Tips

Segera Lakukan Hal Ini Agar Bahagiamu Utuh Di Usiamu Nanti Yang Ke Lima Puluh

Di situs tanya jawab Quora, ada satu orang yang bertanya tentang “hal-hal apa saja yang diharapkan orang-orang berusia 50 tahun ke atas dilakukannya ketika masih berusia lebih muda”. Ternyata jawaban yang diberikan oleh para pengguna situs tersebut luar biasa menarik. Nah, untuk kamu yang masih berusia muda, ayo ikuti saran-saran mereka yang muncul di situs tersebut, ini agar tak menyesal di usia senja nanti.

Jangan Merokok, Kalau Kamu Sudah Terlanjur Merokok Masih Bisa Berhenti Kok

merokok

Pengguna bernama Cyndi memberikan nasehatnya kepada kamu yang masih merokok. Menurutnya, merokok membuatnya miskin, bau, dan 100 persen menyebabkan penyakit. Berhentilah merokok sekarang juga jika tidak ingin sengsara terkena kanker ketika menginjak usia 50 nanti.

Tetap Sayangi Orang Tua Dan Saudaramu Ya

sayang orang tua

Di masa kecil mungkin kita dekat dengan orang tua. Namun beranjak dewasa, kita tak lagi berbagi cerita baik dengan orang tua maupun saudara. Sering kali kita terlibat pertengkaran sengit karena merasa sudah bisa hidup mandiri.

Inilah saat-saat berharga, belajar menghargai perbedaan pendapat. Keluarga adalah tempat dimana kita seharusnya bisa memahami arti perbedaan itu. Terutama untuk orang tua, bayangkan kemungkinan mereka tak lagi bersama kita, di usia kita yang 50 nanti. Hargai dan manfaatkan kesempatan itu sebelum hilang. Sudahkah menyempatkan diri menanyakan kabar ayah ibumu saat ini?

Olahraga lah Yang Teratur Agar Staminamu Tetap Terjaga

olahraga

Masa muda sering dihabiskan untuk sibuk beraktivitas. Sel-sel muda dalam tubuh masih terasa ringan menjalani semua rutinitas. Olahraga seperti kegiatan yang hanya akan menyita banyak waktu.

Tapi tak selamanya kita berada dalam kondisi tersebut. Akan tiba masanya dimana sel dalam tubuh akan menua dan mulai tak berganti. Di usia lima puluh, akan terasa sekali perbedaan, jika kamu rutin berolahraga atau tidak. Masa inilah kita akan mulai rentan diserang penyakit degeneratif alias penuaan. Hanya olahraga di usia mudalah yang bisa memperlambat proses tersebut.

Menabung Dari Sekarang Agar Nanti Tidak Buntung

menabung

Nyaris setiap orang yang ditanya ketika berusia 50 tahun berharap mereka dulu lebih rajin menabung. Ketika usia baru menginjak 20-an atau 30-an banyak uang dihamburkan untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Gadget tak selayaknya tiap 6 bulan ganti, atau pergi ke club tak sewajarnya dua tiga kali seminggu.

Ketika 50 tahun, masa dimana kita mulai tidak produktif. Bahkan pegawai negeri sipil sudah pensiun di usia 55 tahun saja. Alangkah menyenangkannya hidup jika pada masa itu kita bisa menghidupi diri dengan layak.

Menabung meski sedikit demi sedikit tidak akan pernah rugi. Bahkan ini adalah saat yang tepat untuk kita mulai berpikir untuk investasi. Dengan waktu yang masih jauh dari pensiun, kita masih mungkin mencari investasi dengan resiko tinggi yang bisa memberi kita return yang besar pula.

Kejar Mimpimu Sekarang Juga

kejar mimpi

“Nanti kalau sudah ada uangnya aku akan memulai bisnis…”

“Setelah urusan ini selesai aku akan…”

Masih seperti itu? Mereka yang berusia di atas 50 tahun selalu mengaku menyesal tidak mengejar mimpi lebih cepat. Beban hidup hingga kondisi fisik jauh lebih mumpuni pada saat usia muda. Sayangnya, ketika itu mereka tak menyegerakan niatnya. Dan penundaan demi penundaan bahkan hingga membuat cita-citanya akhirnya terabaikan oleh rutinitas harian.

