Tips

Segera Lakukan Hal Ini Agar Bahagiamu Utuh Di Usiamu Nanti Yang Ke Lima Puluh

Di situs tanya jawab Quora, ada satu orang yang bertanya tentang “hal-hal apa saja yang diharapkan orang-orang berusia 50 tahun ke atas dilakukannya ketika masih berusia lebih muda”. Ternyata jawaban yang diberikan oleh para pengguna situs tersebut luar biasa menarik. Nah, untuk kamu yang masih berusia muda, ayo ikuti saran-saran mereka yang muncul di situs tersebut, ini agar tak menyesal di usia senja nanti.

Jangan Merokok, Kalau Kamu Sudah Terlanjur Merokok Masih Bisa Berhenti Kok

merokok

Pengguna bernama Cyndi memberikan nasehatnya kepada kamu yang masih merokok. Menurutnya, merokok membuatnya miskin, bau, dan 100 persen menyebabkan penyakit. Berhentilah merokok sekarang juga jika tidak ingin sengsara terkena kanker ketika menginjak usia 50 nanti.

Tetap Sayangi Orang Tua Dan Saudaramu Ya

sayang orang tua

Di masa kecil mungkin kita dekat dengan orang tua. Namun beranjak dewasa, kita tak lagi berbagi cerita baik dengan orang tua maupun saudara. Sering kali kita terlibat pertengkaran sengit karena merasa sudah bisa hidup mandiri.

Inilah saat-saat berharga, belajar menghargai perbedaan pendapat. Keluarga adalah tempat dimana kita seharusnya bisa memahami arti perbedaan itu. Terutama untuk orang tua, bayangkan kemungkinan mereka tak lagi bersama kita, di usia kita yang 50 nanti. Hargai dan manfaatkan kesempatan itu sebelum hilang. Sudahkah menyempatkan diri menanyakan kabar ayah ibumu saat ini?

Olahraga lah Yang Teratur Agar Staminamu Tetap Terjaga

olahraga

Masa muda sering dihabiskan untuk sibuk beraktivitas. Sel-sel muda dalam tubuh masih terasa ringan menjalani semua rutinitas. Olahraga seperti kegiatan yang hanya akan menyita banyak waktu.

Tapi tak selamanya kita berada dalam kondisi tersebut. Akan tiba masanya dimana sel dalam tubuh akan menua dan mulai tak berganti. Di usia lima puluh, akan terasa sekali perbedaan, jika kamu rutin berolahraga atau tidak. Masa inilah kita akan mulai rentan diserang penyakit degeneratif alias penuaan. Hanya olahraga di usia mudalah yang bisa memperlambat proses tersebut.

Menabung Dari Sekarang Agar Nanti Tidak Buntung

menabung

Nyaris setiap orang yang ditanya ketika berusia 50 tahun berharap mereka dulu lebih rajin menabung. Ketika usia baru menginjak 20-an atau 30-an banyak uang dihamburkan untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Gadget tak selayaknya tiap 6 bulan ganti, atau pergi ke club tak sewajarnya dua tiga kali seminggu.

Ketika 50 tahun, masa dimana kita mulai tidak produktif. Bahkan pegawai negeri sipil sudah pensiun di usia 55 tahun saja. Alangkah menyenangkannya hidup jika pada masa itu kita bisa menghidupi diri dengan layak.

Menabung meski sedikit demi sedikit tidak akan pernah rugi. Bahkan ini adalah saat yang tepat untuk kita mulai berpikir untuk investasi. Dengan waktu yang masih jauh dari pensiun, kita masih mungkin mencari investasi dengan resiko tinggi yang bisa memberi kita return yang besar pula.

