Feature

Aku Sayang Kamu, Tapi Ikut MLM Telah Mengubahmu!

photo kamera

Betapa senangnya ketika kawan itu menghubungi kembali. Sudah lama kami tak jumpa, hitungannya sudah berbulan-bulan atau bahkan tahun. Aku bahagia dia belum lupa kepadaku.

Dengan riang gembira aku menyambut ajakanmu untuk bertemu. Terbayang di kepalaku betapa serunya kita mengenang masa-masa indah yang telah lalu. Namun Apa yang terjadi justru di luar dugaanku.

Katanya Kangen, Mau Reuni, Setelah Bertemu Kamu Malah Presentasi

edit tulisan dengan kawan

Imajinasi sudah bergerak liar, ingin berbagi cerita kisah lalu dan kabar terkini. Ingin aku bercerita apa yang sudah aku alami selama ini. Betapa aku merindukanmu. Tapi nyatanya kamu malah sudah siap dengan notebook dan sejumlah berkas. Kamu presentasi apa yang sekarang sedang kamu kerjakan. Tidakah kamu ingin tahu kabarku dulu?

Kamu Lebih Percaya Leader Yang Baru Kamu Kenal Dua Bulan Lalu, Dibanding Aku Sahabatmu Dari SMA

menunjuk

Ternyata kamu membawa skema MLM alias multi level marketing alias penjualan berjenjang. Tidak ada yang salah dengan metode itu. Tapi ini hal yang baru buatku, wajar bukan kalau aku meragukannya? Apalagi banyak hal yang tampaknya perlu aku waspadai.

Namun kamu justru lebih ngotot. Bercerita tentang keberhasilan leadermu, uplinemu yang berhasil di bisnis ini. Kamu bahkan baru mengenal mereka beberapa bulan belakangan ini. Bagaimana dengan aku? Sahabat yang pernah berbagi segala hal selama bertahun-tahun. Tidakkah kamu mau mendengar pendapatku?

Fokusmu Cuma Rekrut, Tutup Poin, Dan Dapat Untung

isi form

Kamu cuma mendengarkan ceritaku sambil lalu. Kisah kita seperti ingin kamu percepat tanpa perlu diungkit kembali. Kamu begitu fokus untuk merekrut, mengajakku bergabung. Ceritamu berputar-putar soal tutup poin, ambil downline dan bisa dapat untung berapa. Mana persahabatan kita yang penuh kelucuan dulu?

Ketika Aku Ragu Untuk Bergabung, Kamu Menuduhku Tak Mau Maju

takut

Terus terang aku masih ragu. Aku bilang akan memikirkannya beberapa waktu lagi. Kamu justru mendesakku. Kamu menuduhku sebagai individu yang tak mau maju. Kesempatan harus dijemput, begitu katamu. Dengan mentalku yang sekarang, aku tidak akan jadi orang kaya. Begitu katamu.

Kamu Bilang Mau Traktir Aku Makan Malam Mewah, Setelah Datang Ke Hotel Malah Disuruh Ikut Presentasi

reward

Seminggu kemudian, kamu mengajak untuk bertemu kembali. Kali ini di sebuah restoran hotel mewah. Aku tersanjung, kamu bilang ingin menghabiskan waktu berbincang di tempat istimewa kalangan menengah atas ini. Terbayang kita makan dan berbincang secara privat.

Tak dinyana, sesampainya disana penuh dengan orang. Jumlahnya lebih seratus. Aku duduk semeja dengan orang-orang yang juga sama bingungnya. Kamu bahkan menghilang, sibuk dengan kawan-kawan barumu. Acara dimulai dan aku lagi-lagi harus mendengarkan presentasi

Katanya Keuntunganmu Bisa Membeli Kapal Pesiar, Rumah Mewah, Mobil BMW, Tapi Kamu Pulang Naik Motor Bebek

motor

Luar biasa presentasi itu. Kawan-kawanmu sungguh orang-orang yang berhasil. Ada yang punya mobil baru, rumah mewah, bahkan kapal pesiar hingga pesawat jet. Itu semua dari hasil bisnis MLM kamu. Aku terpana.

Tapi pemandangan berbeda kutemui seusai acara. Sebagian besar pulang mengendarai motor bebek. Tak ada kendaraan mentereng. Kamu? Memilih pesan ojek online!

