Feature

7 Alasan “Terpuji” Kenapa Para Jomblo Belum Menikah. Mungkin Salah Satunya Adalah Alasanmu Juga

Usia yang sudah layak menikah tak semata membuat seseorang berpikiran untuk segera mengakhiri masa lajangnya. Terlepas dari lebih baik menikah diusia tertentu karena berbagai pertimbangan, terkadang ada alasan yang membuat seseorang enggan untuk segera melepas masa lajang meskipun semua orang selalu bertanya kapan.  Siapa yang tidak ingin mempunyai teman hidup yang akan bersamamu menghabiskan sisa waktu. Tetapi ada alasan yang mungkin biasa namun memang itu yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak mau cepat-cepat menikah.

Merasa Nyaman Saat Sedang Sendiri Sambil Mencoba Untuk Menemukan Jati Diri

Disaat yang lain sudah heboh posting foto pernikahan atau foto anaknya yang baru saja lahir, kamu memilih untuk tetap sendiri. Kamu  masih mencari apa yang sesungguhnya ingin kamu lakukan, apa yang kamu senangi dan apa yang kamu inginkan. Kamu lebih ingin mengembangkan diri dan mencari jati diri sebelum benar-benar membangun masa depan bersama keluarga kecimul. Masih ada hal-hal yang ingin kamu lakukan sebelum kamu bertanggung jawab atas kehidupan orang lain yang tinggal bersamamu. Karena hal itu kamu memilih untuk tidak terlalu tergesa-gesa memutuskan  menikah diusia muda.

Finansial Yang Belum Stabil Membuatmu Enggan Untuk Melangkah Lebih Jauh Dengan Orang Yang Kamu Sayang

Meskipun menikah akan menambahkan rejekimu, namun finansial yang belum stabil menjadi salah satu alasan kuat  untuk tidak menikah cepat-cepat. Bukan tidak percaya dengan kekuasan Tuhan, namun kamu merasa memiliki tanggung jawab atas kehidupan orang lain yang kamu ajak untuk hidup bersama kelak. Jika kondisi belum stabil, kamu takut tidak bisa memberikannya kehidupan yang layak. Kamu juga tak mau membuat orang tua pasanganmu  khawatir dengan keadaan keluarga kecilmu. Daripada ambil resiko lebih baik konsentrasi dulu untuk mempersiapkan finansial yang lebih stabil. Bukankah berusaha menyiapkan yang terbaik untuk  orang yang disayangi juga wujud dari cinta?

Meskipun Bisa Dilakukan Berdua, Tetap Saja Kamu Ingin Melakukan Banyak Hal Sendiri Dulu!

Rasanya senang memang jika kamu mempunyai partner yang bisa bersama membagi rasa, berjalan seirama dan bisa menyemangati satu sama lain. Namun hal itu tidak akan mungkin terjadi bila kamu sebenarnya belum menginginkan pernikahan. Harapan untuk bisa lebih mandiri atau melakukan banyak hal tanpa harus memikirkan orang lain menjadi penyebab mengapa belum menikah. Pemikiran bahwa pada saat menikah akan banyak hal yang berubah sehingga tidak bisa lagi bebas seperti dulu menjadi beban tersendiri bagimu yang masih ingin menikmati banyak hari dengan pengalaman dan petualangan baru.

Menikah Memang Bukan Berarti Akhir Dari Karir, Tetapi Sendiri Bisa Membuat Kamu Lebih Konsentrasi Mengembangkan Karir

Menikah akan banyak menghadirkan hal baru, kamu juga butuh waktu untuk beradaptasi. Hal tersebut bisa jadi memecah konsentrasimu pada pekerjaan. Masih ingin mengejar karir impian membuat kamu tak ingin cepat-cepat menikah. Promosi jabatan atau dinas ke luar kota mungkin akan terasa lebih berat jika kamu sudah menikah, karena pada saat itu otomatis konsentrasimu akan terbagi. Mengembangkan karir hingga mencapai titik yang diinginkan akan lebih bisa dicapai jika kamu masih sendiri, begitu pikirmu.