Kejar Mimpimu Sekarang Juga

kejar mimpi

“Nanti kalau sudah ada uangnya aku akan memulai bisnis…”

“Setelah urusan ini selesai aku akan…”

Masih seperti itu? Mereka yang berusia di atas 50 tahun selalu mengaku menyesal tidak mengejar mimpi lebih cepat. Beban hidup hingga kondisi fisik jauh lebih mumpuni pada saat usia muda. Sayangnya, ketika itu mereka tak menyegerakan niatnya. Dan penundaan demi penundaan bahkan hingga membuat cita-citanya akhirnya terabaikan oleh rutinitas harian.

Mulailah dari sekarang. Meski pun kemudian menemui kegagalan namun kita akan menghadapi kegagalan itu dengan lebih cepat. Kita masih punya banyak waktu untuk belajar dari kegagalan itu dan kemudian bangkit. Kerjalah cita-citamu sekarang, sebelum semuanya terlambat.

Tidurlah Wahai Sahabatku

tidur

Banyak orang mengabaikan aktivitas yang satu ini. Kesibukan sering dijadikan alasan untuk menunda tidur bahkan hingga berhari-hari. Persediaan kopi diperbanyak untuk mendukung pola hidup seperti ini.

Saat ini mungkin belum terasa dampaknya, namun kurang tidur adalah sumber segala penyakit di masa datang nanti. Selain itu, kualitas tidur kita secara biologis juga akan berkurang. Sedikit orang di atas usia 50-an masih bisa tidur selama 8 jam sehari. Karena itu, manfaatkanlah kelebihan itu selagi kita bisa, istirahatlah, matikan lampu, simpan gadget hingga kita terbangun nanti.

Rawat Gigimu Sebaik Mungkin

gigi

Kuatnya gigi sering membuat kita abai memperhatikan. Makan sembarangan, sikat gigi seperlunya, tak pernah menggunakan mouth wash. Padahal gigi adalah salah satu anggota tubuh yang tidak bisa memperbaharui diri.

Sudah sangat terlambat jika kita merawatnya ketika gigi sudah mulai keropos dan tanggal. Sakit gigi adalah penyakit yang paling mengganggu di usia senja. Menggunakan gigi palsu, selain mengganggu juga memakan biaya yang tak sedikit. Ingat itu kawan!

Bersyukur Dan Mulailah Banyak Memberi

bersyukur

Masa muda adalah saat yang tepat untuk mulai belajar bersyukur. Kita masih dilimpahi begitu banyak kelebihan untuk kita bisa menikmati hidup. Dan di saat usia produktif inilah kita harus lebih banyak memberi, karena kita masih mampu untuk menghasilkan.

Dua hal ini akan semakin sulit dilakukan ketika usia semakin bertambah. Situasi mulai dari kondisi fisik dan keuangan akan terus menurun yang membuat kita sulit bersyukur dan memberi jika tak dilatih dari usia muda.

Asah Keingin Tahuanmu, Lakukan Hal-Hal Yang Kamu Takuti Setiap Hari!

hal kamu takuti

Kemampuan belajar dan keinginan menyerap pengalaman sangat kuat di usia muda. Jangan abaikan hal itu. Lakukanlah sebanyak yang kita bisa, belajarlah semampu kita sampai batasnya.

Takut olah raga air? Lakukanlah sekarang juga! Takut Bungee jumping, loncatlah hari ini juga! Tidak berani mencoba tempat baru, keluarlah selagi sempat. Niscaya, hal-hal itu akan menghantui jika tak pernah kita lakukan hingga usia 50 nanti.

Buatlah Catatan Hidupmu Mulai Dari Sekarang!

catatan

Kamu mungkin merasa itu tak berguna dan buang-buang waktu. Tapi seiring berjalannya usia, kamu akan mulai kehilangan daya ingat. Banyak aktivitas dan pengalamanmu yang berlalu begitu saja.

Ketika menginjak usia 50, pengalaman dan ingatan manis inilah yang akan menemanimu kemudian hari. Bayangkan jika kamu tak mampu lagi mengingatnya secara jelas. Sungguh kamu akan merugi. Buat catatan, simpan foto, buatlah blog, kamu tidak akan pernah menyesal.