Mulailah dari sekarang. Meski pun kemudian menemui kegagalan namun kita akan menghadapi kegagalan itu dengan lebih cepat. Kita masih punya banyak waktu untuk belajar dari kegagalan itu dan kemudian bangkit. Kerjalah cita-citamu sekarang, sebelum semuanya terlambat.

Tidurlah Wahai Sahabatku

tidur

Banyak orang mengabaikan aktivitas yang satu ini. Kesibukan sering dijadikan alasan untuk menunda tidur bahkan hingga berhari-hari. Persediaan kopi diperbanyak untuk mendukung pola hidup seperti ini.

Saat ini mungkin belum terasa dampaknya, namun kurang tidur adalah sumber segala penyakit di masa datang nanti. Selain itu, kualitas tidur kita secara biologis juga akan berkurang. Sedikit orang di atas usia 50-an masih bisa tidur selama 8 jam sehari. Karena itu, manfaatkanlah kelebihan itu selagi kita bisa, istirahatlah, matikan lampu, simpan gadget hingga kita terbangun nanti.

Rawat Gigimu Sebaik Mungkin

gigi

Kuatnya gigi sering membuat kita abai memperhatikan. Makan sembarangan, sikat gigi seperlunya, tak pernah menggunakan mouth wash. Padahal gigi adalah salah satu anggota tubuh yang tidak bisa memperbaharui diri.

Sudah sangat terlambat jika kita merawatnya ketika gigi sudah mulai keropos dan tanggal. Sakit gigi adalah penyakit yang paling mengganggu di usia senja. Menggunakan gigi palsu, selain mengganggu juga memakan biaya yang tak sedikit. Ingat itu kawan!

Bersyukur Dan Mulailah Banyak Memberi

bersyukur

Masa muda adalah saat yang tepat untuk mulai belajar bersyukur. Kita masih dilimpahi begitu banyak kelebihan untuk kita bisa menikmati hidup. Dan di saat usia produktif inilah kita harus lebih banyak memberi, karena kita masih mampu untuk menghasilkan.

Dua hal ini akan semakin sulit dilakukan ketika usia semakin bertambah. Situasi mulai dari kondisi fisik dan keuangan akan terus menurun yang membuat kita sulit bersyukur dan memberi jika tak dilatih dari usia muda.

Asah Keingin Tahuanmu, Lakukan Hal-Hal Yang Kamu Takuti Setiap Hari!

hal kamu takuti

Kemampuan belajar dan keinginan menyerap pengalaman sangat kuat di usia muda. Jangan abaikan hal itu. Lakukanlah sebanyak yang kita bisa, belajarlah semampu kita sampai batasnya.

Takut olah raga air? Lakukanlah sekarang juga! Takut Bungee jumping, loncatlah hari ini juga! Tidak berani mencoba tempat baru, keluarlah selagi sempat. Niscaya, hal-hal itu akan menghantui jika tak pernah kita lakukan hingga usia 50 nanti.

Buatlah Catatan Hidupmu Mulai Dari Sekarang!

catatan

Kamu mungkin merasa itu tak berguna dan buang-buang waktu. Tapi seiring berjalannya usia, kamu akan mulai kehilangan daya ingat. Banyak aktivitas dan pengalamanmu yang berlalu begitu saja.

Ketika menginjak usia 50, pengalaman dan ingatan manis inilah yang akan menemanimu kemudian hari. Bayangkan jika kamu tak mampu lagi mengingatnya secara jelas. Sungguh kamu akan merugi. Buat catatan, simpan foto, buatlah blog, kamu tidak akan pernah menyesal.

Usahakan Beli Rumah Ya!

rumah

Kamu akan selalu butuh tempat untuk berteduh. Sedih rasanya jika di usia senjamu, masih harus berpindah-pindah tempat. Kamu tak lagi semudah itu menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan.

Karena itu, jika rezekimu sudah mencukupi belilah rumah. Meski kecil, itu akan jadi tempat perlindunganmu. Lagi pula, cicilan akan lebih ringan jika dilakukan dalam waktu yang lebih panjangkan.

