Feature

Tak Ada Gunanya Menghadapi Mereka yang Suka Nyinyir Serampangan, Lebih Baik Diam dan Jangan Hiraukan

Tidak ada angin tidak ada hujan, tetiba kamu mendengar kabar miring tentangmu beredar di lingkup pertemananmu. Entah siapa pencetusnya, tapi yang pasti, karena gosip yang menerpamu itu, banyak teman yang sejatinya tidak tahu apa-apa justru jadi paling giat menyinyirmu.

Gosip memang tak ada habisnya. Berkaca dari tayangan infotainment hingga akun gosip di media sosial, nyatanya  gosip selalu jadi ‘santapan’ yang disukai banyak orang. Padahal, gosip yang beredar belum tentu benar adanya. Kalau kamu sedang terjebak di situasi semacam ini, tak perlu meradang. Sebaliknya, hadapilah dengan tenang.

Tak Ada Gunanya Menghadapi Mereka yang Suka Nyinyir Serampangan, Lebih Baik Diam dan Jangan Hiraukan

Karena sudah terbiasa mengonsumsi gosip-gosip murahan, pasti kamu akan bertemu orang yang ‘pandai’ melontarkan nyinyiran. Sekalinya ada gosip tentangmu yang belum terbukti kebenarannya, orang-orang semacam ini yang akan menyerangmu dan menyuarakan nyinyirannya paling kencang. Kamu tak perlu pusing-pusing menghadapi ocehan mereka. Cukup diam dan nikmati saja bagaimana mereka yang tak tahu apa-apa bisa segarang itu menyerangmu. Suatu saat, kamu akan tersenyum atau bahkan tertawa kalau mengingat lagi tentang mereka yang hatinya sudah terlanjur tertutup.

Tapi Kalau Kamu Bukan Tipe yang Tak Bisa Tinggal Diam, Sesekali Kamu Perlu Angkat Bicara Kalau Dirasa Memang Sudah Keterlaluan

Menanggapi gosip miring dengan diam dan kepala dingin, memang agak sukar. Tak semua orang bisa melakukan hal ini. Apa lagi misalnya yang jadi omongan miring adalah seputar kegagalan seseorang ketika melakukan sesuatu. Bukannya memberi dukungan, justru jadi bahan obrolan sana-sini. Orang-orang kadang setega itu. Diam pun dianggap tak menyelesaikan sesuatu. Kalau kamu sedang mengalami situasi semacam ini, tak masalah jika kamu ingin bersuara. Tepis setiap isu miring yang menerpamu dan terpenting, jadikan hal itu sebagai kritik yang membangun dan lawanlah mereka dengan semangat yang baru.

Mereka yang Suka Bergosip Sejatinya Hanya Iri Padamu, Lanjutkan Terus Usahamu dan Biarkan Mereka Semakin Terbelenggu

Kamu sering jadi bahan nyinyiran mereka, prestasi yang kamu gapai dengan susah payah bahkan mereka jelek-jelekkan. Sebenarnya mereka cuma iri dan merasa kamu nggak pantas mendapatkannya. Kalau mereka sudah kelewat batas, biar saja jangan sekalipun menjawabnya dengan negatif. Justru karena mereka iri, gunakan ini untuk meraih banyak prestasi lagi, buat mereka semakin iri hingga bosan dan tenggelam dalam kubangan kegelapan iri dengki mereka.

Tahan Diri Untuk Menanggapi, Semakin Kamu Kelimpungan, Mereka Akan Semakin Semangat untuk Membuatmu Tercekat

Tak bisa dipungkiri, setiap nyinyiran, gosip, dan segala berita miring yang datang akan mempengaruhi mood saat beraktivitas. Mungkin kamu sedang diminta untuk belajar menguasai diri dan tidak mudah termakan omongan orang. Karenanya, akan lebih baik kalau kamu bisa menahan diri untuk tidak menanggapi. Sebab ada pepatah mengatakan, dua tangan tak akan cukup untuk menutup mulut banyak orang, tapi dengan dua tangan, kamu bisa menggunakannya untuk menutup kedua telingamu.

