa yang tengah kamu lakukan saat tak bersamaku. Kurasa ini tentu wajar, sebab kapasitas pertemuan kita bisa dikatakan cukup jarang. Bahkan kadang kala hanya 1 kali untuk dua atau tiga bulan.

Namun demi melindungi diri dari perasaan negatif yang sering menyiksa hati sendiri, sebisa mungkin aku akan selalu berpikir bahwa semuanya akan tetap baik dan sama saja. Kamu dan cintamu tak akan berubah, meski aku sendiri akhirnya ragu dengan apa yang tadinya kupercaya.

Masih Setengah Percaya Akhirnya Kamu Membuka Suara Berusaha Menjelaskan Semuanya

Aku jelas sakit hati, sebab semua mimpi bersama yang tadinya akan kita lakoni berdua, mendadak berubah haluan hanya karena dia. Seolah sedang bermimpi, aku tak bisa banyak berkata-kata untuk semua hal yang kamu sedang coba jelaskan.

Tentang siapa dia yang kamu bilang kini jadi pemenang, hingga bagaimana kamu bisa melupakanku yang sudah lama berjuang menunggumu pulang. Mendengarmu berkata begitu, aku merasa sedang dijatuhi bebatuan hingga aku jatuh dan terhujam. Tak bisa berbuat banyak, diriku hanya bisa mendengarkan semua penjelasan dengan satu kesimpulan.

Ya, kamu sudah mendua dan ingkar. Sudah itu saja, tak perlu kamu berbelit-belit untuk melindungi diri.

Walau Sudah Meminta Maaf dengan Berbagai Alasan, Saat Ini Bagiku Kamu Hanyalah Seorang Pecundang

Ini akan jadi kenyataan yang sulit bisa kuterima, ketika aku diam dan tak memberi perlawanan apa-apa. Orang lain menilaiku terlalu lemah hanya karena cinta, seolah aku tak bisa berbuat banyak untuk membalasmu meski sekedar lewat makian dan ucapan sebagai bentuk kemarahan. Namun disisi lain, ketika hendak berkomentar atas perbuatanmu. Aku justru dibilang tak bisa menerima kenyataan.

Tak banyak yang bisa kulakukan, aku memang hanya bisa diam dan menerima semua kenyataan. Tapi meski demikian, jangan kamu pikir jika aku sudah memberi maaf. Terserah apa kata orang, karena ternyata selama ini aku telah memperjuangkan orang yang tak tahu diri.

Seolah Tak Merasa Bersalah, Dengan Santai Melenggang Pergi dengan Dia dan Lupa Padaku yang Sejak Dulu Telah Menunggu

Ini jelas jadi mimpi buruk bagiku. Bagaimana tidak? Sosok yang selama ini aku puji dan banggakan di hadapan semua orang. Tiba-tiba pulang untuk memberiku kejutan. Ya kejutan bahwa kini dia akan melenggang ke pelaminan dengan orang baru yang katanya sudah menjadi pilihan.

Mudah memang, berucap tanpa tahu bagaimana rasanya ditinggalkan. Masih tak berpikir bahwa kamu sedang merobek hati seseorang, katamu dia jauh membuatmu nyaman dan berkembang.

Bagaimana mungkin kamu bisa lupa, segala perbuatan baik dan pengorbanan yang bertahun-tahun telah aku lakukan. Saat sakit dan sehat, saat susah dan bahagia, hingga kini hidupmu sudah hampir mendekati kata sempurna. Buru-buru kamu pergi dengan dia yang konon menjadi pujaan.

Sekian Lama Aku Mengurung Diri, Tidur Bak Orang Mati Hingga Tak Mau Membuka Hati

Berjuang bersama, lalu kandas kala LDR dan akhirnya ditinggal menikah oleh kekasih, memang jadi sebuah alur cerita yang tergolong klasik untuk semua orang. Kini aku hanya bisa menonton diriku sendiri. Mengulang kisah cinta yang tadinya terlihat bahagia walau akhirnya justru membuatku hampir gila.

Bagi sebagian orang ini mungkin berlebihan, tapi percaya atau tidak itulah yang kurasakan. Keberanianmu untuk memberiku undangan pernikahan, dengan nama mempelai perempuan yang konon menjadi pemenangnya jadi kejutan besar yang membuatku kesakitan.

Aku tak tahu bagaimana semesta bekerja atas hidupku, tapi setelah keputusanmu untuk pergi dan menikah dengannya, hidupku memang berhenti beberapa waktu. Tak banyak yang bisa kulakukan selain hidup tanpa tujuan dan lelap dalam bayang-bayang kekasih LDR yang tadinya sedang aku perjuangkan.

Oh iya, aku lupa jika kamu sudah menikah dan tak lagi menjadi kekasihku.

Pada Akhirnya Aku Memang Sadar, Perihal Jodoh Memang Jadi Urusan Sang Pemilik Hidup

Tak hanya aku dan kamu saja, pelan-pelan aku sadar bahwa di luar sana ada berjuta-juta orang yang juga bernasib sama. Menjalin cinta sejak lama, namun akhirnya berpisah dengan alur tak bahagia. Meski sedikit yan bisa paham bagaimana sakitnya ditinggalkan, setidaknya aku berterima kasih untuk orang-orang yang tak henti menemaniku kala jatuh.

Cerita pahit dari sedihnya ditinggal menikah oleh dia, jadi pengalaman lain yang memberiku pelajaran berharga. Mulai dari tak lagi mudah menaruh percaya hingga lebih menjaga perasaan agar tak lagi terluka.

