Tips

Segera Lakukan Hal Ini Agar Bahagiamu Utuh Di Usiamu Nanti Yang Ke Lima Puluh

Di situs tanya jawab Quora, ada satu orang yang bertanya tentang “hal-hal apa saja yang diharapkan orang-orang berusia 50 tahun ke atas dilakukannya ketika masih berusia lebih muda”. Ternyata jawaban yang diberikan oleh para pengguna situs tersebut luar biasa menarik. Nah, untuk kamu yang masih berusia muda, ayo ikuti saran-saran mereka yang muncul di situs tersebut, ini agar tak menyesal di usia senja nanti.

Jangan Merokok, Kalau Kamu Sudah Terlanjur Merokok Masih Bisa Berhenti Kok

merokok

Pengguna bernama Cyndi memberikan nasehatnya kepada kamu yang masih merokok. Menurutnya, merokok membuatnya miskin, bau, dan 100 persen menyebabkan penyakit. Berhentilah merokok sekarang juga jika tidak ingin sengsara terkena kanker ketika menginjak usia 50 nanti.

Tetap Sayangi Orang Tua Dan Saudaramu Ya

sayang orang tua

Di masa kecil mungkin kita dekat dengan orang tua. Namun beranjak dewasa, kita tak lagi berbagi cerita baik dengan orang tua maupun saudara. Sering kali kita terlibat pertengkaran sengit karena merasa sudah bisa hidup mandiri.

Inilah saat-saat berharga, belajar menghargai perbedaan pendapat. Keluarga adalah tempat dimana kita seharusnya bisa memahami arti perbedaan itu. Terutama untuk orang tua, bayangkan kemungkinan mereka tak lagi bersama kita, di usia kita yang 50 nanti. Hargai dan manfaatkan kesempatan itu sebelum hilang. Sudahkah menyempatkan diri menanyakan kabar ayah ibumu saat ini?

Olahraga lah Yang Teratur Agar Staminamu Tetap Terjaga

olahraga

Masa muda sering dihabiskan untuk sibuk beraktivitas. Sel-sel muda dalam tubuh masih terasa ringan menjalani semua rutinitas. Olahraga seperti kegiatan yang hanya akan menyita banyak waktu.

Tapi tak selamanya kita berada dalam kondisi tersebut. Akan tiba masanya dimana sel dalam tubuh akan menua dan mulai tak berganti. Di usia lima puluh, akan terasa sekali perbedaan, jika kamu rutin berolahraga atau tidak. Masa inilah kita akan mulai rentan diserang penyakit degeneratif alias penuaan. Hanya olahraga di usia mudalah yang bisa memperlambat proses tersebut.

Menabung Dari Sekarang Agar Nanti Tidak Buntung

menabung

Nyaris setiap orang yang ditanya ketika berusia 50 tahun berharap mereka dulu lebih rajin menabung. Ketika usia baru menginjak 20-an atau 30-an banyak uang dihamburkan untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Gadget tak selayaknya tiap 6 bulan ganti, atau pergi ke club tak sewajarnya dua tiga kali seminggu.

Ketika 50 tahun, masa dimana kita mulai tidak produktif. Bahkan pegawai negeri sipil sudah pensiun di usia 55 tahun saja. Alangkah menyenangkannya hidup jika pada masa itu kita bisa menghidupi diri dengan layak.

Menabung meski sedikit demi sedikit tidak akan pernah rugi. Bahkan ini adalah saat yang tepat untuk kita mulai berpikir untuk investasi. Dengan waktu yang masih jauh dari pensiun, kita masih mungkin mencari investasi dengan resiko tinggi yang bisa memberi kita return yang besar pula.

Kejar Mimpimu Sekarang Juga

kejar mimpi

“Nanti kalau sudah ada uangnya aku akan memulai bisnis…”

“Setelah urusan ini selesai aku akan…”

Masih seperti itu? Mereka yang berusia di atas 50 tahun selalu mengaku menyesal tidak mengejar mimpi lebih cepat. Beban hidup hingga kondisi fisik jauh lebih mumpuni pada saat usia muda. Sayangnya, ketika itu mereka tak menyegerakan niatnya. Dan penundaan demi penundaan bahkan hingga membuat cita-citanya akhirnya terabaikan oleh rutinitas harian.

