Feature

9 Alasan Kenapa Kamu Harus Bersyukur Punya Kakak Perempuan

Banyak yang berpikir kalau jadi anak tunggal itu menyenangkan. Selain dimanja, juga diberikan segalanya. Kalau punya saudara, apa-apa harus berbagi. Tidak semuanya bisa dimiliki sendiri. Sering kali masalah sepele bisa jadi bahan pertengkaran. Kadang-kadang tidak ada yang mau mengalah. Orang tua harus turun tangan melerai anak-anaknya. Kelihatan susah kan?

Pendapat di atas tidak semuanya salah, tapi coba deh, pikir dari sudut pandang lain. Memiliki saudara ternyata memberikan banyak keuntungan. Rumah dijamin tidak pernah sepi. Meskipun sering bertengkar, tapi kasih sayang tak bisa dikalahkan, bakalan akur juga kok. Banyak hal-hal asyik yang bisa kamu lakukan bareng saudara. Tahukah kamu, kalau saudara yang dianggap sebagai pemberian terbaik adalah kakak perempuan. Ada apa dengan mereka?

Teman Ngobrol dan Curhat yang Paling Pas di Rumah

pexels-photo (6)

Ada kalanya kita punya sesuatu yang mengganjal dan perlu diungkapkan. Kalau langsung curhat ke orang tua, rasanya kurang nyaman. Kakak perempuan menjadi pilihan yang pas saat kamu perlu ngobrol serius atau dari hati ke hati. Perempuan dinilai memiliki perasaan yang lebih peka, pasti pengertian sekali. Mereka juga sudah mengenal bagaimana karaktermu. Lengkap sudah, mereka yang terbaik.

Di Fase Pencarian Jati Diri, Sosok Kakak Perempuan yang Membantu Membentuk Karaktermu

pexels-photo-92332
Tidak dapat dipungkiri, bahwa kakak adalah salah satu panutan bagi adik-adiknya. Dari sang kakak inilah karakter kita akan terbentuk menjadi sepertinya, meskipun tidak sama seluruhnya. Jangan khawatir, jarang sekali kakak yang ingin memberikan contoh yang buruk. Bahkan, kakak perempuan cenderung lebih telaten berinteraksi, bermain atau belajar, termasuk memberikan contoh yang baik dalam kehidupan adik-adiknya.

Sebagai Anak Perempuan yang Lebih Tua, Mereka Lebih Memperhatikan Keluarga, Termasuk Kamu

pexels-photo (7)
Kakak perempuan lebih sensitif terhadap kondisi keluarga. Dia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri atau kepentingannya sendiri. Bukan hanya memikirkan hal-hal besar, tapi sampai hal detail sekalipun. Kamu pasti sangat beruntung diperhatikan olehnya.

Beda dengan Teman, Melampiaskan Uneg-uneg ke Kakak Sendiri Lebih Aman

walk-human-trafficking-12136
Kalau pikiran sedang penuh, hati sedang sesak, bingung juga mau melampiaskan kepada siapa. Kalau melimpahkan uneg-uneg ke teman, tidak dapat dijamin mereka mau mengerti. Jangan-jangan, teman kita malah salah sangka atau risih. Kakak perempuan bisa jadi pilihan terbaik ketika sedang down, mereka tak akan marah dengan sikap kita yang tidak stabil. Selain perasaan yang lega, bonusnya pelukan hangat penuh kasih sayang ala saudara.

Kakak Perempuan Bisa Berperan Ganda, Merangkap Supir, Bodyguard atau Partner Kondangan

pexels-photo-58592
Mau pergi kemana-mana tapi belum punya SIM? Tenang saja, kakakmu pasti mau jadi pengantar yang baik. Niatnya bukan hanya membantu,tapi juga menjaga. Terlebih bagi yang belum punya pacar, kakak perempuan bisa jadi teman dan merangkap jadi pasangan.

Kamu Bisa Belajar Banyak dari Pengalaman Mereka dan Menghindari Hal Buruk yang Mungkin Terjadi

pexels-photo (8)
Beruntungnya kamu kalau punya kakak perempuan. Kamu bisa belajar banyak dari perjalanan hidupnya. Kakakmu akan memastikan kalau hal buruk dalam hidupnya tak akan terjadi padamu. Segalanya akan diusahakan yang lebih baik daripada dirinya.