Cara Terampuh, Hadapi dengan Tenang Seperti Tak Terjadi Apa-apa

Saat diterpa isu atau gosip miring, kamu sejatinya sedang dibentuk untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi terutama dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Itulah sebabnya ketika merasa terdesak dalam situasi semacam ini, kalau kamu memang ingin mengungkapkan sesuatu, tak masalah. Hanya saja, hadapilah setiap persoalan dengan tenang. Seperti tak terjadi apa pun. Memang sukar, tapi percayalah, menghadapi situasi semacam ini sejatinya akan menantang mentalmu. Kalau kamu bisa menang atas mereka, pasti gosip itu akan menguap begitu saja dan mereka pun tak lagi berisik menjadikanmu sebagai bahan obrolan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sebab Ulang Tahun Jadi Momen Spesial, Jangan Malah Menciptakan Momen Penuh Sesal

Kira-kira setahun yang lalu, kejadian memilukan menimpa seorang siswa asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara lantaran harus mengalami kebutaan pada hari ulang tahunnya. Insiden yang menimpanya bermula saat teman-teman korban melemparinya dengan telur busuk sebagai ‘budaya’ perayaan ulang tahun. Nahas, cairan telur busuk tersebut mengenai mata korban hingga menyebabkan kebutaan. Meski telah dibawa ke dokter mata, penglihatan korban tak dapat diselamatkan lantaran bakteri pada telur busuk tersebut telah merusak kornea matanya.

Membicarakan soal budaya perayaan ulang tahun di negeri kita, sejatinya cukup miris. Sejak muda, kita terbiasa merayakan teman yang ulang tahun dengan melemparinya menggunakan telur, tepung, air, bahkan air sisa pembuangan. Padahal di hari bahagianya, bukankah seharusnya kita membuatnya merasa bahagia dan mensyukuri pertambahan usianya? Coba ingat lagi, apakah masa mudamu masih diwarnai dengan budaya semacam itu? Kalau iya, lebih baik pikirkan lagi jika ingin mengulang hal yang sama di tahun ini atau tahun-tahun berikutnya. Pikirkan perasaan temanmu, mungkin di depanmu ia terlihat pasrah, menerima saja perlakuan teman-teman terdekatnya, tapi dalam hatinya, kamu tak tahu seberapa penyesalan yang ditanggungnya setiap mengingat hari ulang tahunnya.

Karena Kamu dan Dia Cukup Dekat, Tak Ada Salahnya Kamu Berinisiatif Menyiapkan Pesta Ulang Tahun Sederhana Agar Dia Selalu Mengingatmu Sebagai Sahabat

Beberapa minggu sebelum hari ulang tahunnya, cobalah cari tahu barang atau sesuatu yang sedang diincarnya. Mungkin dia mengincar sebuah sepatu atau tas. Kalau sekiranya harganya masih cocok dengan kantongmu, berikanlah barang incarannya itu sebagai kado. Atau kalau kamu ingin membuatnya lebih merasa spesial di hari istimewanya, buatlah pesta ulang tahun kecil-kecilan untuknya. Datanglah ke rumah dan hias kamarnya, atau ajak dia ke sebuah restoran dimana kamu sudah menyiapkan dekorasi spesial untuknya. Semua itu jauh lebih baik dibanding kamu membuatnya menyesal dengan melemparinya menggunakan telur di hari ulang tahunnya.

Kalau Dia Tipikal yang Tak Suka Perayaan, Ajak Saja Bepergian ke Suatu Tempat yang Menurutnya Menyenangkan

Sebagai sahabat, kamu tentu tahu lokasi mana saja yang ingin ia sambangi selama ini. Entah karena terkendala waktu atau biaya, yang pasti dia masih menunggu waktu yang tepat untuk datang kesana. Kalau begitu, kenapa bukan kamu saja yang mengajaknya? Pasti dia tidak akan menolak.

Apa lagi jika dia bukan tipe yang suka dengan perayaan ulang tahun. Baginya, lebih baik melakukan kegiatan yang lain dibanding membuat perayaan ala-ala. Tapi yang pasti, ketika kamu menyiapkan sesuatu untuknya dan hal itu telah dinantikannya selama ini, dia pun tak akan punya alasan untuk menolak. Atau kalau justru kamu yang sukar mencari waktu cuti bersama, hadiahi saja dia dengan tiket pulang pergi ke tempat yang didambakannya selama ini.

Memanfaatkan Hari Ulang Tahun untuk Berdonasi pun Jauh Lebih Mulia dan Sarat Manfaat

Kamu pasti sering melihat bagaimana sebagian selebriti memilih berdonasi saat mendekati hari jadi mereka. Tak masalah jika kamu dan sahabatmu ingin mengikuti cara semacam ini. Mulailah dengan mengumpulkan uang minimal sebulan sebelum kamu atau temanmu berulang tahun. Ajak juga teman dekat yang lain serta keluargamu. Percayalah, dengan menebar kebaikan semacam ini, hari ulang tahunmu akan terasa berbeda dan mungkin saja akan jauh lebih berkesan dibanding sebelumnya.