Mulailah dari sekarang. Meski pun kemudian menemui kegagalan namun kita akan menghadapi kegagalan itu dengan lebih cepat. Kita masih punya banyak waktu untuk belajar dari kegagalan itu dan kemudian bangkit. Kerjalah cita-citamu sekarang, sebelum semuanya terlambat.

Tidurlah Wahai Sahabatku

tidur

Banyak orang mengabaikan aktivitas yang satu ini. Kesibukan sering dijadikan alasan untuk menunda tidur bahkan hingga berhari-hari. Persediaan kopi diperbanyak untuk mendukung pola hidup seperti ini.

Saat ini mungkin belum terasa dampaknya, namun kurang tidur adalah sumber segala penyakit di masa datang nanti. Selain itu, kualitas tidur kita secara biologis juga akan berkurang. Sedikit orang di atas usia 50-an masih bisa tidur selama 8 jam sehari. Karena itu, manfaatkanlah kelebihan itu selagi kita bisa, istirahatlah, matikan lampu, simpan gadget hingga kita terbangun nanti.

Rawat Gigimu Sebaik Mungkin

gigi

Kuatnya gigi sering membuat kita abai memperhatikan. Makan sembarangan, sikat gigi seperlunya, tak pernah menggunakan mouth wash. Padahal gigi adalah salah satu anggota tubuh yang tidak bisa memperbaharui diri.

Sudah sangat terlambat jika kita merawatnya ketika gigi sudah mulai keropos dan tanggal. Sakit gigi adalah penyakit yang paling mengganggu di usia senja. Menggunakan gigi palsu, selain mengganggu juga memakan biaya yang tak sedikit. Ingat itu kawan!

Bersyukur Dan Mulailah Banyak Memberi

bersyukur

Masa muda adalah saat yang tepat untuk mulai belajar bersyukur. Kita masih dilimpahi begitu banyak kelebihan untuk kita bisa menikmati hidup. Dan di saat usia produktif inilah kita harus lebih banyak memberi, karena kita masih mampu untuk menghasilkan.

Dua hal ini akan semakin sulit dilakukan ketika usia semakin bertambah. Situasi mulai dari kondisi fisik dan keuangan akan terus menurun yang membuat kita sulit bersyukur dan memberi jika tak dilatih dari usia muda.

Asah Keingin Tahuanmu, Lakukan Hal-Hal Yang Kamu Takuti Setiap Hari!

hal kamu takuti

Kemampuan belajar dan keinginan menyerap pengalaman sangat kuat di usia muda. Jangan abaikan hal itu. Lakukanlah sebanyak yang kita bisa, belajarlah semampu kita sampai batasnya.

Takut olah raga air? Lakukanlah sekarang juga! Takut Bungee jumping, loncatlah hari ini juga! Tidak berani mencoba tempat baru, keluarlah selagi sempat. Niscaya, hal-hal itu akan menghantui jika tak pernah kita lakukan hingga usia 50 nanti.

Buatlah Catatan Hidupmu Mulai Dari Sekarang!

catatan

Kamu mungkin merasa itu tak berguna dan buang-buang waktu. Tapi seiring berjalannya usia, kamu akan mulai kehilangan daya ingat. Banyak aktivitas dan pengalamanmu yang berlalu begitu saja.

Ketika menginjak usia 50, pengalaman dan ingatan manis inilah yang akan menemanimu kemudian hari. Bayangkan jika kamu tak mampu lagi mengingatnya secara jelas. Sungguh kamu akan merugi. Buat catatan, simpan foto, buatlah blog, kamu tidak akan pernah menyesal.

Usahakan Beli Rumah Ya!

rumah

Kamu akan selalu butuh tempat untuk berteduh. Sedih rasanya jika di usia senjamu, masih harus berpindah-pindah tempat. Kamu tak lagi semudah itu menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan.

Karena itu, jika rezekimu sudah mencukupi belilah rumah. Meski kecil, itu akan jadi tempat perlindunganmu. Lagi pula, cicilan akan lebih ringan jika dilakukan dalam waktu yang lebih panjangkan.

Berhenti Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain

membandingkan diri

Bagus memang punya jiwa yang kompetitif di usia muda. Namun, pada akhirnya kamu harus paham batasannya. Berhentilah menyakiti dirimu dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Kalau kamu tidak menghentikannya sekarang, bayangkan betapa tersiksanya kamu ketika tubuh sudah renta, tak lagi cakap tapi masih terus membandingkan diri dengan orang lain. Percayalah, kamu adalah individu terbaik!