Tidak Mau Dikekang Dengan Pasangan, Membuatmu Tak Ingin Buru-buru Menikah

Harus begini harus begitu, tidak boleh ini tidak boleh itu. Sederetan aturan itu tiba-tiba muncul saat kamu menikah. Saat kamu belum siap, hal itu bisa menjadi beban tersendiri. Mungkin maksud pasangan baik, ingin mengurusmu dengan baik dan mencurahkan segala perhatian. Tapi nyatanya kamu malah akan merasa terkekang dan akan sulit lagi bersosialisasi jika dia terlalu membatasimu. Waktumu berkumpul bersama teman-teman menjadi terpangkas karena harus pulang lebih awal. Kalau kamu masih ingin bebas, nikah muda bukan pilihan yang tepat

Memang Belum Ada Yang Pas Dan Cocok Dihati Sih!

Bukannya tidak mau menikah, keinginan itu sudah ada bahkan sudah siap. Tapi belum ada yang bisa membuatmu merasa yakin untuk melepas masa lajang. Kondisi ini membuat kamu tidak terlalu tergesa-gesa untuk menikah. Bagimu menikah dengan orang yang tepat dan cocok menjadi hal yang paling penting. Dengan begitu kamu bisa yakin akan sanggup melewati segala macam tantangan yang biasa hadir dalam kehidupan pernikahan. Meskipun keinginan tersebut sudah tersirat, namun kamu tidak ingin gegabah dalam menentukan pasangan hidup.

Trauma Masa Lalu Membuatmu Tidak Ingin Berkomitmen Dengan Siapapun

Entah karena trauma dikeluarga ataupun pengalaman pribadi, pengalaman yang tidak menyenangkan soal hubungan memang menjadi momok tersendiri untuk kamu yang ingin menikah. Rasa takut bila kejadian yang sama terulang atau kecenderunganmu yang tak bisa jika hanya berkomitmen dengan satu orang saja bisa menjadi alasan pelik. Butuh kekuatan dan keyakinan diri sendiri untuk bisa segera sembuh dari trauma yang kamu miliki. Rasa takut dan trauma bisa saja menghentikan langkahmu untuk melanjutkan hidup dan percaya akan sebuah komitmen.    

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Warna Favorit Tak Sekedar Soal Selera, Tapi Menentukan Karakter Juga

Semua orang pasti punya warna favorit. Meskipun kamu bilang “tak punya warna kesukaan” secara tak sadar pasti ada preferensi khusus ketika memilih warna. Coba tengok isi lemari pakaianmu, pasti kamu bisa segera menemukan jumlah warna yang lebih banyak dibanding lainnya.

Dari penelitian, secara statistik warna biru adalah yang paling banyak difavoritkan oleh orang. Termasuk juga warna yang paling banyak dipilih mayoritas laki-laki. Sementara perempuan paling banyak memilih warna hitam. Sementara warna yang paling sedikit difavoritkan adalah warna kuning. Hanya 5 persen orang yang memilih warna ini sebagai kesukaan. Itu pun semakin menua, mereka yang tadinya memilih kuning akan beralih ke warna orange.

Dalam cabang ilmu psikologi, warna ini tak cuma dianggap angin lalu. Ada cabang keilmuan psikologi khusus yang mempelajari hal ini. Disebut pemilihan warna dipengaruhi oleh karakter. Lantas apa kata ilmu tersebut mengenai warna pilihanmu?

Biru Itu Tenang Dan Senang Keteraturan

Biru itu serupa warna lautan. Seringnya di asosiasikan dengan ketenangan. Mereka yang memfavoritkan warna biru biasanya gemar mencari kedamaian dan keteraturan dimanapun dia berada. Biasanya penyuka warna biru mudah bergaul dan sangat bisa diandalkan.

Merah Itu Senang Menjadi Pusat Perhatian Dan Ingin Terlihat Menarik

Meski belum ditemukan sebabnya, namun sejumlah studi menyebut bahwa warna merah cenderung lebih menarik perhatian dibandingkan warna yang lain. Beberapa menyebut hal ini berkaitan dengan insting dasar biologis tubuh yang cenderung memanas dan memerah jika merasa tertarik.

Meski tanpa sengaja, orang yang menyukai warna merah umumnya berasal dari kesadaran ini. Mereka merasa lebih diperhatikan jika menggunakan warna merah. Keinginan untuk selalu mendapat perhatian inilah yang kemudian mendorong seseorang menyukai warna merah.

Hijau Itu Sangat Memperhatikan Keuangan, Keamanan Dan Kesejahteraan

Hijau memang sering dikaitkan dengan alam dan lingkungan. Namun menurut psikologi warna,mereka yang memilih hijau umumnya adalah orang-orang yang mengutamakan kestaabilan keuangannya, sangat ingin mendapatkan rasa aman dan mengutamakan kesejahteraan.