Aku Rindu Celoteh Nakal Sosial Mediamu, Sekarang Cuma Ada MLM Dan Produknya Di Timelinemu

gadget

Aku putuskan untuk tidak ikut menjadi member MLM itu. Kamu tak lagi mengajak bertemu. Seperti kemarin aku Cuma bisa menikmati unggahan di sosial mediamu. Tapi semua berubah, dulu kamu suka berceloteh nakal yang membuatku tersenyum membacanya. Sekarang isinya Cuma MLM dan produkmu. Wahai sahabatku, aku sayang padamu, tapi ikut MLM itu telah mengubahmu.

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cara Cepat Jadi Ganteng Menurut Sains

Laki-laki yang dikerubungi banyak perempuan tidak hanya ada di film-film kok, di dunia nyata ada juga. Laki-laki macam apa ini? Kok sampai jadi dambaan kaum hawa. Kalau mereka artis sih memang sudah umum begitu. Nah, kalau laki-laki biasa? Bisa jadi mereka termasuk laki-laki pemilik daya tarik yang tinggi. Tanpa sadar, seperti sihir, perempuan terperangkap ke dalam pesonanya.

Melihat orang lain yang punya pesona tinggi pasti bikin iri. Di sisi lain, kita jungkir balik tebar pesona, tak ada yang nyantol juga. Pasti ada sesuatu yang salah. Tapi jangan sampai menyangka kalau mereka pakai susuk atau pelet ya. Berprasangka buruk malah bikin pusing sendiri. Ada baiknya pahami dulu tentang daya tarik laki-laki.

Daya tarik memang sulit didefinisikan. Sebab, setiap orang punya kriteria yang berbeda. Bahkan tidak semua orang menemukan ada atau tidaknya daya tarik dalam dirinya. Namun tak perlu khawatir beberapa penelitian mencoba mengungkapkan apa yang membuat seorang laki-laki terlihat menarik.

Brewok Atau Kumis Tipis-Tipis Lebih Menarik Dibanding Yang Tampil Klimis

Profesor Barnaby J. Dixson dan Rob C. Brooks dari University of New South Wales  mengadakan penelitian tentang ini. Mereka menampilkan 10 foto laki-laki kepada 351 perempuan. Kesepuluh laki-laki tersebut ditampilkan dalam empat versi, dicukur rapih, 5 hari tidak bercukur, 10 hari tidak bercukur dan berkumis dan berewok lebat.

Hasilnya? Keseluruhan foto itu mendapatkan reaksi yang sama. Foto yang tak bercukur 5 hari dan 10 hari mendapat respon lebih positif dibanding yang lainnya.

Humoris Itu Disukai Tapi Jangan Jadi Badut

Fakta ini diperkuat dari hasil penelitian Stanford University School of Medicine. Studi ini menggunakan scanner MRI untuk menunjukan aktivitas otak. Ditemukan bahwa otak perempuan jauh lebih aktif dibandingkan pria jika berkaitan dengan humor. Menariknya penelitian ini juga menunjukan bahwa otak wanita lebih terpicu jika mendengar lelucon, sementara otak laki-laki lebih aktif jika sedang memproduksi lelucon.

Karena itu cara termudah untuk menarik perhatian si manis adalah dengan melontarkan sejumlah candaan. Namun demikian ada sejumlah rambu yang harus kita pahami agar tidak membuatnya berpaling karena candaan yang salah.

Pakai Baju Warna Merah Supaya Terlihat Lebih Cerah

Andrew Elliot, Daniela Niesta Kayser dari the University of Rochester New York Merilis penelitian soal hubungan antara pemilihan warna baju dan daya tarik seorang laki-laki. Hasilnya ditemukan bahwa secara alam bawah sadar warna merah terbukti bisa meningkatkan kegantengan seseorang di perempuan.

Hal ini terjadi karena warna merah secara budaya diturunkan sebagai warna yang berani dan kuat. Pada perkembangannya warna merah juga dikaitkan dengan kesuksesan dan status sosial yang tinggi.