Berhenti Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain

membandingkan diri

Bagus memang punya jiwa yang kompetitif di usia muda. Namun, pada akhirnya kamu harus paham batasannya. Berhentilah menyakiti dirimu dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Kalau kamu tidak menghentikannya sekarang, bayangkan betapa tersiksanya kamu ketika tubuh sudah renta, tak lagi cakap tapi masih terus membandingkan diri dengan orang lain. Percayalah, kamu adalah individu terbaik!

Rawatlah Sahabatmu!

teman

Saat ini mungkin mudah bertemu dengan kawan untuk sekedar makan malam. Tapi semua mulai berubah ketika sudah berkeluarga, intensitas pertemuan semakin jarang. Dan hal ini akan terus berkurang seiring waktu. Nantinya hanya tersisa sahabat-sahabat terbaikmu yang masih mau mengunjungimu di usia 50 tahun. Sayangi mereka sekarang juga, rawatlah persahabatanmu!

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

13 Liku Perjuangan Yang Dialami Mereka Yang Belajar Di Luar Negeri Demi Memperoleh Gelar Idaman

Hidup adalah pilihan. Keberanianmu akan menentukan bagaimana pilihan yang kamu ambil. Harus selalu dipahami, bahwa selalu ada harga yang dibayar untuk setiap tindakan yang kamu lakukan. Pun dalam soal pendidikan. Tak bisa dipungkiri, kualitas pendidikan di tanah air pun telah begitu bagus. Namun lagi-lagi hidup adalah tentang memilih. Kamu berhak memilih apapun itu yang menurutmu paling baik.

Menempuh pendidikan di luar negeri memang lebih menawarkan banyak pengalaman baru. Bukan hanya berisi hal-hal seru dan menyenangkan, memutuskan untuk menimba ilmu di negeri orang juga akan membuat dirimu lebih tertempa. Jauh dari keluarga mau tak mau mengubahmu menjadi sosok mandiri yang tak hobi merengek manja. Berikut merupakan jungkir balik perjuangan orang-orang yang berjuang menempuh pendidikan di negeri orang. Apapun itu, percayalah bahwa proses tak akan pernah mengkhianati hasil.

Kamu harus mulai belajar mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Hanya bermalas-malasan sepanjang hari, jelas tak bisa dilakukan lagi!

Berada jauh dari keluarga membuatmu harus bisa mengerjakan aneka prinitilan pekerjaan rumah tangga. Tak ada keluarga atau asisten rumah tangga yang bisa kamu mintai bantuan. Tenang! Walaupun awalnya sulit, setelah itu kamu akan bertransformi menjadi sosok mandiri yang bisa diandalkan.

Berada di negara yang memiliki musim lebih beragam membuatmu mulai bersyukur terlahir di Indonesia

Terbiasa hidup di Indonesia yang memiliki iklim cenderung ramah akan membuat kamu merasa sedikit repot dengan perubahan musim yang selalu berganti-ganti. Bukan hanya soal adaptas yang butuh waktu, mau tak mau kamu  juga harus menyiapkan pakaian sesuai dengan kondisi saat itu. Saat musim tertentu kamu pun harus mengenakan pakain lebih banyak dari biasanya. Alhasil beban cucian kamu pun jadi bertambah.

Menguasai bahasa negara tempatmu menuntut ilmu menjadi prioritas penting yang betul-betul kamu perhatikan

Berasa di negara orang yang memiliki bahasa berbeda, membuat kamu harus bekerja keras mempelajari bahasa tersebut. Awalnya memang tidak mudah, namun lambat laun kamu akan menguasai bahasa tersebut. Tidak malu mencoba berbicara dengan bahasa negara tempat kamu menuntut ilmu, akan membuat kamu lebih cepat mahir. Jangan cepat menyerah.

Menuntut ilmu di luar negeri membuatmu merasa terpisahkan dari teman-teman di tanah air

Terpisah dari sahabat-sahabatmu yang berada di tanah air kadang membuat kamu merasa sendiri. Melalui sosmes kamu bisa melihat perkembangan teman-temanmu di tanah air. Ada yang sudah wisuda atau melepaskan masa lajang. Sedangkan kamu tengah berada jauh dari mereka. Sendiri berjuang menuntut ilmu.

