Feature

Agar Kamu Bisa Merasa Nyaman Saat Di Rumah, Perhatikan 5 Hal Ini!

Disaat kamu penat dengan segala rutinitas, hal yang paling sering terbesit untuk melepas lelah adalah segera kembali ke rumah. Rumah menjadi tujuan kamu melepas lelah, bercengkrama dengan orang-orang tersayang, serta mengawali  hari. Untuk bisa menciptakan kehangatan dan juga kebahagiaan rumah, kamu harus memperhatikan aspek-aspek penting dalam rumah yang akan kamu bangun atau tempati. Jangan sampai karena salah pilih malah membuat petaka, bukan betah malah jengah.

Sangat penting untuk memperhatikan kondisi rumah. Menurut banyak penelitian, lingkungan yang bersih akan membuat orang lebih fokus pada pekerjaannya sehingga lebih produktif. Bahkan sebuah studi di Princeton University Neuroscience Institute menemukan bahwa orang dengan rumah berantakan mengalami peningkatan kelelahan akibat perluasan energi mental  pada stres yang disebabkan oleh lingkungan. Melihat hal itu, rasanya bisa menempati rumah yang nyaman telah menjadi kebutuhan pokok yang tak lagi bisa diabaikan. Perhatikan hal-hal  berikut agar kamu bisa merasa nyaman di rumah.

Demi memperoleh kenyamanan saat berada di rumah, pilih tempat tinggal dengan lingkungan yang kondusif!

Kenyamanan bukan hanya tentang bagaimana sebuah rumah bisa terbangun megah, tapi kamu juga harus memperhatikan lingkungan sekitarmu. Coba bayangkan jika rumah kamu lokasinya tidak sehat seperti dekat dengan pabrik, akan seperti apa bahaya yang mengancam penghuni rumah. Pabrik yang aktif dalam melakukan pembakaran akan otomatis menghasilkan asap dan juga polusi air yang tercemar bahan kimia. Akibatnya udara dan air yang ada di sekitar rumah menjadi terkena dampak dan bisa memicu penyakit pernapasan ataupun penyakit kulit karena air yang tercemar.

Sebisa mungkin pilihlah lingkungan rumah yang tidak kumuh. Lingkungan yang kumuh juga bisa menjadi penyebab datangnya penyakit. Tanda lingkungan kumuh bisa kamu lihat dari banyaknya sampah yang berserakan dan juga saluran pembuangan air yang tersumbat. Selain itu kamu juga harus memperhatikan lingkungan demi kenyamanan rumah yang kamu miliki, jangan pilih lokasi yang minim tumbuhan hijau. Jika lingkungan rumahmu gersang, bukan saja terasa lebih panas, kamu juga bisa kekurangan oksigen. Untuk mengubah kondisi ini kamu bisa menanam pohon, dengan demikian udara di sekitar rumahmu pun akan menjadi lebih segar dan sehat.

Kondisi rumah yang sehat juga harus menjadi perhatian, mulai dari kebersihan hingga sirkulasi udara

Setelah memperhatikan lingkungan rumah, kamu juga harus memperhatikan rumah yang kamu tempati. Jangan sampai suasana yang tercipta di rumah terasa tidak nyaman karena salahnya tata ruang dan juga kebersihan. Hal ini bisa mengakibatkan suasana hati dan pikiranmu menjadi lebih tertekan dan juga stres. Setiap orang pasti senang melihat rumahnya bersih dan juga rapih. Jangan biarkan serangga dan hewan menjijikkan seperti kecoa, tikus, atau semut menjadikan rumahmu sebagai sarangnya. Saat kamu sering membersihkan rumah, hewan-hewan tersebut juga akan enggan untuk menetap di rumahmu. Dengan demikian rumah pun akan terasa nyaman ditempati.

Selain kebersihan kamu juga harus memperhatikan sirkulasi udara agar rumah tidak menjadi lembab dan udara pun bersih. Jika rumahmu dalam keadaan terlalu lembab tak hanya akan merusak kenyamanan penghuninya, tapi juga bisa merusak rumah. Karena udara yang lembab akan membuat dinding rumahmu menjadi berjamur, kalau sudah begini dibutuhkan perawatan lebih untuk mengembalikannya ke kondisi semula. Kamu bisa menghindarkan rumah kamu dari kelembapan dengan mengecek seluruh rumah dari atap demi memastikan tidak ada bagian yang retak. Karena hal itu berpengaruh pada kelembapan rumah.