Tempat Bersandar yang Paling Kuat dan Spesial Ya Kakak Perempuan!

sisters-1328070_640
Siapa lagi tempat bersandar saat kamu benar-benar lelah, kalau bukan saudara. Kakak merupakan tempat bersandar paling kuat untuk adik-adiknya. Begitupun sebaliknya, adik akan selalu ada untuk kakaknya. Perasaan terhadap saudara memang sangat spesial. Ikatan batin yang sangat kuat tidak akan bisa diragukan lagi.

Mereka Bisa Jadi Guru dalam Segala Hal karena Pengalamannya Lebih Banyak

person-woman-relaxation-girl
Selain jadi teman ngobrol, teman main, kakak juga menjadi guru yang baik. Pengalamannya yang lebih banyak, tentu menjadikannya lebih bijak. Dia tidak akan keberatan mengajarimu segala hal positif. Bukan cuma guru kehidupan, jadi guru di bidang akademik pun pasti mau. Lumayan juga kalau dapat guru les privat yang gratis.

Masa Menuju Kedewasaan Penuh ‘Kerikil’, Kakak Perempuan Lah yang Bisa Jadi Pegangan

sparkler-677774_640
Proses menuju kedewasaan tidak selalu berjalan lancar. Masalah-masalah sebagai pijakan menuju kedewasaan, seringkali muncul tanpa henti. Rasanya bosan, jenuh, ingin segera terselesaikan. Kakak perempuan pasti selalu hadir untukmu. Dia akan menjadi pendamping yang setia menuju kedewasaanmu.

Beruntungnya kalau kamu punya kakak perempuan. Mereka adalah partner dan guru yang terbaik. Nah, kalau kamu adalah kakak perempuan itu, kamu harus bangga. Adik-adikmu pasti sangat menghargai dan menyayangimu. Meskipun tidak kelihatan, tapi diam-diam mereka mengidolakanmu loh!

2 Comments

2 Comments

  1. Fransiskus Kasse

    June 11, 2016 at 6:46 am

    Mantap

  2. Rinno

    August 5, 2016 at 5:10 pm

    Wahh bruntung gw punya kakak perempuan,salah gw suka kasar sama kakak gw… padahal gw dimanjain doi….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Capek Gendong Bayi? Kesal Anak Rewel? Ketika Ia Berusia 10 Tahun Dan Menolak Dipeluk, Saat Itu Kamu Menyesal!

Tak pernah ada yang bilang merawat anak itu mudah. Bangun tengah malam karena tangisannya tentunya membuat kondisi badan tak nyaman. Seiring bertambah usianya, berat badannya pun bertambah, rasa pegal mulai melanda ketika diminta gendong.

Belum lagi ocehan cerewetnya ketika mulai bisa bicara. Semua hal ingin diceritakannya tanpa henti. Sementara terkadang pikiran sedang lelah karena pekerjaan dan ingin sekali istirahat. Apalagi kemana-mana selalu minta ditemani. Seolah tak ada lagi me time untuk ayah maupun bunda. Lelah? Capek?

Sekarang Kesal Ketika Terbangun Tengah Malam Akibat Tangisan, Ketika Ia Sudah Tidur Di Kamar Sendiri Justru Kamu Yang Rindu

Bisa dibayangkan pusingnya beraktivitas seharian dan ketika sampai di rumah mau beristirahat, malah terganggu tangisan bayi. Ingin rasanya mengabaikan begitu saja dan gunakan penutup telinga. Menyuruh pasangan untuk menenangkan si kecil di tengah malam sepertinya jadi pilihan menarik.

Tapi coba bayangkan, ketika anakmu beranjak besar dan kemudian meminta tidur di kamar terpisah. Jangankan tangisnya, kamu bahkan tak lagi bisa menemaninya menghabiskan malam sebelum mata terpejam. Seringnya dia justru memintamu meninggalkannya di kamar sendirian. Ketika itu kamu rindu tangis kecilnya dulu.