Tinggal di negeri orang akan membuatmu begitu merindukan masakan asli Indonesia

Awalnya tidak mudah menemukan masakan di luar negeri yang sesuai dengan lidahmu. Apalagi jika kamu perlu memilah-milah mana makanan yang bisa kamu makan dan tidak. Tak heran bila kamu menjadi sangat merindukan makanan khas tanah air. Bahkan kamu rela mengeluarkan sejumlah uang dengan nominal yang tak sedikit demi bisa memanjakan lidah dengan makanan asli Indonesia.

Berada di luar negeri membuatmu harus mengurus segala keperluan birokrasimu sendiri

Saat berada di Indonesia mungkin kamu terbiasa mengurus masalah birokrasi secara instan. Ada calo yang bisa kamu mintai bantuan untuk itu. Kamu hanya tinggal terima beres. Tentu saja kebiasaan ini tak bisa kamu terapkan saat kamu berada di luar negeri. Dengan segala keterbatasan bahasa, kamu harus tetap bergerak sendiri demi menyelesaikan urusan birokrasi.

Menempuh pendidikan di lembaga pendidikan yang mumpuni membuatmu harus menyediakan banyak waktu untuk belajar

Menempuh pendidikan di universitas yang top itu berarti otakmu harus bekerja lebih keras. Bahkan saat akan ujian, kamu tak bisa belajar mendadak. Lupakan sistem belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) yang biasa kamu lakukan saat masih di tanah air dahulu. Demi hasil yang tidak mengecewakan, jangan malas-malasan deh!

Demi kelancaran kuliahmu ke depan, kamu pun rela untuk mengambil kursus bahasa terlebih dahulu

Jangan segan untuk mengambil kursus bahasa terlebih dahulu. Sertifikat yang menunjukkan kemampuan berbahasa asingmu seperti TOEFL mungkin akan dibutuhkan untuk memperlancar langkahmu. Kemampuan berbahasa asing yang baik akan sangat mendukung kegiatan perkuliahanmu.

Bertemu dengan teman-teman yang berasal dari Indonesia adalah sebuah kebahagiaan tersendiri

Kamu tak pernah melewatkan kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang Indonesia yang juga tengah menuntut ilmu. Lega rasanya bisa berbicang-bincang dengan leluasa. Pada saat seperti itulah, kamu. tak lagi takut salah berbahasa. Tak jarang kalian saling bertukar makanan asli Indonesia, bahkan untuk hal ini kamu pun rela bila harus memasak.

Walau begitu kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berasal dari berbagai belahan dunia akan memperluas wawasan

teman

Kuliah di luar negeri memberi kamu peluang untuk bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara. Tentu ini kesempatan hebat yang harus kamu manfaatkan sebaik-baiknya. Kamu akan memperoleh wawasan baru yang mungkin tak akan kamu dapatkan bila kamu tidak kuliah di luar negeri. Rasanya saling bercerita tentang situasi negara masing-masing atau bertukar cinderamata bisa jadi hal seru yang bisa dilakukan.

Hidup terpisah dari keluarga dan sahabat membuat kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Meski kiriman baru datang tak berarti bisa seenaknya

nasehat investasi

Biaya hidup di luar negeri yang tinggi membuat kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Apalagi ketika kurs rupiah tengah jatuh, harga kebutuhan pun akan terasa semakin mahal. Kalau sudah begini kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan. Akan lebih baik bila kamu mendapatkan beasiswa. Hal ini akan sangat membantumu.

Kuliah di luar negeri itu berarti kesempatan untuk travelling jadi terbuka luas! Ini dia salah satu sisi positifnya!

mendaki

Siapa yang meragukan kebaikan ini? Dengan kuliah di luar negeri kamu bisa menjelajah lebih luas. Menikmati keindahan alam dan budaya yang lebih beragam. Bahkan saat salah satu temanmu yang berasal dari negara lain pulang liburan, kamu bisa ikut bersamanya. Menyenangkan  bukan?