Rawatlah Sahabatmu!

teman

Saat ini mungkin mudah bertemu dengan kawan untuk sekedar makan malam. Tapi semua mulai berubah ketika sudah berkeluarga, intensitas pertemuan semakin jarang. Dan hal ini akan terus berkurang seiring waktu. Nantinya hanya tersisa sahabat-sahabat terbaikmu yang masih mau mengunjungimu di usia 50 tahun. Sayangi mereka sekarang juga, rawatlah persahabatanmu!

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Saat Cari Pacar Senangnya Bad Boy, Giliran Disakiti Bilang Semua Laki-Laki Sama Aja

Sikap wanita kadang membuat kita geleng-geleng kepala. Apalagi jika kita coba memberinya pertanyaan, perihal laki-laki mana yang paling menawan? Dan jawabannya tentu saja si bad boy jadi pemenang. Wanita tak perlu mengelak atau tiba-tiba ingin menyuarakan protes, karena faktanya ada bukti lain yang bisa kita lihat. Salah satunya, si laki-laki yang terlihat nakal dengan penampilan yang juga urak-urakan, mudah sekali menggaet wanita. Anehnya jika mereka kelak disakiti oleh si bad boy tadi, mereka akan membuat sebuah argumen bahwa semua laki-laki itu sama saja. Loh, bukannya tadi mereka sendiri yang memilih si bad boy?  

Untuk Sakit Hati yang Mungkin Kamu Rasa, Bukan Berarti Kamu Lantas Boleh Menvonis Mereka Sama

Kisah cintamu dengan beberapa dari mereka mungkin berakhir dengan tak menyenangkan. Tapi berpikir bahwa mereka semua adalah sama, bukanlah sesuatu yang bijak. Meski memiliki jenis kelamin yang sama, mereka tetap saja berbeda. Dia yang terlihat bad boy mungkin nakal seperti katamu, tapi bukan berarti laki-laki bertampang urakan yang lain juga sama. Lagi pula harusnya kamu paham, bahwa setiap manusia hadir dengan kekurangan dan kelebihan yang berbeda.  

Coba Bayangkan Jika Mereka Akan Membalas Dengan Perkataan Yang Sama, Semua Wanita Sama Saja!

Hadir sebagai orang baru di kehidupan seseorang, lalu kamu dihadiahi sebuah perkataan bak vonis mematikan. Katanya semua wanita itu sama, sama-sama brengseknya! Bohong jika kamu bilang kamu tak sakit hati karena ungkapan itu. Bahkan mereka yang kita bilang tak baik saja, memiliki bentuk keburukan yang berbeda pula. Lalu siapakah kita bisa menvonis mereka semua sama? Rasanya tak ada yang mau jika disama-samakan dengan yang lain. Termasuk kamu! Apa lagi jika hal yang disamakan tersebut dalam konteks yang tidak baik.  

Lagi Pula Meski Berkata Demikian, Hal Itu Tentu Tak Membuat Lukamu Hilang

Jika ungkapan tersebut adalah sebuah matra yang bisa menyembuhkan, nampaknya mungkin bisa dipertimbangkan. Pasca putus cinta dari si bad boy yang katamu tak baik itu, sakit hati memang jadi sesuatu yang sedang kamu ingin hilangkan. Namun pada kenyataannya berkata demikian tak akan membuatmu jauh lebih baik darinya, sebaliknya orang lain akan menilaimu sebagai wanita yang tak punya pendirian. Karena sejak awal bisa jadi kamulah yang telah memilihnya untuk dijadikan pasangan. Dengan demikian sakit hati sudah menjadi resiko yang mau tak mau harus dihadapi.  

Dengan Berkata Begitu Berarti Kamu Menutup Diri Dari Laki-laki Baik Yang Mungkin Sedang Ingin Menyembuhkan Lukamu

Kesalahan dalam memilih pasangan bukan sesuatu yang perlu disesalkan. Biar bagaimana pun mereka pernah membuatmu tertawa hingga bahagia. Ini akan jadi cerita untuk hidup yang kamu punya. Hari ini mungkin kamu menyesal, karena kemarin telah menaruh percaya padanya. Tapi jika akhirnya ia melukis luka, bukan berarti laki-laki lain akan berbuat hal yang sama. Jika kamu masih terus berputar-putar pada bayangan negatif yang kamu letakkan pada semua lelaki. Itu artinya dirimu sedang membangun tembok pemisah dengan mereka yang mungkin bisa bersikap baik padamu.  