Orange Itu Pembawaannya Santai Dan Mudah Bersahabat

Merka yang gemar warna oranye atau orange umumnya juga gemar menjadi pusat perhatian. Cenderung bersifat flamboyan, punya banyak teman dan tak senang sesuatu yang serius. Konon katanya penyuka warna oranye ini cenderung menunda pernikahan loh!

Abu-Abu Itu Senang Kebebasan Dan Sulit Berkomitmen

Warna ini berada diantara hitam dan abu-abu. Seperti warnanya yang “tak jelas”, karakter penyukanya juga tak terlalu senang komitmen. Menurut psikologi warna, penggemar warna ini hanya punya sedikit emosi, mudah bosan dan tak mau terikat.

Mereka tak punya sesuatu yang benar-benar disukai atau sesuatu yang benar-benar dibenci. Semua biasa saja untuk mereka. Hidupnya yang bebas dan tak mau terikat biasanya justru membuat penasaran banyak orang.

Merah Muda Itu Sedikit Naif Dan Apa Adanya

Penyuka merah muda itu bisa diibaratkan mereka yang selalu dalam kondisi anak-anak. Tak punya banyak kecurigaan, polos dan tidak punya perasaan negatif kepada orang lain. Sayangnya penyuka pink ini sering dimanfaatkan oleh orang lain.

Hitam Itu Moody, Tak Mau Ribet Namun Inginnya Yang Berkelas

Para penyuka hitam ini tidak mau berhadapan dengan segala keribetan. Mereka selalu ingin hal-hal yang berkualitas dan berkelas. Ujungnya karakternya cenderung moody alias mudah berubah-ubah jika menemui hal yang kurang disukainya.

Putih Itu Menganggap Dirinya Polos

Putih itu sering dikaitkan dengan suci dan kepolosan. Namun sesungguhnya penyuka warna putih itu tak begitu polos-polos amat. Namun mereka ingin meyakinkan orang lain bahwa diri mereka polos. Sementara sebetulnya mereka sama sekali tidak polos dan cenderung “pintar”.

Kuning Itu Idealis Dan Perfeksionis

Penyuka warna kuning itu cenderung idealis dan bahkan perfeksionis. Mereka juga punya optimisme yang di atas rata-rata. Sayangnya keinginan untuk segala sesuatu itu selalu sempurna mendorong orang dengan karakter ini jadi mudah cemburu dan iri.

Jadi Pilihan Warnamu Apa? Coba Sesuaikan Dengan Kendaraanmu!

 

Guna memperkuat karaktermu tentunya pas kalau kendaraan sehari-hari yang digunakan warnanya sesuai dengan yang kamu favoritkan.

Pilihan warna motornya tak banyak? Mungkin begitu alasanmu. Memang tak semua varian motor punya beragam warna. Tapi Suzuki Address Playful mencoba menjawab tantangan ini. Tak tanggung-tanggung varian ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodi menarik dan penuh gaya yang dapat disesuaikan dengan karakter kamu. Terdapat warna Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange dan Ice Silver. Suzuki juga menerjemahkan warna-warna ini sesuai karakter kamu.

Aura Yellow misalnya cocok untuk kamu yang mudah bergaul dan keberadaanmu selalu membawa keceriaan dengan orang sekelilingmu. Semangat, kreativitas dan kelucuanmu adalah kelebihan utamamu. Kegiatan favoritmu tak jauh-jauh dari kegiatan sport dan ekstrem.

Sementara untuk kamu yang selalu ingin tampil sempurna pasti lebih memilih warna Majestic Gold. Karena warna emasnya menggambarkan hal yang tak ternilai sekaligus elegan.

Fresh Green akan dipilih kamu yang punya sifat loyal terhadap kawan. Kamu juga termasuk orang-orang yang jujur dan senang berada di dalam komunitas untuk bersosialisasi. Warna hijau juga idientik dengan lingkungan dan warna yaang aktif.

Kalau kamu orang yang memilih stronger red adalah orang-orang yang optimis, passionate dan percaya diri. Kamu selalu semangat dan kreatif dalam melakukan segala sesuatu.

Nah, untuk kamu yang punya pengendalian diri yang baik akan diwakili dengan warna macho bright blue. Kamu cenderung hati-hati, tenang dan patuh terhadap aturan. Tapi meski teratur dan stabil bukan berarti kamu membosankan.