Jauh dari keluarga membuat kamu didera rindu. Apalagi kamu juga tak bisa sering-sering pulang. Kamu jadi mengerti betapa berharga waktu bersama keluarga

keluarga

Tak mudah memang menahan rindu yang terasa membuncah. Apalagi tak mungkin untuk sering pulang ke tanah air. Jadwal yang padat dan kondisi keuangan menjadi pertimbangan yang tak bisa diabaikan. Momen video call dengan keluarga dan sahabat di tanah air menjadi momen yang kamu nantikan. Rasanya pertengkaran kecil dengan saudara menjadi hal yang diam-diam kamu rindukan saat tengah berada jauh dengan mereka.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Akhiri Cinta Kepada Mantanmu Itu, Dengan Menulis Surat Cinta Pakai Tangan Kiri

surat cinta

Putus cinta itu tidak sakit, yang sakit itu sudah putus tapi masih cinta! Yup, berniat mengakhiri sebuah hubungan itu memang sejatinya mudah. Namun yang sulit adalah melupakan alias move on dari kisah cinta yang mengharu biru itu, padahal sudah beragam cara mungkin kamu lakukan, seperti berniat membuat mantan menyesal karena telah meninggalkanmu dengan mencoba berubah kearah positif menjadi pribadi yang lebih baik lagi tetapi tetap saja usaha itu terasa percuma karena kamu masih belum bisa lepas dari bayang-bayang seseorang yang pernah mengisi hatimu dengan cinta.

Kenapa Melupakan Mantan Itu Sulit?

Tapi apa yang sebenarnya membuat keputusan untuk pergi itu sedemikian sulit? Ini karena pertarungan tiada henti antara perasaanmu dan pikiranmu. Biasanya keputusan untuk move on dari sebuah hubungan itu berasal dari keputusan logika. Bagian dalam diri yang terbiasa menyajikan untung rugi. Sementara hati alias perasaan adalah bagian yang selalu memaksa untuk tinggal karena sudah merasa nyaman.

Nah, ini berarti cara termudah melakukannya adalah dengan mengedepankan logika berpikir. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan menulis surat cintamu menggunakan tangan kiri, dengan syarat kamu terbiasa menulis dengan tangan kanan. Apa hubungannya?

Jadi ketika kita menulis surat cinta atau buku harian menggunakan tangan aktif (orang Indonesia biasanya tangan kanan), maka perasaan kita cenderung mendominasi. Maklum saja kita tak perlu lagi berpikir untuk menulis. Sementara jika menggunakan tangan kiri, kita cenderung sedikit kesulitan dan ketika itu logika berpikir akan diberi ruang dan waktu untuk maju ke depan.

Ini bukan sekedar omong kosong. Karena sudah ada penelitian tentang ini, dan yang diteliti itu tidak main-main, yaitu surat cinta Thomas Jefferson yang belakangan menjadi Presiden Amerika Serikat. Kala itu di usianya yang ke 43, Thomas Jefferson terlibat cinta terlarang bersama Maria Cosway yang berstatus istri orang.

Sejak awal ia sudah berpikir untuk meninggalkan pasangannya tersebut karena jelas mereka menjalin hubungan yang melanggar etika. Namun berulang kali ia mencobanya, berulang kali pula ia gagal.

Sampai suatu ketika di tahun 1786 ia mengalami terkilir di pergelangan tangan kanannya. Sementara ia ingin menuliskan curahan perasaannya melalui surat kepada kekasih terlarangnya tersebut. Dengan sangat terpaksa ia menulisnya menggunakan tangan kiri.

Hasilnya ternyata luar biasa! Surat yang kemudian dikenal sebagai “Head and Heart letter” ini berisi tentang pergulatan dan pertarungan antara pikiran rasionalnya yang menyuruhnya pergi melawan perasaannya yang menyuruhnya tinggal. Akhirnya nuansa surat itu didominasi oleh kemenangan pikirannya.

Sejak surat itu dibuat, tidak pernah lagi Thomas Jefferson menjalin hubungan dengan Maria Cosway. Memang ada beberapa surat cinta dengan tulisan tangan kanan yang dikirim belakangan. Namun hal itu tidak membuatnya kembali kepada perempuan tersebut. Bahkan sesudah Maria Cosway menjanda pun, mereka tak lagi menjalin hubungan sampai Thomas menjadi Presiden.

surat thomas jefferson

Hal macam ini yang perlu kamu lakukan. Awalilah dengan menulis sebuah catatan harian. Tulis kenapa kamu harus kembali pada pasanganmu dan kenapa harus tidak kembali. Gunakan tangan kiri alias yang tidak aktif kamu gunakan untuk menuliskan surat tersebut.