Sekarang Capek Gendong, Sementara 5 Tahun Lagi Peluk Gendong Dirimu Tak Lagi Menarik Buatnya

Sedikit-sedikit si kecil akan minta gendong. Dipeluknya erat dirimu, seolah tak mau lepas. Bukannya tak sayang, tapi badannya yang kian berat memang kadang bikin pinggang terasa pegal.

Tapi momen ini sesungguhnya akan begitu lekas berlalu. Ketika ia sudah mulai lancar berjalan dan berlari, besar kemungkinan peluk gendongmu tak semenarik dulu. Makin dewasa malah ia malu untuk terus berada dibuaianmu. Dan ketika saat itu tiba kamu malah ingin menggendongnya selalu.

Sekarang Lelah Dengar Bawel Curhatnya, Ketika Masuk SMP Dia Tak Lagi Mau Bercerita

Kata-katanya mungkin tak jelas. Kalimatnya masih penuh berantakan. Ceritanya bercampur antara fiksi dan kenyataan. Pusing kalau harus meladeni anakmu bercerita terus menerus.

Padahal waktu itu tak akan berlangsung lama. Selepas SD dan beranjak masuk SMP dia hanya akan bercerita ke kawannya saja. Tak akan lagi dia berbagi cerita hari-harinya kepadamu.

Sekarang Malas Temani Sulitnya Bikin PR, Padahal Nanti Kamu Rindu Dimintai Solusi Akan Masalahnya

Sudahlah rumit menyelesaikan masalah kita sendiri, masih harus pulak diminta bantuan menyelesaikan soal-soal sekolah. Jalan paling mudah memang memberikan les tambahan dan kemudian tak lagi terlibat urusan tersebut.

Coba kamu sadari ketika nanti dia sudah punya banyak kawan dan mengenal pihak lain. Pada saat itu kamu mungkin akan jadi orang terakhir yang didatangi ketika mereka punya kesulitan. Ketika itu rindumu membuncah ingin mendengar keluh kesahnya dan dimintai solusi.

Sekarang Diajak Bermain Macam Beban, Sementara Selepas SD Dia Hanya Akan Bermain Dengan Temannya Saja

Tak mudah memang tetap tertarik dengan permainan anak-anak. Karena sebagai orang dewasa kita tak lagi mengalami tantangan melakukan permainan tersebut. Wajar kemudian rasa malas mendera ketika anak mengajak main bersama.

Namun sesungguhnya momen tersebut akan segera hilang. Selepas sekolah dasar ia juga sudah tak lagi melibatkanmu dalam kesenangan bermainnya. Orang tuanya akan dianggap tak bisa mengimbangi kemajuan jaman yang mereka hadapi. Dan kamu pun ditinggalkan.

Sekarang Peluk Cium Hanya Formalitas, Ketika Anakmu Dewasa Hanya Itu Yang Kau Rindukan

Kapan terakhir mencium si kecil? Mungkin kamu termasuk yang melakukannya sering. Tapi apakah kamu benar-benar meresapinya? Atau sekedar formalitas ketika melepasnya masuk ke sekolah misalnya.

Sekarang mungkin ciuman sayang itu hanya lewat begitu saja, namun percayalah kamu akan merasakan rindunya mencium anakmu ketika ia mendewasa. Tak mudah memintanya menerima ciumanmu nanti. Apalagi ketika di depan teman-temannya. Ia tentu malu terlihat sebagai anak manja, sementara ketika itu kamu yang butuh ingin bermanja dengaannya.

Sadarkah Kamu Momen Ini Hanya Akan Berulang Ketika Kamu Punya Cucu, Itupun Kalau Kamu Diberkahi Umur Panjang

orangtua

Momen ini akan sesegera mungkin berlalu, dan taukah kamu hal itu hanya akan berulang nanti 20 tahun lagi ketika anakmu sudah mempunyai cucu. Dan ketika itu, apakah kamu masih diberi berkah umur panjang? Sampaikah kamu ke momen itu lagi?