Sakit Hati Itu Wajar, Tapi Menyembuhkannya Bukanlah Demikian

“Pasti ada pelangi setelah hujan”, kalimat ini bisa kamu jadikan acuan untuk perjalanan cintamu. Konon untuk bisa sampai pada cinta sejati yang sebenarnya, kamu memang harus beberapa kali singgah pada hati yang salah terlebih dulu. Cinta yang tak berakhir dengan baik, justru jadi pelajaran yang akan menguatkan hatimu. Kamu hanya perlu bersabar, tanpa harus membeberkan keburukan pasangan yang lalu. Apalagi dengan menilai orang lain yang juga sama. Tentu tidak demikian. Tak hanya kamu saja, bahkan laki-laki juga mungkin akan merasakan hal yang sama. Tapi bukan berarti mereka lantas berhak berkata bahwa semua wanita itu sama.  

Satu Bukan Berarti Semua, Percayalah Masih Ada Si Good Boy Yang Akan Jadi Penawar Luka

Nah ini adalah poin penting yang harus kamu percaya, untuk cerita cinta yang mungkin berakhir dengan luka. Kelak jika waktunya sudah mulai tiba, semesta dan Sang Pemiliknya akan mempertemukanmu dengan laki-laki lain yang lebih baik dari sebelumnya. Bukan masalah dari tampilannya yang bad boy atau tidak, tapi bagaimana kamu bisa mengenali dia lebih dalam lagi. Tak peduli bagaimana tampilannya, yang paling penting dirinya bisa memperlakukanmu dengan baik dan bertanggung jawab atas hubungan. Tapi semua ini hanya akan kamu dapatkan saat kamu telah bisa berpikir positif, dan tak menutup diri dari laki-laki lain hanya karena kamu pernah disakiti dari salah satu dari mereka.  

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sebab-sebab Kenapa Kamu Selalu Dirundung Pilu dan Susah Bahagia

Hidup itu penuh warna. Perasaanmu pun tak selalu bahagia, sebab ada kalanya juga sepi dan pilu datang menyapa. Jika bahagia saja ada alasannya, pun juga pilu yang kadang datang dengan tiba-tiba. Diantara sekian perasaan, mendapati hidup yang tak bahagia itu jelas tak enak. Untukmu yang mungkin bertanya-tanya apa sebabnya kamu sukar tertawa, mungkin kamu perlu menilik kembali apa saja yang telah kamu lakukan selama ini.

Kuasa Itu Bukan Segalanya, Kamu Hanya Akan Memupuk Pilu Jika Terus Menekan Orang-orang di Sekitarmu

Coba berefleksi sejenak, sudahkah sikap dan tingkah lakumu diterima orang-orang yang ada di sekitarmu? Jiwa kepemimpinan itu memang perlu, menciptakan citra diri penuh kharisma pun tak salah jika itu maumu. Tapi bukan dengan terus menerus memberi tekanan pada mereka yang ada di sekitarmu. Semula mereka terlihat bahagia, lambat laun senyum yang rutin kamu lihat ternyata memudar dari wajah mereka. Alasannya, mereka tak lagi menaruh hormat pada dirimu.

Jika sudah demikian, bukankah menyedihkan? Ingatlah, kuasa itu bukan segalanya. Kalaupun kamu punya wewenang, coba pikirkan kembali bagaimana seharusnya kamu menjalankan hal tersebut. Melatih diri menghargai orang lain dengan beragam latar belakang yang mereka miliki adalah cara terbaik yang bisa kamu lakukan. Sebab dengan begitu, kamu akan tahu caranya menghargai kebahagiaan yang datang padamu.

Sudah Tahu Betapa Tidak Nyamannya Dibandingkan, Mengapa Kamu Masih Gemar Membanding-bandingkan?

Imbas dari majunya kehidupan media sosial adalah mudahnya membandingkan hal satu dengan yang lainnya. Bukan hanya soal barang, tapi sering kali orang pun tak luput jadi obyek perbandingan. Kamu, seandainya ibumu membandingkanmu dengan anak tetangga, bukankah telinga jadi jengah juga kala mendengarnya? Lantas, kenapa kamu masih sibuk membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain? Ada satu prinsip hidup sederhana yang berkata, “Setiap orang punya lajunya masing-masing.”