Selain warnanya yang menarik motor ini cocok untuk penggunaan harian karena dimensi bodinya yang mungil dengan dimensi pas dan seimbang. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dan ramping hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Skutik ini juga nyaman karena didukung suspensi depan dan belakang yang tangguh. Untuk bagian depan menggunakan suspensi tipe Telescopic Coil Spring Oil Damped. Sedangkan untuk belakang Suzuki Address Playful menggunakan suspensi tipe Swingarm Coil Spring Oil Damped.

Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 yang cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Jadi kamu pilih yang mana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Sponsored Content

Hasil Surveynya, Mereka Yang Pakai Motor Ini Yang Bahagia

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) berhasil meraih penghargaan dalam kategori survei “Indeks Kebahagiaan Berkendara (IKB) 2017” yang diselenggarakan oleh Tabloid OTOMOTIF selama bulan Juni – Agustus 2017. Dalam acara yang dilangsungkan di Will’s Café & Resto, Plaza Kelapa Gading, Jakarta Utara, Suzuki berhasil menang dalam kategori bebek 150cc untuk Suzuki Satria F150 dan kategori skutik 110-125cc untuk Suzuki Address FI (Kategori Skutik 110-125cc).

Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara. Survei ini adalah cerminan konsumen Suzuki yang mendapatkan pengalaman menyenangkan melalui produk-produk Suzuki.

“Apresiasi yang diberikan oleh publik melalui survei IKB sangat berarti bagi kami sebagai upaya agar kami dapat terus mengembangkan inovasi di setiap produk Suzuki, termasuk ketiga produk yang unggul di kelasnya masing-masing pada survei ini. Karena pada akhirnya, kepuasan dan kebahagiaan konsumen saat menggunakan produk-produk Suzuki merupakan pencapaian yang tak ternilai, selaras dengan tujuan utama Suzuki dalam menciptakan produk bernilai tinggi yang berorientasi pada konsumen.” ujar Arviane D.B. Corporate PR PT. Suzuki Indomobil Sales.

Suzuki Satria F150 kembali bertahta sebagai jawara motor bebek 150cc dengan menyematkan teknologi Fuel Injection untuk motor hyper-underbone ini, sehingga pengendara dapat mengoptimalkan performa setiap fiturnya dengan mudah saat mengendarai Satria F150 yang diklaim sebagai motor bebek tercepat di kelasnya.
Sementara Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor.

Survey IKB 2017 ini sendiri melibatkan total 455 responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Mereka yang Kini Terlihat Mahir Juga Berawal dari Seorang yang Amatir

Ini tentang mereka yang kini kita kenal sebagai orang besar. Hal yang kerap terlintas dipikiran, mungkin mencari cara untuk bisa meraih kesuksesan seperti mereka. Tanpa mengurangi rasa bangga dan kekagumanan, sebenarnya mereka dulu juga sama dengan kita.

Lupakan dulu hal-hal indah yang kini mereka nikmati, mari kita ulik bagaimana mereka disaat masih berupaya mati-matian. Kamu harus tahu bagaimana kerasnya mereka bekerja demi impian yang sekarang sudah digenggam. Demi menghindari kesalahpahaman akan sesuatu yang kita anggap jadi tujuan, cobalah pahami dulu bagaimana orang-orang itu bisa sesempurna sekarang ini.

Sebagai Langkah Awal Untuk Memulai Segalanya Kita Harus Memiliki Mimpi Terlebih Dahulu

Seringkali kita memandang orang lain, sebagai bentuk dari kesempurnaan. Fisik yang mumpuni dengan kecerdasan otak juga diatas rata-rata. Bukannya lebih bersemangat lagi, hal-hal seperti malah kerap membunuh kita untuk tak bisa berdiri.

Menbandingkan hidup kita dengan orang lain, tentu bukanlah sebuah langkah yang salah. Namun jika itu malah memperburuk suasana, lantas untuk apa?

Hal yang jauh lebih penting, cobalah untuk melihat sisi lain dari mereka. Entah itu mimpi yang mungkin sama, hingga seberapa keras mereka telah berusaha. Karena sejatinya kesuksesan tentu diawali dengan sebuah mimpi yang ingin dijadikan nyata.

Hidup Kerap Mendatangkan Cobaan, Siapkan Diri Untuk Berbagai Ujian

Jika diibaratkan sebagai seorang manusia, kehidupan adalah sosok yang jenaka. Beberapa hal kadang datang tanpa diundang, kemudian mampu menciptakan gelak tawa. Tapi jangan dulu senang, karena tak hanya itu saja. Kehidupan kerap mendatangkan kejadian diluar rencana.