Cara ini juga bisa digunakan dalam kasus yang lain. Misalnya ketika terpikir untuk mengakhiri sebuah hubungan atau justru sudah benar-benar berakhir, kemudian kamu menerima pesan via sosmed atau aplikasi pesan. Gunakan tangan kirimu untuk mengetik pesan balasan.

Tidak lancar memang dan mungkin berulang kali typo. Tapi tidak mengapa, hal ini akan memberi kamu jeda waktu berpikir sebelum mengirim pesan. Logika kita akan lebih dikedepankan dan perasaan kita akan cenderung mengalah. Hasilnya, keputusan apa pun yang kemudian muncul, biasanya akan jauh lebih baik.

Kapanlagi Lupain Mantan, Kalau Bukan Sekarang?

Cara melupakan mantan dengan menulis surat cinta menggunakan tangan kiri itu sebetulnya hanya salah satu cara. Sesungguhnya masih ada cara lain yang cukup ampuh buatmu agar bisa dengan mudah melupakan mantanmu.

Agar kamu tak melulu bergantung pada masa lalu bersama mantan, kamu bisa lihat tips-tips melupakan mantan yang ada di Kapanlagi #lupainmantan di sini.  Ini adalah semi reality show dengan unsur komedi di dalamnya. Sebuah cerita yang mengangkat keseharian seorang pria bernama Kinoy yang berusaha melupakan mantan kekasihnya. Ia pun lalu berusaha mencari saran dari 8 orang YouTuber dengan berbagai gaya dan pengalaman mereka masing-masing untuk membantu Kinoy melupakan mantannya.

Meski berbalut komedi, namun tips dan trick melupakan mantan yang ada di sana cukup jitu untuk kamu yang ingin hidupmu mengalir lagi. Simak misalnya tips dari Han Yoo Ra untuk Kinoy ini mulai dari makan yang manis sampai cari hobby baru.

Nah itu baru satu, kalau masih belum manjur juga bagimu untuk bisa melupakan mantan. Mungkin kamu harus lihat saran-saran lainnya yang dipersembahkan oleh MyTea di Kapanlagi #lupainmantan.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pahitnya Ketika Sudah Bersama Dalam Waktu Lama, Tapi Semesta Menjodohkannya Bukan Dengan Kita

Sudah lama berhubungan, membayangkan akan bersanding di pelaminan apa daya terpaksa putus di tengah jalan. Kecewa pasti. Karena sudah sekian banyak waktu yang dicurahkan dengannya. Tak mudah memang memulai lagi sesuatu dari awal.

Kamu seperti itu?  Kamu tak sendiri. Bahkan menurut hasil survei yang dilakukan oleh Wolipop secara online, ternyata dari sejumlah responden ada 93% pasangan yang mengaku putus setelah pacaran selama bertahun-tahun.  Beberapa di antara mereka ada yang sudah menjalin hubungan percintaan selama lebih dari 10 tahun, tetapi harus kandas di tengah jalan.

Apa yang salah? Dan harus bagaimana?

Mungkin Kita Yang Sedari Awal Berlebihan Mengartikan Hubungan Ini

Faktanya kadang kita terlalu terbawa suasana untuk mengartikan semua hubungan kita selama ini. Hanya karena berstatus pacaran, kita sudah menganggap apa yang kita punya begitu istimewa. Semua hal yang kita lakukan dianggap mengarah ke hubungan yang lebih serius.

Padahal kalau dipikir selama ini kita tak lebih dari sekedar menonton bareng, makan malam sama-sama atau bersenda gurau sekedarnya. Tak ada obrolan tentang masa depan. Tak pernah sekalipun kita saling mengenal keluarga masing-masing.

Seberapa lama pun hubungan itu sudah dijalin kalau modelnya seperti itu, sebenarnya kita baru berhubungan di tahap awal. Melangkah ke jenjang yang lebih serius membutuhkan koneksi yang tak biasa. Bicara soal rencana dan mimpi bersama-sama. Bukahkah selama ini kita tak pernah melakukannya?