Pelihara Binatang Agar Sifatmu Dinilai Baik

Psikolog Nicolas Guégen meneliti tentang hal ini. Penelitiannya dilakukan terhadap pemilik anjing. Bahwa laki-laki yang memelihara anjing selalu mendapat penilaian lebih baik dibandingkan jika mereka tidak mengaku memiliki anjing. Hal ini diasosiakan dengan kasih sayang dan keperdulian. Meski penelitian ini menggunakan anjing sebagai objeknya, namun rasanya bisa juga dterapkan untuk binatang yang lainnya bukan?

Bicara Perlahan Bikin Perempuan Tak Tahan

Peneliti Fennis and Stel pernah menyebutkan hal ini. Terutama ketika baru berkenalan dan tidak akrab, perempuan lebih menyukai laki-laki yang bisa perlahan baik dari kecepatan maupun volumenya. Selain suara bahasa tubuh juga menjadi faktor yang diperhitungkan. Jangan mencondongkan tubuh ke lawan bicara, sebaliknya cobalah sedikit bersandar dan membuat bahu jadi terlihat relaks. Suara dan bahasa tubuh seperti ini, terlihat menarik karena sama sekali tidak mengancam lawan bicara.

Gitar Membuat Laki-laki 90 persen lebih Menarik

Penelitian ini memang dilakukannya di Inggris. 9 dari 10 perempuan yang diajak ikut penelitian ini menyebut bahwa laki-laki terlihat lebih menarik jika sedang menyandang gitarnya. Yang lebih gilanya, hanya membawa gitar saja sudah membuat laki-laki lebih menarik tanpa harus memainkannya. Jadi lain kali, bisa saja kamu membawa gitar kemana-mana jika ingin terlihat lebih menarik bukan?

Nah, ternyata daya tarik tidak melulu soal ganteng fisik. Bagiamana cara kamu bersikap juga menjadi penentunya. Maka jangan heran kalau ada laki-laki biasa saja, tapi banyak perempuan yang suka. Nah, sudah siapkah kamu jadi laki-laki dengan daya tarik maksimal?

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Aku Bilang “Kangen” Seharusnya Kamu Jawab “Yuk Ketemu”

Kepadamu aku bisa bilang, rindu alias kangen memang bukan perkara mudah. Kalau buatmu mudah, mungkin cintamu tak seserius itu. Karena bahkan secara biologis kangen itu bukan soal main-main.

Dalam pelajaran Biologi kita diajarkan bahwa tubuh kita secara alamiah memproduksi zat-zat tertentu sebagai mekanisme pertahanan hidup. Tubuh kita punya takaran dalam memproduksi sejumlah hormon ini.

Masalahnya ketika jatuh cinta apalagi berdekatan dengan orang yang kita sayangi, hormon-hormon seperti estrogen/testosteron dan oxytocin mendadak diproduksi jauh lebih banyak daripada kondisi dan kebutuhan normal. Hal ini dalam prosesnya membuat jaringan neurotransmitter kita turut memproduksi serotonin dan dopamine. Sementara taukah kamu kalau dopamine itu serupa dengan heroin yang membuat kita merasa candu?

Ketika Aku Bilang “Rindu” Dan Kamu Jawab “Gombal”, Sungguh Perasaanku Tak Semain-Main Itu

Buatmu mudah menuduh apa yang aku katakan sebagai sebuah bualan dan gombalan. Padahal urusan rindu itu sudah terpatri secara biologis.

Nah masalah muncul ketika kondisi orang yang jatuh cinta itu berjauhan. Tubuh yang telah terbiasa menerima takaran dopamine secara over dosis itu, mendadak tak lagi memproduksi dengan jumlah serupa karena tak lagi bertemu.

Sementara tubuh tetap kembali meminta dosis yang sama seperti ketika kita duduk bersebelahan. Sebab sel-sel yang lain telah terbiasa mengolah dopamine dalam jumlah banyak tadi. Jadi bisa kamu bayangkan, betapa menderitanya aku yang harus menahan rindu itu?

Ketika Aku Bilang “Rindu”, Kamu Jawab Dengan “Iya”, Itu Seperti Hanya Mengamini Kesepianku

menyerah

Seringnya kamu hanya menjawab singkat “iya” ketika aku bilang rindu. Entah apa maksud dari jawaban itu aku pun tak mengerti. Apakah kamu juga merasakan rindu yang sama? Itu yang selalu terngiang di kepala. Mungkin hanya aku sendirian yang merasakannya. Dan jawaban singkat macam itu seperti mempertegas kesepianku.