Tak peduli sudah sejauh mana kamu menyusun rencana, sesuatu yang memporak-porandakan rencana bisa datang dengan tiba-iba.

Jangan marah atas ketidakadilan yang mungkin kamu rasa, menyiapkan diri untuk berbagai macam hal yang akan terjadi jauh lebih baik dari segala upaya. Kamu pun jadi lebih kuat dalam berusaha.

Jika Perlu, Ambillah Contoh Satu Orang yang Akan Membuatmu Terus Berjuang

Kamu tentu pernah mendengar, satu orang sukses bercerita bagaimana ia memulai segala upaya dengan menjadikan seseorang sebagai contoh untuk dirinya. Jangan pikir mereka bisa sukses secara tiba-tiba. Hal yang kerap membedakan kita dengan mereka, terletak pada kegigihan dan keinginan untuk tak lekas berputus asa.

Demi tetap bertahan pada mimpi yang kerap terasa sulit, kamu bisa mengikuti langkah mereka yang telah sukses. Pilihlah satu orang contoh yang akan memicu semangatmu. Baik itu penyanyi pujaan, atau aktor terkenal hingga pengusaha sukses yang memang patut dijadikan teladan.

Telisik lagi berbagai macam kemampuan yang dulunya mereka juga kerahkan. Jika memang beruntung, kelak kamu bisa berada sejajar dengan mereka yang tadinya kamu jadikan contoh untuk mimpimu.

Pada Beberapa Kesempatan Akan Ada Orang-orang yang Hadir Untuk Meremehkanmu

Mimpimu tak akan diterima oleh semua orang, kamu harus ingat itu!

Satu-satunya orang yang harus berjuang untuk semua angan, hanyalah kamu seorang. Beberapa orang bisa saja tak percaya, atau bahkan tertawa saat melihatmu gagal dan menderita. Namun dorongan dari pihak lain yang mungkin yakin padamu akan jadi kekuatan untuk kembali tegak lagi.

Berhenti untuk mengutuki masalah yang ada, kamu harus tahu bahwa perjalanan untuk mencapai mimpimu tak selalu baik-baik saja. Bahkan untuk ukuran penyanyi terkenal yang sudah Go International, seperti Agnes Mo saja, juga pernah merasa bahwa tak semua orang suka akan dirinya. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai mencibir lirik lagu hingga pada pakaian yang ia gunakan. Namun dia tetap berkarya tanpa memperdulikan semua cibiran.

Tapi Pastikan Pada Diri Sendiri, Bahwa Usahamu Tak Akan Berhenti

Beberapa superstars yang kini kita kenal dengan prestasi menjulang, tak akan sampai pada titik sekarang, jika menyerah pada keadaan! Dan hal yang sama juga harus kita tanamkan pada diri sendiri.

Tak peduli dengan banyaknya cobaan yang nampaknya berusaha untuk mengagalkan upaya dan mimpi yang kita buat. Daripada harus berpikir untuk menyudahi perjuangan, jadikan semua cobaan sebagai kekuatan yang akan memperkuat keinginan.

Jika masih dirasa kurang, coba lihat mereka yang dulunya sama seperti kita. Berjuang dari bawah untuk mimpi yang memang ingin dijadikan nyata.

Jika Memang Berjodoh Dengan Mimpimu, Semua Upayamu Tentu Akan Membuahkan Hasil

Menjadi seorang penyanyi terkenal, dokter yang handal hingga berbagai macam mimpi lain yang mungkin akan membuat nama kita dikenal, tentu jadi hasil akhir untuk mimpi yang kita kenang.

Bukan masalah kecil atau besarnya kemampuan yang kamu miliki sekarang. Tapi bagaimana kamu mau membuka diri untuk terus belajar. Tak ada kemampuan yang akan datang dengan begitu saja. Kecuali kamu memang dilahirkan sebagai manusia super yang berbeda.

Semuanya butuh proses, karena konon mereka yang sekarang kelihatan besar ,dulu adalah manusia kecil yang sama seperti kita sekarang. Diiringi tekad dan kemampuan untuk terus belajar mereka tumbuh jadi sosok yang kini kita jadikan panutan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Adakah yang Salah dari Laki-laki yang Ingin Menjadi Bapak Rumah Tangga?