Usahakan Beli Rumah Ya!

rumah

Kamu akan selalu butuh tempat untuk berteduh. Sedih rasanya jika di usia senjamu, masih harus berpindah-pindah tempat. Kamu tak lagi semudah itu menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan.

Karena itu, jika rezekimu sudah mencukupi belilah rumah. Meski kecil, itu akan jadi tempat perlindunganmu. Lagi pula, cicilan akan lebih ringan jika dilakukan dalam waktu yang lebih panjangkan.

Berhenti Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain

membandingkan diri

Bagus memang punya jiwa yang kompetitif di usia muda. Namun, pada akhirnya kamu harus paham batasannya. Berhentilah menyakiti dirimu dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Kalau kamu tidak menghentikannya sekarang, bayangkan betapa tersiksanya kamu ketika tubuh sudah renta, tak lagi cakap tapi masih terus membandingkan diri dengan orang lain. Percayalah, kamu adalah individu terbaik!

Rawatlah Sahabatmu!

teman

Saat ini mungkin mudah bertemu dengan kawan untuk sekedar makan malam. Tapi semua mulai berubah ketika sudah berkeluarga, intensitas pertemuan semakin jarang. Dan hal ini akan terus berkurang seiring waktu. Nantinya hanya tersisa sahabat-sahabat terbaikmu yang masih mau mengunjungimu di usia 50 tahun. Sayangi mereka sekarang juga, rawatlah persahabatanmu!

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Hati-hati, Terlalu Gemar Berswafoto Bisa Membuatmu Tak Disukai Bahkan Perlahan Dijauhi

Coba cek galeri ponselmu, kira-kira sudah ada berapa foto selfie yang tersimpan di memori ponsel? Sekarang, kebiasaan selfie—atau berswafoto tak lagi memandang gender. Jika semula selalu saja perempuan yang diidentikankan dengan kesukaan berswafoto, kini situasinya sudah tidak lagi demikian. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sekalinya mendapati momen terbaik untuk berfoto, maka mereka seakan-akan tak ingin ketinggalan dan mengabadikannya lewat kamera.

Tak berhenti dengan sekali atau dua kali jepret. Jika sudah asyik berswafoto, biasanya seseorang tak peduli dengan kuantitas foto yang diambil. Bahkan ada yang dalam satu hari, jumlah swafotonya bisa mencapai ratusan. Usai mengoleksi foto diri sendiri dalam beragam gaya, giliran mengunggahnya ke media sosial. Supaya lengkap rasanya. Bukankah demikian? Seperti ada yang kurang bila hasil fotomu—di momen yang menurutmu berkesan—tidak kamu unggah ke media sosial.

Gemar Berswafoto Memunculkan Sifat Narsistik dan Jadi Berlebihan dalam Menyikapi Segala Sesuatu

Seberapa sering kamu mengunggah swafotomu ke media sosial? Meski perkara unggah mengunggah adalah hakmu sepenuhnya, tapi kalau terlalu sering, bisa-bisa pengikutmu di Instagram—misalnya, akan bosan dan menilaimu haus akan pujian agar dibilang cantik atau rupawan. Belum lagi kalau kamu sejatinya hendak memamerkan barang baru yang kamu miliki namun sambil berswafoto. Siap-siap saja jika ada kalimat ‘nyinyir’ sampai ke telingamu. Sebagai siasat, coba selingi unggahanmu dengan foto-foto menarik lainnya, semisal foto karyamu, foto pemandangan saat kamu jalan-jalan, atau foto apampun selain swafoto.

Dalam Sehari Kamu Tak Pernah Absen untuk Swafoto, Kamu Kurang Kerjaan?