Aku paham jika hidup memang tak selamanya menawarkan kebahagiaan, kadang kala kesedihan diperlukan untuk menyamakan ritme hidup. Perpisahan kita memang kusesalkan, namun dorongan dari semua orang membuatku bangun dan bangkit dari keterpurukan. Keputusanmu tak membuat hidupku lantas usai dan terhenti. Sebaliknya, ketika kamu telah memutuskan untuk menikahinya, langkah baru untuk hidupku pun akan segera dimulai!

 

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Untukmu yang Senang Jalan-jalan, Manfaatkan Cuti Tahunanmu dan Jajal Hal Baru yang Lebih Berkesan

Siapa yang tak menyukai kegiatan traveling? Tapi para penikmat traveling, mungkin akan bosan kalau hanya melakukan traveling yang itu-itu saja sepanjang tahun. Apa lagi kalau kebanyakan orang melakukan traveling yang sudah lazim semisal backpacking atau flashpacking. Memang akan tetap menyenangkan, hanya saja kamu akan terjebak pada rutinitas traveling dan tak punya pengalaman baru yang lebih menyenangkan. Padahal, saat traveling, justru kamu punya banyak peluang untuk bereksplorasi. Bukan hanya soal tempat, tapi soal pengalaman saat traveling, kamu pun perlu merasakan hal-hal baru.

Kalau Punya Rejeki Nomplok, Tak Ada Salahnya Kamu Menjajal Floacation Sekali Seumur Hidup

Liburan semacam ini memang akan menguras kantong kalau kamu bukan dari kalangan sosialita. Bayangkan, menghabiskan waktu berminggu-minggu di atas kapal pesiar nan mewah dan menikmati segala fasilitas bak hotel bintang lima. Membayangkannya saja sudah membuat hatimu senang bukan? Bermimpi bisa melakukan floacation pun sah-sah saja. Dilain sisi, istilah berlibur dengan kapal pesiar juga populer disebut dengan cruise ship atau live on boat.

Tak Bisa Hidup Tanpa Akses Internet dan Gawai Meski Sedang Traveling? Kamu Wajib Coba yang Namanya Glamping

Glamping merupakan singkatan dari glamorous camping. Aktivitas kamping yang satu ini mungkin akan memanjakanmu. Kalau pada kegiatan kamping konvensional, seseorang dituntut untuk menyimpan sejenak gawai mereka dan menyatu dengan alam, tidak dengan glamping. Justru di zaman yang semacam ini, rasanya sulit sekali meninggalkan gawai dan tidak terkoneksi dengan internet. Karenanya, muncul ide bagi para traveler untuk tetap bisa melakukan kamping tanpa meninggalkan segala kenyamanan dan kemudahan hidup sekalipun sedang berada di alam belantara. Tertarik mencoba?

Bak Peribahasa “Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui”, Itulah yang Ingin Ditawarkan Liburan Berkonsep Spafari

Sesuai namanya, Spafari adalah dua macam kegiatan wisata yaitu Spa dan Safari. Meski spa dan safari rasanya sulit disatukan karena dua kegiatan tersebut sangatlah kontras—ya, spa sangat identik dengan kenyamanan dan perawatan tubuh. Sementara safari identik dengan kegiatan berpetualang di alam, namun ternyata ide memunculkan liburan bernama spafari cukup menarik untuk dilakukan.

Spafari biasanya diawali terlebih dahulu dengan kegiatan menjelajahi alam alias safari, hingga berjumpa dengan hewan liar. Aktivitas semacam ini tentu membuat badan lelah, bukan? Nah setelah itu giliranmu diberi kesempatan untuk membersihkan diri dan melakukan spa. Menarik bukan? Usai menjelajahi alam, lelahmu akan hilang dengan spa sehingga membuat badan kembali terasa segar.

Bagi yang Punya Jiwa Sosial Tinggi, Cobalah Melakukan Aksi Voluntourism

Voluntourism sejatinya terbentuk dari dua kata: ‘volunteer’ dan ‘tourism’. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sederhananya berarti melakukan sebuah perjalanan wisata namun dengan tujuan untuk melakukan kegiatan sosial yang bisa membantu orang-orang yang dilanda kesulitan. Selain mengetuk rasa empati, bukankah menyenangkan dan memberi pengalaman baru ketika kamu berwisata sekaligus membantu orang yang membutuhkan pertolongan? Bentuk bantuan pun bisa bermacam-macam, kalau kamu berangkat dengan sekumpulan teman kerja, maka tak ada salahnya melakukan bakti sosial dengan warga di tempat tujuan wisatamu.

Sementara untuk Pegiat Lingkungan, Doom Tourism Bisa Jadi Pilihan yang Tepat Selain Jalan-jalan Biasa

Ada yang menyebut Doom Tourism sebagai wisata kiamat, karena perjalanan wisata ini sangat berbeda dengan wisata-wisata yang lainnya. Mengapa kiamat? Karena mereka yang memilih melakukan doom tourism berarti harus siap berhubungan dengan hal-hal yang terancam punah. Pegiat doom tourism bisa menjelajahi tempat-tempat di berbagai belahan dunia yang memang riskan terhadap kepunahan. Entah kepunahan satwa atau tumbuhan langka. Munculnya gagasan semacam ini lantaran semakin merebaknya isu kepunahan yang diakibatkan banyak faktor. Menantang bukan?

 

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top