Sebab air adalah kebutuhan penting, memastikan kualitas air adalah hal yang tak bisa diabaikan!

Mandi pakai air, mencuci, memasak juga menggunakan air. Maka dari itu memiliki air yang bersih di rumah adalah kewajiban utama. Jika air yang akan kamu gunakan tidak bersih atau bahkan menyisakan noda kuning, itu akan bermasalah pada buat ke depannya. Hal yang bisa kamu lakukan pertama kali, kamu bisa cek kondisi airnya. Jika airnya berbabu dan berwarna keruh, ini menandakan bahwa air yang tersedia sudah tercemar.   Dan juga kamu harus mulai mengecek keadaan saluran air apakah baik atau tidak. Karena jika saluran air buruk kamu bisa menderita berbagai penyakit. Cara untuk mengecek saluran air yang baik atau buruk bisa ditandai dengan keadaannya yang kotor dan saluran air di sekitar rumah dibiarkan saja. Karena air sangat penting kamu tidak bisa mengabaikan hal ini begitu saja.

Agar rumah dan penghuninya tetap aman, hindari membangun rumah di area tower listrik ya!

Jika kamu mencari rumah, sebisa mungkin hindari pembangunan rumah dekat dengan area tower listrik. Karena hal itu sangat berbahaya untuk kamu dan keluarga. Bahaya yang akan mengancam cukup besar, kamu bisa berisiko terkena radiasi elektromagnetik. Tak hanya itu kamu juga bisa terancam tersambar petir yang cukup tinggi. Hal itu bisa terjadi jika kamu membangun rumah dekat dengan tower listrik. Karena rumah yang akan kamu tempati harus nyaman dan aman, kamu tidak boleh gegabah untuk memilih lokasi yang menjadi hunianmu.

Jangan asal membangun, kamu harus pastikan bangunan rumahmu kokoh dan bisa memberi perlindungan pada penghuninya!

Karena rumah yang akan kamu tempati tidak hanya sehari atau dua hari. Sebab rumah adalah tempatmu untuk pulang dan bertemu dengan orang yang kamu sayang. Tentu rumah akan kamu tempati sampai bertahun-tahun, bahkan seumur hidupmu. Jika kamu sudah pastikan segala hal baik, dari lingkungan hingga rumah. Hal terakhir yang harus diperhatikan dan tidak kalah penting kamu harus cek kekuatan bangunan benar-benar kokoh. Jangan sampai tembok rumah yang kamu tempati bisa pecah hanya karena senggolan kecil. Jika kamu baru mulai membangun, sebaiknya pilihlah bahan dengan kualitas bagus. Mungkin lebih mahal daripada bahan bangunan yang lain, namun itu bisa menjadikan investasi jangka panjang. Karena dengan pemilihan bahan bangunan yang bagus, kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk renovasi berkali-kali ataupun perawatan yang akan menggelontorkan uang lebih banyak. Selain itu bangunan yang kokoh juga akan membuat kamu dan keluarga kamu merasa aman ketika berada di dalamnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Suamiku Kenapa Kamu Waktu Susah Sama Aku, Tapi Saat Senang Malah Memilih yang Lain?

Babak baru dari perjalanan cinta kita nampaknya mulai bergerak menuju ambang kehancuran. Keberanianku untuk mengatakan ini tentu beralasan. Meski kamu mungkin tak sadar, tapi kurasa kau bukan lagi suami yang kukenal.

Aku paham jika biduk rumah tangga, memang akan selalu mendapat ujian. Tapi kali ini kamu memang sudah keterlaluan. Jika jauh sebelumnya kita selalu berdua untuk melewati setiap cobaan, kali ini aku harus berjuang sendiri untuk melawan. Memerangi kamu dengan dia yang kini lebih kamu pilih.