Kamu tak perlu sibuk mengomentari si A yang hidupnya pelesiran, si B yang mampu belanja barang-barang mewah, atau si C yang sudah berkeluarga dan terlihat bahagia. Kamu akan berada pada fase itu, hanya saja waktumu belum tiba. Itulah mengapa penting sekali untuk mengingatkan sesama agar terus bersyukur, agar tak ada satu orang pun yang merasa hidupnya pilu berkepanjangan.

Memandang Buruk Setiap Kesalahan Itu Tak Perlu, Yakinlah Kalau Kamu Bisa Terus Melangkah Maju

Sikap optimis itu mampu meleburkan rasa pesimis. Kamu pasti pernah gagal dalam hal tertentu, evaluasi pun juga perlu, tapi bukan berarti kamu harus terus dirundung pilu. Seperti kata pepatah, setiap manusia itu belajar dari kesalahan. Ya, kamu harus optimis jika setiap kegagalan, sakit hati, tangisan, pengkhianatan, serta hal-hal menyedihkan lainnya ada untuk membuat kita jauh lebih kuat.

Meski kamu tahu energimu akan terkuras melewati setiap fase hidup yang berat itu, percayalah bahwa ada pelajaran berharga yang bisa kita petik. Lebih baik mana, gagal atau menyesal? Meski gagal setidaknya kamu pernah mencoba, daripada menyesal karena tak pernah mencobanya sama sekali.

Selagi Kamu Bisa Melakukan Hal Positif, Tinggalkan Saja Segala Hal Negatif

Melakukan hal negatif itu ibarat penyakit menular. Kalau kamu berada di dekatnya, kemungkinan untuk tertular juga cukup besar. Karenanya, daripada tertular, lebih baik jangan dekat-dekat. Seperti itulah lingkungan di sekitar kita. Kalau kamu tahu sekelilingmu hanya memberi dampak negatif, lebih baik jangan biarkan dirimu tenggelam bersama mereka. Hindari kedekatan dengan orang-orang yang hanya menghabiskan waktu dengan bergosip, membenci grup tertentu, atau bahkan tak menghargai keberadaanmu.

Lantaran Terlalu Sibuk Memperhatikan Sekitarmu, Jangan Sampai Lalai Memikirkan Dirimu 

Selama ini mungkin kita terlampau sibuk dengan segala macam hal yang ingin kita kejar dan mimpi untuk membahagiakan orang sekitar kita. Tapi coba pikirkan lagi, sudahkah kamu bahagia sekarang ini? Untuk apa sibuk merangkai mimpi dan membahagiakan orang-orang di sekitarmu kalau kamu sendiri pun tak bahagia? Hei kawan, kamu berhak melukiskan kebahagiaanmu terlebih dahulu. Mengenali diri sendiri itu jauh lebih penting. Karena jika kamu saja tak kenal dirimu, lantas apakah tujuan dari semua kerja kerasmu? Mulai hari ini, berprinsiplah kalau dirimu harus berbahagia terlebih dahulu sebelum memikirkan kebahagiaan orang lain.    

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cinta Datang Tanpa Diduga, Seperti Teman Yang Mencintai Pacarmu Diam-Diam

Kamu mungkin bisa saja bilang, bahwa pacarmu tak mungkin berpaling pada hati yang lain. Tapi dalam sebuah hubungan pasti selalu ada pasang surutnya. Saat perjalanan cinta kamu dengan si dia sedang goyah, bukan tak mungkin jika orang lain akan masuk secara tiba-tiba. Dan ungkapan “Musuh dalam selimut” mungkin jadi sesuatu yang akan kita percaya. Belajar dari beberapa kasus teman makan teman yang lain, dia yang mengaku teman bisa jadi musuh yang diam-diam akan menusuk dari belakang. Tak ingin berprasangka buruk kepada si dia dan teman kita, tapi hal ini memang jadi sesuatu yang patut untuk dijaga. Karena tanpa sepengetahuan kita, bisa jadi diam-diam dia telah menaruh rasa.  

Awalnya Mungkin Biasa, Sekedar Meminta Untuk Dikenalkan Dengan Si Dia, Tapi Perlahan Si Kawan Mulai Bertingkah Tak Biasa

Untuk ukuran niat yang mungkin buruk, perkenalan memanglah bukan sebuah patokan untuk kita bisa berpikir bahwa dia akan merebut pacar kita. Apalagi jika ternyata perkenalan mereka terjadi tanpa disengaja. Misalnya secara tak sengaja saat sedang jalan berdua dengan pacar, kita bertemu dengannya. Wajar jika kemudian kita akan meminta mereka untuk berkenalan. Tapi akan berbeda, jika ternyata dia yang selalu ingin untuk dikenalkan dengan pacar kita. Meski awalnya katanya hanya sekedar ingin tahu saja, dia yang kita panggil teman mulai lebih sering membahas soal pacarmu.  