Jika Keluarga Temanmu Mengadakan Perayaan Kecil-kecilan, Tak Ada Salahnya Kamu Ikut Melibatkan Diri di Dalamnya

Melibatkan diri bukan hanya dalam bentuk makan-makan saja. Tapi semisal keluarga dari sahabatmu mengadakan acara masak-masak untuk merayakan ulang tahunnya, libatkanlah dirimu untuk membantu acara tersebut. Kamu bisa ikut menyumbang bahan makanan atau tenagamu sehingga mereka menyadari kamu benar-benar peduli terhadap hari spesial anggota keluarganya. Meski sederhana, hal semacam ini jauh lebih berkesan dan tak akan terlupakan oleh sahabatmu.

Kalau Kamu dan Temanmu Merasa Ada Banyak Hal Menyenangkan yang Belum Bisa Kalian Lakukan Bersama, Cobalah untuk Melakukan Hal Itu

Semakin bertambahnya usia, tak menutup kemungkinan kamu akan dilanda kebosanan dengan rutinitas yang ada. Kamu pun jadi seperti ingin mencari ‘kesibukan’ baru atau sekadar ‘pelarian’ dimana kamu bisa mengekspresikan diri dan melepas kepenatan. Ide untuk mencoba hal baru di hari ulang tahun mungkin patut dicoba. Misalnya, kamu atau temanmu sebelumnya tak pernah merajut atau membuat kerajinan tangan yang lainnya. Cobalah untuk berburu acara workshop dimana kamu bisa melatih kemampuan baru namun dalam kondisi yang tetap menyenangkan. Tak hanya melepas penat, kamu pun jadi bisa menambah keahlian yang bisa saja berguna di kemudian hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Belum Ingin Menikah Hari Ini, Bukan Berarti Seumur Hidup Akan Sendiri

Mendapat pertanyaan, “Sudah punya calon belum?” saat acara kumpul keluarga, agaknya jadi hal yang biasa. Tapi jangan dulu menyalahkan mereka, sebab hal itu memang menjadi pertanyaan wajar untuk manusia yang sudah dewasa namun tak pernah terlihat menggandeng siapa-siapa.

Perihal usia yang sudah matang hingga keputusan melangkah yang harus disegerakan, memang selalu jadi perkara yang rumit untuk dibicarakan. Akan tetapi, pertanyaan-pertanyaan seperti itu justru menyadarkan kami yang masih sendiri, bahwa sebagian orang masih mendekskrisikan kesendirian sebagai situasi nelangsa.

Kemudian dengan santainya berpendapat bahwa kita yang masih sendiri hingga kini adalah pribadi yang menyalahi kodrat. Tak ingin terbawa emosi, tentu ada beberapa alasan dibalik pilihan itu. Sebab tak ingin menikah sekarang bukan berarti akan hidup sendiri sampai mati.

Hal Pertama yang Harus Kita Mengerti Adalah Setiap Orang Bebas Memilih

Tak ada alasan yang lantas akan membedakan kita dengan mereka yang lebih dulu menikah, sebab ini adalah bagian dari pilihan kehidupan yang sedang dijalankan. Sama halnya dengan mereka yang sudah menikah, harusnya yang lain juga paham jika sendiri dulu adalah pilihan yang harus dihargai.

Karena ini bukanlah perkara mudah, ada ribuan tantangan yang akan dibebankan pada pundak dan kepala. Jika memang belum merasa bisa mengembannya, tak perlu memaksa diri. Tak berniat untuk menyinggung mereka yang mungkin belum mengerti, hanya saja jika pilihan menikah bisa dihargai, hal yang sama harusnya bisa diberikan pada pilihan yang sebaliknya.

Seandainya Mereka Tahu Lelahnya Diberondong Pertanyaan yang Sama Setiap Kali Jumpa, Mungkin Mereka Tak Akan Sampai Hati Mengulanginya

Dielu-elukan sebagai pertanyaan yang bernada skak-mat, kalimat “Kapan nikah?” tak lagi terdengar menakutkan, cuma sedikit membosankan. Karena meski saat ini sudah memiliki kekasih yang bisa diajak bicara soal masa depan, pasti akan ada pertanyaan yang juga bernada serupa.