Barangkali Kamu Lupa Siapa Dia Yang Kemarin Bersamamu Saat Susah, Perempuan Ini Adalah Orangnya

Tak perlu kujelaskan bagaimana kita dulu memulai perjalanan. Kamu tentu tahu susahnya hidup dua orang yang baru menikah. Memilih hidup di rumah kontrakan kecil, agar tak bergantung pada orangtua. Tak hanya diriku saja, kamu juga tentu masih ingat bagaimana rasanya.

Hingga akhirnya kerja keras dan usaha yang kita lakukan, berbuah hasil yang baik. Hidup yang layak dengan ekonomi yang bisa dikatakan lebih dari cukup. Bukan bermaksud untuk mengungkit masa yang telah lalu, ini semua hanya sebagian kecil dari cerita kita. Bagaimana? Apa kamu tetap memilih untuk berpura-pura lupa?

Kutemani Mendaki Terjalnya Bebatuan, Namun Kini Kamu Malah Memberiku Pilihan Yang Tak Sekalipun Kuinginkan

Memang kamu jadi pihak yang lebih dominan untuk semua keberhasilanmu sekarang. Tapi kurasa kamu tahu, bahwa perempuan ini pernah jadi penyokong untuk semua keluh kesahmu. Selalu setia disampingmu meski dunia ikut menertawaimu. “Aku tahu kamu bisa, percayalah aku disampingmu” jadi kalimat pamungkas yang dulu katamu amat berharga.

Anehnya, hasil akhir dari apa yang telah kita miliki justru jadi kejutan baru. Masih lekat diingatan bagaimana kamu berjanji tuk tetap bersama. Namun seseorang yang di luar sana memang nampakanya jauh lebih menggoda.

Dengan Apa Yang Kamu Miliki Sekarang Mudah Memang Untuk Menjatuhkan Pilihan

Wajar memang jika dirinya akan dengan mudah tertarik padamu. Bagaimana pun kamu memang sosok laki-laki yang banyak dicari. Percaya diri dan punya sesuatu yang dapat dibanggakan tentu jadi daya pikat yang menarik bagi seorang perempuan. Bukan berniat untuk selalu memojokkanmu, tapi kenyataannya kamu jadi pihak yang justru berusaha untuk dilirik.

Segala pembuktian, hal yang tadinya hanya kamu perlihatkan di hadapanku, diam-diam kamu perlihatkan untuk orang lain juga. Dengan semua yang telah kau punya, tentu mudah memang menjatuhkan pilihan. Tapi bagaimana jika itu semua tak bertahan lama?

Diriku Sadar Jika Parasku Tak Seelok Dia, Tapi Setidaknya Aku Sudah Berhasil Memberimu Putri Kecil Yang Tak Kalah Cantik

Aku masih ingat, jika dulu penampilan bukanlah sesuatu yang terlalu mendapat perhatianmu. Tak heran jika aku pun tak pernah merasa butuh untuk merias diri, dengan perawatan ekstra. Namun dunia baru yang ada, memang datang dengan membawa beberapa perubahannya. Masalah-masalah kecil dalam hal penampilan, mulai masuk dalam daftar yang perlu dikeluhkan.

Meski telah berusaha untuk bisa tampil serupa, usahaku memang tak lebih unggul dari dia. Paras yang kupunya tentu tak secantik dirinya, tapi apakah itu jadi syarat mutlak untuk tetap bersama ? Cobalah ingat betapa manisnya dia yang kini kita punya.

Sebab Cintaku Tak Perlu Kamu Ragukan, Lalu Bagaimana Dengan Dia Yang Ingin Kamu Jadikan Pilihan

Di awal cerita kamu datang dengan segala kesederhanaan. Memintaku untuk melengkapi ruang-ruang kosong dalam hidup. Tanpa ragu, perempuan ini mantap menerima ajakanmu.

Bahkan jika saat ini kamu kembali datang dan bertanya, jawabanku tentu masih sama. Rasa sayang dan semua cinta yang sedari dulu ada masih tersusun rapi dengan baik meski sekarang sedang diombang-ambing oleh perubahan. Lalu bagaimana dengan dia? Sudahkah kamu pastikan bahwa dirinya juga sanggup berlaku sama?

Bohong Memang Jika Kubilang Ini Tak Menyakitkan, Lalu Haruskah Aku Memaksamu Untuk Tetap Bertahan?