Percayalah, terlalu sering mengunggah swafoto, akan membuat teman-temanmu kehilangan minat untuk mengikuti akunmu. Apa lagi jika seluruh feedsmu didominasi oleh foto aktivitas berikut foto wajahmu. Mulai dari bangun tidur, jalan ke mall, hingga saat makan pun kamu unggah ke Instagram. Teman-temanmu pasti berpikir kamu tak ada kesibukan alias kurang kerjaan. Untuk menepisnya, kalau memang kamu punya hobi jalan-jalan, bukankah bisa mengunggah foto tempat wisata yang kamu anggap menarik? Hitung-hitung kamu sembari belajar me-review sebuah tempat. Dan hal itu jauh lebih bermanfaat bagi orang lain bukan?

Mengunggah Swafoto Terlalu Sering Menandakan Kamu Kesepian dan Butuh Diperhatikan

Salah satu tanda orang yang kesepian sejatinya bisa kamu nilai dari seberapa seringnya dia menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di media sosial. Semakin sering, berarti ada indikasi jika orang tersebut memang sedang cari perhatian lantaran kesepian. Kamu sendiri bagaimana? Mau dianggap kesepian?

Risiko Jadi Sasaran Kejahatan Kian Meningkat Kalau Kamu Terlalu Mengekspos Segala Kegiatanmu

Terdengar menakutkan memang. Kejahatan ada sejatinya bisa karena kita terlalu memancingnya untuk terjadi. Ini bisa terjadi kalau seandainya kamu berswafoto dengan memunculkan banyak ‘clue’ semisal lokasi rumahmu, lemari tempatmu menyimpan uang, hingga kamarmu yang berisi banyak benda berharga. Memang, awalnya hanya ingin berswafoto, tapi kalau terlalu kelewatan, hal itu justru membahayakan dirimu. Bisa saja ada orang yang iri dengan keadaanmu dan berniat mencuri barang-barangmu. Menyeramkan, bukan?

Tak Bisa Berhenti Untuk Tidak Berswafoto Mengindikasikan Kamu Mengalami Depresi

Kendati untuk mengetahui seseorang mengalami depresi harus melewati tahapan diagnosa secara medis, kamu wajib waspada. Terlalu sering berswafoto bisa dianggap sebagai sebuah gangguan kejiwaan bila hal itu sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hingga mengganggu aktivitas dan tanggung jawabnya. Beberapa orang bahkan ada yang sampai tidak nafsu makan hingga frustasi karena menginginkan hasil selfie yang sempurna. Jika tidak ingin hal semacam ini terjadi, tak ada salahnya mulai membatasi kegiatan swafotomu, ya.  Berswafoto memang bukanlah hal yang buruk. Tapi pastikan kamu punya batasan privasi agar tak ada hal buruk yang menimpamu.

 

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Karena Kesedihan adalah Bagian Dari Kehidupan, Tapi Jangan Jadikan Hal Itu Penghalang Kebahagiaan

Saat sedang dirundung kesedihan, bercerita kepada orang terdekatmu diyakini mampu mengurangi kadar kesedihanmu. Sayangnya, tak semua orang suka bercerita dan membagi kesedihannya. Sebagian lainnya memilih bungkam dan merayakan kesedihannya seorang diri. Padahal, kebiasaan semacam ini justru berbahaya dan rentan membuat seseorang depresi. Kamu sendiri, saat sedang diliputi sendu, apa yang biasanya kamu lakukan?

Sebuah penelitian yang dilakukan Jonah Berger dari Association For Psychological Science mengatakan, orang-orang yang kondisi psikisnya tertekan berusaha mengurangi sedikit tekanan di pikirannya dengan menceritakan hal-hal yang dialami. Hal semacam ini wajar, hanya saja, kamu harus tetap menyadari kalau sedihmu itu tak serta merta jadi alat untuk membuat drama baru, bahkan berpikir kalau kamu tak bisa bahagia. Sekali lagi, bahagia adalah hak semua orang, sementara kesedihan memang sebuah bagian kehidupan yang tak bisa kita hindari.