Iya, bapak rumah tangga!

Tak perlu mengernyitkan kening tanda tak percaya, kamu memang tak salah baca. Pilihan setelah menikah kadang memang terlihat tak seimbang, konon perempuan boleh tetap bekerja atau memilih tinggal di rumah saja. Sedangkan laki-laki? Sebagai kepala rumah tangga ya harus bekerja.

Stereotip akan sekat antara peran laki-laki dan perempuan nampaknya memang sudah mendarah daging. Padahal, kini untuk urusan bekerja dan berpenghasilan perempuan tak lagi menemukan pagar penghalang. Lalu mengapa seorang laki-laki yang berkeinginan menjadi bapak rumah tangga, masih sangat tabu untuk kita terima?

Ini Bukan Tentang Siapa yang Akan Jadi Kepala dan Ibu Dalam Rumah Tangga, Tapi Bagaimana Membagi Peran Sesuai Kesepakatan

Sebagian besar kaum adam percaya, bahwa merekalah yang pantas jadi tulang punggung keluarga. Bukan tak ingin menghargai perspektif mereka akan peran seorang laki-laki dalam keluarga. Tapi ada pandangan lain yang memang harus kita terima pula, yaitu mereka yang ingin berbagi peran dengan istrinya.

Jangan dulu bilang ini adalah bentuk dari kelemahan seorang suami, karena keputusan tersebut tentu sudah melalui mediasi. Siapa yang akan tinggal di rumah, dan siapa yang akan bekerja keluar rumah. Tak ada yang salah, jika kedua belah pihak merasa nyaman untuk tetap menjalaninya.

Dan Masalah Utamanya, Jelas Pada Ideologi yang Dipercaya Oleh Masyarakat Kita

“Perempuan bebas memilih, mau di rumah atau bekerja, yang penting laki-laki tetap cari nafkah!”

Kalimat-kalimat seperti ini kerap kita dengar, ketika sedang berada pada acara kumpul keluarga atau penikahan seorang saudara. Meski didalam hati kadang kita tak terima, karena nampaknya itu tak selalu adil untuk kita. Baik laki-laki atau perempuan.

Tak hanya datang dari kepercayaan masyarakat saja, ternyata undang-undang di negara kita juga punya pandangan serupa. Tak percaya? Coba saja lirik UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pada pasal 31 ayat yang ke 3, disana dijelaskan bahwa “Suami adalah kepala keluarga dan istri adalah ibu rumah tangga”.

Dan paham semacam ini, masih berlaku hingga kini. Ketakutan tak akan diterima oleh masyarakat kadang meluluhkan niat akan keinginan untuk menentang sesuatu yang kadang tak bisa kita terima. 

Padahal Memilih Untuk Berada di Rumah, Tak Lantas Membuat Laki-laki Kehilangan Jati Dirinya

Melonjaknya kesempatan kaum hawa untuk menunjukkan eksistensinya kadang jadi sesuatu yang membuat laki-lak mengalah. Dari hal ini sepasang suami istri mungkin bisa belajar, bahwa bertukar peran tak akan menghapus kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Walau untuk urusan nafkah keluarga mungkin akan ditanggung sang istri. Tapi tak selalu penuh. 

Bukan Tentang Pantas Atau Tidaknya, Semua Akan Terlihat Baik Jika Dilihat dari Sisi yang Berbeda

Katakanlah tadinya kalian bedua tadinya sama-sama bekerja, kemudian mau tak mau harus ada yang mengalah untuk mengurus rumah tangga. Tak perlu bertahan pada gengsi, tapi bagaimana kenyataan yang akan kita dapati.

Bahkan tahun lalu industri perfilman India memberikan suguhan nuansa baru lewat sebuah film berjudul “Ki & Ka”. Dimana sang suami “Ka” memutuskan untuk menjadi bapak rumah tangga yang akan mengurusi semua pekerjaan rumah, sedangkan istrinya “Ki” pergi bekerja. Meski digambarkan pada sebuah film saja, tak menutup kemungkinan bahwa ada orang-orang yang seperti mereka.  

Emansipasi Tentu Jadi Salah Satu Hal yang Memicu Keinginan Mereka

Jangan dulu pikir bahwa pilihan ini justru akan menyusahkan istri dan para perempuan lain, toh ini sudah era emansipasi. Disamping itu, tidak sedikit perempuan yang mengaku tak mampu jadi ibu rumah tangga yang baik.