Kenapa Orang Tuamu Memanjakan Cucunya? Bisa Jadi Dahulu Mereka Melakukan Kesalahan Sepertimu Saat Ini

Sebagaian kamu mungkin sering kesal ketika orang tuamu yang kini berpredikat kakek dan nenek begitu memanjakan cucunya. Semua kedisiplinan yang kalian terapkan bisa diterabas begitu saja oleh kakek nenek.

Coba kamu merenung sejenak, mungkin orang tuamu sedang membayar kerinduan dan rasa bersalahnya ketika merawatmu dulu. Mereka sudah menyadari betapa rindunya memelukmu, menggendongmu dan membelikanmu jajanan untuk membuatmu tersenyum. Mereka mungkin dulu tak melakukannya karena dulu mereka ada di posisimu.

Jadi pahami mereka, berbaik hatilah kepada mereka. Peluk orang tuamu saat ini juga dan cium mesra si kecil sedari sekarang.

2 Comments

2 Comments

  1. Fransiskus Kasse

    June 11, 2016 at 6:46 am

    Mantap

  2. Rinno

    August 5, 2016 at 5:10 pm

    Wahh bruntung gw punya kakak perempuan,salah gw suka kasar sama kakak gw… padahal gw dimanjain doi….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Rugi Banyak Saat Membiarkan Konflik Merusak Keharmonisan Keluargamu. Jaga Baik-baik Ya!

Punya keluarga yang harmonis jelas jadi dambaanmu bukan? Kamu patut bersyukur jika hal itu kamu miliki. Sebab membangun keluarga yang harmonis sejatinya bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Ada perjuangan tersendiri melewati berbagai konflik dan intrik keluarga. Contoh kecilnya, kamu mungkin sering mendengar selebriti yang tiba-tiba dikabarkan berkonflik dengan keluarganya. Setelahnya, meski telah melalui semua itu, tak sedikit yang mengaku keluarga mereka justru makin sulit bersatu.

Mempertahankan keutuhan keluarga memang bukan hal yang mudah, tapi juga bukan hal yang sulit dilakukan. Semuanya perlu proses dan tak selamanya kehadiran konflik harus dimaknai sebagai awal retaknya hubungan keluarga, justru menjadikannya sebagai proses pendewasaan bagi antar anggota keluarga akan jauh lebih bijak, bukan? Kamu mungkin perlu tahu, lima hal ini ternyata bisa menjadi pemicu terjadinya konflik di dalam rumahmu.

Kritik Itu Memang Perlu, Namun Fungsi Kritik yang Baik adalah Untuk Membangun, bukan Untuk Menjatuhkan Saudaramu

Kata-kata yang kamu lontarkan sesekali bisa jadi pisau bermata dua. Menjaga keutuhan keluarga dimulai dengan membangun komunikasi dengan baik. Karenanya, melontarkan kritik pedas pada keluarga sejatinya tak perlu dilakukan. Sesuatu yang kamu katakan bisa saja menyinggung salah satu anggota keluargamu. Ingatlah, jadikan rumah tak hanya sebagai tempatmu bernaung, tapi disitulah dimana hatimu berada. Keluarga yang harmonis tak akan menyakiti anggota keluarganya dengan kritik, caci maki, ataupun gertakan. Coba ingat lagi, bagaimana sikap dan tutur katamu selama ini?

 

Jangan Bergosip! Penyakit Ini Tak Hanya Merusak Persahabatan, Gosip yang Ada Di Lingkup Keluarga Juga Mengancam Keharmonisan Rumahmu

Kamu mungkin tak sadar, seringkali kamu membicarakan perilaku kakakmu kepada adikmu, atau kalau kamu tak suka dengan ucapan adikmu, kamu justru lebih suka menggosipkannya dengan saudaramu yang lain. Hal-hal semacam ini yang sejatinya menjatuhkan keutuhan keluargamu. Akan jauh lebih baik kalau kamu merasa risih, katakan secara langsung. Toh dia adalah saudaramu, kamu dan dia hidup dan dibesarkan oleh orangtua yang sama. Jadi, untuk apa menggiring opini dan gosip ke saudaramu yang lain? Sekalipun ada persaingan, kamu perlu tahu, respect terhadap saudara kandung adalah prinsip ideal yang harus kamu terapkan.