Sebagai pihak yang sedang dalam dua kemungkinan, ini tentu terasa menyakitkan. Ditinggalkan atau tetap dijadikan pilihan, jadi dua hal yang saat ini selalu aku pikirkan. Tumpukan kemungkinan itu terlihat mengerikan, tapi haruskan aku tetap bertahan?

Dulu aku berpikir bahwa kamu adalah sosok pendamping yang memang diciptakan semesta untukku seorang. Akan tetapi ada sesuatu yang kini aku percaya, bahwa apa yang kuanggap benar tak selalu bisa sejalan. Ditinggal olehmu tentu saja menyakitkan, tapi apa iya aku harus terus bertahan? Sedang kamu sudah berjalan tuk meninggalkanku.

Jika Akhirnya Kamu Ingin Nikmati Bahagiamu Dengan Dia, Aku Pun Paham Bahwa Waktu Mungkin Telah Merubah Segalanya

Masih dalam keterbatasanku yang tak bisa menerka semesta. Posisiku sebagai pihak yang disakiti tentu jadi mimpi yang tak pernah kuingini. Memintamu untuk tetap bertahan memang nampaknya tak bisa kulakukan. Tapi bukan berarti aku lantas berhenti untuk mengupayakannya. 

Bahkan hingga kini aku masih mencintaimu dengan rasa yang sama saat dulu pertama. Tapi jika akhirnya kamu ingin nikmati bahagia dengan dia, aku sungguh tak apa.

Kini aku bisa melepasmu, bukan karena rasa yang sudah tiada. Aku hanya sadar bahwa kamu bukan lagi laki-laki sederhana yang kemarin mengajakku hidup bersama. Karena nampaknya waktu dan segala yang kamu punya telah berhasil merubah segalanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Rasanya Jadi Perempuan Yang Katanya Terlalu Kuat Untuk Ditemani

Sifat manja yang dimiliki perempuan, katanya sering menarik perhatian. Lalu bagaimana dengan mereka yang mandiri dan sulit untuk ditaklukkan? Mungkin benar sikapnya justru jadi sebuah kekhawatiran bagi sebagian laki-laki. Pasalnya menurut hasil dari beberapa penelitian yang dilakukan para ahli. Sebagian besar laki-laki sering merasa minder jika berhadapan dengan dia yang katanya terlalu kuat untuk ditemani.

Mari lupakan dulu pandangan dari mereka yang katanya kurang percaya diri. Cobalah untuk mendengar kata hati dari mereka yang katanya terlalu kuat untuk ditemani itu.

Bukan Tak Ingin Meminta Tolong, Katanya Mereka Hanya Tak Ingin Menyusahkan Orang

Mungkin kalimat “Nggak apa-apa, bisa kok” memang sering keluar dari mulut mereka. Bukan berniat terlalu mengagungkan diri dan tak butuh orang lain. Hanya saja, segala sesuatu memang selalu diupayakan sendiri. Mulai dari hal sepele seperti mengangkat galon air, hingga kendaraan rusak yang perlu diperbaiki ke bengkel.

Di dalam kepala mereka, tak bisa merasa nyaman jika harus merepotkan orang lain. Apalagi untuk hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan seorang diri. Namun masalahnya, beberapa laki-laki sering salah dalam mengartikan sikap ini.

Sering Jadi Pusat Perhatian Hingga Dianggap Mampu Melakukan Segala Hal

Memang sih apa yang selalu mereka lakukan selalu menjadi pusat perhatian. Padahal mereka hanya sedang ingin melakukan yang terbaik. Tanpa berpikir untuk menjadi yang lebih dominan. Perempuan tipikal ini, selalu tahu apa yang harus dilakukannya bukan berarti mampu melakukan segala hal.

Tapi ketika semangatnya sedang berapi-api, ia memang akan selalu memampukan diri melakukan semuanya. Meski pada kenyataanya tentu ada beberapa hal yang tak mampu ia penuhi dengan seorang diri.

Keberaniannya Mengambil Resiko Memang Benar, Tapi Bukan Berarti Ia Tak Punya Rasa Takut Kan?