Biasakan Bercerita Sesuai Realita, Kesedihan yang Kamu Alami Bukan Untuk Mengantarkanmu Agar Terkesan Drama

Sedihmu akan terkesan drama kalau apa yang kamu ceritakan tak sesuai dengan realita. Kamu menambahkan hal-hal baru yang sebenarnya tak terjadi demi memancing empati. Percayalah, kamu tak perlu melakukan hal itu demi mendapat perhatian. Jadilah orang yang apa adanya dalam setiap situasi. Percayalah, ketika kamu menceritakan hal-hal nyata dari kesedihanmu, naluri teman-temanmu akan tergerak sendiri agar kamu tak terus-terusan bersedih.

Saat Kesedihan Menyapa, Jangan Merasa Kamulah Satu-satunya Orang yang Paling Sengsara. Bersedihlah Sewajarnya!

Kita tak bisa mengira kapan sedih datang menyapa. Semuanya pasti muncul secara tiba-tiba. Memposisikan diri sebagai orang yang paling sedih juga sebaiknya kamu hindari. Dengan menjadikan kamu sebagai subyek yang paling menyedihkan, orang-orang justru akan jengah dan perlahan tak peduli dengan keadaanmu. Mereka akan berpikir kalau kamu terlalu berlebihan dan tak bisa mengontrol diri dalam melewati kesedihanmu ini. Padahal kenyataannya, mungkin banyak orang yang lebih sedih darimu, hanya saja kamu tak pernah tahu.

Tak Perlu Membandingkan Kesedihanmu dengan Orang Lain, Setiap Orang Punya Ceritanya Masing-masing

Hal ini juga sebaiknya tak kamu lakukan. Setiap orang punya kisah pilunya masing-masing. Membandingkan ceritamu dengan milik orang lain justru tak akan ada habisnya. Percayalah, kamu dan orang-orang itu jelas berbeda. Masalah dan kesedihannya pun juga berbeda. Belajarlah dari sekelilingmu, serta lihatlah bagaimana mereka mengontrol kesedihannya. Dengan bertemu banyak orang dan mendengarkan setiap cerita mereka, kamu akan tahu bahwa kesedihan tak sepatutnya dibiarkan berlama-lama.

Batasilah Apa Saja dan Kepada Siapa Kamu akan Bercerita, Sebab Tak Semuanya Perlu Kamu Ceritakan Kepada Sesama 

Saat kamu sedih, sejatinya kamu tengah belajar mengontrol diri. Termasuk mengontrol kepada siapa saja kamu akan bercerita. Ingatlah, tak semua orang bisa kamu percaya. Cukupkan orang-orang yang perlu tahu kisah pilumu. Batasi apa yang ingin kamu ceritakan pada mereka. Sekalipun kamu mungkin merasa mengenal dan dekat dengannya, kamu tetap perlu menjunjung privasi dalam diri agar cukup kamu dan Tuhan saja yang tahu. Semakin banyak yang tahu, semakin rentan kamu dicap pembuat drama karena tak mampu mengatasi kesedihan sewajarnya.

Menangislah Kalau Kamu Memang Tak Kuasa Menahan Air Mata, Tapi Jangan Sampai Membuat orang Lain Menganggap Kamu Terlalu Drama

Air mata pasti akan datang seiring dengan kesedihanmu. Kalau kamu tipikal yang tak bisa menahan lara, tak perlu lagi menahan air mata. Hanya saja, jangan sampai tangisanmu justru membuat orang lain yang mendengarkan ceritamu jadi tak nyaman. Menangislah secukupnya agar mereka yang peduli padamu tak menganggapmu sebegitu lemah dan kecewa karena kamu tak bisa bangkit dari kesedihanmu.

 

1 Comment

1 Comment

  1. nunik utami

    April 28, 2015 at 11:26 pm

    Inspiratif. Sebagian sudah saya lakukan, sebagian lagi belum. Ok, akan ssya lakukan, mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top