 

Saat Terdesak, Kamu Lebih Memilih Berbohong. Padahal Bohong dengan Siapa Pun Tidak Dianjurkan, Apalagi dengan Keluarga

Berbohong berarti sama saja menipu. Kamu perlu tahu, di luar sana banyak keluarga yang akhirnya berantakan, semisal kakak tak lagi menegur adik selama bertahun-tahun, atau orangtua bahkan sangat melarang sang anak pulang ke rumah,  hal itu ada yang didasari karena keluarga merasa dibohongi oleh salah satu anggotanya. Perselisihan akibat kebohongan sangat rentan terjadi.

Kamu tahu ‘kan? Kepercayaan bak kaca yang semula baik-baik saja tapi tetiba dibanting sehingga pecah berkeping-keping. Sekalipun kamu berusaha memperbaikinya, bentuknya tak akan sama lagi. Ketika dalam benakmu terlintas untuk berbohong, coba ingat lagi jika setiap tindakanmu pasti ada konsekuensi yang nantinya akan kamu hadapi.

 

Menghargai Pilihan Anggota Keluarga Sangatlah Penting, Itulah Saatnya Kamu Belajar Menghargai Perbedaan

Kamu dan saudaramu mungkin dibesarkan oleh orangtua yang sama dan diasuh dengan cara yang sama. Tapi bukan berarti hidupmu dan hidup saudaramu harus sama seterusnya. Pada saatnya, kamu akan tahu jika kalian punya jalan hidup masing-masing. Saat itulah tak seharusnya kamu memaksakan pilihan kalian agar seragam. Terlebih setelah kalian beranjak dewasa, pasti muncul perbedaan pandangan. Jangan sampai hal itu membuat kalian bertengkar. Justru akan lebih bijak kalau hal itu dijadikan sarana untuk berdiskusi. Menghargai siapapun itu perlu, termasuk menghargai setiap hal yang dipilih oleh saudaramu.

 

Saat Bertengkar, Seringkali Antar Saudara Sungkan Meminta Maaf dan Gengsi Memberi Maaf. Sudah Saatnya Kamu Singkirkan Egomu Jauh-jauh

Kata ‘maaf’ tetiba menjadi kelu untuk diungkapkan saat kamu bertengkar dengan saudaramu. Ingatlah, nobody is perfect. Kamu berhak menerima ucapan maafnya, atau kalau kamu salah berarti itulah saatnya kamu meminta maaf. Percayalah, menepis ego akan mendatangkan hal yang baik bagi keutuhan keluargamu. Bukankah membahagiakan melihat keluarga yang begitu harmonis dan menerima satu sama lain?

2 Comments

2 Comments

  1. Fransiskus Kasse

    June 11, 2016 at 6:46 am

    Mantap

  2. Rinno

    August 5, 2016 at 5:10 pm

    Wahh bruntung gw punya kakak perempuan,salah gw suka kasar sama kakak gw… padahal gw dimanjain doi….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karier Istri Boleh Lebih Sukses, Tapi Jangan Sampai Jadi Alasan Untuk Bercerai

Saat membina bahtera rumah tangga, tak sedikit pria yang mengizinkan istrinya untuk bekerja. Tapi saat istrinya lebih sukses, pada kenyataannya masih banyak pria yang belum bisa menerima hal itu. Padahal, bukankah kesetaraan gender telah lama diserukan? Bahkan kondisi tersebut acap kali menjadi pemicu perceraian.

Padahal keputusan seorang istri untuk bekerja pada dasarnya atas izin suami bukan? Pertimbangan awalnya mungkin karena faktor finansial. Namun tak jarang ada juga suami yang memberikan izin bekerja demi mengejar karier dan kesuksesan yang memang sejak lama menjadi impian istrinya. Sehingga pernikahan diharapkan tak lagi menjadi batu sandungan untuk mengejar karier. Jika memang demikian, bukankah seharusnya tak perlu ada perceraian?