Kemampuannya dalam segala hal sering membuat orang lain menilai dirinya sebagai pribadi yang terlalu ambisius. Tak heran jika mereka terbilang jarang untuk mempermasalahkan sebab akibat yang diperoleh dari setiap keputusan. Mereka percaya bahwa keberanian akan jadi sebuah pembelajaran, meski kadang hasilnya tak seperti yang diinginkan.

Satu hal yang orang lain tak tahu, bagaimana mereka mengumpulkan keberanian. Sikap tak lagi takut hanyalah sebuah gambaran penenang agar selalu percaya pada keputusan diri sendiri.

Padahal Rasa Was-was Dari Para Lelaki Itu Hanyalah Asumsi Mereka Saja

Jika boleh jujur, mereka memang memiliki  kecenderungan yang sulit membuka hati untuk laki-laki. Tapi bukan berarti mereka tak ingin mencintai atau dicintai, ini hanyalah masalah penyesuaian diri. Dimata mereka tak mudah untuk menemukan laki-laki yang punya langkah seiring. Namun jika memang sudah dipertemukan, dia tak segan untuk mencintai sedalam-dalamnya.

Masalahnya laki-laki justru menilai hal ini sebagai batu penghalang bagi mereka. Padahal itu semua hanyalah asumsi yang dirangkum sendiri. Sesuatu yang sebenarnya ada di benak para perempuan kuat itu, tidaklah selalu demikian.

Bahkan Ditengah Kegilaan Untuk Bekerja, Mereka Juga Butuh Waktu Untuk Sekedar Meliburkan Diri Dari Segalanya

Jangan pikir kalau mereka tak punya lelah. Meski kata orang mereka tak pernah lelah karena selalu giat bekerja, sungguh itu tak sepenuhnya benar. Wajah milik mereka memang selalu terlihat sumringah untuk segala hal yang dilakukannya. Tapi bukan berarti mereka tak butuh istirahat untuk sekedar merehatkan pikirannya.

Orang lain memang boleh saja melihat mereka terlalu gila dengan segala obsesinya. Padahal dibalik itu semua mereka juga kadang butuh seseorang yang bisa menawarkan liburan. Meski sekedar sejenak menikmati teh hangat tanpa beban pekerjaan.

Hingga Sesekali Merasa Iri Dengan Perempuan Lain Yang Bisa Bermanja-manja

Disaat beberapa perempuan lain, merasa jenuh dengan sebutan manja. Perempuan yang katanya mandiri ini justru rindu mendapat sebutan itu. Mungkin laki-laki yang mengenalnya beranggapan bahwa dia adalah sosok tangguh yang tak butuh sebutan itu. Karena toh itu hanyalah sebuah predikat bagi mereka yang katanya lemah dan selalu butuh bantuan. Bukan buat mereka yang mandiri dengan kemampuan diatas rata-rata.

Percayalah, meski hanya sesekali mereka juga ingin mendapat perlakuan seperti itu. Bukan karena mereka ingin terlihat lemah, rasanya ini adalah sesuatu yang disebut naluri. Dimana mereka ingin mendapat perlakuan yang sama sebagaimana perempuan lainnya.

Sementara Itu Ada Waktu Dimana Ia Butuh Sandaran, Namun Tak Ada Yang Mau Meski Hanya Sekedar Percaya

Aneh memang, ada orang yang matian-matian untuk terlihat kuat tapi tak mampu. Lalu datanglah dia yang tak selalu berharap dinilai kuat tapi tak seorang pun mau percaya bahwa dia lemah.

Bahkan jika ada waktu untuk mereka mengutarakan keinginan tersebut, sesuatu yang didapat justru pernyataan yang menunjukkan rasa tak percaya.
“Masa iya kamu nggak bisa, hal besar lain aja tunduk ditanganmu. Masa begitu nyerah!”

Padahal bukan masalah menyerah atau tak mampunya, hal itu dilakukan hanya untuk menghilangan konotasi kuat yang selalu dianggap momok. Buat mereka yang berniat berteman atau mendekat menjadi bagian dari hati.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ini Yang Terjadi Pada Media Sosial Milikmu, Setelah Kamu Meninggal

Suatu waktu kamu pasti pernah berandai-andai tentang kehidupan, hingga pada soal kematian. Segala sesuatu yang saat ini kamu miliki, kelak akan ditinggal pergi. Termasuk akun media sosial milikmu. Bukan berniat untuk menakut-nakuti, tapi pernah tidak kamu berpikir, apa yang akan terjadi pada sosial media ketika pemiliknya telah mati?