Kalau Kamu Hanya Menjawab “Aku Juga Kangen”, Terkadang Terasa Hanya Sekedar Basa-Basi

Mungkin buat orang lain, jawaban ini cukup. Tapi sesungguhnya jawaban ini kadang hanya terkesan basa-basi. Pernahkah kamu membayangkan, mereka yang kecanduan narkoba kemudian datang padamu mengadu tentang sakitnya, lalu dijawab dengan “iya aku juga”

Katamu Perasaan Kangen Itu Sebentar Juga Hilang, Padahal Butuh Berbulan-Bulanhak rekreasi

Tak salah memang ketika kamu mengatakan perasaan rindu itu, nanti lama-lama juga hilang. Tapi tahukah kamu bahwa tubuh itu membutuhkan proses yang tak sebentar untuk mengembalikan kebutuhannya pada kadar dopamine yang normal? Dari sejumlah penelitian, penyesuaian tubuh terhadap perubahan asupan dopamine ini membutuhkan sedikitnya 3 bulan untuk kembali ke keadaan normal.

Buatmu Mungkin Sederhana, Tapi Bagi Yang Benar-Benar Cinta Bisa Jadi Depresi Dan Cemas Berlebih

takut

Ketidakseimbangan proses tubuh ini akan berujung pada hal yang kurang baik.  Seperti juga orang yang sakaw heroin, orang bisa jadi tak bepikir rasional. Keinginan untuk mendapatkan asupan dopamine, bisa mengalahkan keinginan yang lain. Arahnya bisa menjadi depresi atau jadi cemas berlebih. Karena itu wajar jika kemudian, pikiran orang merindu itu bisa jadi aneh-aneh.

Meski Belum Tahu Kapan, Jawaban “Yuk Ketemu”, Memberikan Secercah Harapan

Mungkin kamu belum ada rencana untuk kita benar-benar bisa bertemu. Namun jawaban “yuk ketemu” bisa jadi sedikit pengobat dari rasa rindu dan kekurangan dopamine itu. Harapan, terbukti bisa memberikan sinyal yang baik kepada otak untuk terus merasa bersemangat dan senang. Jadi kalau kali lain aku bilang rindu, kamu sudah tahu harus jawab apa bukan?

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Mediamu

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet dan sepanjang 2016 ditemukan bahwa 132,7 juta orang dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 256,2 juta orang telah terhubung ke internet. Menariknya lagi 95 % dari penggunaan internet tersebut di gunakan untuk mengakses sosial media.

Dari data ini tentu tak mengherankan jika kamu bisa jadi terhubung dengan siapa saja. Di satu sisi ini kemudahan, namun di sisi lain bisa jadi ini bencana. Karena lini masa kita menjadi sangat riuh dan ramai.

Tak jarang membuat pusing kepala. Penyebabnya sangat mungkin karena kita di sosial media terhubung dengan orang-orang yang meracuni hidup kita. Itu akunmu, kamu bebas menentukan ingin terhubung dengan siapa. Ada baiknya menghindari orang-orang ini.

UPLOAD FOTO ALA MILLIARDER BESAR, POSTING SEGALA SESUATU YANG MENUNJUKKAN KEMEWAHAN ALIAS TUKANG PAMER

mobil mewah

Orang tipikal ini memang tidak perlu masuk dalam list pertemanan di sosial media, biasanya dia senang sekali mengunggah segala sesuatu yang menunjukkan semua kemewahan dalam hidupnya. Entah itu foto di tempat makan mewah, Berdiri didepan Mobil Mahal, check in segala tempat yang keren versi terbaiknya yang jika ditelaah lebih lanjut sebenarnya itu semua tak akan berpengaruh buat kita sebagai teman dimedia sosialnya. Karena semua postinganya terkesan pamer yang terlalu menyombongkan diri, belum tentu juga semua yang dipostingnya benar adalah miliknya.