Toh menggantikan peran istri di rumah bukanlah sesuatu yang mudah. Dan laki-laki yang berani untuk mengambil pilihan ini tentulah mereka yang juga punya kemampuan baik dan pemahaman luas.  

Orang-orang seperti ini sadar, bahwa emansipasi yang banyak digadang-gadang tak hanya kesetaraan gender pada hal-hal tertentu saja. Peran didalam rumah tangga juga termasuk didalamnya.

Pilihan Ini Memang Masih Dipandang Sebelah Mata, Tapi Bukan Berarti Salah

Barangkali kita masih jarang mendengar istilah “stay home dad” atau Bapak Rumah Tangga. Tapi perlahan, seiring dengan perubahan zaman dan pemikiran beberapa orang yang telah sadar, banyak kampanye yang menyuarakan arti pentingnya laki-laki dalam mendukung pengembangan diri perempuan. Mulai dari partisipasi laki-laki dalam ranah domestik hingga peran ayah yang memang harusnya mendominasi untuk tumbuh kembang anak. Pasalnya menurut Psikiatris anak dari Amerika Serikat, Dr. Kyle D. Pruett, seorang bayi yang berusia 7 hingga 30 bulan, jauh lebih responsif pada sentuhan yang berasal dari ayah dibanding ibunya. 

Karena Bisa Jadi, Ini Adalah Salah Satu Cara Untuk Menikmati Hidup Bersama

Sebagai dua orang yang akan hidup bersama setelah menikah, tentu banyak hal yang patut dipertimbangkan. Salah satunya adalah keinginan pasangan yang akan tetap bekerja atau tidak. Jika ternyata cerita hidup yang kamu punya, justru berisi keinginan suami yang akan berhenti bekerja itu bukanlah pilihan buruk tentunya.

Bagi laki-laki yang mungkin tak nyaman dengan aturan serta ikatan dalam perusahaan, ini akan jadi berita baik. Tetap bisa bekerja dari rumah, sembari manggantikan tugas sang istri. 

Sejatinya orang yang tahu hal baik dan buruk dalam hidupmu adalah kamu dan pasangan. Tak perlu risau untuk cibiran orang. Jika ternyata itu adalah salah cara untuk hidup yang lebih bahagia, kenapa tidak?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Sahabat Jadi Suara Kejujuran yang Paling Perlu Untuk Kamu Dengarkan

“Tidak ada lagi di dunia yang lebih berharga dari persahabatan sejati” –Thomas Aquinas

Dalam hidup, ada beberapa orang yang kamu anggap spesial. Jika yang lain cukup kamu panggil dengan sebutan teman, orang terpilih yang satu ini kamu sebut sebagai sahabat, Sekilas, kamu dan sahabatmu memang terlihat serupa, pada kenyataannya kalian adalah manusia berbeda dengan darah yang tak sama, namun kerap bersikap layaknya saudara.

Bahkan kita sering berpikir untuk bisa selalu tumbuh dan berkembang bersama. Karena sejatinya persahabatan, bukan tentang satu orang yang akan menjadi bintang paling terang, sedang yang lainnya hanya akan jadi pengikut dibelakang. Sebaliknya ini adalah tentang memberi dan diberi. 

Kadang Kala Hidup Akan Bergelombang, Dia Hadir Membantu Kita Untuk Menyamakan Gerakan

Meski mampu untuk melakukan banyak hal tanpa bantuan, kita juga manusia biasa yang kadang akan mendapati cobaan. Dari banyaknya kesusahan yang akan kita terima, tentu tak semua orang bersedia untuk mau mendengarkannya.

Berbeda dengan dia yang kita beri gelar sahabat. Dia selalu tahu, kapan waktu yang kita butuhkan untuk bertukar cerita. Meski diawal pertemuan dia kerap menunjukkan kekecewaan atas hal-hal yang seharusnya tak terjadi, selanjutnya dia akan jadi penawar untuk kekecewaan di hati.

Memberi beberapa nasehat yang akan membantu menenangkan diri, hingga hal lain yang akan membakar semangat untuk berjuang kembali.

Tanpa Perlu Diminta Dia Tahu Kapan Akan Membuka Suara

Hubungan kita dengan seorang sahabat, memang memiliki ikatan yang kuat. Meski berusaha untuk menghindar agar tak terus menerus meminta bantuan. Mereka ini bak peramal yang datang karena mendapat sinyal. Tak hanya untuk hal-hal yang memang butuh saran saja, dirinya tahu betul kapan waktu terbaik untuk menyodorkan bantuan.