Hadir jadi gambaran atas apa yang  dilakukan selama hidup di dunia. Platform ini tentu jadi sesuatu yang memberi kenangan, dan akan berbeda jika sang pemiliknya tiba-tiba mati. Apa tak ngeri, raga dari pemiliknya telah mati namun media sosial milliknya tetap hidup dan dinikmati oleh orang lain?

Tak hanya untuk kamu yang mungkin berpikir akan mati, ini juga penting lagi seseorang yang mungkin memiliki teman atau kolega yang sudah meninggal namun akun media sosialnya masih diaktifkan. Lalu apa yang perlu diperhatikan? Yuk simak ulasan berikut!

Jangan Dulu Senang Punya Banyak Teman Di Media Sosial, Bisa Jadi Sebagian Besar Dari Mereka Adalah Orang  Yang Telah Mati

Ambilah contoh media sosial yang paling banyak di gunakan di tanah air, Facebook misalnya. Platform pertemanan yang satu ini, hanya memperbolehkanmu memiliki teman dengan batas maksimal 5.000 orang. Nah yang jadi pertanyaan, apakah kamu kenal siapa saja mereka? Jawabannya tentu saja tidak! Bahkan yang lebih parah lagi, bisa saja sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang telah meninggal.

Setelah 13 tahun lebih hadir, Facebook ternyata punya fakta menarik yang mungkin akan membuat kita geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak lebih dari 30 juta penggunanya, kini berstatus almarhum. Dimana ada sekitar 8.000 orang yang ternyata meninggal setiap harinya. Hal serupa juga dialami oleh media sosial lainnya, seperti twitter, path, instangram dan yang lainnya. Kalau masih tak percaya, kamu bisa mengecek satu persatu teman di Facebook. Siapa tahu selama ini kamu telah berteman dengan orang orang mati.

Tapi Platform Besutan Mark Zuckerberg Ini, Punya Pilihan Untuk Mewariskan Akun Kepada Seseorang Yang Kamu Ingini

Bagi kamu yang sudah punya akun sejak facebook di rilis, 13 tahun tentu bukan waktu yang sedikit. Berbagai macam kenangan status, foto hingga video sudah mengisi timeline milikmu tentunya. Lalu bayangkan apa yang akan terjadi pada semua itu ketika kamu meninggal ?

Demi menjawab kegelisahan para penggunanya, Facebook menyediakan legacy contact untuk mewariskan akun kepunyaanmu. Dengan begitu kelak jika kamu meninggal, dia yang jadi pewaris memiliki akses untuk log in atau meminta pihak Facebook menghapus akun milikmu.

Caranya pun cukup gampang, kamu bisa memulainya dengan klik panah yang mengarah ke bawah di pojok kanan atas jendela Facebook. Kemudian beralihlah ke bagian setting, lalu klik security di menu yang tertera sebelah kiri. Di sana kamu akan menemukan pilihan kata legacy contact, kemudian klik nama yang kamu inginkan dan send. Dengan begitu kelak dia akan punya kendali penuh atas akun yang kamu tinggalkan.

Karena Tak Selamanya Semua Orang Bisa Berkicau Di Twitter, Kamu Juga Perlu Tahu Cara Untuk Menonaktifkan Akun Tersebut

Dari semua cuitanmu yang ada di twitter, kadang kita merasa ada beberapa tweet yang tiba-tiba tak seharusnya diposting. Belum lagi jika kelak kita mati? Berbeda dengan Facebook yang memberi hak utuh pada sang pewaris akun, di Twitter tak seorang pun yang bisa mengelola akun milikmu ketika kamu sudah meninggal. Meski begitu kerabat yang tercantum sebagai pewaris, bisa meminta pihak Twitter untuk menghapus beberapa tweet yang mungkin ingin dihilangkan.