 

Sebagai Suami, Tak Perlu Minder Jika Istrimu Lebih Sukses, Apalagi Sejak Awal Pun Kamu Selalu Memberinya Dukungan

Psikolog Mira Anin menilai, pada dasarnya fenomena perceraian yang dipengaruhi karena kesuksesan seorang istri memang cenderung lebih banyak terjadi di masyarakat dengan budaya ketimuran seperti Indonesia. Apalagi seorang suami yang notabene seorang laki-laki memang lebih ditekankan untuk bisa mengungguli keberhasilan istri.

Situasi dimana istri lebih sukses akhirnya membuat suami cenderung minder. Entah kepada keluarga, teman dekat, bahkan tetangga sekitar.  Sebagai suami, sebaiknya kamu harus menepis rasa minder yang mulai muncul. Istrimu bisa mencapai suksesnya seperti sekarang ini juga berkat dukungan dan semangat darimu.

 

Menepis Rasa Minder Adalah Satu-satunya Kunci Agar Kamu Tak Melampiaskannya Pada Perselingkuhan

Sebagai suami, mungkin kamu akan merasa tersisihkan saat mengetahui karier istrimu kian memuncak. Rasanya berat sekali bertemu orang-orang yang menanyakan kabarmu dan memberi apresiasi begitu mendengar karier istrimu yang jauh lebih melesat. Di lain sisi, teman-temanmu yang tak mengerti kondisi hatimu justru menjadikan situasi ini sebagai bahan bercanda.

Rasa minder yang timbul dalam diri pun kian besar karena semakin lama kamu kian termakan situasi. Jika sudah berada dititik ini, tandanya kamu perlu mengontrol diri. Mira Anin menilai jika seorang suami tak mampu mengendalikan diri terhadap rasa mindernya, bukan tak mungkin ia justru memilih melampiaskan pada hal yang tidak benar seperti perselingkuhan dan perubahan sikap yang kian tertutup bahkan pada istrinya sendiri.

 

Untuk Istri, Jangan Lupa Berikan Apresiasi Terbaikmu Kepada Suami. Bagaimanapun Situasinya, Tetap Tunjukkan Padanya Kalau Dia Adalah Belahan Jiwamu!

Meski secara finansial, jenjang karier istri lebih tinggi maka bukan berarti kamu lantas mulai melupakan prinsip jika suami tetaplah pemimpin di dalam rumah tangga. Sebagai istri, jangan lupa untuk terus memerhatikan suamimu dalam berbagai aspek. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi entah lewat kado kecil atau hal-hal romantis yang biasa kamu lakukan untuknya. Hal itu akan membantu menepis rasa mindernya serta membuatnya tetap percaya diri jika dia adalah suami terbaik untukmu. Jangan membuat situasi justru jadi lebih kaku dan perlahan lupa jika kalian adalah belahan jiwa yang telah disatukan lewat ikatan pernikahan.

 

Pernikahan Adalah Ikatan Seumur Hidup, Karenanya Penting untuk Selalu Terbuka Satu Sama Lain Demi Mempertahankan Ikatan Itu

Salah satu cara yang sangat efektif demi langgengnya pernikahan kalian adalah keterbukaan ditengah situasi apa pun. Mira mengatakan, istri harus mau menerima masukan dan pandangan dari suami meski dia merasa sudah meraih kesuksesannya. Saat di posisi ini, istri sebaiknya memahami ego pria. Begitu pun dengan suami, ia juga harus mengatakan ketidaksukaannya pada hal-hal yang terjadi lantaran target sang istri yang sibuk mengejar karier.

Dengan keterbukaan, komunikasi yang terjalin diantara kalian pun semakin berkualitas. Dengan demikian, baik istri maupun suami pun akan kompak saat menghadapi komentar keluarga besar maupun lingkungan sekitar. Karena pada dasarnya, kalian harus tetap saling support.

 

2 Comments

2 Comments

  1. Fransiskus Kasse

    June 11, 2016 at 6:46 am

    Mantap

  2. Rinno

    August 5, 2016 at 5:10 pm

    Wahh bruntung gw punya kakak perempuan,salah gw suka kasar sama kakak gw… padahal gw dimanjain doi….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top