Sesuatu Yang Baik Itu Tak Selalu Harus Terjadi Selamanya

Di sini kesalahan fatal yang sering terjadi dalam pikiran kita. Bahwa sesuatu yang baik itu haruslah terjadi selamanya. Padahal jika kita mau jujur pada diri sendiri, bukankah semua hal pasti memiliki akhir? Cuma perkara bagaimana bentuk akhirnya, apakah menyenangkan atau menyedihkan.

Nah, begitu juga dengan hal-hal baik yang terjadi pada diri kita. Pastilah suatu saat akan berakhir. Bukan berarti sesuatu yang sudah berakhir itu berarti buruk. Jadi bukan seuatu yang baik berarti akan berlangsung selamanya. Semua ada masanya.

Sesuatu Yang  Selamanya Bukan Berarti Pasti Baik

Nah, begitu juga sebaliknya. Bukan berarti sesuatu yang terus berlangsung selamanya pasti sesuatu yang baik. Jangan sampai kita mempertahankan sesuatu yang ternyata tak baik buat diri kita sendiri. Seringnya dilema takut merasa sepi kadang jadi alasan untuk tetap bertahan padahal kita atau dia sendiri tahu bahwa hubungan tersebut hanyalah bentuk perlindungan dari rasa sepi tadi. Bersama dalam waktu yang mungkin sudah memasuki hitungan tahun membuat kita merasa bahwa sudah tidak bisa dipisahkan satu sama lain lagi.

Nyatanya ini bisa berubah menjadi hal yang menyakitan karena akan menjadikan kita jadi orang yang selalu menilai sempurna segala hal yang dilakukan oleh pasangan meski pada kenyataanya tidak. Kita terfokus untuk membayangkan semua hal yang dilakukan adalah baik adanya dan menutup mata yang seharusnya tetap bisa objektif dalam menilai hubungan tersebut.

Dan sebaliknya selalu berusaha untuk menafik semua ketidak cocokan yang ada dengan alasan agar tetap bisa bersama, tentu ini telah menjadikan kita sebagai seorang yang munafik karna tidak menjadi diri sendiri. Untuk waktu yang mungkin tepat keputusan berpisah memang jadi satu-satunya hal yang akan memperbaiki itu semua.

Mungkin Memang Tidak Mudah Dan Akan Terasa Pahit Tapi Cobalah Berdamai Dengan Kenyataan

Pasca mendapati kenyataan tentang sebuah perpisahan rasa kecewa tentu membekas dihati, biar bagaimanapun dia yang sudah pernah kita anggap akan jadi teman hidup dimasa depan sudah memberi banyak warna dalam hidup. Melupakannya pun tak semudah kita memalingkan wajah, akan ada banyak masa yang harus kita lewati dengan bayang-bayangnya yang masih dihati.

Ketakutan akan kehilangan yang selama ini mungkin diwanti-wanti mau tidak mau harus tetap dihadapi, demi sebuah kedewasaan dan evaluasi diri yang lebih baik nantinya. Berdiam diri larut dalam kekecewaan mungkin memang jadi pilihan yang akan menenangkan, tapi bukanlah hal yang tepat. Menikmati setiap masa kecewa hingga kepemulihan hati nanti akan memberikan kita banyak pelajaran berharga yang akna membuat kita sadar bahwa yang kita anggap baik tak selamanya benar baik adanya.

Karena Sang Empunya Hidup Telah Mengatur Segala Sesuatu Termaksud Hubungan Yang Kita Jalani

Dan pada akhirnya kita hanya bisa berencana tanpa tahu apa yang akan menjadi hasilnya, jika kemarin kita mungkin sudah menjalin hubungan cukup lama namun malah berpisah. Tidak perlu terlalu berlarut dalam sedih, bisa saja keputusan itu akan membawamu kepada hal-hal baru yang lebih baik.

Dan tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang mengisi hidupmu untuk jauh lebih baik dari sebelumnya, karena hidup memang selalu penuh dengan teka-teki yang kita sendiri sering kesulitan untuk menebak alurnya. Hal yang juga harus kita mengerti bahwa sebuah keputusan untuk berpisah tak melulu mendatangkan luka, nyatanya dilain sisi bisa saja keputusan itu dianggap sebagai sesuatu yang akan membuat hidup jauh lebih baik.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top