Kebayang ngggak sih, jika cuitan-cuitan lucu yang kadang bersifat tak baik tiba-tiba kembali mengudara, padahal sang pengirim tweet telah mati. Untuk itu siapa pun yang jadi pewaris, hanya perlu mengisi formulir permintaan penghapusan dengan benar. Kemudian dilanjutkan dengan pilihan “want to request the deactivation of a deceased user’s account”.

Gmail Si Nenek Moyang Segala Aktivitas Di Google Juga Memberikan Fasilitas Untuk Mengelola Akun Jika Pemiliknya Telah Tiada

Sebagai induk dari segala akun yang terhubung pada Google, Gmail tentu punya peranan yang besar. Bagaimana tidak, satu akun ini telah menghubungkan kita pada berbagai macam platform. Lalu bagaimana jika pemiliknya tiba-tiba berpulang ?

Tenang saja, nampaknya yang satu ini memang jauh lebih praktis. Karena mereka akan menghapus sendiri email milikmu jika kamu memang benar-benar meninggal. Loh tapi gimana caranya? Pihak Gmail akan mendeteksi dan memerhatikan aktivitasmu, mulai dari log in email, browser hingga lokasi check in terakhir yang kamu akses.

Untuk dapat memberi tahu mereka bahwa sang pemilik telah meninggal, kamu bisa mengaturnya di setting-an pengelola akun gmail. Disana kamu akan diminta mengisi kontak kepercayaan yang kamu punya. Dengan begitu ketika tak lagi ada aktivitas di akun milikmu, mereka akan mengirimkan peringatan pada akun tersebut.

Hingga Memorialisasi Pada Situs Berbagi Foto Dan Video Di Instagram Yang Akan Menutup Seluruh Akses Ketika Laporan Kematian Sudah Diisi Dengan Benar

Media sosial yang sudah berada dalam naungan Facebook ini, juga memiliki kebijakan yang lebih sederhana. Istilah dikenang yang dipakai oleh mereka, menjadikan akun instagram dibekukan ketika pemiliknya sudah meninggal. Tak ada satupun orang yang bisa log in atau mengendalikan akun tersebut. Termasuk tak akan ada lagi pada kolom pencarian. Namun untuk semua data dan aktivitas yang pernah dilakukan semasa hidup akan tetap ada.

Untuk melaporkannya, pemilih akun harus memiliki kontak kepercayaan yang memiliki informasi kuat dan bisa memberi laporan jika penggunanya meninggal. Satu hal yang sedikit menggelitik, meski sudah dibekukan semua orang masih bisa berkirim pesan lewat direct message. Baik berupa teks, gambar atau video, lalu kira-kira siapa yang akan baca ya?

Saat Kamu Tengah Menikmati Sajian Postingan Dari Seorang Teman Di Media Sosial Bisa Jadi Dia Telah Mati

Inovasi-inovasi yang ada pada setiap media sosial, memang beragam. Cobalah tengok Facebook yang sekarang sudah menampilkan kenangan dari beberapa tahun sebelumnya setiap harinya. Mulai dari unggahan foto, postingan status, video dan aktivitas pertemanan lainnya.

Lalu tanpa sengaja, suatu hari kamu coba membuka kembali sajian memori yang diingatkan. Kemudian ada aktivitas percakapan atau berbalas komentar dengan dia yang sudah meninggal. Bagaimana rasanya? Mungkin biasa saja memang. Tapi jika ingin dirasakan lebih dalam lagi, itu tentu terasa sedikit aneh. Kamu yang masih hidup berinteraksi dengan dia yang nyatanya sudah meninggal.

Sebaliknya Ketika Kamu Sudah Bertemu Dengan Pemilik Semesta, Sosial Mediamu Masih Bergerak Dengan Leluasa

Hal berbeda lain yang juga mungkin akan terasa, adalah ketika kamu jadi pihak yang meninggalkan. Kamu telah mati, pergi dan mungkin sudah membusuk. Namun media sosial milikmu masih hidup dan bergerak. Belum lagi jika tak ada pengaturan privasi yang kamu terapkan pada akunmu.

Pada akhirnya semua keputusan memang kembali berada ditangan kita masing-masing. Tapi setidaknya sekarang kita lebih mampu memahami, apa yang akan kita lakukan ketika kelak kita akan mati. Atau bagaimana caranya menangani akun kerabat yang telah pergi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top