SI TUKANG DEBAT YANG BISA BERUBAH-UBAH SEPERTI BUNGLON TERGANTUNG TOPIK PEMBAHASAN TERHANGAT

farhat abbas

Jenis orang seperti ini biasanya tidak punya pekerjaan (ya bisa jadi ) menggunakan sosial media hanya untuk memulai perdebatan. Dan anehnya dia bisa memperdebatkan hal apapun dari mulai mendadak jadi pengamat politik yang handal, atau budayawan yang sudah tau pahit manisnya sejarah hidup,hingga ke pengamat musik dadakan yang selalu menebar perdebatan, semua hal yang didebatkannya sering sekali tidak penting dan hanya menimbulkan perang komen yang hanya menghabiskan kuota.

GAMERS ALA-ALA YANG KERJAANYA CUMA MEMENUHI NOTIFICATION SAJA

Kita semua pasti pernah kesal karena terlalu banyak menerima undangan permainan di sosial media facebook dari orang lain, Apalagi jika orang tersebut tidak terlalu dekat dengan kita. Ini akan sangat mengganggu dan menyusahkan kita sendiri daripada pusing, lebih baik  dihapus saja orang seperti ini dari list pertemanan,

DRAMA QUEEN YANG KADANG LEBIH MIRIP KONTESTAN REALITY SHOW DI TV

mengeluh

Yang satu ini sepertinya tidak punya privasi yang harus dijaga, hampir semua cerita hidupnya diceritakan di sosial media bak cerpen yang bersambung. Bahkan sering berdebat dengan pasangan atau mengumpat orang lain dengan kata-kata yang tidak baik bahkan menyindir orang lain, entah itu benar atau hanya sekedar untuk mencari perhatian dari orang lain,tapi orang seperti ini sangat menganggu daripada kita pusing sendiri lebih baik putuskan pertemananmu di sosial media dengannya.

KOMENTATOR YANG SUKA MENGKRITIK SEGALA HAL YANG KITA LAKUKAN

menunjuk

Selalu ada orang yang mengomentari tentang apapun yang kita lakukan di sosial media, sering sekali menulis komentar disetiap unggahan apapun yang kita kirimkan. Mulai dari foto makanan, hingga foto liburan bahkan selfie berdua dengan pasangan pun tak luput dari komentarnya. Jangan sampai tipe orang seperti ini membuat kita malas untuk mengunggah hal-hal yang kita senangi di sosial media yang notabennya adalah akun kita sendiri, lalu apa haknya selalu memberi komentar?

MANAJER DAN SIAPAPUN YANG MENJADI BOS KITA DI KANTOR

menunda pekerjaan

Untuk hal ini tidak ada alasan yang menharuskan kita untuk berteman dengan atasan, kecuali jika kita memang benar-benar dekat dengan beliau. Sebaiknya hapus saja mereka , toh ini akan sangat menggangu kita jika ternyata tanpa kita sadari beliau sering stalking akun kepunyaan kita untuk mencari tahu apa saja yang kita lakukan di sosial media. Atau bisa saja dia mencari-cari alasan untuk menyalahkan kita jika ada pekerjaan yang kita salah kerjakan dengan menghubung-hubungkan kegiatan kita sebelumnya dengan pekerjaan, Repot kan!

DAN YANG TERAKHIR ADALAH ORANG ASING YANG TIDAK KITA KENAL, ORANG YANG KITA KENAL SAJA BIKIN PUSING APALAGI ORANG ASING

menyerah

Dapat dipastikan jika kita tidak mungkin mengenal semua teman di sosial media apalagi sejenus facebook yang cakupannya kapasitas pertemanannya memang banyak. Jadi ada baiknya jika ada waktu sempatkan untuk membersihkan teman-teman tidak dikenal di sosial media. Dengan begitu, kita bisa berbagi momen dengan orang yang memang mengenali kita saja Selain untuk alasan keamanan, hal ini juga untuk menjaga lingkaran media sosial hanya untuk orang-orang yang ingin kita ingin tahu kabarnya saja.

Sedikit banyaknya jenis-jenis ornag yang sebenarnya memang tak perlu masuk didalam list pertemanan kita di sosial media, selain membuat risih semua hal yang mereka lakukan juga tidak ada manfaatnya bagi kita sebagai pembaca postinganya. Lebih baik mengikuti akun lain yang bermanfaat daripada harus berteman dengan orang-orang seperti itu, karena kita akan pusing sendiri nantinya.

35 Comments

35 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top