Namun tak ingin memanfaatkan kepercayaan dari kita, dia selalu bertindak sebagaimana sahabat yang memang benar. Tak akan membuka suara jika dirasnyaa kita mampu menghadapinya, namun buru-buru memberi nasihat jika kita sudah berjalan pada pilihan yang dia rasa salah. 

Namun Tak Hanya Memberi Masukan Lewat Kata-kata Saja, Ia Juga Membantumu Lewat Tindakan Nyata

Pelajaran lain yang boleh kita kulik dari dirinya, adalah sikapnya yang jauh dari omong kosong tak berguna. Sosoknya yang selalu hadir dengan bukti nyata membuat kita membuka mata, bahwa semua hal yang kerap dia sampaikan bukan hanya obat penenang disaat susah. Lebih dari itu, dia memberi contoh yang kadang membuat kita berterima kasih pada pemilik semesta, betapa beruntungannya kita memiliki sahabat seperti dirinya. 

Salah Menentukan Pilihan Itu Masalah Biasa, Mereka Hadir Untuk Menentukan Arah

Peran lainnya yang tak kalah penting adalah ketika menemanimu menghadapi masalah dalam hidup. Benar memang kita masih punya keluarga untuk menyampaikan keluh kesah. Akan tetapi, ada waktu dimana kita tak ingin memberi beban pikiran berlebih untuk orangtua. Dan satu-satunya orang yang akan kita buru, untuk memberi pendapatan akan pilihan yang harus dibuat. Tentu saja dirinya!

Dia tak akan serta merta menyalahkanmu karena telah berada pada pilihan yang justru membuat kita susah. Dia bak malaikat pembawa hawa sejuk pada hati dan pikiran. Memberi kita pengertian, bahwa memang begitulah kehidupan. Salah dan benar itu masalah biasa, dirinya malah membantu kita membuka mata dan memandang kesalahan dari sisi yang berbeda.

Meski Dengan Alasan Apa Pun, Dia Tak Akan Berbohong Untuk Menyenangkanmu

Lupakan dulu perkara bahagia yang dia ciptakan. Toh dia bukanlah sosok yang bisa selalu siap sedia membuat kamu bahagia dengan cara apa pun. Kamu harus tahu bahwa ia juga punya hidup selain sahabatnya. Beberapa kali, dia mungkin tak dapat memenuhi keinginan untuk bertemu hatimu sedang gundah. Namun dikesempatan lain, dia akan datang dengan caranya sendiri.

Tapi jangan senang dulu, karena sejatinya sahabat bukanlah dia yang melulu menghiburmu. Ada masa dimana dia harus tegas, menyalahkanmu jika memang salah. Tapi tak lupa untuk menghargai keputusanmu jika itu memang dirasa benar olehnya. Kejujurannya dalam menilai semua upayamu, membuat kamu berkembang. 

Tapi Tak Semua Hal Akan Diaa Bantu, Dirinya Tahu Bahwa Kamu Berhak Menjadi Dirimu

Setiap kali kamu merasa butuh bantuan, dirinya bisa saja datang untuk menawarkan jasa. Namun dia juga paham jika kamu harus mulai tegak berjalan, dengan atau tanpa dirinya. Tak perlu merasa dia akan menghindar jika suatu kali, telponmu tak akan diangkat jika ada urusan mendadak yang memang butuh bantuan.

Hingga kemudian dibalas dengan ucapan maaf, yang diakhiri dengan pesan berisi dukungan yang menggambarkan bahwa kita bisa melakukannya tanpa dia. Akhirnya kita sadar bahwa ternyata sebagaimana yang dirinya katakan, menjadi diri sendiri itu perlu.

Dia Hadir Untuk Semua Tawa, Namun Tak Lantas Pergi Saat Kamu Sedang Berduka

Teman dikala suka itu rasanya sudah biasa, namun dia yang menemanimu saat kesusahan amat sulit ditemukan. Itu sebabnya, manusia yang tetap bersedia untuk tinggal meski kita sedang tak bahagia layak diberi nama sebagai sahabat.

Ini bukan perkara kecil, bagaimana pun sebagian besar orang kerap menghindar pada situasi yang digambarkan dengan tak enak. Namun kebersediaan manusia yang memiliki embel-embel sahabat ini memang perlu ditiru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top