Seolah tak ada habisnya, mereka yang melempar tanya sepertinya memang doyan membuat hati orang lain nelangsa. Bukan apa-apa, baginya mungkin biasa namun mereka yang menjadi objek tentu punya penilaian yang berbeda.

Diingatkan Terus-menerus, Seolah Kami Tak Paham Bahwa Setiap Manusia Sudah Tercipta Berpasang-pasangan

“Mau apa lagi? Usia sudah cukup, pekerjaan pun sudah mapan. Segeralah cari pasangan,”

Komentar seorang teman yang memang telah lebih dulu jadi seorang bapak. Tak berpikir ia sedang menghakimi, ucapan itu dapat dianggap sebagai bentuk perhatian seorang teman sebaya. Tapi jika terus-menerus disampaikan, jelas menganggu pikiran.

Dengan berbagai alasan positif, memang ada batasan usia untuk seorang laki-laki dan perempuan berada pada masa yang baik. Keturunan dan hal lain jelas jadi pertimbangan memang, tapi bukankah dari awal sudah ada jodoh yang memang disiapkan oleh Tuhan? Lantas untuk apa membebani diri dengan meresahkannya?

Usia Memang Sudah Dewasa, Tapi Sejak Kapan Umur Jadi Patokan Untuk Menikah?

Saat kamu duduk di bangku SMA, mungkin ada temanmu yang memilih menikah lalu meninggalkan pendidikannya, teman lain yang usianya sudah lebih dari seperempat abad masih santai tanpa berpikir harus menikah buru-buru, dan yang lebih uniknya lagi ada yang sudah berkepala tiga namun mengaku masih belum siap menikah.

Lalu yang menjadi pertanyaan, teori menikah karena sudah cukup usia datang darimana? Tentu ini adalah pandangan yang salah, sebab sesungguhnya tak ada batasan usia untuk seseorang menikah. Prosesi nan sakral ini tak memiliki standardisasi. Akan lebih baik jika kita hanya akan melangkah saat sudah merasa siap untuk mengarunginya, bukan karena katanya sudah waktunya, atau dikejar usia.

Tak Ingin Menjadikan Pernikahan Sebagai Pelarian, Sebab Menikah Jelas Butuh Persiapan

Percayalah Kawan, dengan menikah tak lantas semua beban akan hilang, sebab seberat apa pun kamu menjawab pertanyaan kapan nikah, masih belum ada apa-apanya ketika nanti berumah tangga.

Lebih dari itu, menikah jadi gardu paling depan yang akan menghantarkan kita pada berbagai pengalaman. Contoh kecilnya, kamu yang biasa hidup dengan pola yang kamu suka, mendadak harus menyelaraskan langkah dengan manusia baru yang belum tentu akan selalu seirama. Bukan tak percaya akan adanya manusia yang rela menemani kita dan menurunkan egonya, hanya saja bepikir menikah adalah solusi dari berbagai macam beban tidaklah benar.

Belum Ingin Menikah Sekarang Bukan Berarti Selamanya Ingin Melajang, Aku Hanya Menunggu Dia yang Mau Menggenapkanku

Barangkali bukan aku yang jengah, sebab melakoni semua hal sendiri masih jadi sesuatu yang aku nikmati. Anehnya mereka yang jadi penonton justru berpendapat jika kesendirian ini, akan berakhir hingga kelak kematian datang.

Sebab jika memang sudah waktunya, aku pun ingin seperti yang lainnya. Menjadikan seorang sebagai alasan pulang, hingga rela berbagi bantal saat malam. Aku pun sebenarnya sama dengan mereka yang telah menikah, hanya saja hari ini memang belum waktunya. Sebab untuk mewujudkan itu, aku tak akan sembarangan memilih.

Tidak Perlu Menempatkan Orang Lain Sebagai Patokan, Karena Menikah Bukanlah Sebuah Perlombaan

“Si anu sudah menikah, istrinya baik dan punya anak perempuan nan cantik,” atau “Kamu apa nggak ngiri sama temanmu yang udah foto dengan anaknya di instagram, buruan cari calon suami!”.

Ini adalah pilihan untuk menjadi diri sendiri, tanpa perlu beranggapan jika teman lain sudah melakukan lantas aku pun harus mengikut dibelakang. Tidak, bukan seperti itu Kawan! Ada batas dimana aku akan menjadikan orang lain sebagai panutan, tapi untuk urusan menikah nampaknya tidak akan.