Lalu Sikapnya Kerap Kali Berubah Saat Sedang Bertemu Dengan Pacarmu

Perubahan sikapnya ini jadi salah satu tanda jika diam-diam dia sedang menaruh rasa pada pacarmu. Sama seperti seseorang yang sedang jatuh cinta, setiap kali bertemu dengan pacarmu sikapnya jelas berubah. Mulai dari yang dulunya tak banyak cakap, tiba-tiba berubah lebih banyak bicara. Bahkan yang lebih parahnya lagi, meski di hadapanmu dia sering melempar senyum ke arah pacarmu, bisa jadi hal itu jadi bentuk komunikasi diantara mereka. Namun mengingat hubungan mereka adalah teman dari pacar dan pacar dari teman, rasanya itu tak seharusnya.  

Merasa Jadi Orang Yang Paling Mengerti, Dengan Harapan Pacarmu Akan Lebih Banyak Curhat Padanya Jika Hubungan Kalian Sedang Bermasalah

Dengan statusnya sebagai seorang teman, sedikit banyak dia tentu sudah paham siapa kita. Tapi apakah hal ini selalu berdampak baik untuk hubungan kita? Nampaknya tak selalu begitu. Apalagi jika dia mendadak bersikap jadi orang yang paling tahu kita dari segala hal. Bukan apa-apa, bisa jadi ini adalah salah satu siasat yang sedang ingin dia lakukan. Dengan harapan, jika sewaktu-waktu kamu dan pasangan bertengkar dia akan hadir sebagai penenang. Setelah pacarmu akan curhat dengannya, kamu tentu tahu apa yang selanjutnya bisa terjadi diantara mereka.  

Selalu Terlihat Baik Dan Peduli Saat Hubungan Kalian Ada Masalah, Tapi Nasehatnya Sering Menyuruhmu Untuk Menyerah

Logikanya sebagai seorang teman, kita tentu akan berusaha memberi masukan yang menenangkan. Namun berbeda dengan dirinya yang mungkin sedang ada di depan kita. Berharap mendapat saran yang baik, dia justru selalu memberi pilihan untuk menyudahi hubungan dengan pacarmu. Justru dia berpendapat bahwa pacarmu sekarang bukanlah orang terbaik yang harus dipertahankan. Padahal itu adalah salah satu cara untuk merebut posisi kita sekarang.  

Dan Pada Berbagai Kesempatan Dia Selalu Berupaya Untuk Bisa Bertemu Dengan Pacarmu

Tak peduli entah itu berhubungan dengan masalah pekerjaan atau urusan pribadi, nampaknya dia memang selalu ingin melibatkan pacarmu dalam segala situasi. Belum lagi jika pacarmu adalah tipikal orang yang baik. Tak ingin berprasangka buruk kepada orang lain, ia akan memenuhi permintaan kawanmu itu tanpa berpikir yang tidak-tidak. Meski diri ini sudah menunjukkan ekspresi tak suka, dirinya hanya akan menenangkan kamu sembari bilang bahwa dia tak mungkin merebut pacarmu. Padahal nyatanya kebiasaannya yang melibatkan pacarmu itu adalah satu cara untuk menarik perhatiannya.  

Hingga Mulai Sering Jalan Berdua Tanpa Sepengetahuan Kamu

Dan akan sangat lebih menyakitkan lagi saat kita tahu setelah mereka sudah selesai bepergian bersama. Meski katanya mereka tak melakukan apa-apa, tapi yang namanya pergi berdua tetap saja membuat kita merasa telah dibohongi oleh mereka berdua. Siapa pun tentu paham, jika cinta bisa datang kapan saja. Apalagi jika dua orang yang sering bertemu, pelan-pelan bisa saja saling merasa nyaman. Maka tak heran jika nanti tiba-tiba sang pacar akan datang untuk bilang bahwa ia akan memilih dia yang kemarin kita panggil sebagai teman. Bukan ingin menaruh prasangka buruk atas mereka yang menjadi teman, bukan pula tak percaya pada dia yang kini berstatus pacar. Tapi kemungkinan ini jadi salah satu hal yang wajib kita waspadai.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top