Aku memang masih sendiri, meski sudah banyak undangan pernikahan yang menanti rasanya tak jadi alasan harus buru-buru cari pacar yang mau diajak melangkah ke pernikahan.

Masih merasa nyaman akan kesendirian, bukan berarti selama aku akan melajang. Tak berniat melawat kodrat, aku hanya ingin menunggu dia yang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Harus Punya Uang Banyak Dulu, Sebab Materi Bukan Satu-satunya Cara Jika Kamu Ingin Berdonasi

Seringkali kita ‘terjebak’ pada pemikiran kalau beramal hanya bisa dilakukan dengan uang, atau sembako. Padahal tidak juga. Coba kamu renungkan, sebagai makhluk sosial, kita belum sepenuhnya memberi diri pada sekitar hanya karena kita merasa tak punya cukup uang untuk didonasikan. Pada akhirnya masih banyak dari kita yang berpikir begini: “Kalau tidak ada uang, berarti tidak bisa beramal.” Kawan, kalau kamu memang ingin beramal, sejatinya tak melulu dengan uang. Cobalah untuk berdonasi dengan cara lain. Lagipula, sebenarnya tak semua orang membutuhkan atau mau dibantu dengan uang. Ada juga yang sebenarnya justru lebih membutuhkan tenagamu.

Berdonasi sejatinya bukan hanya soal membantu orang lain. Tapi melatih kesadaran dan empati kita, serta melihat sejauh mana kita mau memaksimalkan potensi dan kelebihan yang ada untuk dibagikan kepada sesama. Ada juga yang menganggap kegiatan amal atau donasi sebagai sebuah bentuk ungkapan syukur. Apa pun alasannya, berdonasi dan beramal adalah kegiatan baik, dan percayalah kamu tak akan menjadi miskin setelahnya.

Mulailah dengan Rajin Menyumbangkan Barang Bekas Layak Pakai

Barang bekas seperti baju biasanya hanya dibiarkan tertumpuk begitu saja. Meski masih layak pakai, barang-barang tersebut kalau didiamkan justru akan mempercepat kerusakannya. Karenanya, daripada tidak terpakai, lebih baik kamu gunakan untuk donasi. Di luar sana, pasti masih banyak orang yang membutuhkannya. Mulai dari baju bekas, sepatu bekas, dan sebagainya. Saat dirasa sudah tak muat lagi, cobalah sumbangkan untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.

Daripada Bepergian dan Menghambur-hamburkan Uang, Lebih Baik Sibukkan Diri dengan Mengikuti Kegiatan Sosial

Untukmu yang terketuk untuk membantu sesama, cobalah cari tahu kegiatan sosial komunitas tertentu yang memberi kesempatan untuk kamu bisa melibatkan diri dan bergabung. Tak hanya mendapat pengalaman baru, tapi kamu juga akan merasakan interaksi langsung dengan sesama. Jika di kantormu ada kegiatan semacam CSR, ikutlah serta karena tenagamu sangat berguna. Bukan tenaga saja, siapa tahu ide-ide cemerlangmu juga bisa menolong dan menghibur mereka yang membutuhkannya.

Meski Terbilang Sepele, Tapi Ikut Berkontribusi dalam Membagikan Info ke Teman-temanmu Sangatlah Berguna

Tahukah kamu, membagikan suatu informasi sebuah kegiatan donasi juga sangat membantu. Misalnya, ada temanmu yang meminta tolong. Kebetulan kamu punya banyak link yang potensial untuk terlibat dalam kegiatan itu, maka tak ada salahnya kan membantu teman? Tak usah malu apa lagi malas dalam berbuat kebaikan.  Tapi ingat, sebaiknya pastikan dulu kegiatan itu memang benar dan jelas dalam pelaksanaannya.

Tapi Sebelum Memberi Diri untuk Ikut Berdonasi, Pastikan Dahulu Niatmu Memang untuk Memberi

Ini terpenting, setiap kebaikan sejatinya membutuhkan niat baik pula. Coba kamu renungkan, sejauh ini sudahkah setiap tindakan atau kebaikan yang kamu lakukan memang benar-benar berasal dari niat yang muncul dari dalam hatimu? Percayalah, sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, di mata Tuhan bernilai besar. Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.

Di lain sisi, kalau kamu tetap merasa ingin memberi donasi berupa materi, sejatinya tak masalah. Toh kebutuhan setiap orang jelas berbeda-beda. Tak ada salahnya menyediakan sebagian dari rejeki atau pendapatan kita untuk tetap berbagi pada sesama.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top